
Distance And Longing
⏪Yuju Pov
Tidak bisakah aku tiada ... Aku tidak ingin hidup di dunia ini. Mengapa bisa ada orang yang mau menyelamatkan diriku yang tidak kuat untuk berdiri, melihat diri sendiri.
Bisakah aku meminta percepatan kematian sekarang, aku mohon tuhan!
"Yuju ... Aku akan pergi sebentar keluar, memberitahu kakak mu." Taehyung pergi meninggalkan tempatnya, keluar dari kamar
Aku ingin hidup jika dia sudah mati!
Aku mencoba untuk bangun dari semua rasa sakit, tapi kenapa tubuhku lemah sekali untuk bangun dari tempat tidur ini.
⏩Author pov
Taehyung memberitahu pada semua orang bahwa Yuju telah sadar, mereka langsung berbondong-bondong masuk setelah mendengar kabar itu.
Sayangnya Yuju tengah melepas semua peratan medis di tubuhnya, membuat semua orang sangat syok.
"Yuju .. Apa yang sedang kamu lakukan." Jin segera mengembalikan peratan itu terpasang kembali ke tubuh adiknya, tapi penolakan dan pemberontakan terjadi oleh adiknya
"Aku tidak mau hidup kakak, biarkan aku melepaskan semua alat ini," ucap penghentian Yuju, yang berebut dengan kakak nya
"Tidak, apa kamu tidak menyayangi kakak lagi. Apa kamu tega meninggalkan ku sendirian, hhh." Jin terus memaksa adiknya memakai selang oksigen, Yuju menahan kejadian itu dan berusaha menghindar
"Cepat panggilkan dokter!" teriak cemas Taehyung
Salah satu dari mereka pergi meninggalkan ruangan, Taehyung membantu Jin mengatasi sikap keras Yuju.
Tak berapa lama Yuju mengalami kejang-kejang, pertolongan segera di butuhkan.
Mereka berdua tidak tahu harus bagaimana melihat kejadian ini, semua yang ada di ruangan panik tak bisa di diamkan.
Dokter masuk bersama suster, mereka semua di usir keluar demi pemeriksaan lebih lanjut.
Suster memasangkan kembali selang oksigen yang terputus dari tabungnya, memberikan oksigen masuk ke dalam tubuh Yuju.
Dokter memeriksa kondisi pasiennya dengan menyentuhkan stereoskop pada bagian tubuh Yuju.
"Suster, naikan sedikit tekanan oksigennya ... Pasien butuh banyak udara untuk menetralisir pernapasannya!" seru dokter yang ikut panik juga
Semua menjadi tambah kacau setelah kesadaran Yuju kembali, saling menyalahkan terjadi antara Jin dan Taehyung.
Jin yang tidak terima dengan kehadiran Taehyung yang menganggu ketenangan adiknya, dan Taehyung yang merasa tidak bersalah atas tuduhan Jin padanya.
Permasalahan semakin tidak jelas sedangkan kunci jawaban tengah tidak sadarkan diri di dalam, semua amarah harus di redamkan dan sekali lagi sang penegah memisahkan keributan itu.
Suga kembali memecah belah antara Jin dan Taehyung, yang tidak mau berpikir secara dingin dan menenangkan emosi jiwa mereka.
"Jangan ada yang saling tuduh atau saling menyalahkan di sini! Kalian malah semakin menambah rumit permasalahan ini, jika Yuju sudah baikan nanti. Ayoo kita tanyakan, apa yang terjadi sebelum dia menjadi seperti ini. Ok!" ucap tegas Suga, menjadi keheningan di malam itu
__ADS_1
Para pemuda yang terdiri dari Dino, Wonwoo, Jun, Hoshi dan Woozi. Mereka ijin pergi dari rumah sakit, mereka pamit untuk pulang.
Taehyung tidak tinggal diam saja melihat kepergian mereka, yang di biarkan tanpa mengucapkan kata-kata perpisahan yang baik.
"Tunggu!"
Sesampainya Taehyung di hadapan mereka, dia mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya memberikan sebuah amplop coklat pada mereka.
Jun menolak pemberian Taehyung, tapi laki-laki itu memaksa memberikan uangnya yang ada di dalam amplop coklat itu.
"Sebagai tanda terimakasih ku, pada kalian yang telah menolong kekasih ku. Maaf hanya materi yang bisa aku berikan, bukan sebuah usaha untuk membantu kalian." Taehyung mencoba mengangkat senyumnya naik ke atas, tapi kesedihan masih di rasakannya
"Jujur kami hanyalah sekelompok penolong tapi keadaan memang miskin, terimakasih telah memberi kami kebahagian yang kecil tapi sangat besar." Jun menerima amplop itu dengan senang hati, untuk menghormati kebaikan seseorang pada nasib mereka
Taehyung mengangguk, mereka kembali melanjutkan perjaalan menuju tempat tujuan.
Taehyung melihat 2 orang yang mencurigakan tengah memperlihatkan nya, dia segera mengejar mereka yang kabur setelah mengalami kontak mata dengannya.
Di sebuah kolam renang yang indah dengan pantulan sinar rembulan terang, membiaskan cahaya di dalam air tenang tidak bergelombang.
Seseorang tengah bersantai di sebuah ayunan sambil memejamkan matanya, setelah melakukan olahraga kecil di malam hari.
Tak berapa lama ada 2 orang laki-laki setelan serba hitam menghampirinya.
"Tuan muda, gadis itu telah di temukan dia masih hidup!" laporan yang di sampaikan oleh seorang berjas hitam itu, membuat seseorang dalam ayunan itu terbelalak membuka matanya
"Apa! Dimana dia sekarang?" seseorang itu langsung bangun dari posisi berbaring nya
"Taehyung, secepat itukah kau menemukan gadis cantik mu itu. Siapkan mobil, kita akan pergi ke sana sekarang." seseorang itu beranjak dari atas ayunan pergi masuk ke dalam rumah
"Baik tuan muda Jungkook." mereka berdua mengikuti kepergian tuannya namun, berbeda arah dan jalan
Ketika Jungkook tengah mengenakan jas ke tubuhnya, ponselnya berdering keras.
Ia buru-buru memakai jas nya dengan benar, setelah itu dia langsung meraih ponselnya dari atas spray dan mengangkat panggilan masuk tersebut.
"Hallo ..., SinB? ....,"
"Jungkook, ..., aku rindu padamu, ..., bisakah kita bertemu? ..., ....,"
"Hm... ..., jangan sekarang, aku tidak bisa ..., SinB ..., ....,"
"Aku mohon! ..., kamu datang ke sini ya? ..., ....,"
"Baiklah, ..., aku akan pergi ke paris menemuimu, ..., ....,"
"Teriamaksih ..., kekasihku, aku menunggu kedatangan mu. ..., aku cinta kamu..., ....,"
"Aku mencintaimu ..., juga. ..., ..., ...." tiba-tiba saja sambungan telpon hangat itu terputus, Jungkook memasukan ponselnya ke dalam saku celana jeans hitamnya
"SinB, kamu tahu sendiri kelemahanku ... Aku tidak bisa menolak permintaan darimu, masalahnya kenapa harus hari ini kamu meminta aku pergi menemuimu." Jungkook menghela napas panjang
__ADS_1
"Hari ini adalah kekalahan terbesar dia yang akan bertekuk lutut di kakiku. Kenapa kamu harus mengagalkan kejadian menyedihkan Taehyung, akkkhhhggg...." Jungkook berjalan keluar pintu kamar, ia menyuruh para pengawalnya menyiapkan zet pribadi dalam waktu yang singkat mungkin
Di sebuah halaman luas tepatnya di taman mini kecil rumah sakit, Taehyung berhadapan dengan 2 orang yang mencurigakan itu.
Mereka adalah rekan bisnis Ayahnya, keduanya menyusul kepergian Taehyung secara diam-diam.
"Kenapa kalian mengikutiku, aku sedang tidak bisa berbicara bisnis sekarang,"
"Maafkan kami Taehyung sebelumnya, kami hanya penasaran siapa yang sedang di rawat di rumah sakit ini. Apa ada anggota keluarga mu tengah di rawat di sini?" tanya Jimin dengan suara pelan, perasan was-was sempat menyesakkan jalur pernapasannya
"Terimakasih telah bersimpati padaku, maaf aku mengabaikan keberadaan kalian. Kekasihku tengah mengalami kecelakaan, aku harus segera kembali lagi ke dalam menemani dia." Taehyung pamit dengan rasa hormatnya, kepada kedua klien yang mau mengkhawatirkan dirinya
"Kekasih, dia sedang bergurau kan?" Yerin menatap Jimin, yang terlihat bingung dengan pertanyaan saudarinya
Yuju sadar dari pengaruh obat tidur yang telah di berikan dokter, setelah beberapa jam tidak sadarkan diri.
Jin menggengam telapak tangan kanan adiknya, untuk memberi sebuah ketenangan dan kenyamanan pada pada Yuju.
Kucuran air mata tak dapat di bendung lagi, membeludak begitu saja ketika tersentuh jiwa kesakitan nya.
Yuju menangis dan mengatakan maaf pada kakaknya, dia terus berbicara tidak jelas dan tidak di pahami ucapannya.
Sampai sang kekasih datang lagi ke hadapannya, rasa bersalah dan kehinaan kembali menghadirkan jutaan jarum kecil menusuk jantungnya.
Akhirnya pada saat itu, Yuju berbicara mengenai apa yang terjadi padanya setelah beberapa lama menanti tatapan khawatir Taehyung padanya.
Awal dari cerita dari bibir Yuju yang terucap, semakin membuat ancang-ancang kecemasan dalam hati Taehyung, setelah berada di pemucak cerita itu dia merasakan kemarahan dan emosional tak terkendali.
Yuju menangis tak kuasa menahan rasa sakit dan kepedihan yang telah ia alami, Taehyung murka dengan kejadian yang telah di alami kekasihnya.
"Jungkook! Takkan ku biarkan kau hidup di dunia ini. Aku akan membunuh dia sekarang." Taehyung segera melangkah dengan perasaan yang melebihi rasa benci di akar-i balas dendam
"Taehyung, dia bertindak gegabah melawan adiknya yang berkuasa. Aku harus mengikutinya, agar dia tidak salah langkah." Suga pergi mengikuti kemana Taehyung pergi
"Kakak...." Yuju menangis di pelukan sang kakak
"Taehyung ... Dia tidak akan meninggalkan kamu Yuju." Jin mengelus rambut adiknya
Kemalangan tengah terjadi di kehidupan Yuju, amarah Taehyung tidak bisa di kuasai dirinya dengan baik.
Dia mengunjungi rumah besar keluarga nya, untuk menyeret si berengsek keluar secara tidak wajah dari keangkuhannya.
Sayangnya dia terlambat datang, Jungkook sudah pergi ke kota paris sesaat dia pulang ke rumah setelah ke pergian nya beberapa hari yang lalu.
Ayahnya menampar wajah nya, dia memarahi putra sulungnya karena di anggap tidak sopan dan kurang ajar.
Taehyung belum bisa mengatakan sejujurnya pada sang Ayah, karena dia masih di tumbuhi kebencian mendalam dan dendam.
Dia pergi begitu saja dari rumah setelah mengacau makan malam kedua orang tuanya, sementara Jungkook tengah berada di dalam zet pribadi yang terlambat datang dari jadwal semula keberangkatan nya.
"SinB, lihat saja kejutan yang akan ku berikan padamu, kamu pasti akan terkejut sayang," batin Jungkook
__ADS_1
Apa Taehyung akan menyusul kemana perginya Jungkook, akankah dia bertindak kasar pada adiknya sendiri.....