Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number fiveteen


__ADS_3

Typo berkhayalan!!!


Distance And Longing


Author pov .⏪⏪⏪


Kicauan burung membangunkan Yuju dari tidur rasa lelahnya, ia membuka mata secara perlahan-lahan.


Menoleh ke samping kirinya, di perhatikan nya laki-laki yang tengah tertidur tanpa ada beban ataupun masalah dalam hidupnya.


Yuju menutup matanya sekejap, menghapus ingatan semalam yang masih membanyangi pikirannya.


Kejadian kelam yang terulang kembali, dia menyibakkan selimut dan meraih handuk di lantai kemudian mengenakannya.


Langkah kakinya terasa kaku untuk melangkah cepat ataupun di tekuk, lirihan kecil suara rasa sakitnya terasa pahit di jalaninya.


Perbuatan yang brutal tanpa ampunan, membuat Yuju syok dan memutuskan merendamkan seluruh tubuhnya di dalam bathtub.


Bekas luka memar merah di sekujur tubuhnya, berusaha ia hilangkan dengan menggosok-an sabun sebanyak mungkin di area bekas ciuman yang menjijikan menurutnya.


"Berapa lama aku mengalami hal ini, noda yang ia buat tidak dapat aku hilangkan." Yuju tidak bisa mengontrol emosi kemarahan nya, ia membanting peralatan mandi ke papan pintu


"Aaaa... Aku ingin mengutuk nya!" teriak lepas Yuju, ia menenggelamkan kepalanya memasuki air hangat


Tepat pukul 07:00 Yuju telah selesai berias dan menutupi bekas kiss mark Jungkook yang masih membekas, walau sudah di bersihkan dengan berbagai macam cara.


Ia memakai syal di lehernya juga memakai pakaian tertutup, agar tidak ada orang yang melihat keadaan tubuhnya yang penuh luka.


Jungkook masih terlelap dalam mimpinya, Yuju keluar membawa buku dalam gendongan tangannya.


Langkahnya di hentikan dua pengawal yang masih terjaga di depan pintu, Yuju memberitahu pengawal itu bahwa dia harus kuliah.


"Baiklah Nona, saya pahami alasan anda keluar. Tapi siapa yang akan mengantar Nona sampai tujuan, kalau bukan Tuan Muda?" tanya seorang penjaga dengan tampangnya yang cukup menakutkan


"Aku akan naik taksi, lagi pula dia sendang tidur. Aku tidak mau menganggu nya, biarkan dia seperti itu." Yuju pergi setelah menjawab pertanyaan satu pengawal itu, ia melihat Taehyung yang sedang berjalan menuju pintu keluar


Yuju berlari dan tergesa-gesa menuruni anak tangga, menghampiri Taehyung yang sedang menarik kenop pintu rumah.


"Taehyung, mau pergi ke kampus?" tanya Yuju, sambil tersenyum ceria padanya


Taehyung melirik Yuju, ia membalas senyuman pagi gadis itu.


"Iya, ayoo kita berangkat bersama." Taehyung membenarkan posisi syal Yuju, yang terlihat tidak benar di kenakan


"Jangan sampai Taehyung melihat luka itu, di leher ku," batin Yuju, jantungnya mulai berdebar-debar tidak karuan


Taehyung hanya fokus memperhatikan senyuman gugup Yuju, sampai syal itu melingkar di leher kekasihnya dan membenarkannya dengan benar.


"Sudah selesai." Taehyung meraih telapak tangan kanan Yuju, menggengam nya dan membawa gadis itu keluar dari rumah


Dalam perjalanan menuju ke kampus, Yuju menceritakan keadaanya yang semakin tertekan akan tingkah Jungkook padanya.


Tapi dia tidak mengatakan malam panjang yang telah ia lalui bersama laki-laki itu.


Taehyung mendengarkan secara baik curahan hati kekasihnya, ia meminta Yuju untuk tetap tegar dan bersabar.


"Yuju, aku sudah memutuskan akan melawan adikku. Pertarungan persaudaraan walau menimbulkam pertumpahan darah, demi mengambil mu kembali. Aku rela mati, aku sudah di buta kan oleh rasa sayangku kepada Jungkook. Sekarang, tinggal kebencian saja untuknya," ujar Taehyung, sambil fokus menyetir


"Taehyung, aku mendukung keputusan mu. Apapun yang kamu lakukan, adalah kebaikan. Aku tidak akan mencegah, atau menghalangi niat mu." Yuju menyandarkan kepala bagian kanan, di bahu kekasihnya


Menggandeng lengan kiri Taehyung, dengan jari jemari yang mengeratkan pegangan tangannya.


"Taehyung pergi ke klinik dulu sebentar, aku harus periksa ke dokter secara rutin!" pinta Yuju, dengan suara lembutnya


"Baiklah," sahut Taehyung mengerti, tentang ucapan Yuju yang tidak di jelaskan secara gamblang


Waktu terus berjalan, seiring dengan naiknya mentari ke tengah langit.


Jungkook terbangun dari tidur lelapnya, ia langsung bangun setelah melihat kekosongan tempat di samping tubuhnya.


"Dia kemana." Jungkook segera bangkit dari atas tempat tidur, memakai handuk kimono semalam yang basah telah di gunakan seseorang


"Apa Yuju yang memakai handuk ini, sial. Dia baru saja selesai mandi, kenapa aku tidak bangun arrghhhh." Jungkook menarik rambut depannya, ia berjalan ke luar kamar sambil berteriak memanggil nama Yuju


Kedua pengawal yang setia berjaga, memberitahu tuannya. Bahwa Nona Yuju, sudah pergi sejak tadi pagi.

__ADS_1


Jungkook langsung bingung dan heran, ia berpikir gadis itu pergi darinya.


Ia segera masuk ke kamar dan membuka lemari pakaian, ia mendapati pakaian Yuju yang masih tersimpan rapi di sana.


"Jadi, kemana dia pergi sesungguhnya." Jungkook menutup pintu sekali hentakkan


Blam.........


Setelah menit berlalu, sekitar pukul 09:30 Jungkook mendapat kabar, bahwa Yuju pergi ke universitas.


Dia bergegas pergi menuju ke sana, berulang kali mencoba menghubungi ponsel Yuju. Namun, tidak pernah di respon gadis itu.


"Kau sengaja lari dariku, dasar gadis menjengkelkan," dengus Jungkook, sambil memukul stir mobil


Sesampainya di gedung kampus, ketika ia mencoba menerobos masuk. Security menghalangi langkah kakinya, Jungkook memarahi petugas keamanan tersebut dengan memaki nya.


Bukannya mendapat jalan untuk masuk, Jungkook malah di usir keluar dari depan pintu masuk.


"Menyusahkan, gadis itu sungguh telah memperlakukan harga diriku." Jungkook menuju tempat parkir, dimana mobilnya berada di sana


Setelah menunggu lama, terlihat beberapa mahasiswa yang berkeliaran keluar dari gedung tersebut.


Jungkook turun dari dalam mobil, dengan langkah cepat ia berlari masuk ke dalam gedung tersebut.


Mencari-cari sosok Yuju di setiap ruangan yang masuki, tapi tidak kunjung juga menemukan gadis nya.


"Tunjukan dirimu, jangan bersembunyi!" wajah Jungkook memerah, menahan amarah yang tengah bergejolak di dalam dirinya


Eunha dan Suga baru keluar dari kantin, mereka sedang bercanda sambil berjalan.


Tak lama Eunha melihat tingkah Jungkook, ia langsung terkejut dan terdiam menghentikan langkah kakinya.


"Ada apa?" tanya Suga, sambil menoleh ke samping memperhatikan Eunha yang tengah terpatung


Eunha menunjuk ke arah depan, yang langsung di toleh Suga.


"Dia... Kita harus segera memberitahu Taehyung dan Yuju, mereka harus pergi dari kantin. Eunha, kau beritahu mereka, biar aku alihkan perhatian laki-laki itu." ujar Suga sambil berjalan lurus ke depan


Eunha berlari menuju tempat meja makan Taehyung dan Yuju yang sedang asyik mengobrol, dia memberitahu temannya kalau Jungkook sedang mencarinya.


"Iya, Suga sedang mengalihkan perhatian nya, cepat kamu bersembunyi ajak Taehyung bersamamu!" pinta Eunha dengan kepanikan yang tengah melanda dirinya


Yuju menarik lengan Taehyung, dan membawanya pergi dari kantin sambil berlari.


Taehyung memperingati Yuju akan kondisinya yang sedang hamil.


Yuju berhenti mendadak, ia tidak tahu harus kemana lagi mencari tempat yang aman.


Ia sempat berpapasan dengan kakaknya yang baru saja keluar dari kelasnya.


"Yuju." ucap Jin, yang memperhatikan adiknya melewati dirinya begitu saja


Yuju berjalan masuk ke dalam kelas bersama Taehyung, Jin menjadi heran dengan tingkah adiknya.


"Kenapa kamu bersembunyi...." Jin yang melihat ke arah depan, langsung mengerti tentang sikap adiknya


Yuju memberi isyarat pada kakaknya dengan mendekatkan jari telujuk ke tengah bibirnya.


Jin mengangguk memahami, kode yang di berikan adiknya.


Saat Jungkook menghampiri kakak iparnya, Jin bersandar di pintu kelasnya.


"Kenapa kau ada disini?" Jin memulai aktingnya, dengan bertingkah seolah-olah tidak mengerti apa-apa


"Aku sedang mencari adikmu, dia lari dariku," jawab Jungkook sambil mengatur napasnya yang terengah-engah


"Kemarin kau mencari adikku ke rumah, lalu kau mencari adikku di kampus. Kau suami yang perhatian, atau kau memang lalai menjaga adikku,"


"Bukan urusan mu, kau tidak berhak mencela atau menasihati ku,"


"Sungguh, apa aku tidak penting bagimu...." ketika Jin dan Jungkook beradu argumen


Yuju melihat kecoa di depan kakinya lantas ia berteriak, Taehyung dengan sigap nya menutup teriakan kekasihnya dengan memberinya sebuah ciuman lalu mendekap erat tubuhnya.


"Seperti nya aku mengenal teriakan itu," Jungkook mencoba meraih kenop pintu, tapi Jin menahan tangan nya

__ADS_1


"Sowon, kekasihku sedang berada di dalam bersama temannya tengah ganti baju." Jin menarik tangan Jungkook lalu menghempaskan


"Aihhh, jujur padaku apa kau melihat Yuju kemana, beritahu aku?" Jungkook memaksa Jin, untuk mengatakan keberadaan adiknya


"Baiklah aku menyerah, aku akan mengatakan dimana Yuju," jawab Jin sambil menghela napas


"Jangan kakak, jangan katakan aku di sini," batin Yuju, yang masih berada di pelukan Taehyung dan bertahan dalam ciuman memabukkan


"Dia baru saja keluar dari sini, beberapa menit sebelum kamu datang,"


"Kau tidak berbohong kan?"


"Tidak, lagi pula apa untungnya aku berbohong padamu, aku juga mengkhawatirkan keadaan adikku. Cepat pergi menyusulnya, jangan sampai terjadi sesuatu padanya!"


"Dia tidak bilang mau pergi kemana?" sekali lagi Jungkook memastikan keyakinannya terhadap ucapan Jin


"Dia terlihat tergesa-gesa aku hanya berpapasan saja, mana sempat bertanya," alibi Jin dengan siasat cerdas nya mampu mengelabui pikiran Jungkook


"Terimakasih." Jungkook pergi dari hadapan Jin


Setelah mendengar langkah seseorang yang berlari semakin ke sini tidak terdengar lagi, Taehyung melepaskan ciuman manisnya terhadap gadis yang di cintanya.


"Makhluk kecil, sangat menakutkan bagimu." Taehyung menendang pergi kecoa itu, dari depan sepatu Yuju


"Bukan menakutkan hanya geli saja, terimakasih atas kiss yang kamu berikan." Yuju tersipu malu, menatap wajah kekasihnya


"Sudah seharusnya kita lakukan, sudah lama bukan tidak melakukan hal seperti tadi," goda Taehyung, membuat Yuju semakin merona merah di sekitar pipinya


"Ahh... sudahlah." Yuju membuka pintu, dan bertatap muka dengan kakaknya


"Yuju, kamu adalah gadis manisku yang selalu menerangi pikiran gelapku. Suatu saat nanti, kita akan kembali pada masa kejayaan cinta kita," gumam Taehyung ia berjalan menyusul Yuju keluar dari kelas


Di saat perbincangan tengah di mulai, ponsel Yuju berdering keras.


Ia mendapatkan perhatian Taehyung, laki-laki itu memperhatikan tingkah laku nya.


"Seseorang menelponku, entah siapa." Yuju menunjukan layar ponselnya yang sedang meyala, terdapat panggilan masuk dari nomor yang tidak terdaftar di kontak


"Angkat saja Yuju." ujar Taehyung sambil mengangguk lalu tersenyum lebar


"Hallo... , ....,"


"Kau ..., dimana? ....,"


"Aku..., ..., aku sedang di ..., rumah sakit. ....,"


"rumah sakit, ..., rumah sakit mana? ....," tanya Jungkook gelisah


"rumah sakit, ..., anugerah citra. ..., sedang, .., memeriksa kandungan ku, ....,"


"Baiklah, ..., aku segera ..., ke sana." Jungkook mematikan sambungan telponnya, ia fokus menyetir dengan kecepatan cepat untuk segara sampai di tempat tujuan


Yuju bergabung kembali dengan kedua laki-laki itu.


"Siapa yang menelepon?" tanya Jin sambil menepuk kedua bahu adiknya


"Jungkook," jawab Yuju ia terlihat sedih


"Kita harus segera pulang, pasti dia tidak tinggal diam," saran Taehyung


"Pulang lah, jaga dirimu." Jin memberi pelukan kerinduan pada adiknya sebelum meelas pergi jauh lagi


"Kakak." Yuju hanya bisa tersenyum tipis, ia menahan air matanya keluar


Drama adik kakak yang terpisahkan lalu bertemu kembali dan berakhir, Yuju di bawa Taehyung menuju mobil nya yang berada di parkiran.


Mereka sudah berada dalam mobil, Taehyung mengendarai laju mobilnya dengan kecepatan sedang.


40 menit kemudian.......


Jungkook mendapati kabar yang tidak menyenangkan, ia tidak menemukan Yuju di rumah sakit itu.


Ia keluar dengan perasaan kecewa juga kesal, mengingat kebohongan Yuju sudah keterlaluan.


"Gadis itu berani menipuku." Jungkook masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir di depan gedung rumah sakit, ia mengendalikan stir mobilnya

__ADS_1


Bersambung............


__ADS_2