Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
Number four


__ADS_3

Banyak typo bertebaran! Awas jangan sampai terbang!!!!!


Distance And Longing


.⏩ Author pov


Taehyung mencoba menghubungi nomor ponsel yang tertera di data identitas si penggugat, sayangnya dia tidak bisa berbicara langsung pada si pemilik nomor itu.


Ia hanya menerima jawaban bahwa si penggugat akan datang pada besok pagi, betapa kecewa nya dia mendapat balasan pesan yang tidak menyenangkan.


Taehyung menutup sambungan telpon dengan marahnya, ia tidak bisa memberitahu Yuju kalau pertemuan mereka di tunda sampai besok.


Taehyung mencoba cara lain, bernegosiasi secara baik-baik dengan pihak penjaga. Namun, hasilnya tetap sama.


Tidak ada yang berubah walau mengunakan cara apapun, Taehyung menghela napas percuma. Ia pergi dari tempat keresahan menuju sel tahanan.


Saat ia sampai kekasihnya memeluknya dengan erat, Yuju berpindah tumpuan menangis di pelukan Taehyung.


Berat rasanya mengatakan kekecewaan yang akan menimbulkan penderitaan, Taehyung ucapkan perlahan agar tidak mengecewakan perasaan kecil pacarnya.


Yuju semakin tidak bisa di kendalikan, ia menangis tersedu-sedu sehingga hilang kesadaran nya dan jatuh pingsan.


Taehyung membawa Yuju keluar dari kepolisian, menggendong gadis itu mencari tempat perlindungan.


Jika dia masih tetap di sana, mereka berdua tidak di ijinkan menempati salah satu ruangan.


Karena ada batasan juga aturan yang berlaku di sana, terpaksa Taehyung membaringkan Yuju di sebuah tempat duduk yang panjang.


Di selasar pinggir jalan, Yuju tidur di atas pangkuan paha Taehyung.


Tidak ada yang menolong mereka, jalanan yang sepi tidak ada orang yang berjalan kaki.


Cahaya lampu nyala yang berkedip-kedip karena usia yang sudah terlalu lama, semliir angin malam yang mendinginkan suasana.


Ketabahan hati seorang kekasih menunggu fan menemani pemilik hatinya, tidak di ragukan lagi kesetiaannya.


Taehyung mengelus rambut depan Yuju, dengan kasih sayang nya. Menginginkan kesadaran gadis itu pulih kembali, tetap dalam kesabaran yang menguji.


Sepanjang malam sampai pagi Taehyung tidak tidur, hanya untuk menjaga Yuju dari mahluk yang menganggu nya.


Yuju terbangun dari ketidak ingatannya, entah ia bangun dari tidur atau pingsan yang berkepanjangan.


Ia terlihat sedih melihat kekasihnya mengantuk di depan matanya, tapi tak berapa ia mengingat kakaknya.


Yuju segera bangun dari posisi berbaring nya, ia membangunkan kekasihnya yang tengah mengantuk hebat.


Mengajaknya pergi ke kantor polisi, Taehyung mengangguk sambil mengumpulkan napas baru masuk ke dalam tubuhnya.


Di dalam kantor polisi, Yuju tidak bisa mengendalikan diri kembali. Mengingat sudah jam 08:08, si penggugat tidak kunjung datang.


"Sudah jam segini, dia belum datang juga. Apa dia bukan orang yang terhormat, yang tidak memenuhi panggilan darurat ... sekarang bagaiamana ... Kakak belum juga mendapat kepastian. Aku akan menyusul dia ke rumah besarnya, seenaknya saja dia mempermainkan waktu orang miskin seperti ku." Yuju bergerak pergi dari tempat tunggu, tapi pergerakan langkahnya di hentikan Taehyung


Kekasihnya meminta ia untuk bersabar sebentar saja, dia menjelaskan mungkin si penggugat sedang dalam perjalanan.


"Harus sabar berapa lama lagi, aku tidak mempunyai kesabaran setelah menerima penderitaan yang tidak bisa di maafkan. Taehyung lepaskan tanganku, aku mohon!" Yuju berusaha melawan kekuatan tangan Taehyung, yang sangat besar dengan kekuatan tangan kecilnya


"Jangan bertindak dengan emosi mu Yuju, itu hanya akan menyakiti dirimu sendiri. Dengarkanlah aku baik-baik, dunia tidak sekejam apa yang kamu pikirkan, tenanglah." Taehyung melepaskan lengan Yuju, yang sempat ia tahan

__ADS_1


Di saat Yuju pergi ke arah pintu keluar, seseorang masuk bersama para pengawalnya.


Tidak salah lagi, dia lah si penggugat yang memasukan kakaknya dengan cara keji hidupnya.


Yuju tidak bisa mengedipkan kedua matanya, karena terkejut nya ia dengan seseorang yang berjalan ke arahnya.


"Mengapa gadis ini, ada di sini. Ada urusan apa dia ke sini," batin seorang Jungkook


Jungkook ya dia adalah seorang hartawan terkenal di seluruh kota, ketampanan yang ia miliki bagaikan pesona yang tidak akan pernah padam walau di air-i.


Jungkook berbicara pada salah satu penjaga, ia menanyakan siapa keluarga tahanan yang ia penjarakan, sampai membuang waktunya untuk bekerja.


Salah satu penjaga menunjuk ke arah Yuju, yang langsung di toleh oleh Jungkook.


"Hhh ... Gadis itu adalah keluarganya," gumam Jungkook


Jungkook tersenyum lebar, ia mendekati jarak gadis itu dengan langkah pasti.


"sudah aku takdir kan, kita akan bertemu lagi. Tentunya kamu lah yang memanggilku, untuk mendekat lebih dekat lagi padamu," dalam hati Jungkook mulai merasakan senang, gadis yang inginkan datang sendiri padanya


Yuju menggeleng kepala tidak percaya, di dalam jiwanya ia merasa takut akan sosok laki-laki di depannya. Langkah mundur Yuju injakan, Taehyung tidak tinggal diam merasakan kekasihnya dalam ketakutan.


Dia berlari ke arah Yuju dan melindunginya, menghadang Jungkook mendekati kekasihnya.


"Jadi ... Kau yang membawa masalah dalam hidupnya." Taehyung melirik ke arah belakang sekilas, memastikan Yuju dalam lindungannya


"Apa dia kekasih mu, mengapa kau bersamanya?" Jungkook menghentikan langkah kakinya, sesaat sampai di hadapan Taehyung


"Dia adalah pacar ku, cepat kau cabut tuntutan mu itu. Kau selalu berulah dan mencemarkan nama keluarga kita, ini memalukan sekali," desis Taehyung, ia merasakan kebencian dalam hatinya


"Tidak semudah apa yang kau katakan, kita saudara yang berbeda pendapat. Dia harus membayar kesalahannya, karena telah berani membuat mobilku rusak,"


"Jangan menceramahiku ku Kim Taehyung!" bentak Jungkook, amarahnya mulai mengeluap


"Beruntung kau masih di beri kesempatan hidup oleh Ayahku, tidak kah kau bersyukur, pemberian kedua orang tua ku padamu sangatlah besar!"


"Kau memang bodoh Jeon Jungkook, Ayahmu sangatlah menyayangimu sampai dia melupakan cara mengasuh mu dengan benar. Ayah selalu merawatku ... Menasihatiku, sampai aku bisa berpikir dengan bijak. Mana jalan yang benar, mana yang jalan yang salah. Kehidupan harus di bangun dari nol, maka dari itu... Jasa Ayah, tetap aku kenang,"


"Kau mengingatkan ku pada jasa, hey ... Kim Taehyung, Ayah kau maksud adalah Ayahku. Dia hanya mengasihani mu saja, dia tidak pernah menganggap mu sebagai seorang putra...."


"Ckk ... Kita mempunyai DNA yang sama, Ayah yang sama ... hanya perbedaan ibu yang membedakan kita berdua. Aku akan membebaskan kakaknya dengan caraku sendiri, menusuk mu itu lebih baik daripada berunding dengan mu." Taehyung meraih telapak tangan Yuju, mereka berdua berjalan melewati Jungkook tanpa mempedulikan keberadaan dia lagi


"Berani nya kau anak haram, semudah itukah kau menjatuhkan ku. Jangan salahkan aku, jika kekasih mu yang kau genggam itu jatuh ke tangan ku." Jungkook menyimpan dendam besar pada saudaranya, wajahnya memerah menahan emosi yang ia tahan


Taehyung mencoba bernegoisasi lagi dengan para penjaga, ia menelpon pengacara terhandal yang bisa menangani kasus apapun.


Karena kasus yang dialami Seokjin tidak terlalu berat, kasus ini pasti bisa di menangkan dan berakhir dengan cepat.


Taehyung menunggu Yuju di pintu masuk ruangan sel, ia dengan sigap nya berdiri di samping pintu.


"Kakak." Yuju meraih kedua telapak tangan kakaknya, menggengam erat melepaskan kerinduan


"Bertahanlah untuk beberapa hari ke depan, Taehyung akan berjuang memberikan mu kebebasan. Aku yakin dia pasti menang, tidak akan dia biarkan kebenaran mengalah begitu saja," ucap getir Yuju, merasakan penderitaan yang kakaknya alami


"Aku percaya pada ucapanmu adikku, pulang lah. Kakak akan baik-baik saja, jangan terlalu khawatir ya." Jin tersenyum semangat untuk adiknya,menghilangkan sebuah rasa cemas dalam hati kecil gadis kecilnya


Perlahan taoibterasa sangat menyakitkan, Yuju melepaskan genggaman erat tangannya. Melangkah pergi sambil terus melirik ke arah kakaknya, ia mencoba tersenyum palsu dalam rada sakit yang tengah ia rasakan.

__ADS_1


Taehyung menggandeng lengannya, membawa dia pergi berjalan keluar dari kantor polisi.


Jungkook yang melihat kejadian itu, kembali merasakan dendam yang panas ia tidak tahan lagi, ingin berbuat kejahatan yang lebih kejam dari yang ia lakukan.


"Taehyung, kau sedang bermain api denganku sekarang ... tunggulah beberapa hari lagi, aku pastikan api yang kau kobarkan, membakar dirimu sendiri. Lihat saja, aku membenci semua yang berhubungan dengan mu." dalam kepatungan seorang Jungkook, dalam hatinya menyimpan perasaan benci dan dendam dalam pikirannya merencanakan sebuah kejahatan yang akan terlaksana dalam beberapa jam ke depan


Walau mereka pergi berjalan kaki, Yuju merasa sangat menyenangkan bersama dengan kekasihnya. Frustrasi di hidupnya, perlahan memudar dalam ingatannya.


Kejadian buruk tergantikan oleh kenangan yang baru, yang ia lalui dengan Taehyung.


Di luar pemikiran Yuju yang mulai membaik, Taehyung justru mengkhawatirkan sesuatu.


Dia tidak bisa tenang, dengan keadaan yang belum pulih sepenuhnya.


Dia mengetahui cara kerja otak licik Jungkook, yang tidak bisa di rubah oleh siapapun.


Pertengkaran tadi adalah tanda permusuhan yang abadi, dia harus bersiap membayar lebih dari kemenangan yang akan terjadi.


Taehyung sangat takut jika sasaran yang di incar oleh Jungkook adalah kekasih hatinya, dia cukup mengetahui bagaimana sikap hidung belang saudara tirinya.


"Aku tidak bisa tenang Yuju, kita berurusan dengan manusia yang paling berbahaya di dunia ini. Dia menebarkan rancum sampai ke akar, tidak ada yang bisa selamat walau meminta penangkal obatnya," batin Taehyung


"Dia laki-laki yang keras kepala, arogan dan tidak mempunyai hati nurani, aku takut dia mencelakai mu ... Ketika aku lengah, dia bisa saja mengigit mu, mengeluarkan bisa yang beracun ke tubuh mu,"


Meninggalkan keresahan seorang Kin Taehyung, Jungkook tengah mempersipakn alat perang untuk di sedangkan di pengadilan hang akan datang.


Ya... Dalam beberapa hari lagi, kehidupan seseorang akan di pertaruhkan. Tidak ada jalan damai yang bisa menengahi permasalahan panjang ini, waktunya membuktikan siapa yang terkuat dan mampu bertahan.


Hari persidangan sudah di mulai, Yuju merasakan tegang dan cemas luar biasa, sampai membuatnya mengeluarkan keringat.


Taehyung yang berada di sampingnya, menggengam erat telapak tangannya. Yuju menoleh ke samping dan tersenyum sumringah.


"Percaya padaku, keadilan dan kebenaran tidak akan pernah salah," ucap Taehyung luluh, membuat Yuju merasa sedikit tenang


"Percuma kau menenangkan pacar mu, tidak kah kau berpikir sebelumnya. Jika kejahatan yang aku buat, selalu bertahan pada posisi nya. Tidak berubah, kecuali aku yang mengubahnya," dalam hati Jungkook, sesaat setelah ia melihat kemesraan pasangan kekasih di sebelah seberang


Kebenaran mulai di ungkap, pembicaran tentang hak asasi manusia di utamakan dalam sidang, hakim mendengarkan pembelaan dari pengacara Seokjin.


Tapi kejaksaan berkata lain lagi, mereka menurut keadilan bagi seorang pengendara yang memberi julukan seorang yang teraniaya, adu argumen dan komentar di layangkan keduanya.


Hakim bingung harus menentukan sikap bagaimana, di sisi lain merasa iba terhadap seorang tahana, di sisi lain jaksa penuntut lebih mementingkan si penggugat yang tidak berdaya.


Keputusan sudah di buat dengan cara bermusyawarah dengan para saksi di kedua sisi sampingnya, kemudian mengutarakan kemenangan bagi si pengunggat yang tidak berdaya.


Ya Jungkook memenangkan tindak sidang, kekalahan pun di berada di pihak Taehyung.


"Kau sangat pintar Jungkook, beraninya kau bermain hukum dengan ku. Kau tega mengurung seorang yang tidak berdosa, tidak mempunyai kesalahan yang patal membuat hidup mu celaka," gumam Taehyung


Perlahan genngaman erat tangannya terlepas, kekasihnya menangis histeris menuju kakak tercintanya.


Gadis itu menangis lirih dalam kepedihan takdir kakaknya, seorang kakak tidak mendapat kebebasan untuk menjaga adiknya.


Jungkook tertawa lepas dalam hatinya, ia merasa sangat senang melihat penderitaan di depan matanya.


Taehyung mengepalkan tangan, menumbuk aliran darah di sekitar kepalan keras tangannya.


Mengundang rasa dendam pada saudara yang laknat untuk di ucapkan namanya, matanya melotot penuh kebencian memandang Jungkook.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan ceritanya, akankah Seokjin terkurung kembali dalam ruangan penuh dengan jeruju besi, tidakkah Taehyung bertindak. Melihat kekasihnya yang terus menangis sepanjang waktu, meratapi nasib kakaknya.


Bersambung............


__ADS_2