
Menarik atau Tidaknya, berikan opini nya ya! PLEASE! DENGARKAN!
Typo udah biasa berkeliaran di sini, jadi... Anggap saja sebagai hiburan yang lewat.
Distance And Longing
Ayah pov (masuk kedunia cerita si Ayah)
Ketika dia berusia 5 tahun, dia memulai tingkah manja dan nakal. Merebut mainan di tangan Taehyung secara paksa, kakaknya memberikan secara percuma pada adiknya.
Taehyung selalu menyayangi Jungkook, walau adiknya itu tidak peduli akan perhatian dari kasih sayang nya.
Jungkook selalu merasa iri terhadap sesuatu yang dimiliki oleh Taehyung, pernah suatu kejadian.
Dimana Ayah membelikan sebuah sepeda pada Taehyung, Jungkook menginginkan hal yang sama dengan nya.
Dia bersikeras menaiki sepeda kakak nya yang tidak sesuai dengan kemampuan tubuhnya, walau kakinya tidak sampai menyentuh tanah.
Taehyung dengan suka rela memberikan sepeda itu pada Jungkook, namun.
Kejadian buruk menimpa dirinya, Ia terjatuh dan mendapat banyak luka di lutut dan pergelangan kakinya.
Tangan jahat Jungkook merusak sepeda itu, Taehyung menangis di pelukan ku.
Dia mengatakan banyak hal tentang sifat Jungkook, aku mengerti mengapa Jungkook melakukan hal itu.
Aku memahami tentang kesendirian Jungkook, dia tidak bisa mengeluh atau berbicara perasaannya pada siapapun.
Menutup bibirnya untuk orang lain, Taehyung selalu mendapat perhatian juga kekhawatiran seorang Ibu. Sedangkan Jungkook, dia hidup sendirian tanpa kasih sayang dari seorang Ibu.
Dia menginginkan perhatian dariku, waktu yang aku miliki tidak cukup untuk menemaninya dia bermain.
Aku menyesal, mengabaikan ketidak adilan untuk nya.
Dia selalu pergi dari rumah, menemui SinB. Mereka di pertemukan sejak perusahaan kami mengandakan kerjasama menjalin persahabatan.
Di situlah pertemanan pun di mulai, antara Jungkook dan SinB. Mereka berdua sangat akrab, bahkan seperti saudara sendiri.
SinB membagi kasih sayang kedua orang tuanya, bersama dengan Jungkook.
Tidak salah, kalau mereka memiliki kesamaan pikiran, terkecuali Jungkook yang sudah mengandalkan pikiran licik nya.
Dia akan berubah menjadi sangat jahat, karena mengingat kejadian kelam yang telah ia alami.
Dendam terdalam menimbulkan kedengkian dalam hatinya, tersesat dalam jalan yang tidak benar.
Author pov
"Bahkan orang yang di cintai Taehyung, Jungkook merebutnya tanpa belas kasihan," ucap si Ayah
Dalam dirinya merasakan keprihatinan terhadap putra pertama, yang tengah merasakan pedihnya bermain dalam dunia fana yang menyakitkan.
Yuju tak berkutik sedikitpun, bibirnya tertutup rapat. Hatinya bergejolak resah, antara dukungan untuk Taehyung dan rasa duka untuk Jungkook.
"Jangan salahkan Jungkook... karena perbuatan yang telah ia lakukan padamu, semuanya pasti memiliki jalan menuju kebahagian. Tapi sulit untuk di temukan, lambat laun semuanya akan berkahir indah. Namun, waktu itu tidak bisa di tebak kapan kan datang," ujar si Ayah memberi sedikit motivasi di ambil dari hikmah di dalam perjalanan hidupnya
Tak selang beberapa lama setelah tiada suara yang berbicara, si Ayah pergi meninggalkan sofa yang membeskas kehangatan tempat duduknya.
Ia pergi meninggalkan Yuju merenungkan pemikirannya, membebaskan menantunya memilih jalan hidup yang ia inginkan.
Sesuai kehendak dari sang mertua, Yuju terus mengulang-ulang perkataan dari sang Ayah.
Mencari sebuah solusi yang tepat untuk memahami sempua perkataan yang barusan ia dapatkan, Yuju membenarkan sebuah bantal yang tertinggal sebagai alas menidurkan kepalanya yang terserang penyakit pusing.
Menutup matanya perlahan, rasa lelah melihat membuat ia tertidur dengan beban pikiran yang masih menggantung.
Tok... Tok ... Tok...
suara orang yang mengetuk pintu kamar Jungkook, dengan pukulan jari tangannya.
__ADS_1
Jungkook yang baru saja tertidur, setelah menyelesaikan pekerjaan penting di dalam laptop nya terbangun kan oleh suara keras, yang mengedangkan kedua telinganya.
Membuka mata secara kilat, membangunkan tubuhnya dari kenyamanan dan kehangatan tempat peristirahatan.
"Tunggu sebentar!" terdengar jawaban dari dalam kamar
Langkah kaki menuju ke arahnya, semakin terdengar jelas.
Penurunan kenop pintu di ikuti suara terbuka dari ruangan yang semula tertutup rapat, kini memperlihatkan seorang Jeon Jungkook dengan wajah yang terlihat lesu menatap seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.
"Ayah," Jungkook mengedipkan matanya sekejap, lalu mengucek-ucek matanya mempertajam penglihatan kedua pasang bola mata hitam nya
"Jadilah seorang suami yang baik, istrimu tertidur di bawah. Baringkan dia di ranjang, dia sedang mengandung anak mu kau tidak peduli padanya. Belajar lah dewasa... hidup itu harus di jalani dengan aturan yang benar," ujar si Ayah
Setelah mengamati raut wajah putranya beberapa saat kemudian, ia tersenyum lalu meninggalkan dia dalam kebingungan atas ucapan yang barusan dia katakan.
"Sejak kapan, Ayah peduli. Gadis itu juga, merepotkan saja. Sudah bagus dia tidak tidur sekamar denganku, masih saja pasang muka tebal di depan Ayah," desis Jungkook
Merasakan kekesalan yang tiba-tiba saja menghantam, gelombang pikirannya kacau gara-gara kejadian pergi nya Yuju dari kamar nya.
Tap... Tap ... Tap...
Perpaduan sandal dan kaki yang berjalan silih berganti, Jungkook telah sampai di tempat Yuju berada.
Ketenangan dalam tidurnya, tidak membuat dia bangun dengan suara langkah yang memasakkan di sertai hentakkan keras.
"Jadi... kau ingin tidur denganku, dasar gadis pengelak, bersandiwara yang sangat cerdik dan tak telihat tujuannya. Kau memang pandai, membuat situasi berbalik arah padaku!"
Jungkook menyelipkan telapak tangan kanan di bawah kepala Yuju, tangan kirinya menyelip masuk ke bawah kedua lutut gadis itu.
Mengangkat tubuh Yuju dalam hitungan detik, berjalan dengan pelan karena sebuah beban yang di pangku nya terlalu berat.
"Badannya sangat berat, terakhir kali aku memangku nya... dia tidak seberat ini." Jungkook melangkahkan kedua kakinya sangat lebar, agar cepat sampai di tempat tujuan
"Apa dia makan ekor naga, atau makan daging gajah, berat tubuhnya naik signifikan," dengus Jungkook dengan suara kesal
Naik anak tangga yang cukup banyak jumlahnya, ia merasa tidak yakin bisa mencapai batas akhir tangga dan lantai ke arah kamar nya.
Di dalam kamar......
Yuju di turunkan secara perlahan dari atas pangkuan kedua tangan Jungkook, laki-laki itu mengalami napas yang tersengal-sengal.
Kecapean dan letih, akhirnya mendudukan dirinya di atas spray pinggir ranjang.
"Hhahah... Hhahahh...." peredaran oksigen yang belum lancar penyebarannya, Jungkook terduduk lemas dan merasakan pegal-pegal di seluruh tubuhnya
"Yuju!" ucapan gerangan dari luapan amarah Jungkook, yang masih tersenggal karena belum stabil nya pernapasan normal nya
Malam di langit yang indah berwarna abu di taburi bintang yang berkelip-kelip, cahaya rembulan membiaskan pencahayaan sinarnya.
Pasangan suami istri berbeda cinta dan pendirian, tertidur dengan sebuah mimpi pengantar bayangan menuju arus yang menyenangkan.
Pagi hari menjelang, ayam berkokok dengan alunan suaranya yang khas, membangunkan seorang Yuju terlepas dari gangguan bunga tidur yang melelapkan.
Kekaburan pandangan matanya, kedua tangan yang menggerakan jari jemari nya menghapus debu dan kabut dari kebutaan yang sempat di rasakan.
Pencerahan kedua pasang bola mata kini dapat melihat dengan jelas, melirik-lirik ke sekitar kamar.
Ia menjadi bingung dan merasakan sebuah keanehan. Semalam ia tidak tertidur di kamar terkutuk, melainkan di ruang santai.
"Apakah Malaikatkah, yang membawa tubuhku dan meletakkanya di tempat tidur," ucapnya dengan suara pelan
"Malaikat mana yang akan datang padamu, hah," terdengar suara dorongan dari sisi pintu lemari, yang terbuka
"Hey... Kau!"
Yuju tersontak kaget, tak kala papan lemari itu terdorong menutup kembali ke tempat asal nya.
"Kau... Kau apa? Jangan kau pikir malaikat turun dari langit, berinisiatif menolongmu dari hawa dingin, lalu membawa tubuh berat mu ke atas ranjang. Khayal jangan ketinggian." Jungkook memakai kemeja biru, berlengan pendek mengancing kan butiran kancing ke sela kecil untuk mengikat pakaian nya menjadi rapat
__ADS_1
"Ohh... Kau yang membawaku kemari, dih... Sudah ku bilang. Tidak mau tidur dengan mu." kedua matanya Yuju berdelik ke samping
"Balasan apa itu... cari muka di depan Ayahku, memohon padanya agar dia mau bicara padaku, untuk menolong mu dari penderitaan agar tidur di sisiku. Munafik juga ya, tidak punya rasa malu lengkap sudah sifat mu." Jungkook menarik sebuah jas yang tergantung, di sisi papan lemari pakaian nya
"Opini yang salah tempat, seharusnya tanya terlebih dahulu. Siapa yang kau ejek itu, selalu iri terhadap keberuntungan orang lain. Rendah hati itu lebih baik, daripada merendahkan diri karena ketidak mampu-an untuk memiliki," cerca Yuju membalas perkataan Jungkook yang selalu menjelekkan dirinya tanpa sebab
"Ucapan mu terdengar menyindir, apa kau sedang mempermainkan cara bicaraku hah?" Jungkook memelototi Yuju, pancaran sinar tajam tengah menyoroti target nya
"Tidak, orang yang tidak punya didikan dari seorang Ibu mana mungkin punya hati yang lembut. Hatinya keras bagaikan batu," ocehan nyeleneh Yuju
Membangkitkan emosional Jungkook, laki-laki itu merangkak naik ke atas ranjang dengan gerakan cepat.
Dia mencengkram dagu Yuju kuat-kuat, menimbulkan warna merah memar di area dagu gadis itu.
"Jangan menyinggung ku soal Ibu." tatapan mata penuh dengan amarah yang melambung tinggi
Warna putih yang menggelingi bola hitam di dalam mata Jungkook, perlahan memerah darah.
Jelas sekali laki-laki itu, sedang dalam tingkat kemarahan yang luat biasa.
Dendam atau kejengkelan yang ia tunjukan pada Yuju, membuat gadis itu tertegun dan menyesali perkataan yang telah ia lontarkan.
Meredupkan tatapan matanya, menunjukan rasa luluh dan patuh Yuju lakukan.
"Jika saja kau tidak sedang mengandung, mungkin perutmu sudah tertusuk pisau tajam yang baru aku asah." Jungkook menghempaskan dagu Yuju, laki-laki itu segera mengubah posisinya membelakangi tubuh Yuju yang sedang dalam ketakutan dan penekanan
Sakit yang masih terasa di area dagunya, guratan luka yang membengkak besar terlihat semakin jelas bercampur warna biru.
"Aku akan menjadi seorang Ibu, mungkin saat anak ini lahir aku bisa memahami apa yang kamu rasakan." Yuju menyibakkan selimut dari tubuhnya
Perlahan-lahan menurunkan kedua kakinya, isak tangis yang tak tertahankan di ikuti curahan air mata yang mulai berlinang menyusuri pelipis wajah cantiknya.
"Kau tidak akan memahaminya, karena dia itu sudah punya Ibu tidak sepertiku," Jungkook mencerca ucapan Yuju yang tidak terdengak enak di telinganya
"Dia mempunyai seorang Ayah yang tidak tahu pentingnya seorang Ibu bagi hidupnya sendiri." Yuju menginjak kan kedua kakinya, menyentuh lantai baru satu langkah berjalan
Jungkook memegang lengannya dengan erat, tubuhnya masih berpaling berlawanan arah dengan Yuju yang lurus ke samping sedangkan Jungkook lurus ke depan.
"Ayoo kita pergi ke suatu tempat!" ajak Jungkook sedikit merendahkan alunan suaranya yang biasa keras menjadi nada lembut menghaluskan
"Pergi saja sendiri." Yuju menolak ajakan itu dengan tidak peduli, ia menjatuhkan pengangan erat telapak tangan Jungkook dari lengannya
Ia mulai berjalan menuju kamar mandi, dengan segera Jungkook membangkitkan tubuhnya.
Tergesa-gesa turun dari ranjang pergi berbelok ke arah Yuju, memeluk tubuh Yuju dengan erat menyandarkan secara langsung dagunya di bahu gadis itu.
"Maaf!" bisikan suara gaib, dari alam yang berbeda diri Jungkook terdengar syahdu dan menarik perhatian Yuju
Yuju membulat matanya karena syok, bibirnya terbuka karena tercengang dan tak percaya.
Indera pendengarnya, apa tidak salah mendengar suara dari ucapan bibir Jungkook yang barusan terucap.
"Benarkah," batin Yuju
Bersambung..........
Thanks for reading!!!
Guys thanks again buat komentar yang selalu kalian tinggalkan, itu buat aku senang dan bahagia.
Ternyata cerita yang aku bikin ngak sia-sia, ada juga yang minat baca cerita ini.
Ingin sih aku balasin satu per satu komentar kalian itu, tapi sesuai target. Part. 25 udah ke capai, di mulai pembalasan dendam kesumatku karena ingin bales komentar kalian yang ngegemasin gitu.
Jujur aku terharu 😭😭 selalu pantengin layar tentang ff ini per part nya.
Semoga kalian ngak bosan baca, dan jadi penyemangat ku lewat vote dan komentar.
Guys!!
__ADS_1
Terimakasih dukungan kalian, 😊😊 aku bahagia.
Jangan lupa like dan komentar part ini.