
Distance And Longing
.⏩Author pov
Jungkook benar-benar menjebak Taehyung, dengan hasutan yang ia berikan pada Ayahnya. Sungguh membuat Taehyung tidak bisa menolak perintah dirinya untuk pergi ke suatu tempat, dengan alasan bisnis dan pekerjaan.
Ayahnya meminta Taehyung menjalankan kerja sama dengan perusahaan yang sedangengalami kemajuan, di luar kota tentu ia tidak bisa menolak permintaan Ayahnya.
"Ayah berharap kamu bisa menangani perusahaan itu, Taehyung. Ini adalah kesempatan bagimu, adik mu dia mengadu pada Ayah. Lelahnya bekerja pergi ke luar negeri selama beberapa bulan belakangan ini, membuat dia banyak mengeluh pada Ayah...."
"Jadi Ayah mengikuti sarannya, memberimu kepercayaan untuk pergi ke sana membawa perdamaian dan juga kesepakatan ... Apa kamu mengerti maksud ucapan Ayah?"
Si Ayah menatap putranya dengan penuh harap, dengan tatapan mata yang berbinar Taehyung mengangguk setuju atas permintaan Ayahnya padanya.
Dia memohon pamit setelah pembicara usai, berpikir sambil berjalan ke arah kamarnya.
Taehyung memikirkan apa yang terjadi sebenarnya, ketika ia akan pergi jauh dari kota ini.
Dia merasakan keanehan yang tidak dapat di jelaskan secara harfiah, maksud Ayahnya dan tujuan adiknya.
Memikirkan laju rencana yang di buat Jungkook, membuat dia merasakan pusing dan memilih untuk segera tidur.
Aktivitas besok ia harus jalani seperti biasanya, sebelum dia pergi meninggalkan semua orang yang dia sayangi.
Keesokan harinya, tiba-tiba jadwal keberangkatan nya lebih cepat dari tanggal pertemuan itu.
Taehyung kebingungan mencari jalan keluar, untuk mengucapkan salam perpisahan pada kekasihnya.
Dia ingin meminta ijin sebentar untuk keluar, tapi sayangnya si pembuat rencana malah menyudutkan dia di depan Ayahnya.
"Kau ingin pergi meninggalkan proyek penting ini kan, lihatlah Ayah. Dia jadi pemalas sekarang?" umpat Jungkook memberikan bumbu kepahitan pada saudaranya
"Ayah ada sedikit urusan di kampus yang belum aku selesaikan, aku janji padamu hanya 10 menit saja aku di sana ... Aku mohon!" Taehyung memohon sangat pada Ayahnya, untuk mengizinkan dia pergi ke kampus sebentar dengan alasan yang dia ngarang
"Baiklah waktumu hanya 30 menit Taehyung, setelah itu berangkat lah ke tempat tujuan jangan mengecewakan Ayah." Ayahnya perhi setelah memberi izin pada putra pertamanya
Taehyung menatap Jungkook dengan rasa penasaran yang ia pendam, ia yakin di balik keberangkatan dirinya adalah rencana adik tirinya.
"Jungkook, kau berhasil dengan rancangan jahat mu itu. Ingat satu hal..." perkataan nya di cegat Jungkook
"Ingat satu hal kakak ku, kau ingin bertemu dengan kekasihmu bukan. Jangan sia-sia kan waktu singkat mu, hanya karena ingin berdebat denganku. Cepat pergilah, sebelum waktu sedikit ini ... habis dalam sekejap mata." Jungkook pergi dari hadapan kakaknya, ia tersenyum hebat penuh dengan kemenangan
Taehyung segera melangkah pergi menuju mobil yang sudah menunggu dirinya, ia mengarahkan sopir itu ke tempat kuliahnya.
Di kampus mobil sudah terparkir dengan benar, Taehyung segera melangkah keluar berlari menuju gedung.
Langkah terburu-buru masuk ke dalam menyusuri setiap kelas mencari keberadaan kekasihnya.
Banyak junior yang ia tanyakan, mengenai keberadaan Yuju pada setiap mahasiswa yang ia temui.
Sampai suatu ketika ia bertemu dengan kekasih kakaknya yang tak lain adalah Sowon, dia memberitahu lokasi dimana Yuju berada.
"Yuju tengah praktek memasak, dia bersama dengan Umji dan Eunha. Kau cari saja di ruangan masak, mereka pasti ada di sana." ujar Sowon santai, ia melipat kertas dalam lembaran yang terbaris rapi dalam sampul buku
__ADS_1
"Terimakasih Sowon." Taehyung segera pergi menaiki tangga menuju ruangan tersebut
Sesampainya di sana, ia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Mengagetkan seluruh mahasiswa yang berada di dalam, Yuju langsung menghampiri pacarnya.
Tangannya yang kotor penuh dengan tepung, mencoba berkomunikasi secara baik-baik dengan sang kekasih.
"Ada apa pacarku, kenapa kamu berkeringat seperti ini." Yuju menghapus bulir keringat yang menghiasi kening Taehyung dengan lengan bajunya yang tidak terkena tepung
"Aku tahu ini adalah pemberitahuan dadakan untukmu, maaf sebelum nya aku tidak memberi kabar kepergian ku yang mendadak ini," ucap Taehyung terburu-buru, membuat Yuju membutuhkan waktu cukup lama memahami perkataannya
"Tenang Taehyung, kamu mau pergi kemana sebenarnya dan mau apa pergi ke sana, coba jelaskan baik-baik padaku!" pinta Yuju denga suara pelan dan mencoba menenangkan perasaan tergesa Taehyung
"Aku akan pergi ke luar kota, Bisnis yang di tangani adikku tiba-tiba saja di berikan padaku. Aku tidak bisa berbuat banyak apalagi menolak perintah itu, karena Ayahku yang memintanya langsung. Jadi...." Taehyung menghentikan ucapannya karena suatu pikiran
"Jadi apa?" Yuju nampak bingung dengan ucapan yang tersengal itu
"Aku ingin mengucapkan selamat tinggal untukmu, dalam perpisahan yang terlalu memaksa ini." terlihat raut kecemasan di wajah Taehyung, memandangi gadis di depan matanya ia merasakan kejadian buruk akan terjadi pada kekasihnya
Yuju tertawa kecil, lalu memberikan Taehyung sebuah pelukan di sertai ucapan selamat untuknya.
"Selamat atas pekerjaan mu yang pertama, raihlah hasil yang membanggakan, aku mendukung mu dari lubuk hatimu yang terdalam." Yuju tersenyum penuh hangat, di bidang datar kekasihnya merasakan kebahagian
"Yuju ... Aku harap kamu selalu menjaga dirimu dengan baik. Jangan mencemaskan keadaan ku, perhatikan dirimu saja. Aku lebih menyayangimu di bandingkan diriku sendiri, aku mencintaimu kekasih hatiku." Taehyung mengecup pucuk rambut Yuju, ia melepaskan satu kekhawatiran dari seribu beban kerinduan untuk pemilik cintanya
Yuju melepaskan dekapan eratnya terhadap tubuh kekasihnya, ia mendongak wajahnya ke atas sedikit, menatap laki-laki yang ia cintai.
"Berangkat lah Taehyung dan pulang lah secepat mungkin. Itu janji yang aku minta darimu." terlukis senyuman mempesona Yuju, memberikan semangat pada diri Taehyung
Taehyung mengelus lembut rambut samping kekasihnya, ia juga membalas senyuman Yuju.
Setelah sosok Taehyung tidak telihat lagi di penglihatan matanya, Yuju memutuskan masuk lagi ke dalam ruangan melanjutkan kegiatan yang sempat ia tinggalkan, untuk berbicara berdua dengan pacarnya.
Masih dalam perasaan cemas, Taehyung berusaha meleburkan perasaan itu menganti nya dengan senyuman hangat kekasihnya yang mulai membayangi pikirannya.
Dia diam dalam jok mobil yang mulai menenangkan dirinya, Taehyung memejamkan matanya karena rasa lelah, yang barusan menguras tenaga.
Beberapa jam berlalu setelah perpisahan yang tidak di dukung waktu itu, Yuju tengah berjalan keluar bersama dengan kedua rekannya.
Tiba-tiba saja langkah kakinya ia hentikan dengan terpaksa, setelah mendapat penglihatan yang mengejutkan matanya.
Menatap searah ke arah laki-laki di depan matanya, dia membuat Yuju tidak bisa bergerak sama sekali.
Laki-laki itu mendekati tempat kekakuan Yuju, menyapanya dengan kata pembuka hangat untuk berbicara dengan dirinya secara baik.
"Hai Yuju!" sapanya sambil tersenyum menyambut
"Ohh hai juga Jungkook," balas sapaan Yuju
"Hari ini ... Apa kamu tidak ada jadwal kesibukan, aku ingin berbicara dengan mu. Mengenai SinB, bisa luangkan waktu untukku?" tanya Jungkook dengan suara halus buatannya memperdalam karakter kelembutan dalam dirinya
"Aku usahakan, tidak berjanji menepati ucapan ku." Yuju berjalan terlebih dahulu darinkwdua temannya yang berada di kedua sisi lengannya
Tak berapa lama mereka mengikuti langkah kaki Yuju, mengejar temannya yang pergi tanpa mempedulikan ketinggalan jarak antara mereka bertiga.
__ADS_1
"Penolakan mu adalah hasrat yang harus aku penuhi Yuju." Jungkook mengikuti kegiatan mereka bertiga secara diam-diam tanpa ketahuan
Yuju adalah target gadis berikutnya, Jungkook sangat ingin mempermainkan perasaan gadis itu dengan cara kejamnya. Apalagi dia adalah kekasih saudara tirinya, membuat Jungkook semakin ambisius terhadap diri Yuju.
Namun, usahanya selalu gagal ketika ingin berdekatan dengan Yuju. Gadis itu selalu di lindungi kakaknya dan teman laki-laki nya, yang sering mengantarkan dia ke tempat kemanapun dia ingin pergi.
Jungkook mati ide dan rencana yang selalu terputus, ketika ia memikirkannya.
Ia belum tahu kelemahan gadis yang tengah ia incar itu, tapi pada akhirnya ia berhasil menemukan kelemahannya.
Ya... Taehyung, adalah seseorang yang berharga bagi Yuju.
Bisa di bilang semangat hidupnya, Jungkook mempunyai rencana menipu Yuju dengan mengatas namakan Taehyung.
Pada suatu malam, dimana Yuju tengah berada di pesta ulang tahun temannya yang bernama Suga.
Dia sedang minum dengan tenang, tiba-tiba saja mendapat telepon yang tidak ada daftar di kontak aplikasi telponnya.
Setelah di angkat, suara laki-laki misterius memberitahu Yuju. Tentang seorang laki-laki yang bernama Taehyung, perkataan yang dia ucapkan membuat Yuju merasa resah.
Gadis itu segera mematikan telponnya, menghampiri si pemilik pesta.
"Suga ... Aku harus pergi ke suatu tempat, beritahu kakakku untuk tidak mencariku, beritahu dia saja. Aku akan ke tempat Taehyung berada!" pesan singkat itu Yuju sampaikan tanpa ada keterangan tempat dan alamat yang jelas ia ucapkan padanya
Suga mengangguk mengerti ucapan Yuju, di saat pesta tengah meriah dia tidak bisa pergi kemana pun. Meminta maaf pada Yuju, karena tidak bisa mengantarkan dia ke tempat tujuannya.
Yuju hanya tersenyum, mendengarkan balasan Suga setelah itu, dia pergi dari pesta yang sedang dalam puncaknya itu.
Yuju sempat bertemu dengan Eunha, yang menanyakan tergesa-gesa nya ia pergi. Yuju menjawab akan pergi ke sebuah hotel, di dekat pantai ujung kota untuk menemui Taehyung.
Eunha masuk setelah mengatakan kata hati-hati pada temannya, Yuju segera memesan taksi online yang sudah datang dalam beberapa saat.
Di dalam taksi perasaan Yuju menjadi semakin cemas dan gelisah.
"Taehyung ... Kenapa kamu melakukan ini, aku pernah bilang padamu, jangan banyak minum walau kamu ingin meminumnya," perasaan yang mengacaukan pikiran Yuju membuat dirinya mengambil tindakan untuk pergi sendirian ke tempat itu
Tanpa ia sadari seseorang tengah mengikuti dari belakang, mobil mersi hitam milik Jungkook tengah mengintai perjalanan gadis itu.
Perjalanan memakan cukup banyak waktu, setelah keluar dari taksi. Yuju langsung masuk ke dalam hotel, yang telah ia hapal namanya.
Bertanya pada resepsionis yang menjaga, menanyakan nomor kamar yang di pesan atas nama Kim Taehyung, pada penjaga wanita.
"Dia berada si kamar 109, setelah anda naik ke lantai dua," ujar nya memberitahu
"Terimakasih." Yuju segera pergi menuju kamar tersebut
Jungkook yang baru sampai menanyakan rencana yang ia buat pada si penjaga, apa ucapan yang ia katakan sudah di lancarkan atau belum.
"Sudah tuan, sesuai perintah anda dia sedang menuju kamar 109," jawabnya sopan
"Kerja yang bagus, ini adalah tips kecil dariku, setelah kejadian sukses nanti ... Akan ku beri bayaran lebih dari itu." Jungkook melangkah pergi menyusul Yuju, setelah memberikan beberapa lembar uang pada si resepsionis
Dia menaiki tangga darurat demi sampai terlebih dahulu, dari si gadis targetnya.
__ADS_1
Bersambung.........
Suka ngak sama cerita ini, please jawab ya!!!