Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number fourteen


__ADS_3

Typo Berdebar Meminta Komentar!!! Wkwkwk 😂😂😂


Distance And Longing


Author pov ⏪⏪⏪⏪


Saat pintu kamar terbuka, Yuju menelusuri sekitar kamar itu dengan teliti.


Pecahan dari botol yang ia pecahkan, tidak tampak lagi di atas lantai.


Kamar itu sudah bersih dan indah, bunga mawar yang berguguran daunnya masih mempercantik tatanan kamar pengatin itu.


Jungkook menarik tubuhnya naik ke atas spray putih, dia meminta Yuju untuk duduk terlentang.


Yuju menolak mentah-mentah tapi dengan paksaan juga bentakan, akhirnya gadis itu menuruti permintaan Jungkook.


Jungkook mulai terpejam matanya, ia mengandalkan pangkuan Yuju sebagai pengganti alas tidurnya.


"Lebih nyaman tidur di atas bantal, kau hanya menyusahkan orang saja," dengus Yuju, ia tidak terima dengan sikap Jungkook yang selalu menyulitkan keadaannya


"Aku terjaga sepanjang malam, kau harus di hukum karena telah menganggu waktu tidurku. Ini adalah hukuman ringan untukmu, kau tenang saja. Hukuman berat masih menanti, kehadiran mu," balas Jungkook tak kala pedasnya dengan ucapan keluhan Yuju yang tidak seberapa


"Sulit di percaya, kau itu adalah orang terkejam di dunia. Apa yang kau tahu tentang kehidupan, selain menyiksa dan membenci orang. Hati nurani mu sudah tertutup rapat, sehingga matamu juga buta karena di kendalikan pikiran dan emosi sesaat saja," desis Yuju, ia menyandarkan bagian belakang tubuhnya ke papan ranjang


"Ocehan mu, aku terima kali ini. Lain kali, jangan harap kamu bisa memberiku masukan yang tidak masuk akal," sahutan dari Jungkook, tidak di balas Yuju


Gadis itu sedang memikirkan keadaan kekasihnya, setelah beberapa menit ia tinggalkan begitu saja.


Yuju merana, hatinya gelisah, perasaannya galau.


Ia ingin sekali bertemu dengan Taehyung secepat mungkin, tapi sayangnya keadaan memaksa ia untuk tetap tinggal di dalam kurungan kamar yang tidak bisa membuat ia betah tinggal di dalam nya.


Yuju mencoba memindahkan kepala Jungkook ke atas bantal, tapi selalu gagal karena laki-laki itu ingat dan sadar akan dirinya yang sedang dalam usaha kabur.


"Kapan si durjana ini tenang tidurnya, tuhan tolong aku. Tidur pulaskan lah dia, agar aku bisa keluar menemui kekasih ku," batin Yuju sambil berdoa


Setelah 30 menit bertahan, hasil dari kesabaran nya berbuah manis.


Ia telah memindahkan kepala Jungkook ke atas bantal, dengan pergerakan pelan Yuju menurunkan kedua kakinya.


Ia mengendap-endap pergi menuju arah pintu, tapi kekaburan nya selali menghadapi rintangan besar.


Para penjaga masih stay di depan pintu, Yuju mencari ide untuk meloloskan diri dari para penjaga.


Ia mengehala napas panjang, membuka pintu secara perlahan dan keluar dari kamar.


Para penjaga itu menatap tajam dirinya, Yuju mencoba tenang menghadapi ketakutan nya.


"Ekhem." Yuju berdeham pelan, ia langsung mendapat perhatian dari para pengawal tersebut


"Tuan kalian sedang tertidur pulas, aku ingin mandi di kamar mandi lain. Suara shower pasti menganggu tidurnya nanti, maka dari itu aku memutuskan pergi ke kamar mandi di sebelah sana." Yuju asal menunjuk ruangan, ia langsung di tegur salah satu penjaga tersebut yang memberitahu kan bahwa kamar mandi umum ada di bawah


"Ohh kalau begitu, aku pergi dulu sebentar. Kalian jaga tuan muda itu, jangan sampai ada yang menganggu tidurnya." Yuju berhasil meloloskan diri dari lonceng yang berbunyi nyaring, menandakan marabahaya untuknya


Ia berjalan menuruni anak tangga dan memperhatikan sekitar ruangan rumah.


Mencari sosok Kim Taehyung, kekasihnya untuk mengobati luka-luka sembab nya.

__ADS_1


Tak lama ia berjalan menuju ruangan santai, seseorang menarik lengannya dan membungkam suaranya.


Ia di tarik ke tempat ruangan yang gelap, Yuju merasa takut.


Tak lama lampu pun terang, kini gadis itu bisa melihat dengan jelas daerah yang baru saja ia injak.


Seseorang itu melepaskan bungkam-an nya, Yuju refleks berbalik kebelakang dan berbinar terang kedua bola matanya.


Pelukan hangat langsung Yuju jatuhkan ke tubuh seseorang itu, ia mengucapkan kerinduan nya sambil melepaskan udara sesak di dalam napasnya.


"Gadis manis ku, apa kamu baik-baik saja," ujar seseorang itu menyapa


"Aku baik-baik saja, bahkan lebih baik setelah bertemu denganmu." hembusan hawa hangat Yuju menembus serat-serat kain pakaian yang di kenakan seseorang itu


"Syukurlah, apa bayi mu juga dalam keadaan baik?"


"Tentu, dia lebih baik daripada aku,"


"Maaf, aku tidak berdaya melawan. Aku hanya bisa terdiam dan memperhatikan mu dari kejauhan." seseorang itu menaruh dagunya di atas kepala Yuju


"Taehyung, maafkan aku juga. Tidak bisa memberimu pertolongan, tapi... ijinkan aku mengobati lukamu." ucap Yuju sambil melespakan pelukan yang sudah semakin memanas


"Baiklah." Taehyung tersenyum penuh kehangatan, Yuju selalu ingin melihat senyum itu timbul di wajah pangeran hatinya


Gadis itu memberi obat merah sebagai penghentian infeksi pada luka di wajah Taehyung, membalut kain putih berserat-serat renggang di lapisi plester cukup panjang untuk mempertahankan posisi kain itu, melekat di wajah kekasihnya.


"Nah, sudah selesai," ucap Yuju ceria, menyembunyikan perasaan sedihnya


Tapi tetap saja perasaan tidak bisa di bohongi oleh keadaan, dia tetap menangis di hadapan kekasihnya.


Linangan air mata mengalir di kedua sudut matanya, Taehyung merangkul kekasihnya ke dalam pelukan bidang datarnya.


"Taehyung, bersabar lah. Kita pasti menemukan kebahagian kita, suatu hari nanti. Dimana kita berdua akan menjalani alur cinta kita, kembali,"


"Kamu juga harus sabar, aku akan merebut paksa kamu dari tangan adik ku walau nyawa menjadi taruhannya,"


"Taehyung, aku mencintai mu," Yuju menyerahkan segenap jiwa bersama cintanya, kepada Taehyung kekasih sejatinya


"Aku mencintaimu juga, Yuju," balas Taehyung, ia memcoba tenang dalam urusan mengendalikan perasaan sedihnya


Mereka berdua menghabiskan waktu bersama, dalam beberapa jam.


Yuju keluar dari kamar Taehyung, setelah ia berbicara dan mengungkapkan isi hatinya juga kerinduan nya.


Mereka berdua membicarakan banyak hal, seperti biasanya ketika bertemu dan saling melempar senyuman.


Tak di sangka Yuju, ketika ia akan mendorong kenop pintu. Seseorang memanggil namanya dari arah belakang, gadis itu berbalik dan membatalkan niatnya.


Betapa syok dan mengkhawatirkan, raut wajahnya berubah dari berseri-seri, menjadi sebuah misteri sayatan.


Matanya membelalak ketakutan, bibirnya terbuka cukup lebar dengan getaran yang mulai terjadi.


Jungkook suaminya yang sadis itu telah terbangun dari tidurnya, mata yang masih memerah di sertai wajahnya yang sedang menahan amarah.


Laki-laki berjalan cepat menghampiri Yuju, ia menggengam kasar pergelangan tangan gadis itu.


"Dari mana saja, aku mencari mu sampai keluar bahkan mendatangi rumah jelek mu itu." Jungkook mendorong kenop pintu dan menarik Yuju masuk, lalu di jatuhkan nya tubuh gadis itu ke dasar lantai

__ADS_1


Jungkook mengunci pintu dari dalam, ia menanggalkan semua pakaian atas yang menempel di tubuhnya.


Terpampang sudah bentuk tubuhnya yang gagah dengan bentukan roti sobek di sekitar perutnya, memperlihatkan kesempurnaan nya sebagai seorang lelaki sejati.


Yuju menutup pandangan matanya dengan menyikupkan lengannya, Jungkook sudah melakukan tindakannya, maka tidak akan ada yang lolos darinya.


Ia menarik tubuh Yuju untuk berdiri tegap dan mengangkat dagu gadis itu ke atas, sehingga wajah mereka saling berhadapan.


"Lihatlah aku, kau telah mengkhianati ku lagi dengan pergi menemuinya bukan!" ucap Jungkook dengan suara garang nya, menekan perasaan Yuju yang tidak bisa di kendalikan lagi


"Yuju, kau harus ingat dengan statusmu sekarang. Kau adalah istriku, ohh... Benar, kau istriku, sudah saatnya bagimu melayaniku." Jungkook mendorong tubuh Yuju jatuh ke atas kasur


"Jangan sentuh aku, kau ingat bukan aku sedang mengandung anak mu!"


"Tentu saja aku ingat, bagaimana pun aku adalah seorang Ayah." Jungkook merangkak naik ke atas tubuh Yuju, sambil melepaskan belt dari celana jeans katun nya


"Aku mohon padamu, jangan lakukan itu lagi. Itu menyakiti perasaan ku, aku belum bisa melupakan kelakuan bejad mu waktu itu!" Yuju terus memohon ampun dari Jungkook, agar tidak menyentuhnya lagi


"Kita akan bercinta sayang, kau rileks saja. Aku tidak akan menyakitimu, kecuali membuatmu tersiksa." senyum menyeringai di tunjukan Jungkook, di wajahnya


Yuju tertekan batin nya, ia menginginkan di jemput mati sekarang.


Kedua tangan Jungkook mulai menanggalkan satu persatu kain dari tubuh mulus Yuju, gadis itu menjerit-jerit memohon pada laki-laki di atasnya.


"Diamlah! Kau istri yang baik bukan, suamimu sedang menginginkan mu sekarang. Jangan menolak kasih sayang suamimu yang murni ini, rasa sakit yang kau terima hanya sekejap saja terjadi." Jungkook mulai memberi sebuah kiss mark di leher Yuju, ciumannya menurun sampai ke tengah dada gadis itu


Kedua tangan Yuju mencengkram kuat-kuat, kain spray.


Menahan setiap gigitan yang ia terima, dari bibir laki-laki yang tengah menyakitinya.


Tok... Tok ... Tok ...


Terdengar seseorang mengetuk pintu, Jungkook langsung kesal dengan suara pengancau tersebut.


"Akhhh sial, kenapa harus sekarang." Jungkook berhenti melakukan hubungan intimnya dengan Yuju


"Siapa?" teriak Jungkook dengan suara geram nya


"Maaf tuan, saya harus berbicara dengan anda," sahut nya di balik pintu


"Baiklah," balasan teriakan Jungkook


Laki-laki itu memandangi wajah cantik Yuju yang penuh dengan peluh keringat, ia tersenyum dan berbisik di telinga kanan gadis itu.


"Tunggulah sebentar, kita akan lanjutkan kembali." Jungkook memberikan kecupan mesra, di salah satu pipi Yuju ia segera bangun dari atas tubuh gadis itu


Menarik handuk kimono yang menggantung di salah satu jemuran kecil di dekat lemari, ia mengenakan handuk itu dan mengikat talinya ke atas pinggang nya.


Menggeserkan kunci dua kali ke arah yang sama, lalu tarikan telapak tangannya membuka pintu.


"Ada apa?" Jungkook memasang ekspresi yang tidak menyenangkan, untuk di perhatikan


"Maaf tuan, anda di panggil untuk segera turun ke bawah bersama nyonya muda, ikut makan malam bersama di meja makan," ujar seorang pelayan wanita sambil tertunduk yakut menatap mata majikannya


"Hanya makan malam saja, kau sampai menganggu waktu ku. Sudah sana pergi, katakan pada orang-orang yang tengah menunggu, aku tidak ingin makan saat ini. Kami sudah kenyang." setelah mengatakan kata balasan sekaligus perintah, Jungkook menutup pintu dengan keras


Ia bersiap kembali melanjutkan pertempuran nya dengan gadis yang sedang menangis terisak-isak di balik selimut, Jungkook mulai memainkan suara siulan yang menyumbat telinga Yuju.

__ADS_1


Bersambung...............


__ADS_2