
Distance And Longing
>>>>Author Pov
Mobil Jungkook telah sampai di rumah kekasihnya, SinB dan dirinya tengah mengatakan perpisahan.
SinB memeluk tubuh Jungkook dengan erat, seakan ia tak mau melepaskan kekasihnya pergi.
"Kamu tahu perasaan cintaku, tidak bisa hilang Jungkook. Aku kembali ke sini karena merindukan setiap waktunya, aku tahu kamu juga mengalami hal yang sama seperti ku," ungkapan SinB membuat Jungkook merasa bersalah, dia masih bimbang menentukan siapa yang sebenarnya dia cintai
SinB melepaskan pelukannya, ia tersenyum tulus kepada kekasih nya.
"Cepat masuk ke rumah, sudah malam," ujar Jungkook matanya memandangi atap rumah SinB
"Tidakkah kamu masuk dulu ke dalam, Ayah dan Ibuku pasti senang karena kamu datang!" ajak SinB
"Tidak, aku ingin istirahat di rumah. Besok akan ada rapat, aku harus pergi ke kantor pagi-pagi sekali," alibi Jungkook untuk mengelabui SinB, sebenarnya ia tidak ingin mengunjungi orang tua kekasih nya karena mereka pasti membicarakan tentang pernikahan
"Hm...yaudah hati-hati di jalan." SinB menjingjitkan kedua kakinya, untuk memberikan kiss lembut tepat di pipi kanan Jungkook
"Bye-bye." SinB melambaikan tangan, segera kedua kakinya menuntun tubuhnya masuk ke dalam rumah
Jungkook meraba pipinya, merasakan kehangatan bekas ciuman dari SinB.
Di balik itu ingatannya mengingatkan dirinya, tentang kebersamaannya dengan Yuju.
Malam panjang yang pernah di lalui nya bersama Yuju menyenangkan perasaanya, bayangan-bayangan menjadi kenangan manis hidupnya.
Jungkook masuk ke dalam mobil, menyetir laju kendaraannya meninggalkan rumah SinB.
Malam ini menjadi hari kemarin, karena pagi sudah dilalui Yuju dengan Taehyung yang sibuk berbelanja di pusat perbelanjaan.
Tak terasa waktu sudah siang, kedua nya beristirahat di sebuah cafe di mall tersebut.
Yuju menyuapi makanan ke dalam mulut Taehyung, laki-laki itu tersenyum sembari mengunyah makanan.
"Enak nggak?" tanya Yuju penasaran, sebab makanan yang di pesan ia belum pernah mencobanya
"Hm...." Taehyung bergumam sengaja mengulur rasa penasaran kekasihnya
"Jawab kenapa sih?" Yuju terlihat greget, dengan apa yang di lakukan Taehyung
"Terlalu pedas, jangan kamu makan." Taehyung menarik piring di depan Yuju ke hadapannya
"Baiklah, aku makan yang ini saja." Yuju mengambil porsi lain, yang biasa ia makan
Keduanya saling memandang lalu tersenyum, tanpa di sadari Jungkook dan SinB berada di cafe yang sama.
Mereka baru saja tiba, SinB tengah memesan makanan Jungkook yang terus melirik sekitar.
Menemukan meja Yuju dan Taehyung, ia terlihat iri akan kemesraan mereka berdua.
Wajahnya memerah, hatinya merasakan gerah jiwanya memanas, tangannya mengepal keras.
SinB memberikan daftar menu kepada pelayan, ia menatap Jungkook yang terlihat sangat serius.
"Kamu lihat apa?" SinB mengikuti arahan mata Jungkook, melihat ke sebelah kirinya ia terkesan penuh haru melihat Taehyung tertawa bersama sahabatnya
"Mereka sangat serasi ya, tidak aku sangka teman baikku menjadi istri kakak mu. Lihatlah... Yuju begitu bahagia bersama kak Taehyung," ungkap SinB setelah memperhatikan keromantisan pasangan yang baru ia lihat
SinB mengalihkan perhatiannya pada sang kekasih, Jungkook terlihat emosi namun masih tertahan.
SinB menarik dagunya untuk ia tatap, dan bertanya mengapa bisa terjadi kemarahan dalam tatapan kekasih nya.
"Apa kamu masih membenci kakakmu?"
"Iya, selamanya akan begitu." Jungkook mengalihkan perhatian matanya menatap ke arah Yuju
"Jungkook, aku kira kamu sudah berubah. Kenapa masih tetap sama, tidakkah kamu memaafkan kak Taehyung. Dia tidak bersalah atas penderitaan mu, dia menyayangi mu,"
"Jika dia menyayangi ku, kenapa dia selalu merebut apa yang aku inginkan. Dia mendapatkan segalanya, tetapi menghukum adiknya dalam kesengsaraan," amarah Jungkook semakin tidak terkendali, ketika Yuju mendapat perhatian penuh dari Taehyung
Kakaknya membantu Yuju membersihkan bibirnya yang belepotan, akibat tidak menjaga cara makannya.
"Taehyung," Yuju tertawa
"Apa?!" Taehyung menghapus noda di bibir Yuju, mengecup pipi kekasihnya lembut
__ADS_1
"Apa ini." Yuju meraba pipinya, kecupan lembut Taehyung masih terasa hangat olehnya
"Hukuman karena kamu tidak pernah hati-hati,"
"Taehyung mendekat lah!" pinta Yuju di sertai kekeh-an
Tanpa ada prasangka apapun, Taehyung mendekatkan wajahnya. Yuju mengecup bibir Taehyung, membalas ciuman pipi yang telah diberikan padanya.
Yuju tersenyum penuh kemenangan, Taehyung tersipu dan segera berdeham.
"Ekhem,"
Taehyung melakukan itu untuk mengeluarkan kecanggungan, Jungkook di buat terbakar perasaanya.
Sempat ia berdiri tetapi SinB menariknya untuk duduk, dia ketakutan kalau kekasihnya bertindak ceroboh dan melukai saudaranya sendiri.
"Diam di sini!" perintah SinB di turuti Jungkook, ia bersyukur kekasihnya masih bisa di kendalikan amarahnya
Tiba-tiba saja serangan mendadak datang pada perut Yuju, ia meringis kesakitan.
"Aaa!!" Yuju mengepalkan kedua tangannya, mencoba menahan sakit
Taehyung menyimpan sendok dan garpu nya, ia menaruh semua perhatian pada Yuju dan bertanya ada apa.
"Sakit Taehyung, sakit sekali!!" lirih Yuju
"Baiklah, ayoo kita pergi ke rumah sakit." Taehyung mengeluarkan beberapa uang dalam dompetnya
Jungkook tidak diam saja melihat Yuju yang tengah kesakitan, dia keluar dari tempatnya menghampiri meja kakaknya.
"Kau kenapa?" tanya Jungkook sembari mendorong meja
Taehyung menyimpan uang yang berhasil ia ambil dan menyimpannya di atas meja.
"Kenapa kau ada di sini?" Taehyung melirik Jungkook, ia terlihat kesal
Yuju tidak menjawab pertanyaan Jungkook, ia malah memanggil nama Taehyung.
Merasa diabaikan, Jungkook langsung memangku tubuh Yuju dan membawanya pergi.
SinB segera meninggalkan meja makan, ia berlari mengejar Jungkook.
Di perjalanan Yuju kehilangan kesadarannya, karena rasa sakit yang amat nyeri ia rasakan.
Jungkook semakin panik ia berlari ke tempat parkiran menuju mobilnya, sesampainya disana.
Jungkook membaringkan Yuju di jok belakang mobil, ia menahan Taehyung untuk membuka pintu mobilnya.
"Sudah tidak ada waktu lagi, aku harus ke rumah sakit. Kau tidak bawa mobilkan, ikutlah dengan SinB." Jungkook mendorong tubuh Taehyung, dengan langsung Jungkook masuk ke dalam mobil dan mengendarai kendaraan nya keluar dari parkiran menuju gerbang
"SinB, dia bisa salah paham nanti." ketika Taehyung berbalik ia melihat SinB yang sedang berjalan pelan kearahnya
"SinB, kau tidak apa-apa?" tiba-tiba pertanyaan aneh itu keluar dari mulut Taehyung
"Seharusnya aku yang tanya, apa Yuju baik-baik saja?" SinB terlibat khawatir
"Sepertinya dia akan melahirkan, aku meminta Jungkook mengantarkan Yuju ke rumah sakit. Aku tidak bawa mobil, jadi ku suruh dia," jawab Taehyung berbohong
"Ayoo kak, ikut denganku kita susul Jungkook ke rumah sakit juga." SinB meraih telapak tangan Taehyung, menariknya menuju mobil
Jungkook mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, ia tidak ingin terlambat menyelamatkan nyawa Yuju juga bayinya.
Kedatangan Jungkook di rumah sakit, dia berteriak-teriak sambil menahan beban memangku Yuju berjalan menyusuri lorong gedung.
Ia meminta dokter untuk segera menangani kondisi Yuju, ada seorang suster yang datang kepadanya.
Langsung saja Jungkook mengatakan keadaan darurat yang di alami Yuju, sehingga suster itu menuntun Jungkook menuju ruang bersalin.
Yuju sedang di periksa oleh seorang bidan yang kebetulan baru tiba di ruangan, Jungkook di minta keluar.
Tapi dia menolak, suster mengatakan kalau pasien butuh ketenangan. Akhirnya dia luluh lalu berjalan keluar, pintu tertutup rapat dan terkunci dari dalam.
Jungkook duduk di samping pintu, menunggu kepastian yang belum menenangkan perasaan gelisah nya.
SinB berlari mendekati Jungkook, di ikuti Taehyung dari belakang.
Mereka berdua terlihat cemas, apalagi Taehyung.
__ADS_1
Ia tidak tahu bagaimana keadaan Yuju sekarang, ia berani bertanya pada adiknya dimana kekasihnya berada.
"Dia sedang ada di dalam," jawab singkat Jungkook
Taehyung mendekati pintu, matanya mengintip ke dalam ingin mengetahui apa yang sedang terjadi.
SinB duduk di samping Jungkook, ia mengelus lembut bahu kiri kekasih nya.
"Kamu baik sekali, telah menyelamatkan kakak iparnya dengan tepat waktu. Kita tinggal berdoa saja, semoga Yuju baik-baik saja di dalam," ujar SinB
"Iya." Jungkook menganggukkan kepalanya
Beberapa jam kemudian belum ada kabar yang memberitahu keadaan Yuju, suster maupun bidan tidak pernah keluar.
Semakin menegangkan ketiga insan yang tengah di landa kekhawatiran, mengapa mereka tidak kunjung mendapat info.
Setengah jam berlalu terdengar tangisan bayi dari dalam, Taehyung tersenyum lega.
"Yuju sudah melahirkan," ungkap nya bahagia
Jungkook pun berdiri, ia berjalan ke samping tubuh kakaknya.
SinB mengikuti Jungkook, ia berdiri tegak di belakang kekasih nya.
"Kak Taehyung selamat ya." SinB menepuk pundak Taehyung, hingga ia mendapat respon manis dari Taehyung yang mengucapkan terimakasih
"Cieee... jadi Ayah dong sekarang," goda SinB
Jungkook terlihat tidak senang SinB terus berbicara pada Taehyung, apalagi memuji kakaknya.
"Hentikan!" nada tinggi suara Jungkook memperingati di tanggapi SinB dengan diam
"Kekasihmu tidak senang, apabila kamu terus menggodaku," bisik Taehyung
"Iya juga kak, Jungkook kan suka cemburuan tidak jelas," gumam SinB
Pintu pun terbuka mereka di ijinkan masuk ke dalam, segera beriringan Taehyung dan Jungkook juga SinB berjalan mendekati ranjang.
Disana terbaring lemah tubuh Yuju yang masih terpejam, bidan menjelaskan tentang kondisi pasiennya.
"Dia mengalami kelelahan, tidak usah khawatir. Jangan membuat nya terkejut, diamlah jangan menimbulkan kebisingan itu akan mengganggu waktu istirahatnya." Bidan melangkah mendekati suster yang tengah menggendong bayi
"Dimana ayah nya?" tanya seorang bidan mengambil alih bayi dari tangan suster ke dalam pangkuan tangannya
"Dia." SinB mendorong tubuh Taehyung, sebelum Jungkook mengakui bayi itu adalah bayinya
Hingga ia membisu dan berdiam di tempat tak melakukan apapun.
Taehyung menerima bayi mungilnya dari tangan bidan ke dalam pelukan tangannya, ia mengecup kening si bayi dengan penuh kasih.
"Terimakasih." SinB tersenyum pada Bidan yang telah berusaha membantu persalinan sahabatnya
"Sama-sama, ohh iya saya lupa. Bayinya laki-laki, selamat pak," ucap si Bidan memberitahu sekaligus mengucapkan kata selamat
"Woah!! benarkah?!" SinB terkejut ada rasa penambah kebahagian mendengar kabar itu
"Iya, tapi mohon maaf. Tolong ikuti prosedur rumah sakit ini, segera membayar biaya administrasi sebelum ada masalah," ujar bidan memberitahu
"Baiklah, saya akan mengurusnya," SinB mengajukan dirinya
"Ikuti suster dia akan membawa anda ke tempat pembayaran." titah Bidan sembari melangkah pergi dari ruangan
"Mari." Suster tersenyum pada SinB, ia berjalan terlebih dahulu
SinB pamitan pada Jungkook, setelah mendapatkan ijin darinya ia berjalan mengikuti suster mengarahkannya berjalan ke sebelah kanan.
Jungkook meminta bayinya di berikan, tetapi Taehyung menolak.
"Cepat berikan bayi nya padaku, aku berhak menggendong nya," ucap Jungkook memaksa
"Tidak akan aku berikan, kau bukan siapa-siapa lagi!" tolak keras Taehyung
"Aku Ayahnya, apa seorang Ayah tidak berhak menyentuh anaknya sendiri," pembelaan Jungkook tidak bisa Taehyung sangkal
Kakaknya masih berpikir, apa dia harus memberikan bayi Yuju pada adiknya atau tidak.
Bersambung.........
__ADS_1