

Distance and Longing
⏪ Author pov
Bermula dari seorang Gadis yang periang yang mengawali pekerjaannya dengan semangat berapi, tidak ada senyuman pantang menyerah dari wajahnya.
Ia selalu menunjukan keramahan juga tatakrama yang baik, pada setiap pelanggan yang datang untuk makan di tempat kerjanya.
Dia adalah seorang pelayan restauran mewah bintang 5, kadang banyak godaan datang padanya.
Tidak menyulitkan ia melakukan tugasnya dengan baik dan benar.
Pada malam ini kegiatan nya berbeda dengan malam sebelumnya, ia harus siap siaga di depan pintu menyambut kedatangan tamu istimewa yang menyewa semua meja di restauran.
Mengandalkan sebuah topi putih bertuliskan I miss You ... Dirinya menutupi wajah cantiknya, dari pandangan mata yang akan meneliti dirinya lebih dalam lagi.
Suara gemuruh mobil yang memberhentikan mesinnya di parkiran depan, membisingkan suasana ketengangan yang terjadi di antara para pelayan tengah berbaris dengan santun nya.
Karpet merah di paparkan sampai ke pintu mobil, membuat gadis itu melirik penuh ke setiap jajaran deretan kain bersih.
"Sayang nya ... Kain setebal 5 cm itu akan menjadi korban, penginjakkan," gumam Gadis ini, ia merasa tega dengan nasib kapret yang akan segera terkotori
Tidak memakan banyak waktu para pengemudi keluar dari dalam mobil, mereka terlihat tergesa-gesa berjalan ke samping membukakan pintu untuk seseorang yang ada di dalam.
Maka tidak heran bagi Gadis itu, ia berpikir kalau orang kaya bisa bertindak seenaknya saja.
Keluaran seorang laki-laki yang berkharisma bak seorang pangeran kayangan, tatapan mata yang luar biasa indahnya.

Gerak bola mata yang sejajar ketika memandang, entah kenapa aura kesombongan menyebar sampai menusuk bulu kuduk gadis itu.
Ketika pangeran itu melewati dirinya, dia tetap menunduk hormat tidak berani mendongak wajah cantiknya.
Parfum wangi menyerbak menyumbat saluran hidung nya, gadis itu sampai-sampai bersin sebanyak 3 kali setelah mengendus dengan tidak sengaja setelah kepergian laki-laki tadi.
Manajer nya memperingati dia, walau kesalahan dia tidak di sengaja terjadi.
Bersin itu adalah keajaiban, yang hanya terjadi sesaat tanpa di paksa keadaan juga kehadiran yang memberi sebuah kejutan.
Kadang mengundang tawa karena menimbulkan suara yang aneh ketika keluar.
__ADS_1
Semua pelayan kembali masuk dan menjalankan misi yang sulit, yaitu berbaris di belakang para tamu yang duduk di meja makan.
Makanan mewah di sajikan, hidangan terlezat dan tergurih sampai menu teratas terpapar rapi di atas meja yang sudah di hias sedemikian rupa.
Beruntung nya Gadis itu ataukah kesialan baginya, ia berhasil mendapatkan tamu yang harus di layani dengan sepenuh hatinya.
Adalah pangeran yang di sebut sebagai manusia khayalan yang nyata di depan mata.
Gugup di sertai gerogi ketika menuangkan segelas air putih ke dalam gelas laki-laki tersebut, gadis itu berusaha hati-hati dan menunjukan sikap profesional nya sebagai pelayan.
Ada wanita yang sangat cantik bagaikan dewi, di depan laki-laki itu.
Mereka sangat serasi jika di jandikan sebagai pasangan sehidup semati, menurut pemikiran gadis itu.
Ya begitulah, gadis suka bermonolog cara berpikir nya yang selalu mengutamakan imajinasi dan fantasi.
Menjadi kambing tuli sedang di peran kan dirinya, dia berusaha tidak mendengar tapi menguping pembicaraan mereka.
"Ibu dan Ayahku setuju ... maukah kamu menikah denganku?" ujar laki-laki itu suaranya terdengar tulus, mengatakan isi hatinya
"Pernikahan ... Aku masih belum memikirkan tentang masa depan hubungan kita. Aku ingin mengejar prestasi yang membanggakan untuk mu, bisakah kamu menunggu," penolakan halus dari wanita cantik itu, membuat laki-laki itu tertegun kecewa ia tidak bicara selama beberapa detik
"Sudah sepuluh tahun sejak hubungan terjalin di antara kita, umur sudah mencapai batasnya pantas untuk menikah. Apa benar ... di hatimu cuma ada aku seorang ... Ataukah ada laki-laki lain yang kamu idamkan?" kecurigaan mulai timbul dalam benak si pangeran ini, ia merasakan kegelisahan yang tiba-tiba menyerang
Sebuah anggukan kecil di tambah senyuman menghangatkan laki-laki itu balaskan, ia mempercayai penuh ucapan kekasihnya.
Goncangan perasaan bimbang hanya datang sesaat, dia tidak akan menunjukan rasa khawatir nya lagi pada wanita yang ia cintai.
Makan malam tetap berlanjut pembicaraan pun semakin serius, rasa ngantuk mulai di rasakan gadis itu.
Ia tidak bisa menahan terlalu lama rasa kantuk yang hebat, mendorongnya pergi menuju ke toilet.
Di dalam toilet wanita, gadis itu membasuh wajah cantiknya perlahan air mengalir ke bawah, menjatuhkan kotoran-kotoran tak terlihat.
Cukup lama gadis itu berada di sana, ia berkaca dan membangunkan dirinya untuk bersemangat kembali.
Ketika tarikan sebuah pintu menjadi akhir dari tubuhnya keluar, tak sengaja ia berhadapan dengan wanita cantik itu.
Topi nya tidak ia pakai, karena ia simpan di belakang tubuhnya, ketika mencuci wajahnya.
Wanita itu memanggil nama gadis itu dengan senangnya, ia menarik pergelangan tangan gadis itu dan saling berhadapan.
"Yuju," panggil nya dengan senyuman
__ADS_1
Gadis itu keheranan dan bingung di sapanya benar dirinya, tapi ia tidak mengenal sama sekali siapa wanita itu.
"Siapa kamu?" tanya gadis itu secara langsung
"Aku SinB, masa kamu lupa sih. Temanmu di facebook, kita sempat bertemu tapi ... itu 5 tahun yang lalu. Ingat nggak, aku SinB." wanita itu terlihat bersemangat memperkanl dirinya pada Yuju
"Aku nggak ingat sama sekali, banyak temanku. Tapi hanya satu nama SinB, teman aku punya. Sayangnya dia kuliah di luar negeri, mana mungkin ke sini," Yuju terlihat kebingungan antara percaya atau tidak pada wanita itu
"Jangan pura-pura tidak kenal, aku membenci dirimu yang lupa ingatan tidak mau mengenalku," SinB tidak bersemangat lagi ketika berbicara dengan Yuju, ya wanita itu sedang mengalami rasa kecewa dalam hatinya
"Baiklah SinB, aku mengaku kalah darimu. Tidak bisa juga ya ... Aku akting keren, di depan mu." Yuju memeluk SinB dengan penuh kerinduan, ia segera minta maaf pada sahabatnya karena pernah melupakan dia walau hanya sesaat
SinB merasa gembira karena Yuju mau mengingat dirinya, mereka berpelukan cukup lama. Keduanya melepaskan pelukan secara perlahan, sambil tertawa tidak jelas.
Yuju mengungkapkan rasa iri nya pada SinB, dia hanya bercanda mengatakan itu. Respon SinB baik pada ungkapan Yuju, ia mengatakan kalau Yuju sedang di uji saja.
Dia juga sama susahnya ketika menghadapi perekonomian keluarganya, tapi ada seseorang yang membantu keluarganya untuk bangkit kembali memperbaiki kehidupannya menuju lebih baik.
SinB mengajak Yuju untuk berkenalan dengan pacarnya, tentunya Yuju sudah tahu siapa pacarnya itu.
Dia sempat menolak ajakan itu, tapi sikap keras kepala SinB mengalahkan penolakan dari dirinya.
Sekarang pelayan Yuju akan di kenalkan dengan pangeran tampan SinB, batin gadis itu mulai merasakan kegelisahan.
Di balik topi yang menutupi wajahnya, ia melirik ke arah sekitar.
Manajer nya sudah memelototi dirinya, siap-siap surat SP melayang ke dalam tas kesayangannya.
Dia menggeleng kepala meminta ampun pada si manajer devil, terkanan yang tidak bisa di bayangkan benaknya karena keseraman yang di miliki manejer itu.
"Kenalkan ... Dia adalah Yuju temanku," ucap SinB, sambil menganggu kunyahan sang pacar yang sedang menikmati salad buah
Laki-laki itu langsung mengalihkan perhatian nya ke sumber suara, dia melirik Yuju yang berada di samping kekasihnya.
Merasakan keanehan sekaligus penasaran, siapa gadis yang di sebelah pacarnya. Laki-laki itu meminta Yuju membuka topinya, SinB mengiyakan permintaan pacarnya.
"Maaf Yuju, udah aku bilang dia tidak akan percaya padaku. Kalau kamu itu perempuan, dia itu suka curiga gitu." SinB melepaskan penutup kepala Yuju, perasaan was-was gadis itu rasakan
Terpanggang jelas wajah cantik Yuju, yang di umbar sembarangan karena paksaan. Ia menutup matanya karena malu, untuk di tatap semua orang.
"Jika saja waktu bisa ku putar, kembali, tolong kembalikan aku ke 20 menit kebelakang," batin Yuju
Gadis itu sudah menerima takdir pahit yang harus ia alami hari ini, pada malam ini keberuntungan menjauhi dirinya.
__ADS_1
bersambung.......