
Distance And Longing
.⏩⏩⏩ author pov
Tengah malam, kedua orang tua Taehyung dan Jungkook pulang. Mereka langsung memutuskan untuk beristirahat, karena besok mereka kedatangan tamu dari luar negeri.
Menjelang pagi hari, keadaan rumah itu sudah ramai dan sibuk.
Para pelayan membersihkan seluruh ruangan, sebagaian yang lainnya menangani masakan dan mengatur hidangan yang akan di sajikan.
Jungkook yang harus pergi awal dari rumahnya, mendengus kesal tanpa penyelesaian.
Ia terpaksa pergi ke kantor, untuk mengurus semua pekerjaan nya yang semakin hari terus menggunung.
Siang harinya, Yuju di ajak berjalan-jalan bersama Ibu Taehyung ke suatu tempat.
Ketegangan sempat Yuju rasakan, berhadapan dengan Ibu dari kekasihnya lebih menakutkan di banding berhadapan dengan anak tirinya yaitu Jungkook.
Mereka mampir ke sebuah butik, Yuju hanya menjadi seorang pembuntut yang baik.
Di tanya ini dia menjawab, di tawari ini dia mengangguk.
"Sebaiknya, kamu pilih saja gaun yang kamu sukai, aku tidak bisa memaksakan selera yang ku suka untuk kamu pakai." setelah mengatakan ujaran nya, Kim Taehee pergi mencari pakaian untuk dirinya sendiri
"Gaun mana yang harus aku pakai, dengan bentuk tubuh seperti ini. Gaun manapun tidak akan cocok di tubuhku, ini lebih menyebalkan," Yuju harus pasrah pada keadaan, bentuk tubuhnya tidak seideal dulu saat dia belum mengandung
Ketika ia sedang sibuk memilih pakaian yang cocok untuk di kenakan, tiba-tiba saja ada yang menunjukan sebuah gaun putih ke depan matanya.
"Pakai lah yang ini, kamu pasti nyaman mengunakan nya," ujar seseorang di balik gaun putih indah itu
Yuju tersenyum dan sedikit mengeluarkan suara aneh dari bibirnya.
"Terimakasih." Yuju meraih gantungan gaun, dan menariknya ke dekat tubuhnya
"Katakan padaku, Ibuku tidak banyak mengatakan kata-kata kasar bukan?" tanya seseorang itu sambil bersandar di jejeran pakaian bergantung
"Tidak Taehyung, dia sangat baik sekali. Hm... Baiknya melebihi kamu," jawab Yuju sambil tersenyum menahan rasa malu
"Kenapa harus ibuku, aku lebih perhatian daripada ibuku sendiri terhadap mu." Taehyung tersenyum lebar, menandakan hatinya sedang berbunga-bunga
"Aku tidak bisa berkata lagi, kalau kamu sudah mengetuk hatiku." Yuju pergi dari hadapan Taehyung, pergi mencari mertuanya
→_→→_→→_→→_→→_→
Petang harinya semua pelayan tengah di buat sibuk dengan semua persiapan untuk makan malam.
Yuju baru keluar dari kamar Taehyung, Jungkook langsung menghalangi perjalanan langkah kakinya.
__ADS_1
"Minggir!" ucap Yuju menahan amarah dalam perasaannya

"Bagus juga gaun yang kau kenakan, kenapa malam ini kau berdandan begitu cantik dari biasanya," basa-basi Jungkook mulai di utarakan nya
"Aku tidak butuh pujian darimu, sambutlah calon mertua mu di bawah. Jangan urusi orang sepertiku, itu tidak penting." saat Yuju mendorong bahu Jungkook, laki-laki itu dengan gerakan tangan yang cepat menarik Yuju kembali ke hadapannya
"Apa kau cemburu, melihat kedatangan mereka berdua," sindir sinis Jungkook
"Ohh tidak, aku sangat bahagia. Kebebasan ku akan segera datang, selamat sebentar lagi kita berpisah untuk selamanya." Yuju melepaskan tangan Jungkook dari lengan nya, dan buru-buru pergi menjauhi laki-laki tersebut
Jungkook berbalik dan memperhatikan gerak langkah Yuju, yang tergesa-gesa melangkah.
"Semudah itukah kamu terlepas dariku, jangan berharap kau bebas dari genggaman ku," gumam Jungkook dengan pikiran licik, yang mulai bersiasat

Makan malam tengah terjadi, suasana tentram penuh dengan pembicaraan hangat.
Jungkook terus mengawasi pergerakan Yuju yang duduk di depannya, tatapannya tidak pernah ingkar ke arah lain.
Taehyung sedang masuk dalam lingkaran pembicaraan keluarga, ia tidak bisa melirik Yuju ataupun memperhatikan nya.
"Cepat minum Yuju, agar makan malam ini menjadi berantakan," dalam hati Jungkook menunggu kejadian yang tak terduga, ia sudah merencanakan keguguran Yuju
Flash Black Off.
Dia menunggu detik-detik bencana itu terjadi, namun. Ada hal aneh terjadi, Yuju telah meminum semua air yang ada di dalam gelas tapi tidak ada reaksi yang di tunjukan.
Jungkook menggebrak meja, membuat semua orang kaget dan langsung melihat ke arahnya.
"Ada apa Jungkook?" tanya si Ayah, dengan tatapan kaget sekaligus heran dengan tingkah laku putranya yang mendadak berubah
"Maaf semuanya, tadi aku sedang melamun kan sesuatu." Jungkook duduk kembali, sikap tenang tengah ia lakukan
"Mengapa... padahal aku sendiri yang melihat pelayan itu menaburkan obat nya ke dalam minuman Yuju," batin Jungkook yang mulai merasakan resah bertambah kesal
Kedua calon mertua Jungkook membicarakan kesendirian nya, karena tidak ada SinB di sampingnya.
Yuju tetap tersenyum ramah tidak tergoyahkan sama sekali, tentang apa yang mereka bicarakan.
Di akhir acara makan malam, saat keluarga Hwang berpamitan. Ibu SinB menghampiri Yuju, dan memberikan sedikit motivasi juga nasihat padanya, yang di dengarkan secara baik-baik oleh dirinya.
"Jika SinB pulang, pasti dia akan senang mendapat kakak ipar seperti kamu," ujar Ibu Hwang
"Semoga saja begitu," balas Yuju dengan senyuman menawan di wajahnya
__ADS_1
"Sebentar lagi nak Taehyung akan menjadi seorang Ayah, selamat ya." ujar Ibu Hwang kembali sembari menghampiri Taehyung yang berada di samping Yuju
"Terimakasih Nyonya, anda sangat perhatian pada istri saya," sahut Taehyung menyambut pamitan dari Ibu Hwang
"Jungkook juga tidak lama lagi akan menjadi seorang paman, dia tidak sendiri lagi," Ucap Ibu Hwang sambil melangkah pergi, dari hadapan Taehyung dan Yuju
"Sendirian, yang sendirian itu Taehyung bukan aku," gumam Jungkook dengan angkuh nya
"Kalau begitu kami permisi, Tuan Jeon dan Nyonya Kim." salam perpisahan hangat yang terkahir dari pak Hwang, mengakhiri kebersamaan dan mereka di antar keluar oleh para pengawal dan beberapa pelayan
Sandiwara telah usai, Jungkook meraih salah satu telapak tangan Yuju dan membawanya pergi meninggalkan ruang tamu.
Taehyung mencoba mengejar adiknya, tapi sang Ayah melarangnya.
"Biarkan dia pergi bersama dengan istrinya, dia sudah ijin pada Ayah ingin bersama Yuju," jelas sang Ayah mengungkapkan larangannya
"Mengapa Ayah mengijinkan nya, Ayah sudah tahu sendiri kalau dia itu...." perkataan Taehyung di potong Ayahnya dengan suara tegas
"Taehyung tenang, besok kamu bisa menjaga Yuju kembali." Sang Ayah pun pergi, bersama Ibunya
"Aku tidak bisa tenang Ayah, karena dia hampir saja membunuh darah dagingnya sendiri kalau aku tidak mengetahui rencananya, mungkin...." Taehyung pun melamun, tak berapa lama akhirnya ia menuruti apa perkataan Ayahnya lalu pergi menuju kamar
Di dalam kamar seorang Jungkook, Yuju di perlakukan kasar oleh suaminya.
Di dorong tubuh nya secara kasar ke atas spray, lantas membuat Yuju semakin membenci Jungkook.
"Sudah lepaskan aku, kau tidak dengar pembicaraan tadi. SinB akan pulang, sebaiknya kau mempersiapkan mental mu menjadi lebih baik. Menghadapi kekasih mu, entah apa yang akan terjadi nanti." Yuju menyentuh kepalanya, yang merasakan pusing
Jungkook mendekati tubuh Yuju, mencengkram dagunya kuat-kuat.
"Dengarkan perkataan ku, SinB ataupun orang lain. Tidak akan membuatku melepaskan mu, walau aku kehilangan dia." Jungkook menarik ikat rambut Yuju, hingga rambut istrinya tergerai
"Apa kau sudah kehilangan akal, kenapa kau ingin menyakiti perasaan SinB. Dia sangat mencintaimu, hari ini dan hari berikutnya dia tidak bersama mu. Suatu hari nanti, dia pasti menemani keseharian mu. Kau tunggu saja bersabarlah sedikit." akhir dari ucapan Yuju di sertai dorongan untuk tubuh Jungkook
"Aku ingin kau yang menemani ku, terus berada di sisiku sampai aku menutup mata selamanya...." ucapan Jungkook langsung terhenti, ketika sebuah telapak tangan Yuju menampar wajahnya
"Sudah cukup kau berbual." Yuju beranjak dari tempat tidur, ia berjalan menuju pintu keluar
Jungkook tidak membiarkan Yuju pergi darinya, ia mendekap istrinya dari belakang dengan pelukan erat.
"Lepasin! Aku tidak mau mendengar omong kosong mu lagi." Yuju berusaha menggerakan tubuhnya, memberontak bahkan menginjak kaki Jungkook tapi tidak juga berhasil terlepas dari dekapan erat itu
"Bisakah kamu jadi milikku, walau dalam khayalan ataupun dalam mimpi." dagu Jungkook sengaja ia sandarkan di bahu Yuju
"Kau sadar akan ucapan mu barusan, itu tidak mungkin. Aku hanya milik Taehyung, dan selalu mencintainya sampai kapanpun," Yuju mencoba memberi pengertian terhadap Jungkook, kalau mereka tidak di takdir kan untuk bersama
"Kalau begitu... Jadilah milikku malam ini, hanya satu malam! Bisakah kamu memberikan aku waktu satu hari, Yuju?" perasaan dingin Jungkook berubah menjadi kelembutan seorang laki-laki, yang muncul pertama kalinya sejak ia tumbuh besar
__ADS_1
Bersambung............