Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
Number Thirty three


__ADS_3

Distance And Longing


◀◀◀◀Author pov


Typo yang perlu di maklumin!!!


Yuju melangkah keluar dari tempat persembunyian, perlahan kedua kakinya berjalan ke tempat Jungkook yang tengah menanti kedatangannya.


"Yuju," panggil Jungkook sesaat istrinya berada di hadapannya


"Berikan bayinya." Yuju menundukan kepala tidak berani bertatapan mata dengan suaminya, sama sekali tidak ada kesan dan ucapan selamat datang untuk pria yang kini ia benci


"Kenapa kamu tidak ingin menatap mataku, apa kamu masih merasa takut?" Jungkook mempererat pelukan tangannya menggendong Soobin


"Aku hanya tidak ingin bertambah membencimu, karena kita akan tinggal dalam satu atap yang sama." Yuju tidak bisa terdiam lagi, ia menarik paksa Soobin keluar dari gendongan tangan Jungkook setelah berhasil mengambil kembali bayinya ia segera melarikan diri pergi ke kamar nya


Saat Jungkook akan mengejar Yuju, Seokjin melarangnya. "Biarkan adikku sendiri, dia butuh waktu untuk menerima mu dalam kehidupannya, aku berkata hal yang bijak pada mu sebagai kakak ipar. Mengertilah Jungkook, kau yang menghancurkan impian dan harapan hidupnya bersama Taehyung. Tidak mudah bagi Yuju, menghilangkan kenangan nya bersama kakak mu itu," Seokjin pun pergi melangkah setelah memberi peringatan pada Jungkook, entah bagaimana lagi ia harus bersikap sebaik mungkin ia mencoba bersikap baik pada pria berengsek yang telah menghancurkan hati adiknya.


"Tidak mudah melupakan Taehyung, akan ku lakukan sendiri, aku paksa Yuju untuk melupakan dia. Aku adalah suaminya, dia hanya bisa mencintai ku tidak untuk pria lain. Aku adalah cintanya sekarang dan sampai akhir nanti." Jungkook tidak mengindahkan peringatan dan larangan dari kakak iparnya dengan gerak langkah cepat ia pergi menyusul kemana arah istrinya melangkah


___________


....... Distance and Longing ........


__________


Jungkook menutup pintu kamar sangat rapat, berjalan mendekati Yuju yang tengah menidurkan Soobin di atas tempat tidur.


"Kenapa kamu datang ke sini?" Yuju melirik Jungkook, yang sudah berada di dekat ranjang


"Bukankah ini kamar ku juga, apa ruangan ini hanya di tempati oleh mu. Aku ini suamimu, berhak juga tidur di sini." Jungkook membaringkan tubuhnya di samping tubuh Soobin yang tengah tertidur lelap


"Kamu harus ingat Jungkook, aku tidak pernah menginginkan mu hadir dalam hidupku. Kesalahan dan takdir yang keliru, mempersatukan kita dalam satu hubungan yang terpaksa. Jadi... Aku mohon, jangan menganggap aku ini serius menjadi istrimu," tegas Yuju membuat kejelasan tentang perasaannya yang masih sangat mencintai Taehyung dan menjaga jalinan kasihnya


"Aku tinggalkan hubungan dan hartaku hanya demi mempertahankan mu sebagai istri, apa pengorbanan besar yang telah aku lakukan tidak membuat mu luluh juga dan menerimaku... Yuju, "


"Siapa yang meminta mu melakukan keinginan bodoh itu, kamu berpikir kan baik-baik setelah menyerahkan semuanya. Tidak ada yang akan berubah Jungkook, kamu sudah aku benci,"


"Di pikiranku, hanya ada kamu yang berubah menjadi baik padaku. Memperlakukan ku sebagaimana Taehyung di perlakukan hangat, tapi... Aku salah menduga, mana mungkin kau berubah begitu cepat." Jungkook membalikkan posisi baringnya, ia membelakangi Yuju dan anaknya berpura-pura merasa sakit hati untuk menarik empati istrinya


"Kata-kata lembut yang kau buat, takkan menipu ku Jungkook," jawab Yuju yang tidak mempedulikan perasaan sedih Jungkook terhadap sikapnya yang terus mendingin padanya


Di rumah JeonKims


Kim Taehyung berada dalam perasaan buruk, frustasi tentang masa depannya. Menyesal tak melakukan perlawanan, galau tentang cintanya yang di anggap kandas.


Dia duduk di bawah ranjang sambil memegang sebuah botol minuman yang masih tersegel belum terbuka.


Ingatannya masih membayangi Yuju yang terus menghantui pikiran dan menguatkan tempat gadis itu di hatinya.


"Apa di kehidupan ini, kita tidak bisa bersama Yuju." Taehyung mengangkat tangan kanannya yang memegang erat botol dalam genggaman


Memandangi bentuk botol tersebut, kemudian teringat pada Yuju ketika gadis itu masih bekerja di sebuah cafe.


Flashback  4 tahun lalu >>>>>>>>>


Di jajaran meja yang terjajar rapi, cafe baru saja mengganti plat yang tergantung di depan pintu dari kata open hingga close.

__ADS_1


Setelah pekerjaannya selesai, gadis yang memakai topi untuk menutupi kecantikan yang dia miliki.


Dia mendorong pintu dan melenggang tubuhnya keluar cafe, saat tengah menunggu jemputan datang.


Dia menendang-nendang baru krikil kecil yang berada di depan sepatunya.


Tanpa di sadari tendangan batu kecil itu mengenai kepala seseorang di seberang jalan yang berteriak kesakitan, lantas suara menggelegar tersebut membuat gadis itu terguncang untuk melihat ke depan.


"Kau tidak punya pekerjaan, sehingga melakukan hal konyol seperti ini." Taehyung melemparkan kembali batu kerikil yang telah melukai kepalanya hingga terasa nyut-nyutan


Gadis itu menangkap batu yang di lemparkan Taehyung, ia pun berlari menghampiri pria itu berniat untuk minta maaf.


Sesampainya di seberang jalan, gadis itu berdiri di depan Taehyung dan meminta maaf.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja menendang batu ini ke arah mu." Gadis itu mengulurkan telapak tangannya memperlihatkan batu kerikil pemicu pertengkaran


"Kenapa tidak buang saja batu itu, apa kau ingin melukai ku dengan ini." Taehyung mengambil batu di tangan gadis itu dan melemparkannya sangat jauh dari tempat nya saat ini


Tiba-tiba saja Taehyung memperhatikan style pakaian yang di kenakan gadis itu, wajah yang menunduk memakai jaket hoodie dipadukan dengan rok mini di atas lutut.


"Anak kecil seperti mu seharusnya tidak berkeliaran di luar, sudah cepat masuk ke rumah mu. Banyak pria yang akan memakan mu nanti, kalau kau terus berkeliaran di luar." Taehyung memalingkan pandangan ke arah lain, ia menunjukan sisi cuek pada gadis di depannya


"Apa aku harus menghindari pria pemabuk seperti mu juga," sindir gadis itu setelah melihat minuman beralkohol di samping tubuh pria yang tengah di ajak nya bicara


"Apa maksudmu?" Taehyung menarik perhatian matanya mengarahkan kembali ke atas menatap gadis yang sepertinya menantang dirinya


"Dasar pemabuk, ucapan yang benar pun di anggap salah. Aku laporkan kau pada keamanan sekitar, agar kau tertangkap." Gadis itu mengambil 2 botol minuman dari samping tubuh Taehyung


"Ini cukup untuk jadi bukti." tubuh gadis itu segera berputar dan ingin melangkah pergi, namun Taehyung dngan cepat menarik tangannya dan bangun untuk berdiri


Terpanggang jelas gambaran wajah cantik gadis di depan mata Taehyung, sorot mata yang menarik perhatian. Senyum yang terukir indah di bibirnya. Juga ekspresi wajahnya yang menawan, kejelitaan yang tidak terbantahkan.


"Mau mencoba untuk mabuk lagi, kak?" Gadis itu terkekeh ceria


"Yuju, aku pikir kau seorang anak kecil," Taehyung tersenyum menahan perasaan malu


"Kakak ini kebiasaan suka duduk di pinggir jalan seperti ini, bagaimana kalau keamanan lingkungan yang menangkapmu memegang barang beginian." Yuju memecahkan kedua botol di tangannya dengan melemparkan ke tempat sampah yang tak jauh keberadaannya di area sekitar


"Kakak sudah hentikan, kamu takkan mampuh menahan beban ini sendiri, bilang pada Ayahmu kalau adikmu itu kurang ajar. Dia pasti sangat mengerti dan percaya pada ucapanmu, karena kamu itu anak paling baik sedunia. Dimana kesalahan saudaranya, rela di tutupi dengan usaha keras." Yuju mencubit pipi Taehyung, gemas dan menyenangkan mengajak bercanda kakak kelasnya


"Pacar ku lebih di percaya mengatakan itu pada Ayah mertuanya, bagaimana mau di lakukan atau tidak?" Taehyung tersenyum menggoda kekasihnya


"Nggak mau, katakan sendirilah." Yuju segera melarikan diri, ia tidak ingin memperlihatkan wajahnya yang tersipu karena ucapan Taehyung merasuki pikirannya yang jernih


"Yuju, kau mau kemana?" teriak Taehyung mengejar langkah seribu Yuju


"Pulang!!" Yuju membalikan tubuh sesaat, kemudian dirinya fokus berlarian menjauhi Taehyung tanpa henti


Sepanjang perjalanan Yuju memberi peringatan pada Taehyung, bahwa minuman keras tidak baik untuk kesehatan dan pertumbuhan diri.


Merusaknya hingga kecanduan dan melupakan emosi baik menjadikan kejahatan yang merajai pikiran utama.


"Baiklah, aku janji akan menghentikan kebiasaan buruk ini, tidak akan membeli minuman busuk itu untuk adikku, walau dia meminta dan merengek padaku." Taehyung mencubit kedua pipi Yuju karena suka


Yuju hanya tersenyum membalas perlakuan manis yang cukup menarik rasa sakit.


Off <<<<<<<<<<<

__ADS_1


"Apa sekarang aku harus merasakan, rasa minuman ini Yuju." Taehyung menjatuhkan botol tersebut daie tangannya hingga terjatuh dan pecah di bawah kakinya


Pagi hari pun tiba, Yuju tengah menjemur pakaian. Jungkook keluar dari rumah menuju halaman, berniat mendekati istrinya setelah semalam rancananha gagal.


Dia baru saja selesai mandi, dengan alasan mengeringkan rambut bisa berdampingan dengan Yuju.


Ia berdiri tak jauh dari tubuh Yuju yang sibuk menjemur satu persatu pakaian dari dalam ember.


"Tidak bosan kah, kamu terus menganggu ku?" gerakan kedua tangannya dengan cepat melakukan pekerjaan rumah tangga karena ingin buru-buru masuk ke dalam rumah agar merasa aman


"Aku hanya sedang mengeringkan rambutku, tidak ada cara untuk cepat mengeringkan nya," alasan masuk akal yang di katakan Jungkook dengan suara yakin


"Tunggulah kalau begitu sampai kering." Yuju membawa ember di tangannya berjalan melewati Jungkook


"Apa kau tidak punya hairdryer?"


"Punya, apa kau mau meminjam nya,"


Jungkook menganggukkan kepala, Yuju berjalan masuk dan berteriak meminta Jungkook untuk mengikutinya.


Berada dalam satu ruangan lagi din kamarnya, Jungkook berakting lagi ia tidak mengetahui cara mengunakan hairdryer dengan benar.


Yuju terpaksa membantu Jungkook mengeringkan rambutnya, suaminya duduk di bawah ranjang sedangkan ia duduk di pinggir ranjang.


Jungkook menutup kedua matanya perlahan, merasakan setiap sentuhan jari tangan Yuju menarik rambutnya yang seperti menjambak itu.


"Apa di rumah mu, kau tidak pernah mengunakan alat seperti ini?" Yuju fokus mengarahkan hairdryer ke helaian rambut Jungkook sesekali tangannya masuk ke sela-sela rambut menarinya ke atas


"Pembantu yang mengeringkan rambutku, bahkan aku tidak tahu nama benda yang bisa mengeluarkan angin sejuk seperti ini." jawab Jungkook sembari tersenyum bahagia


"Dasar pembohongan, dia yang menanyakan hairdryer ini padaku, kenapa dia mengatakan tidak tahu nama benda yang sedang ku gunakan," batin Yuju bergumam kesal


Taehyung masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu dan mengatakan permisi, kondisinya semakin memburuk saja.


Pikirannya tidak lagi diandalkan untuk tujuan hidupnya, ia lebih mengutamakan perasaan cintanya. Sehingga berani melanggar kesepakatan yang telah di sepakati dengan adiknya, dia langsung berjalan menuju kamar kekasihnya.


Ceklek.... Ketika pintu papan terdorong masuk hingga membuka ruangan, ia mendapati Yuju dan Jungkook tengah tertawa bersama.


Betapa kehancuran di hatinya semakin terlihat jelas rasa sakitnya, semakin luas retaknya.


Taehyung terbakar api cemburu yang berlebih, hingga seperti kebakaran seluruh ibu kota kalau di ibaratkan.


"Kak Taehyung," Yuju menghentikan suara tawanya, ketika matanya melihat gambaran kekasihnya


Bersambung...............


Terimakasih udah komentar 💬 dan kasih bintang ⭐  dan nunggu cerita ini di up. Ada satu readers yang selalu tanyain ff ini kapan lanjut. Maaf baru bisa respon sekarang, karena sibuk pekerjaan.


Heheheh o(〃^▽^〃)oo(〃^▽^〃)oo(〃^▽^〃)oo(〃^▽^〃)o(❁´◡'❁)(❁´◡'❁)(❁´◡'❁)(❁´◡'❁)(❁´◡'❁) semoga terbayar rasa penasaran nya.


Tim Taehyung, mohon bersabar ini ujian!!! ಥ‿ಥಥ‿ಥಥ‿ಥಥ‿ಥ


Dan Tim Jungkook selamat atas kemenagan kalian, Yuju udah mulai deket sama dia.


Maaf jarang balesin komentar kalian, aku tahu susahnya ngetik kasih komentar yang bagus.......


See you Again 😍😍😍😘😘😘🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2