
Banyak lagi typo yang melayang di udara ff ini, mohon bijak menganalisis setiap kata yang salah ketik!!!!!!!
Distance and Longing
.⏩Author pov
Sudah menjadi takdir yang pahit bagi keluarga Yuju, yang harus berpisah dari setiap anggota keluarganya.
Tangisan Yuju yang tidak ada artinya bagi seorang Jungkook, yang tengah merasakan kemenangan atas sidang pengadilan.
Membuat perasaan benci pada diri Yuju terhadap laki-laki itu, ia di bawa oleh sang kekasih pergi keluar dari kantor polisi setelah beberapa menit bertemu dengan kakaknya.
Taehyung merasakan kegagalan dalam perjuangannya mempertahankan kejujuran dalam hidupnya, yang selalu di kalahkan kebohongan saudara tirinya.
Sementara itu Jungkook, dia tidak tinggal diam dan merasa puas dengan hasil telak yang telah ia dapatkan.
Karena tujuannya hanyalah membuat dirinya senang dan bahagia, ia menghampiri Seokjin untuk berunding dengannya.
Dia mengajukan satu syarat pada Jin, yang sangat mudah tapi tidak bisa di lakukannya.
Yaitu menjauhkan adiknya dari orang yang bernama Kim Taehyung, Jin malah menolak permintaan Jungkook. Ia rela dalam kurungan, daripada membuat adiknya dalam kesedihan.
"Jadi kau tetap ingin hidup di sini, bagaimana pun aku tidak akan tinggal diam. Adik kesayangan mu, bisa aku miliki dengan cara lain ... Atau membunuhnya itu lebih baik, bukan?" senyuman palsu Jungkook, membuat darah Jin naik pital dia tidak menyangka selicik apa otak laki-laki yang berani mengancamnya
"Jika kau menyentuh adikku, aku tidak akan memaafkan mu!" Jin mengigit geram giginya, ia terlihat seperti seorang pemangsa yang telah mencapai puncaknya
"Ohh ... Kau juga mempunyai seorang kekasih bukan, dia sangat cantik. Aku juga bisa membunuh dia sekalian ... menguburkan kedua orang yang kau sayangi satu liang lahat," Jungkook mulai memprovokasi pikiran kacau Jin, untuk sebuah ambisi sesaat nya
Melihat ketidak berdayaan seorang Jin, Jungkook mulai melancarkan rencananya.
"Bagaimana Seokjin, tertarik berbisnis dengan ku. Syarat ku mudah, kau pun bebas dan adikmu, bisa kau lindungi ... Aku tidak akan menganggu nya, kecuali suatu hari nanti aku bisa berubah pikiran." Jungkook melangkah pergi dengan langkah pelan, untuk menggoyahkan perasaan Jin
Tak berapa lama langkah Jungkook agak menjauh dari tempatnya, Jin memanggil namanya membuat laki-laki itu tersenyum senang.
Dia kembali lagi ke hadapan Jin, dan mulai mengatakan kata-kata lincahnya.
"Kenapa lama sekali kau berpikir, tenang saja aku tidak akan menyakiti mu ataupun kekasihmu ... Aku hanya ingin kasih sayang terbesarmu, merasakan sedikit kepedihan dariku." Jungkook memangil petugas keamanan, dia memberikan perintah untuk membebaskan Seokjin secepatnya
Dalam waktu yang singkat, Jungkook dan Jin keluar dari kantor polisi. Mereka langsung di jaga dan masuk ke dalam mobil mewah.
Suasana dalam mobil begitu dingin bagaikan sedang turun salju, Jin yang terlihat diam dengan memainkan jari jemari nya.
Jungkook yang memperhatikan setiap gerak-gerik kelakuan Jin, yang mulai merasakan aura ketakutan dan getaran yang menakutkan.
Jungkook mulai membisikkan perintah pada Seokjin, ia meminta Jin untuk terus menuruti permintaan nya.
Jika tidak di laksanakan, Jin sendiri yang harus menanggung akibatnya.
Dengan sebuah anggukan terpaksa, Jin mengiyakan rencana jahat Jungkook.
"Baguslah ... Kalau kau mengerti, aku akan menunggu hasilnya saja," ucap Jungkook, perasaan nya sudah merasakan kesantaian setelah beberapa waktu lalu harus berurusan dalam ketengangan
"Entah apa yang dia inginkan sebenarnya, tujuannya maksud dari ucapannya ... Aku belum mengerti semuanya, semoga dia tidak bertindak lebih jauh dari yang sekarang aku alami," batin Jin
Sesampainya di depan rumah, Jin membuka pintu dia berjalan masuk bersama Jungkook.
Suasana sedang mengharukan, Yuju tengah menangis di pundak Taehyung.
Mendengar suara langkah kaki, Yuju langsung menoleh ke arah pintu.
"Kakak." Yuju terbangun dari sandaran kekasihnya, ia berlari menabrak tubuh kakaknya yang ia rindukan
"Yuju." Jin membalas pelukan kerinduan adiknya, ia mengelus lembut punggung gadis kecilnya
"Jungkook ... sekarang apa yang sedang kau rencanakan, kau menipu kami semua, dengan senyuman palsu yang kau tunjukan itu," gumam Taehyung
__ADS_1
"Taehyung ... Kau sangat senang sekali bersama gadis itu, lihatlah sebentar lagi. Dia akan pergi berpindah tangan ke tangan ku, aku tidak rela melihat kau bahagia," batin Jungkook
Setelah berpelukan cukup lama, Jin melepaskan pelukan adiknya perlahan. Dia menyuruh Taehyung untuk segera pulang, menghilangkan kecurigaan kekasih adiknya terhadap usirannya.
Jin juga mengusir Jungkook pergi, tapi sayangnya laki-laki itu bermain lagi dengan akting keren nya.
"Sebelum aku di tendang keluar dari rumah sempit ini, aku ingin mengatakan sesuatu." Jungkook melangkah mendekati tempat Jin dan Yuju
"Aku minta maaf karena telah bertindak bodoh dengan mengutamakan keegosian dalam diriku, jujur ... Sebenarnya aku hanya sedang mengalami rasa kesal saja. Jadi aku selalu bertindak semau ku, di luar pemikiran jernih...." Jungkook mengambil napas sejenak
Taehyung masih memperhatikan dengan lekatnya, tingkah laku saudara tirinya yang jahat.
"Secara pribadi dengan penuh penyesalan aku minta maaf padamu." Jungkook memohon pada Yuju
"Juga pada kakak mu." Jungkook memohon pada Jin, yang langsung di respon tidak peduli oleh sang kakak
"Kecerobohan ku membuat kalian berdua berpisah, maka dari itu. Hukumlah aku sesuka hatimu, Nona Yuju. Aku akan menerima dan menjalani hukuman itu dengan senang hati," ucap lihai lidah Jungkook, meyakinkan hati Yuju
"Permintaan maaf saja sudah cukup bagiku, apalagi kamu membebaskan kakak ku terimakasih banyak," balas Yuju tanpa ada keraguan dalam hatinya
Setelah itu Jungkook dan Taehyung pergi meninggalkan rumah Yuju.
Taehyung masih berdiri di depan pintu, Yuju memberikan lambaian tangan perpisahan padanya.
Ia tersenyum manis dan mengatakan selamat tinggal dalam hatinya, Taehyung sangat senang melihat kekasihnya tersenyum seperti itu.
Dia pergi dari depan pintu ke arah selatan setelah keluar dari gerbang rumah Yuju, Jungkook masih dalam suasana hati yang menyenangkan.
Setengah rencananya berhasil di laksanakan, kejutan ke depannya masih dia nantikan.
Akting drama pantas dia sematkan, sebagai aktor antagonis yang tidak akan luntur dalam karakternya.
"Baru satu langkah, sudah hampir setengah rencana ku berhasil, memikat perasaan mu sedikit-sedikit akan menjadi banyak bukan ... Yuju," gumam Jungkook
Mobil mewahnya bersama dengan para mobil pengawal pergi dari persimpangan jalan, Yuju sangat bersyukur kakaknya pulang lebih cepat.
Beberapa hari berlalu tanpa bertemu dengan orang yang bernama Jungkook, Yuju merasakan ketenangan.
Ia sedang di landa kebahagian, Kim Taehyung mengajaknya dinner malam ini.
Setelah jam pelajaran nya berakhir ia menunggu kekasihnya, di pintu keluar kelas Taehyung.
Katanya walau menunggu adalah hal yang membosankan di dunia, tapi menunggu untuk seorang Taehyung adalah anugerah yang bisa ia banggakan apalagi di luangkan waktunya.
Yuju tersenyum penuh ceria, melihat sosok kekasihnya di depan matanya.
Laki-laki yang tidak pernah mengecewakan waktu senggang nya, selalu datang tepat pada waktunya.
"Apa aku terlambat dari perkiraan waktu mu." sesampainya di hadapan gadis tercintanya, Taehyung melihat arloji di tangan kirinya
"Maka kemarahan ku, akan murka padamu," jawab Yuju, membuat Taehyung tertawa kecil untuknya
"Ayoo kita pulang dan bersiap untuk nanti malam." Taehyung meraih tangan kanan Yuju, mereka berjalan menyusuri kampus pergi ke gerbang
Terkadang apa yang mereka lakukan selalu menimbulkan kecemburuan di kalangan mahasiswa lainnya, tapi dengan santai nya mereka berdua merespon baik-baik ujaran itu, masih tetap tersenyum dan menanggapi dengan cara yang baik tidak berniat menyakiti.
Tiba-tiba saja ada seorang penghadang bernama Jungkook, laki-laki itu membawa setangkai bunga lalu di berikan pada Yuju.
Gadis itu diam untuk beberapa saat, sampai tangannya tergerak menerima rangkaian bunga yang di rangkai dengan rapi dalam satu wadah.
Taehyung tidak begitu senang atas perilaku Jungkook pada kekasihnya, ia langsung menyembunyikan tubuh Yuju di belakang tubuhnya.
"Jika kekasih mu senang, mengapa kau tidak senang juga?"
"Jangan mempermainkan kami berdua, urusi saja urusan mu Jungkook. Kau datang selalu membawa masalah pada kami?"
__ADS_1
"Malasah apa yang aku timbulkan, apa sekarang terjadi ... Tidak bukan. Aku datang secara damai, bukan seorang lawan untuk berperang di mulai." Jungkook memiringkan kepalanya sekejap untuk melihat raut wajah Yuju
"Terimakasih atas bungannya." Yuju berdiri di samping Taehyung kembali, ia menghormati perilaku Jungkook padanya
"Ohh ... Sama-sama. Apakah kamu ada acara malam ini, aku ingin mengajakmu makan malam?" senyuman kepalsuan lagi di tunjukan Jungkook untuk memenangkan perhatian Yuju
"Maaf, aku tidak bisa. Aku sudah berjanji dengan seseorang akan berjalan bersamanya." Yuju mendongak ke atas menatap Taehyung yang terlihat gelisah
"Kalau begitu ... Aku doakan semoga kencan kalian berdua lancar." Jungkook berbalik membelakangi pasangan kekasih itu
"Tiba saatnya kau tidak akan menolak ajakan ku, masih aku tunggu ... Waktu yang tengah mengancam mu," batin Jungkook
Jungkook memutuskan pergi dari hadapan mereka berdua, dia pergi menuju tempat mobilnya berada yang tak jauh dari lokasi itu.
Taehyung menghadap ke samping, memperingati Yuju agar dia tidak terlalu dekat dengan Jungkook.
Yuju mengerti akan rasa cemburu yang timbul di benak kekasihnya, ia mengangguk pelan mematuhi peringatan Taehyung.
Bertindak lanjut setelah beberapa jam berlalu, Jungkook mengikuti mobil Taehyung yang keluar secara mendadak dari dalam bagasi rumahnya.
"Kau mulai memakai fasilitas itu, kau juga harus membayar dengan harga lebih Taehyung." Jungkook menyalakan mesin mobilnya, ia menancap gas dan mengikuti mobil Taehyung dengan kecepatan sedang
Jungkook terus mengikuti kemana perjalanan mobil Taehyung berjalan, dugaan ya benar Taehyung memberhentikan mobilnya di depan rumah Yuju.
Dia keluar lalu masuk ke dalam gerbang rumah itu, tak berapa lama menunggu Jungkook sudah melihat pasangan kekasih itu kembali di depan matanya.
Segera ia ikuti pergerakan mobil yang telah melaju di depannya, sambil mendengarkan sebuah lagu di tip mobilnya. Ia semakin bertambah percaya diri, bisa menangani penguntit-an nya dengan sempurna.
Jungkook masuk ke dalam sebuah restauran, setelah memarkikan mobilnya dengan aman.
Berpura-pura sebagai pelanggan yang menutupi wajahnya dengan buku menu, memantau situasi di depannya.
Tidak ada kecurigaan yang muncul di rasakan Taehyung, ketika dia melihat seorang laki-laki berjaket kulit bertopi coklat sedang memesan pada seorang pelayan.
Dia kembali berbicara dengan kekasihnya, Jungkook menutup buku menu setelah pelayan itu pergi dari depannya.
"Romantis sekali ... Kau Taehyung," desis Jungkook
Pengawasan yang ia lakukan sampai di akhir waktu tengah malam, tetap ia mengikuti aktivitas yang di lakukan mereka berdua.
Taehyung mengantarkan dengan selamat Yuju sampai depan gerbang rumahnya, sebuah kecupan mesra ia titipkan di kening Yuju.
Yuju memejamkan matanya, merasakan kehangatan bibir kekasihnya.
Si pengintai nampak tidak senang dengan drama romantis yang sedang ia tonton.
"Uhh ... Bukankah itu sangat keterlaluan, bermesraan tanpa mengingat waktu sudah jam berapa sekarang," ucap Jungkook senada dengan perasaan kesal nya
Setelah Yuju masuk ke dalam gerbang dan menutup pintunya. Taehyung berjalan masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya, Jungkook bersiap mengikuti kepergian saudaranya yang akan membawa dia pulang ke rumah.
Perjalanan hampir memakan waktu satu jam dengan kecepatan tinggi, Jungkook sengaja memotong jalan agar lebih cepat sampai di rumah, ketimbang dengan Taehyung yang berjalan di jalanan biasa yang ia lewati.
Jungkook sudah bersiap dengan rencana cadangan untuk Taehyung, ketika saudaranya membuka pintu dan mengatakan aku pulang.
Tepukan tangan di kerjakan Jungkook, ia mengatakan selamat pada saudaranya.
Taehyung heran dengan tingkah so manis Jungkook padanya, di balik itu semua dia sudah menebak kejadian buruk akan terjadi setelahnya.
"Ohh kakak ku sudah pulang rupanya, tinggal Ayah yang akan berbicara padamu kak. Aku pergi tidur dulu, karena lelah menunggu kepulangan mu yang sangat lama, sehingga membuatku bosan." Jungkook beranjak dari sofa, sambil membenarkan posisi kerah jaketnya
"Terimalah kenyataan ini, besok kau akan pergi di kirim Ayah ke neraka," dalam hati Jungkook, mulai berkobar api bercahaya besar
Taehyung berjalan menuju ruang kerja Ayahnya, dia tidak tahu rencana apa yang telah Jungkook persiapkan untuknya. Dia mempunyai firasat tidak mengenakan dalam hatinya, akankah dia berada zona aman setelah pertemuannya dengan Ayahnya.
Apa Taehyung benar dengan firasat yang ia rasakan, akankah Jungkook menang lagi darinya.
__ADS_1
Sekian...... Dan sampai Jumpa lagi.......