
**
Kampus
Hari ini adalah hari dimana Lea dan altha ke kampus namun kelas telah usai sebelum jam 9 pagi
"Sumpah Le kalau aku tau kedua dosen itu tak akan masuk aku tak akan pergi ke kampus, lebih baik aku tidur saja di apartemen" Gerutu altha
Hari ini altha ada 2 kelas, pagi dan sore hari.
Kedua dosen itu tiba tiba tak bisa hadir di kelas bersamaan
"Dosen itu tak sadar apa ya? mereka telah merugikan waktu kita" Ujar Lea ikut merasa kesal
Ya, mereka rugi waktu. Seharusnya mereka masih rebahan di tempat tidur saat ini.
"Eh al, aku sudah dapat info dari indra" Sambung Lea kemudian
"Gercep amat" Ujar altha sambil mengacungkan jempol nya
"Cih, ini info mahal yang harus aku bayar dengan harga diri"
Altha terkejut, "Kau jual diri demi informasi ini le?"
"Bukaaan, apa kau gila?" Seru lea
"Indra minta aku jalan bersama nya di akhir pekan sebagai imbalan atas informasi ini" Jelas nya kemudian
"Haha tak apa apa lah, toh kau pun single, lagian ya le indra kan lumayan dan baik juga" Ujar altha
"Tampang nya sih lumayan, otak nya itu loh al yang jauh dari kata lumayan, pinter bikin kesel"
"Kesel tapi entar suka loh, jangan jauh jauh deh, liat aja aku sama virgy" Ujar altha sambil terkekeh
Iya juga sih, dulu al dan virgy lebih parah dari aku dan indra, tapi tetap saja.. jangan sampai jatuh cinta ma indra deh
Tak lama mereka sampai di cafe lea dan duduk di tempat favorit mereka.
"Jadi bagaimana ceritanya?" Todong altha saat makanan pesanan mereka telah datang
"Ola dulu anak yang lemah lembut dan ceria, katanya dia adik kelas yang paling populer. Dan yang lebih mengejutkan kau tau apa?"
"Apaaa? cepat katakan aku penasaran"
"Dulu suami mu itu orang yang ramah! Dia bahkan ramah pada wanita, sangat berbeda sekali dengan karakter yang kita kenal saat pertama kali bertemu dengan nya" Jelas Lea, altha terkejut tak percaya dengan ucapan lea
"Dan ternyata, dulu virgy dekat dengan ola, malah bisa di bilang akrab. Aku tak tau virgy baik dan suka membantunya karena suka atau tidak, karena saat itu ia memang orang yang membantu siapa saja dan ramah pada wanita mana saja"
"Ola baper dengan kebaikan virgy, dan Julian tau bahwa ola menyukai virgy. Tapi menurut indra kalau ola bukan suka tapi terobsesi pada virgy, ia jadi posesif, agresif, seakan akan virgy adalah miliknya, ia jadi kasar pada wanita mana saja yang berani mendekati virgy, mereka bahkan di labrak oleh ola" Jelas lea tanpa jeda
"Nah indra kenal ola saat karakter ola yang terobsesi pada virgy, karena dia murid pindahan saat itu jadi dia tak tau ola dulu seperti apa"
"Karena perubahan nya itulah yang membuat virgy menjauhi ola, dan merasa risih dengan sikap nya. Tapi saat mereka bertemu kembali setelah lama tak jumpa karena urusan pekerjaan, virgy indra dan Julian kaget karena ola berubah jadi seperti ola yang dulu, intinya gitu al" Ujar lea penuh semangat
Altha terdiam, entah mengapa mendengar virgy pernah cukup dekat dengan ola begitu mengusik perasaan nya
"Le, bagaimana kalau ola masih berharap pada virgy? atau virgy jadi mengenang masa lalu nya dengan ola?"
"Aku tak tau kalau ola, tapi lebih baik kau waspada saja. Kalau virgy kau jangan khawatir, percaya saja pada virgy. Julian dan indra menjadi saksi kalau dia mencintai mu, tenang saja"
Aku tau, aku merasakan bahwa virgy mencintai ku, tapi ada perasaan takut yang selalu menghantui ku
**
Altha baru sampai di perusahaan virgy untuk makan siang bersama, ia pun langsung mampir ke toilet perempuan untuk merapihkan diri, ia ingin terlihat cantik saat bertemu virgy. Altha selalu saja mampir ke toilet pegawai sebelum naik ke ruangan virgy
Saat ini altha sedang ada di balik salah satu toilet, saat akan keluar ia mendengar beberapa pegawai wanita masuk dan membicarakan suaminya, altha pun mengurungkan niat untuk keluar
"Apa kau lihat ola hari ini?" Ucap pegawai 1
__ADS_1
"Iya aku lihat, sungguh mengesalkan. Meskipun telihat ramah tapi aku tau ia menyukai pak virgy " Ujar pegawai 2
"Sungguh tak tau malu, meskipun cantik tapi kalah jauh dengan nona altha" Pegawai 3 ikut menyaut
"Tentu saja, pak virgy menjadi lebih ramah semenjak menikah, mereka sangat serasi. Aku sangat tak rela jika orang macam ola mengganggu rumah tangga mereka, apa kau dengar cara bicaranya itu? lemah lembut yang di buat buat" Pegawai 1 mulai emosi
Altha tersenyum di balik pintu, ia merasa pegawai virgy begitu memihak dan mendukung rumah tangga nya
"Dasar ular, semoga kontrak nya cepat selesai, semenjak menjadi BA dia cukup sering kesini. Pasti nanti dia mencari alasan agar bisa ke ruangan pak virgy lagi" Tebak pegawai 2
"Iya pasti kesana lagi , sepekan mungkin ada 3x ia datang, dan ia selalu datang setelah nona altha pergi, lina (sekretaris virgy teman 1 kos pegawai 3) selalu melapor padaku, ia kesal karena ola selalu ingin menemui bos nya itu, ya meskipun terkadang pak virgy tolak jika tak berhubungan dengan pekerjaan. Ah kesal sekali rasanya" Pegawai 3 makin menggebu gebu
Setelah mereka berbincang mereka pun pergi meninggalkan toilet dan altha pun keluar
Oh jadi ola berencana mempunyai pekerjaan tambahan sebagai pelakor?
Altha tersenyum menatap wajah nya di cermin, ia menyisir rambut nya, memakai lipstik dan memakai parfum, setelah itu ia beranjak pergi ke ruangan virgy.
**
Ruangan Virgy
Virgy menatap istrinya yang baru memasuki ruangan, istri cantik nya yang mengenakan tanktop dan outer, serta rok jeans di atas lutut membuat nya tersenyum manis
Virgy menghampiri altha dan mencium kening dan bibir nya, "Tumben telat datang nya sayang"
"Maaf, tadi aku lihat drama seru" Ucap nya sambil tersenyum
Drama?
Virgy mencubit pipi altha dan mengajak nya duduk di sofa.
Mereka pun makan bersama, dan setelah usai virgy kembali sibuk dengan pekerjaan nya.
Altha yang terkadang menunggu di kamar entah kenapa ia lebih memilih duduk di sofa memperhatikan virgy.
"Sibuk banget ya sayang, masih lama?"
"Tidak, aku menunggu disini saja"
"Baiklah, tunggu ya anak manis" Ujar virgy sambil tersenyum, wajah altha bersemu merah
Cih berani sekali ada wanita yang ingin mengambil virgy yang baik hati ini dariku! Lihat saja nanti!
Setelah altha melihat pekerjaan virgy yang telah usai, ia segera menghampiri virgy dan duduk di pangkuan nya seraya melepaskan outer yang ia pakai
"Istriku ini manja sekali" Ujar virgy sambil memeluk tubuh wangi Sang istri
"Sayang"
"Apa sayang ku" Jawab virgy sambil membenamkan wajah nya di dada altha
"Kau milik ku kan?"
"Tentu saja"
"Hanya aku satu satu nya kan?"
"Tentu saja, tak akan ada yang bisa menggantikan mu" Ujar virgy sambil menatap mata altha, altha pun mencium bibir virgy dengan lembut, mereka saling berpelukan..
Altha melingkarkan kedua lengan nya di leher virgy, dan tangan virgy memeluk erat tubuh altha seraya mengelus lembut punggung nya
"Halo kakk---" Seseorang tiba tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu, dan langsung diam mematung melihat pemandangan di hadapan nya.
Pria pujaan nya sedang bercumbu dengan seorang wanita, yang ia tau itu pasti istrinya.
Virgy menghentikan ciuman nya dan menatap wanita yang berdiri di depan pintu, "Apa yang kau lakukan ola?" Tanya virgy dingin
"Maaf kak ak--"
__ADS_1
"Apa kau tak punya sopan santun masuk ke ruangan tanpa permisi?" Virgy berdecak kesal memotong ucapan ola
Altha menatap ola yang ada di belakang nya namun ia hanya memutar kepala nya tanpa melepaskan tangan nya di leher Sang suami.
"Keluar lah" Ujar virgy
Ola menundukkan kepala nya dan pergi meninggalkan ruangan virgy dengan berlari.
Altha pun menatap virgy, "Apa dia sering kemari?"
"Beberapa kali, aku hanya menerima nya masuk jika untuk membicarakan pekerjaan, di luar itu aku pasti meminta nya keluar nya" Ujar virgy sambil meneruskan kegiatan nya yang terjeda, ia kembaki memeluk tubuh erat istri kesayangan nya, altha tersenyum senang.
Melihat bagaimana sikap virgy memperlakukan ola di hadapan nya sudah membuktikan bahwa virgy tak ada rasa sedikitpun.
Tak lama kemudian virgy meminta altha untuk ke kamar, dan altha pun menuruti nya.
Virgy segera menemui sekretaris yang ada di luar ruangan nya.
Kemana Lina? bagaimana bisa dia pergi dari tempat nya tanpa ijin dariku?
Tak lama kemudian lift yang berada di ujung terbuka dan virgy melihat Lina datang.
"Darimana kamu Lina? Bagaimana bisa kau pergi tanpa ijin?" Tanya virgy pada Lina yang sudah ada di dekat nya
"Maaf tuan, tadi nona altha meminta saya untuk tak menunggu disini selama nona altha masuk, dan mengijinkan saya kembali kesini jika nona ola sudah ada di lobi"
Lina tau bahwa altha ingin memberi ola pelajaran, maka dari itu Lina menuruti perintah istri bos nya itu dan menunggu di lobi. Tak lama kemudian ia melihat ola keluar dari lift dengan air mata, barulah Lina naik ke ruangan nyan kembali.
Virgy seketika mengerti.
"Baiklah kalau begitu", Virgy kembali ke ruangan nya.
Ah jadi ini rencana mu sayang? Kau sedang cemburu?
Virgy tersenyum setelah memasuki kamar dimana altha berada.
"Lama banget yang, darimana? kamu nemuin ola?" Tanya al
"Iya aku temui ola agar dia tak bersedih" Ujar nya berbohong
Altha terdiam, ia menatap virgy dengan mata yang berkaca kaca dan segera berdiri mengambil outer dan tas yang ia simpan di meja rias.
Apa ini? kenapa aku yang mengerjai nya tapi hati ku ikut sakit? apa altha memang seperti ini? jika kecewa ia tak berkata apapun, ia memilih diam.
Altha pun beranjak pergi meninggalkan kamar, namun lengan nya di tarik oleh virgy dan di peluknya tubuh altha dengan erat.
"Aku bercanda sayang, tadi aku menemui Lina" Ujar nya sambil mengelus lembut pucuk kepala altha
"Jangan berbohong" Ucap altha lirih menahan air mata nya
"Tidak sayang, tanya saja pada lina atau lihat saja CCTV" Virgy pun menatap mata altha, seketika air mata altha menetes
"Maaf sayang, maafkan aku, aku hanya bercanda" Virgy panik, meski air mata altha tak deras, tapi sorot mata altha begitu menyesakkan hatinya
"Aku takut kau akan meninggalkan aku seperti papi" Altha mulai terisak
"Tidak sayang, tidak akan pernah" Virgy menghapus air mata altha dengan lembut
"Berjanjilah 2 hal padaku"
"Jangan tinggalkan aku, apalagi berkhianat padaku, dan.. "
"Iya sayang, aku tak akan meninggalkan mu, mana mungkin aku sanggup, dan 1 lagi apa?"
"Nanti, aku akan meminta sesuatu padamu suatu saat nanti"
"Baiklah, apapun akan ku lakukan untuk mu"
Virgy memeluk altha begitu erat, ia berjanji tak akan membohongi altha perihal wanita lain lagi. Virgy sadari, pengkhianat papi jo begitu menyisakan luka dan trauma untuk istrinya.
__ADS_1
**