Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number Thirteen


__ADS_3

Typo berkilauan!!!


Distance And Longing


Author pov ⏪⏪⏪


Yuju tengah di tata rambutnya, oleh dua wanita, satu hairstyles, dan seorang perias. Mereka membicarakan tentang keberuntungan Yuju, karena telah di nikahi oleh seorang Jeon Jungkook.


Yuju menutupi kedua telinganya dengan kedua tangannya, para hairstyles nya merasakan heran.


"Bukankah Nona seharusnya bahagia, malam ini akan menjadi malam terindah bagi anda?"


Yuju menurunkan kedua tangannya, ia mulai melamun kan tentang dirinya dan Taehyung.


"Sepertinya, Nona tidak begitu senang dengan ucapan yang kamu katakan," balas teman hairstyles di sebelah kiri Yuju


"Mereka tidak tahu, betapa jahatnya orang bernama Jungkook itu. Kenapa dia, yang harus menjadi duri dalam kehidupan cinta kami," batin Yuju


Dua orang pengawal masuk ke dalam ruangan tanpa membentuk pintu.


"Maaf Nona, tuan muda sudah menunggu anda di kamar, kami harus segera membawa anda keluar dari sini!" ucap salah seorang, mereka berdua langsung menghampiri Nonanya


"Biarkan saja dia sendiri, aku tidak mau keluar dari sini. Cepat pergilah, jangan ganggu aku." Yuju berdiri dari tempat duduk riasnya, ketika ia berbalik matanya terbelalak kaget


"Jadi, kau tidak mau pergi ke kamar ku." Jungkook berjalan mendekati targetnya, tatapan keras memandang membuat Yuju sedikit ketakutan


"Memangnya kenapa, kita bukanlah siapa-siapa. Ikatan yang terikat bukanlah hal yang indah, ini hanya sandiwara semata. Jangan membodohi diri sendiri, kau tidak sebodoh itu kan?" Yuju melirik ke sekitar kamar, mencari ruang untuk pergi keluar


"Seret dia ke kamar, jika memberontak pukul saja." setelah memberikan perintah pada para pengawalnya, dia bergegas pergi menuju kamarnya


Yuju langsung di gandeng dua pengawal berotot itu, dia di paksa berjalan dengan sangat cepat.


"Aku bisa jalan sendiri, kenapa kalian mengengkang diriku!" Yuju masih dalam keadaan berontak


"Nona kita, tidak menyukai tuan muda. Mengapa ini terjadi, padahal tuan muda sangat mencintainya," ungkap salah seorang hairstyles, sambil membereskan peratan make up


"Bukankah tuan muda hanya mencintai Nona SinB, tapi kenapa tuan muda menikahi orang lain. Cinta mereka sangat rumit di pahami, apalagi tuan muda Taehyung...."


"Tunggu, bukankah istri tuan muda Jungkook itu adalah kekasih tuan muda Taehyung. Benar, bukan?"


"Benar, pasti tuan muda Taehyung sedang sakit hati sekarang," balas sedih si perias


Di dalam kamar, Jungkook tengah duduk di pinggir ranjang sambil menuangkan minuman anggur ke dalam gelas kosong.


Yuju di dorong masuk, kemudian pintu tertutup rapat dan di kunci dari luar.


Yuju berusaha menekan kenop pintu, tapi usahanya sia-sia saja.


"Kemarilah, minum denganku," ucap Jungkook sedikit melembutkan suaranya


"Aku tidak sudi, minum denganmu. Jika kau mau ... habiskan saja, aku tidak akan marah." Yuju menyandarkan tubuhnya di papan pintu, menghela napas berat


"Aku yang akan marah padamu, cepat ke sini atau aku yang akan menyeret mu sampai ke tempat ku!" perintah Jungkook, suaranya meninggi


"Jangan kau pikir dengan ancaman mu itu, aku mau menuruti mu. Aku menikah denganmu hanya karena cintaku, aku tidak ingin dia terluka. Aku tetap memilih Taehyung, walau kamu berubah menjadi sangat baik melebihi malaikat pun, aku tidak akan memperhatikan mu," balas kasar Yuju, ia memalingkan wajahnya dari pandangan Jungkook yang menatap dirinya


Jungkook melemparkan botol anggur di tangannya ke arah Yuju, gadia itu langsung menghindar ke samping.


Pecahan bling kecil dari botol itu berserakan di lantai, Yuju hanya bisa menghela napas lega karena telah selamat dari kemurkaan laki-laki di depannya


Jungkook beranjak dari posisi nyaman nya, dia menghampiri Yuju dan menarik tangannya.


"Aku sudah muak dengan sikap manjamu ini, aku sudah memberi waktu padamu agar bersikap selayaknya padaku. Kau tidak tahu di untung, menguras kesabaranku yang sudah melebihi batasnya." Jungkook menjatuhkan tubuh Yuju ke atas tempat tidur

__ADS_1


Yuju berusaha bangun, akan tetapi. Laki-laki itu tidak membiarkan dia lolos begitu saja, dia langsung mencekal pergerakannya dengan menahan kedua lengannya, mengunakan satu telapak tangan Jungkook.


"Kenapa, kau cepat hamil Yuju. Aku baru menyentuh sekali, kau...."


"Kau yang kenapa, kenapa lau datang begitu cepat. Bukankah, kau tidak ingin bertanggungjawab atas perilaku mu, mengapa kau datang dan mengacaukan pernikahanku!"


"Aku tidak ingin kau menikah dengan Taehyung, dia harus menderita bahkan meinta-minta belas kasihan dariku!"


"Sungguh licik pikiran kotor mu, membuat orang lain menderita, kau tidak akan pernah bahagia...."


"Diam kau! Kau tidak berhak menasihati ku, senyuman di wajahnya harus musnah, kematian yang pantas untuknya." Jungkook mencengkram dagu Yuju dengan kuat, sehingga wajah gadis itu memerah menahan rasa sakit


"Taehyung, semoga kamu tetap tersenyum!" Yuju menutup kedua matanya, ia pun tidak sadarkan diri


Jungkook melepaskan cengkeraman terhadap dagu Yuju juga kedua tangannya, dia memeriksa keadaan gadis itu.


"Ada apa dengannya, apa dia mati!" Jungkook menjadi panik seketika, ia langsung berteriak memanggil para pengawalnya


Pintu pun terbuka, Jungkook memerintahkan mereka untuk memanggilkan dokter.


"Baik tuan, saya akan membawa dokter ke sini." salah seorang pengawal pergi, sementara yang lain masih berjaga-jaga di luar


Jungkook menepuk-nepuk kedua sisi pipi Yuju, untuk membuat dia terbangun.


Respon tidak di tunjukan sama sekali, Jungkook semakin tidak sabaran. Dia memangku tubuh Yuju, membawa keluar dari dalam kamar.


Berjalan menuruni anak tangga, entah kemana dia akan pergi. Dia begitu tergesa-gesa, sampai perjalanannya di hentikan sang Ayah.


"Jungkook, apa yang ingin kau lakukan?" tanya sang Ayah, memperhatikan keadaan putranya


Di rumah sakit di ruang pemeriksaan, dokter mengatakan tentang kondisi Yuju pada Jungkook.


"Dia baik-baik saja, hanya kelelahan saja dia perlu banyak istirahat. Bayi dalam kandungannya, tidak mengalami apa-apa. Anda tenang saja tuan," jelas sang dokter, sambil menulis sesuatu di sebuah buku kecil


"Kalau begitu... saya permisi!" dokter pergi keluar, setelah merasa tidak di butuhkan lagi


"Taehyung, jangan pergi!" ucap Yuju yang ngelindur


"Walau dia tidak ada di sini, kau merasa Taehyung berada di sisi mu. Dasar naif, seharusnya namaku yang kau sebutkan," gerutu Jungkook


Laki-laki itu tetap setia menemani Yuju, sampai pagi menjelang.


Jungkook masih terjaga untuk memastikan Yuju sadar dari pingsan nya.


Ketika Yuju membuka matanya, Jungkook mengejapkan kedua matanya.


Syok dengan apa yang gadis itu lihat, Yuju langsung menjauhkan dirinya ke sudut ranjang.


"Pergilah dari sini!" usir Yuju


"Kita yang akan pergi dari sini...." tak berapa lama Jungkook memanggil para pengawalnya


"Iya tuan." 2 pengawalnya menghadap


"Urus kepergian kami dengan cepat, selesaikan administrasi dengan singkat." Jungkook berdiri dari tempat duduknya


"Baik tuan, mobil sudah terparkir di depan. Jika anda ingin segera keluar, pasti selesai secepatnya." ujar seorang penjaga yang masih setia menemani tuan mudanya


Jungkook menarik salah satu lengan Yuju dan menggengamnya kuat, dia ingin membawa Yuju keluar dari ruangan.


Yuju melakukan perlawanan, hingga ia memberikan tamparan keras di wajah Jungkook.


"Ku beri kau pelajaran di rumah nanti." Jungkook menarik tubuh Yuju keluar dari ruangan, terus menarik-narik lengannya sampai di depan pintu

__ADS_1


"Dimana Taehyung, aku ingin sekali bertemu dengannya," dalam hati Yuju, berharap bisa bertemu dengan kekasih nya


Yuju di paksa masuk ke dalam mobil, dia duduk bersebelahan dengan Jungkook.


Yuju berusaha membuka pintu mobil, tapi sayangnya usahanya tidak ada hasil.


"Semalaman aku tidak tidur, hari ini kau yang harus terjaga untukku." Jungkook menyandarkan kepalanya di bahu Yuju, gadis itu berusaha menghindar tetapi laki-laki itu tidak tinggal diam


"Jangan melawanku, atau sesuatu yang buruk terjadi padamu!" perkataan Jungkook di turuti Yuju, bukannya bersandar di bahu gadis itu


Jungkook malah berbaring dan kepalanya di simpan di atas pangkuan Yuju, kakinya di naikkan ke atas kaca mobil.


Yuju tidak mempedulikan kelakuan Jungkook, dia memperhatikan jalanan yang ia lewati melalui kaca mobil hitam tertutup rapat.


Melamun kan sang kekasih hati, membayangkan sebuah kejadian indah sedang terjadi.


Perjalanan yang tidak tahu kapan akan berhenti dan dimana? Yuju, menjadi orang yang berserah diri pada keadaan terutama mengandalkan takdir.


Sesampainya di depan rumah, Yuju berusaha menurunkan kepala Jungkook dengan sangat hati-hati.


Kehati-hatian nya malah menimbulkan bencana baginya, Jungkook membuka matanya seketika.


Dia langsung menggengam lengan Yuju dan bangun dari posisi terbaring nya.


"Jangan berpikir, kau bisa kabur lagi dariku." Jungkook membuka pintu melangkah keluar, sambil menarik lengan Yuju


Mereka keluar secara bergiliran, Jungkook tidak melepaskan Yuju dari genggaman tangannya.


Berjalan dengan terpaksa dan tergesa-gesa, membuat Yuju kehilangan kendali atas dirinya.


Ketika itu, Taehyung sedang menuruni tangga dengan wajah yang terlihat pucat, mata sembab, hidung memerah bibir berwarna biru keunguan.


Mereka bertiga berpapasan di anak tangga terakhir bagi Taehyung, dan pertama bagi Jungkook dan Yuju.


"Apa semalam, kau baik-baik saja ... Kakak?" Jungkook menunjukan senyum smirk nya, Taehyung malah tidak memperhatikan adiknya


"Yuju, kamu sangat cantik," ucap Taehyung secara tidak sadar


Yuju tersenyum tangan kirinya di angkat untuk menyentuh wajah kekasihnya, tapi Jungkook menggagalkan kejadian romantis itu terjadi.


"Dia bukanlah kekasih mu lagi, jangan peduli dia!" ucap Jungkook dengan nada tinggi, ia memberi tatapan peringatan keras pada Yuju


Taehyung tidak bisa mengendalikan dirinya, untuk tidak memeluk Yuju. Pada akhirnya, ia mencari masalah dan memeluk tubuh gadis yang ia cintai.


Yuju bisa merasakan kerinduan yang sangat berat terjadi pada perasaan Taehyung, begitu juga dengan dirinya yang selalu merindukan laki-laki yang sangat ia cintai.


Saling melepas perasaan rindu, melalui kehangatan yang sedang terjalin.


Jungkook semakin memanas melihat kemesraan yang terjadi di depan matanya, ia mencoba memisahkan dua insan tengah bermadu kasih.


Sampai dia memerintahkan para pengawalnya, memisahkan istrinya dengan Taehyung secara paksa di sertai kekerasan.


Taehyung di pukuli, di dorong bahkan hampir di injak tubuhnya, Yuju meminta Jungkook untuk menghentikan tingkah brutalnya.


"Aku akan mengapuninya, asal kamu mau pergi ke kamar bersamaku, tanpa ada penolakan!" Jungkook masih menahan kakinya di atas kepala Taehyung


"Jangan sakiti Taehyung, aku menuruti apa yang kamu perintahkan... iya, iya ... aku bersedia pergi ke kamar," sahut Yuju, sambil bergetar bibirnya


Jungkook menarik kakinya, ia berjalan ke sisi samping dan meraih tangan Yuju kembali.


Dia dan Yuju pergi ke atas menaiki tangga, Taehyung berteriak meminta Yuju kembali padanya.


"Yuju, kemarilah! Jangan takut padanya, aku baik-baik saja... Yuju!" suara lirih Taehyung, memangil kekasihnya penuh harapan

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2