Jangan Sakiti Hati Ku

Jangan Sakiti Hati Ku
Sebuah Amarah


__ADS_3

Halo semua, terimakasih masih setia membaca novel ini. Sempatkan untuk like comment dan VOTE aku yaa


**


Hari ini altha berkunjung ke rumah bunda kisya, karena mereka berencana untuk berbelanja dan makan siang di luar berdua.


"Nanti aku jemput jam berapa sayang?" Tanya Virgy saat di perjalanan mengantar altha


"Malem aja ya?"


"Oke, bersenang senanglah dengan bunda ya"


"Iya sayang"


Setelah sampai di rumah bunda kisya, Virgy pun ikut turun dan masuk ke dalam rumah, berpamitan dengan bunda dan segera melanjutkan perjalanan ke kantor.


Altha dan bunda di antar pak dadang, selama perjalanan bunda dan altha berbincang mengenai berbagai hal. Setelah sampai mereka pun berbelanja baju dan tas keluaran terbaru, kehadiran mereka cukup menjadi pusat perhatian karena tentu saja altha yang tampak cantik akan selalu menjadi pusat perhatian dimana pun ia berada, begitu pun dengan bunda kisya yang cantik dan tetap anggun. Bodyguard bunda selalu ikut mengawasi meskipun jarak nya tidak terlalu dekat.


Usai berbelanja, altha dan bunda kisya makan siang di sebuah restoran mewah.


"Bunda bentar lagi ulang tahun nih, mau kado apa dari altha bun?" Tanya altha sambil menunggu pesanan mereka datang


"Bunda pengen nya di kasih cucu aja al" Jawab bunda sambil tersenyum


Iya juga sih, bunda udah punya semua. Yang belum punya cuma cucu aja


"Doain ya bun moga pas bunda ulang tahun aku bisa kasih kabar gembira buat bunda" Ujar altha


"Nak, bunda pasti doain yang terbaik untuk kamu dan Virgy, semua ibu akan begitu sayang. Mereka akan mendoakan anak anaknya tanpa di minta, kamu pun akan begitu saat sudah menjadi orangtua" Ucap bunda sambil mengelus lembut pipi altha


"Tapi bikin nya rajin kan sayang?" Sambung bunda sambil terkekeh


"Bukan rajin lagi bun, tapi kerajinan" Ucap altha malu


"Haha gak apa apa nak, namanya awal pernikahan masih panas panas nya hehe, pokonya kalau kamu sudah jadi ibu nanti, kamu harus menjadi ibu yang baik, didik anak mu menjadi anak yang baik"


"Iya bun, altha ingin menjadi ibu yang baik seperti bunda"


"Jadilah ibu yang lebih baik dari bunda nak, bunda bukan ibu yang baik, bunda tak bisa memberikan kebahagiaan yang sempurna untuk mu"


"Kebahagiaan altha sempurna karena kehadiran bunda, altha tak tau harus bagaimana jika tak ada bunda"


"Sayang, umur tidak ada yang tau dan kebahagiaan mu tak akan hilang jika bunda tiada, akan ada kebahagiaan lain yang melengkapi kehidupanmu nanti. Tapi jika bunda pergi nanti, bunda bisa pergi dengan tenang karena sudah ada suami dan mertua yang baik yang akan menjaga mu"


"Jangan bilang gitu bun" Altha mulai berkaca kaca

__ADS_1


"Nak, bagi seorang ibu, kebahagiaan dan kasih sayang berlimpah adalah hak utama untuk seorang anak. Dengan kasih sayang yang tulus dan lengkap, seorang anak bisa tumbuh menjadi anak yang berbahagia, ceria, lemah lembut. Kesulitan di tengah keluarga bisa di atasi bersama karena saling menguatkan jika mereka hidup harmonis. Tak selamanya uang memberikan kebahagiaan, meski kita punya uang, bukankah tanpa kasih sayang papi kamu pun pernah tersesat sayang? Bahkan luka di hati mu pun butuh waktu untuk sembuh "


Altha terdiam sejenak.


"Bunda benar, dan altha tak ingin anak altha nanti merasakan apa yang al rasa bun. Apapun yang terjadi altha ingin memberikan kebahagiaan yang lengkap untuk anak altha"


Bunda pun tersenyum, tak lama kemudian makanan pesanan mereka datang. Di sela sela pembicaraan mereka seseorang mendekati meja al dan bunda kisya


"Kisya? Altha?"


Bunda kisya dan altha menoleh pada sumber suara.


Deg


Altha kembali mengalihkan pandangan.


"Joan?" Ucap bunda kisya melihat mantan suaminya itu


"Kau ada meeting disini?" Sambung bunda kisya


"Oh iya, aku habis makan siang bersama client" Jawab papi Joan, matanya terus menatap anak tercintanya itu.


Sedangkan altha masih tetap melanjutkan makanan nya.


"Sayang" Ucap bunda kisya sambil mengelus lembut jemari altha.


Altha terdiam, hatinya kembali terusik.


"Nak, bagaimana kabar mu? apa kau sehat? papi harap kamu selalu berbahagia" Ujar papi Joan dengan lembut


"Saya sangat sehat, dan sangat berbahagia semua berkat Bunda, dan keluarga baru yang begitu memberikan kasih sayang yang berlimpah" Ucap altha tanpa memandang Joan sedikitpun


"Tolong jangan panggil aku dengan sebutan Nak, itu hanya berlaku untuk orang tua yang memanggil anaknya. Anda bukan siapa siapa saya sejak anda pergi meninggalkan kami" Ucap altha datar tanpa ekspresi sedih ataupun marah, namun hatinya yang sakit hanya altha yang tau


"Bukankah waktu yang hampir 4 taun ini sudah seharusnya cukup untuk membuat mu memaafkan papi mu al?" Ucap seorang wanita yang mendekati meja mereka, ia berdiri di belakang kursi altha.


Bunda yang melihatnya terkejut, dan itu tak lepas dari pandangan altha. Ia pun menengok ke arah tersebut.


"Bela.. " Ucap papi Joan, ia pun langsung berdiri karena khawatir altha akan marah.


Joan memang sedang bertemu dengan client ditemani bela yang merupakan sekretaris nya, ia ijin sebentar ke toilet, maka dari itu ia baru datang.


Deg


Hati altha kembali remuk, ia kembali menatap piring di hadapan nya. Ia takut akan menampar wanita yang telah merusak rumah tangga orangtua nya itu.

__ADS_1


"Memaafkan akan terasa sakit dan cukup sulit jika yang melukai dan terlukai adalah orang yang amat di sayang, karena hati lah yang terluka. Tapi mungkin anda akan mudah melupakan kejadian dimana anda melukai seseorang karena anda manusia yang tak punya hati. Maka dari itu anda sama sekali tak punya hak berbicara seperti tadi pada saya" Ucap altha tegas


"Sayang jangan be--"


"Apa anda akan membela nya lagi?" Tanya altha memotong ucapan papi Joan


"Atau anda akan menampar saya lagi? dulu anda menampar pipi kanan saya, apa sekarang anda akan menampar pipi kiri saya?" Tanya altha menatap joan tanpa ekspresi


"Lebih baik kau pergi joan" Ucap bunda kisya


"Kalian ini benar benar ya? Kalian tidak tau bagaimana rindu nya mas joan pada anak nya. Kalian egois sekali mengutamakan rasa sakit kalian" Ucap bela


"Bela!" Teriak joan


"Cih, apa kau bilang?" Altha pun berdiri dari duduk nya dan menatap bela di hadapan nya, bunda kisya pun segera bangkit dari tempat nya dan mendekati altha untuk membantu meredakan amarah anaknya


"Kau fikir dulu aku tak rindu pada orang yang dulunya adalah ayah ku? Egois? Kalian lah yang egois karena mementingkan perasaan cinta kalian yang salah. Tanpa memikirkan perasaan saya dan bunda. Kalian ingin dimengerti tapi tak ingin mengerti orang lain? Cih, jalang seperti mu memang tak punya otak untuk berfikir sampai sana" Ucap altha sinis dengan tatapan merendahkan lawan bicara nya


"Apa kau bilang? kau memang anak yang tak tau sopan santun" Ucap bela dengan tangan yang sudah siap menampar altha, joan dengan segera menahan tangan bela


Plaakk


Sebuah tamparan mendarat di pipi bela.


"Jangan berani menghina anak saya dengan mulut mu yang menjijikan itu!!" Ucap bunda setelah usai menampar bela


"Pantas saja mas joan meninggalkan mu, kau sama kasar nya dengan anak mu itu, Didiklah anak mu yang benar!" Seru bela


Plakk


Sebuah tamparan mendarat kembali di pipi bela, kini berasal dari altha yang geram dengan ucapan bela


"Sebelum kau menyindir dan nyinyir pada orang lain lebih baik kau BERKACA, sekali jalang tetap jalang" Ucap altha


"Jadi ini kualitas wanita yang membuat anda meninggalkan kami? Sayang sekali ya, wanita anda sekarang tak lebih dari sebuah kotoran di mata saya, sangat menjijikan sampai saya muak melihat nya" Altha pun mengenggam tangan bunda lalu pergi meninggalkan ruangan itu.


"Kau puas bel? Sikap mu ini bukan membantu ku untuk dekat dengan anak ku lagi, namun semakin membuat ku jauh darinya, dan aku kecewa pada sikap mu, apa ini sifat mu yang sebenarnya?" Joan pun pergi meninggalkan restoran di ikuti bodyguard, ia pun berbisik pada bodyguard nya untuk membersihkan kekacauan di restoran yang di lihat beberapa orang meski tak banyak.


"Mas tunggu aku" Bela segera menyusul joan


Namun joan sudah pergi lebih dulu meninggalan bela disana sendirian.


"Aaahhh! altha dan kisya sialan, aku akan membalas kalian dasar manusia tak tau diri" Ujar bela penuh amarah


**

__ADS_1


__ADS_2