
Distance And Longing
⏩ author pov
Pemberhentian lamunan seorang Jungkook, ketika Yuju pergi dari hadapannya.
Laki-laki itu tidak tinggal diam, gadis yang ia lihat pergi begitu saja. Jungkook mengejar kembali Yuju, yang jaraknya sedikit jauh dari tempat berdiri.
Salah satu tangan Yuju berhasil di raih nya, mereka saling berhadapan kembali.
Yuju yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman erat laki-laki itu, tidak bisa ia gerakan secara paksaan.
Ia malah di ikat tali mati oleh kedua tangan Jungkook, tentu saja hal itu mengundang rasa kesal sekaligus benci pada laki-laki yang berani berhadapan dengannya.
"Kita tidak saling mengenal, ataupun bertemu itupun cuma satu kali sih ... Tapi yang jelas, kenapa kamu menganggu ku hah?" sorot mata Yuju, sangat menakutkan gadis itu tidak lagi dalam perasaan sabar
Ketika seorang laki-laki bertindak kasar padanya, ia balaskan dengan sikap yang sama besarnya.
"I miis you,"
"Apa?" Yuju merubah tatapan matanya, ia heran dengan ungkapan kata kerinduan itu
"Topi yang kamu kenakan semalam, mengenai pikiran ku...." pengeratan telapak tangan Jungkook renggang, gadis itu mempunyai kesempatan melepaskan dirinya dari cengkeraman tangannya
Yuju tertawa terbahak-bahak, sampai Jungkook kena imbas tawa cetarnya.
Ya benar..... Laki-laki itu mendapat pukulan di sekitar dadanya, Jungkook semakin tertarik dekat dengannya.
"Itu lucu sekali, bagaimana mungkin sebuah topik menarik perhatianmu ... Ah sudahlah, maafkan aku!. Tadinya aku tidak ingin berbicara dengan mu, makanya aku pergi, tapi karena sesuatu, aku sedikit tertarik padamu." Yuju mencari tempat duduk, agar lebih enak lagi berbicara berdua dengan si pangeran tampan itu
Jungkook mengikuti pergerakan yang Yuju lakukan, mereka duduk bersebelahan dan saling berhadapan.
"Jadi katakan, kenapa kau mendatangi diriku, kau ingin bertanya apa padaku. Jika SinB temanku, lebih dekat denganmu... Lalu kenapa kau ingin berbicara denganku?" tatapan mata Yuju terlihat biasa saja, menatap laki-laki di depannya sebaliknya Jungkook beratusias menginginkan lebih dekat lagi dengan gadis itu
"SinB adalah kekasihku dia gadis yang manis, cantik baik dan sedikit keras kepala. Apa lagi yang kau ingin tahu tentang dirinya, aku bisa mengatakannya?"
"Tidak ada, cukup kamu mengenal bagaimana sikap SinB. Aku sebagai temannya hanya akan mendukung dia dari belakang, tentu kita mempunyai pendapat dari perlakuan yang di tunjukan SinB pada kita." Yuju menyalakan ponselnya, ia mendapat pesan dari pacarabya jika dia sudah berada di dekat jalan yang ia berikan
"Ada apa dengannya, kenapa dia dari tadi tersenyum bahagia. Apa karena kehadiranku, membuat dia menjadi seperti itu," batin Jungkook
Jungkook terus memperhatikan Yuju, yang sibuk dengan ponselnya sendiri. Dia tetap tidak bosan memandangi raut wajah Yuju, yang selalu terlihat ceria dan bahkan gadis itu tertawa aneh.
"Aku harus pergi, sampai jumpa kembali tapi ... Jika itu terjadi." Yuju pamit pada Jungkook, ia tidak mengucapkan salam perpisahan yang berkesan
"Hai." Yuju berjalan lurus sambil melambaikan tangannya pada seorang pejalan kaki jaraknya, sedikit lagi dekat dengannya
"Siapa pria itu?" Jungkook beranjak dari tempat duduknya, ia menghadap ke arah pejalan kaki, yang dimana di sana Yuju dan pria itu saling berhadapan
"Taehyung, kamu lama sekali ... Apa kamu sengaja membuatku marah padamu?" Yuju berjalan terlebih dahulu, melewati kekasih hatinya
"Kemarahan yang kamu tunjukan, semakin memancarkan aura kecantikan mu. Jadi aku menyukai itu." Taehyung menyusul kekasihnya, ia membelai rambut lurus panjangnya tangan kanannya turun ke ke bahu gadis itu
Jungkook tidak senang melihat pemandangan di depan matanya, gadis yang dia incar ternyata sudah punya kekasih.
__ADS_1
Hati nya panas pikirannya bergejolak marah, kedua tangannya refleks mengepal menyimpan rasa dendam.
"Tidak ada yang tidak bisa aku dapatkan, hari ini kau pergi meninggalkan ku ... tapi besok, aku yakin kau akan mendatangiku." Jungkook pergi dari tempat yang telah membuat ia kesal, ia menyeberangi jalanan kembali menuju tempat parkiran mobil mewahnya
Yuju terlihat nyaman dan ceria bersama Taehyung, menurutnya tidak ada lagi laki-laki yang dia inginkan, untuk mendampingi hidupnya selain kekasih cinta selamanya.
Mereka berdua terkenal dengan pasangan kekasih, gang tidak pernah bertengkar ataupun terlihat berjauhan. Mereka selalu menunjukan perbedaan menjadi sebuah kesamaan, yang menghibur kan kesedihan.
Taehyung bertamu di rumah Yuju, walau keadaan rumahnya belum di katakan layak untuk di tinggali.
Si pacar tidak berat hati untuk diam dan duduk di lantai beralaskan tikar sederhana, Yuju menyuguhkan cemilan di temani secangkir coklat panas kesukaannya.
Taehyung sangat bersyukur mempunyai pacar seperti Yuju, dia gadis yang pengertian juga lembut pada semua orang.
Terkadang dengan sikap manja dan ceria nya, Yuju selalu mendapat masalah dengan kecerobohan nya.
Maka dari itu peran penting dirinya, bagi kekasihnya yang akan selalu terus bersamanya, memberikan semangat dan mendukungnya di segala keputusan jalan hidup yang telah dia putuskan.
"Yuju, dimana kakakmu Seokjin, kenapa dia belum pulang. Aku rindu memukul tangannya, ketika dia kalah dalam permainan?" tanya Taehyung, sembari memakan cemilan yang berada dalam toples
"Hm ... Benar juga, sudah sore kenapa kakak belum pulang juga, ah ... Sudahlah, aku tahu dimana dia sekarang." Yuju meminum secangkir teh, yang telah ia buat
Layaknya pasangan kekasih lainnya, Taehyung dan Yuju membicarakan tentang hubungan mereka, pembicaraan mereka menghangatkan suasana.
Cukup lama Taehyung menemani kekasihnya, sampai tidal terasa sudah tengah malam.
Ketika dia akan pergi dari rumah itu, ia merasakan cemas pada keadaan Yuju. Penjaga dirinya, tidak pulang dalam beberapa jam dari biasanya.
Taehyung memutuskan untuk menginap di rumah kekasihnya, Yuju menolak niatan pacarnya.
Mereka menonton televisi bersama, saat sebuah acara terjeda iklan. Taehyung memanfaatkan kesempatan lengah Yuju, untuk mencuri sebuah ciuman darinya.
Sayangnya gadis itu, tahu rencana nakal kekasihnya. Mereka bertengkar kecil tapi dalam hal keromantisan, Taehyung menarik tubuh Yuju untuk terus dekat dengan nya.
Setelah apa yang dia usahakan di dpaatnya, ia mendaratkan sebuah kecupan mesra ke dalam bibir gadis pujaanya.
Mereka berciuman dalam hangatnya sebuah hasrat, yang menjiwai setiap gerak-gerik lidah mereka.
Yuju mendorong tubuh Taehyung yang berdekatan dengan tubuhnya, ciuman pun terlepas begitu saja.
Taehyung merasa kecewa karena perbuatan yang telah di lakukan Yuju, ia mendengus kesal tidak bertahan terlalu lama.
"Kamu senang bukan, melihatku putus asa Yuju," desis Taehyung, sambil menjauhkan jarak tempat duduknya
Yuju senang mempermainkan perasaan Taehyung, ia meminta maaf pada kekasihnya lalu memberikan sebuah kecupan balasan, sebagai imbalan permintaan maaf.
Kesenangan nya bukan main, Taehyung semakin gencar bermain dalam sebuah ciuman bersama Yuju.
Perusakan suasana terjadi, ketika ponsel Yuju berdering kerasnya. Keduanya saling memejamkan mata, tidak peduli untuk sesaat mengabaikan panggilan masuk.
Namun, ponselnya terus berbunyi. Yuju membuka kedua matanya perlahan, ia kembali mendorong tubuh kekasihnya melepas kehangatan bibir yang tengah terjadi.
"Selalu saja, di hentikan huh." Taehyung menghembuskan napas pasrah, menunggu kekasihnya selesai berbicara di telpon
__ADS_1
Yuju terlihat syok dengan suara uang ia dengarkan, seseorang memberitahunya jika kakaknya tengah berada di kantor polisi. Sontak Yuju menangis histeris, tidak percaya bahwa kakaknya dalam musibah.
Taehyung mendekati Yuju, ia bertanya apa yang terjadi padanya.
"
Ada apa Yuju, jangan membuatku merasa takut?" Taehyung menyandarkan kepala gadisnya, ke sandaran dadanya
"Kita harus ke kantor polisi sekarang ... Ayoo kita pergi!" Yuju bangun dari sandaran kekasihnya, ia berdiri sambil meraih salah satu tangan Taehyung
"Jangan bercanda Yuju, ini sudah larut malam. Kita akan berangkat besok pagi,"
"Tidak ... Aku ingin pergi sekarang, jika kau tidak mau mengantar ku, ya sudah." Yuju melepaskan genggaman erat tangannya, ia pergi menuju pintu keluar
"Yuju ... Maksudku bukan seperti itu." Taehyung mengambil jaketnya, ia segera menyusul langkah kaki kekasihnya
Mereka berdua pergi ke kantor polisi, dimana Seokjin di tahan. Yuju terus menangis, Taehyung menguatkan keteguhan hatinya. Membuat Yuju merasa sedikit lebih baik, di genggaman telapak tangan Taehyung.
Kekhawatiran terus dialami Yuju, dia tidak bisa tenang karena sebuah kecemasan terhadap keadaan kakaknya.
Sesampainya di sana, Yuju tanpa ijin masuk ke tempat tahanan. Dia membuat keributan di sana, Taehyung tidak tinggal diam.
Ia menahan Yuju, untuk tidak berulah lagi. Setelah beberapa menit, mereka di ijinkan menemui salah satu tahanan yang bernama Seokjin.
Air mata Yuju menangis deras, ia tidak kuasa menahan kesedihan yang terjadi pada kakaknya.
Jarak kedua saudara itu, di pisahkan oleh penghalang berbesi hitam yang keras.
"Gadis kecilku ... Hey..." Seokjin meraba-raba pelipis wajah adiknya
"Kakak, kenapa kakak ada di sini, kesalahan apa yang telah kakak perbuat sehingga membuat kakak mendapat kurungan penjara?" Yuju mendongak wajahnya, menatap pedih sang kakak dalam derita
"Kakak melakukan kesalahan, tidak sengaja melempar kaleng ke arah mobil yang terpakir di simpang jalan," sungut Jin, menceritakan kronologi kejadiannya
"Hanya karean sebuah kesalahan kecil yang tidak berdampak besar, kenapa kakak ku di hukum bertahan ini tidak adil, aku akan menuntut dia balik...." perkataan adiknya, Seokjin cegat dengan kepasrahan nasibnya
"Yuju ... Jangan menyimpan perasaan dendam, itu tidak baik!" Seokjin menghapus air mata, yang menodai wajah cantik adiknya
Taehyung mendekati area persaudaraan, ia mengatakan akan membayar jaminan pembebasan kakak Yuju.
Namun, kekecewaan terpancar di wajah tampannya. Ia harus kembali ke tempat Yuju berada, penjaga resepsionis bilang.
Seokjin tidak dapat keluar oleh sebuah jaminan, Yuju kebingungan dengan kejadian ini.
Mengapa kakaknya sulit di bebaskan, salah satu pihak kepolisian mengatakan, penggugat tidak menginginkan kebebasan tahanan nya keluar begitu saja.
Ia mengajukan hukuman berat pada Seokjin, Yuju tidak kuat lagi mendengar ucapan polisi itu.
Ia berteriak histeris, menangis sejadi-jadinya. Taehyung tidak bisa melihat Yuju dalam keadaan bersedih, ia berinisiatif membicarakan ini dengan si penggugat.
Tak berapa lama Taehyung meninggalkan ruang tahanan, ia di bawa ke tempat resepsionis lagi.
Mencari data si penggugat, agar bisa di hubungi.
__ADS_1
bersambung.........