
Distance And Longing
Keberangkatan Jungkook adalah keterlambatan bagi Taehyung, dia gagal membawa si berengsek kembali mempertanggung jawabkan tindakannya.
Di paris Jungkook mengagetkan SinB, di depan pintunya setelah menunggu berjam-jam kelas berakhir.
SinB merasa senang sekaligus terkejut dengan kehadiran kekasihnya itu. Mereka melanjutkan perjalanan ke sebuah restoran ternama di sana, memesan makanan dan menyantap hidangan yang sudah tersaji setelah di pesan beberapa menit lalu.
Di saat sedang menikmati makanan penutup, SinB memulai pembicaraan nya dengan Jungkook.
Mengatakan kerinduan, kecintaan bahkan melebihi hal itu.
"Kak Taehyung beruntung ya, dia sudah menemukan kekasih. Aku kira dia bakalan single selamanya,"
"Darimana kamu tahu, soal asmara dia?"
"Jungkook, aku tahu segalanya tentang kamu dan kak Taehyung. Kita tumbuh bertiga sejak kita kecil, mana mungkin kak Taehyung menyembunyikan sesuatu dariku,"
"Dia tidak akan bahagia,"
"Kamu bicara apa Jungkook, apalagi kekasihnya adalah Yuju temanku. Aku semakin mendukung hubungan mereka, semoga mereka selalu bersama,"
"Mereka tidak akan bersama seperti apa yang kamu harapkan,"
"Kenapa kamu tidak ingin melihat kakak mu bahagia. Semua orang berhak mendapatkan apa yang mereka inginkan, termasuk keluarganya sendiri,"
"Tidak bagiku SinB, aku tidak mau melihat dia tertawa ataupun tersenyum. Aku hanya ingin melihat dia menderita dan sengsara dalam hidupnya,"
"Berapa lama kamu akan membenci kakak mu sendiri?" bentak SinB
"Kenapa kau memarahi ku, apa kamu memihak dia bukan diriku,"
"Kasihan kakak mu, Jungkook. Dia tidak bersalah apa-apa, tapi kenapa kamu membenci nya, kebencian itu tidak ada gunanya!"
"Berguna atau tidak, aku tidak akan melupakan dendam ini,"
"Baiklah Jungkook, pergilah ke rumah kembali. Jangan temui aku, sampai jumpa." SinB beranjak dari kursinya, ia pergi ke arah pintu ke luar
Jungkook tahu batasan kemarahannya, dia tidak ingin membuat kegaduhan di dalam restoran itu.
Dia mengejar kembali kekasih hatinya, mereka bertengkar di jalanan.
Jungkook berusaha memenangkan hati SinB, tapi sayangnya dia tidak mau mendengarkan ucapan kekasihnya itu.
Jungkook merasakan sesak di dadanya secara tiba-tiba dan terjatuh, SinB kembali memeluk tubuhnya dengan erat.
"Tenangkan jiwa mu Jungkook, aku bersamamu,"
"SinB, aku ... Merasa sesak sulit bernapas," ucap Jungkook gemetar
"Kalau begitu tinggalah bersamaku untuk bebrapa bulan, itu yang terbaik saat ini,"
"Iya kamu benar, aku tidak ingin terlihat lemah di matanya,"
"Jungkook, kamu terlalu memaksakan dirimu untuk balas dendam sehingga melupakan kelemahan mu saat permusuhan itu terjadi. Jika kamu di sini, Taehyung akan selamat," batin SinB
Jungkook berjalan menuju tempat tinggal SinB yang tak jauh dari restoran itu.
.
__ADS_1
........______/////.......______//////
Waktu semakin cepat melalui hari-hari yang berlalu, masih tetap setia dengan cintanya kepada kekasihnya.
Yuju tidak bisa melihat Taehyung bersamanya lagi, berulang kali dia memberontak ketika bersamanya bahkan menyuruh dia untuk pergi dari hadapannya.
Namun, laki-laki itu tetap tidak pergi dan memilih untuk tetap berada di sisinya.
Sebulan masa penyembuhan Yuju telah usai, dia keluar dari rumah sakit dan menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Masuk kuliah dan mengikuti mata pelajaran kadang menulis pembahasan yang tertinggal dari salinan catatan Eunha temannya.
Pada jam makan siang, Yuju duduk sendirian di taman. Mengasingkan dirinya jauh dari keramaian kantin, kekasih hatinya datang membawa kotak makanan untuknya.
"Ayoo kita makan, aku akan menyuapi mu." Taehyung membuka isi kotak makanan itu dan menyuapi Yuju
"Ini menu yang sangat lezat, terimakasih." ucap Yuju sambil mengunyah makanan dari suapan tangan kekasihnya
"Makan yang banyak, supaya kamu cepat sehat. Lupakan masalah dan ingat masa depan mu." Taehyung memperlakukan gadis yang di cibtainya sangat baik bahkan melebihi sikap lembutnya, membuat Yuju tidak bisa berpaling darinya
"Aku masih takut, jika suatu hari nanti ... Aku celaka kembali, apa kamu masih mau menerima ku,"
"Jangan takut, walau 1000 kejahatan yang kamu lakukan, itu lebih baik untukku dan akan tetap mendukung mu,"
Taehyung mengakhiri suapan terakhir dari tangannya, Yuju melahap habis suapan itu.
"Ohh iya. Aku sudah berbicara dengan kakak mu, tanggal pernikahan kita sudah di tentukan," ucap Taehyung dengan senyuman manis di wajahnya
"Taehyung, karena paksaan kamu menikahiku. Aku semakin merasa bersalah padamu, maafkan aku! Maaf... tidak bisa membuatmu hidup dengan tenang...." rasa sedih yang di canpur adukan dengan perasaan bersalah yang dalam, membuat sebuah isak tangis dan duka kembali melukai hatinya
"Tujuanku hanya satu yaitu hidup bersamamu untuk selamanya, aku tidak memanfaatkan situasi yang ada. Bukan karena desak kan atau paksaan, hatiku mengatakan aku lebih bahagia, bisa menjalani hari demi hari bersama mu hingga saat waktu tua tiba. Penyesalan itu menjadi, sebuah perasaan yang tidak dapat di ceritakan." Taehyung memajukan sedikit tubuhnya, memberikan sebuah kecupan hangat tepat di kening Yuju
"Aku mencintaimu, Kim Taehyung,"
Hari itu, hari kebahagian mereka berdua yang terus berlanjut ke hari berikutnya.
Taehyung telah mendapat kemenangan perusahaan Ayahnya, bekerja sama dengan perusahaan Grup Jung.
Di hari itu pula hari pernikahan Taehyung dan Yuju di umumkan, si gadis yang selalu memperhatikan Taehyung ketika dia bertemu dengannya sampai saat ini.
Dia merasakan kekecewaan dalam hatinya, ia menangis di ruangan yang kosong.
Kakaknya tidak tinggal diam, dia menghampiri adik kecilnya dan menenangkan perasaan hancur nya.
Menghiburnya kadang membuat kegilaan sendiri demi menarik perhatian sang adik.
Ketika suara tangisan berubah menjadi tawa kecil, dia mulai kembali menjadi dirinya sendiri dan ikut duduk bersamanya.
"Hei adik yang galak tak terkira," goda Jimin
"Apa?" Yerin menghapus air matanya yang tersisa
"Seharusnya kau senang, melihat orang yang kamu cintai akan segera mendapat kebahagian. Justru dengan hal itu terjadi, kamu mendapat berkahnya,"
"Berkah bagi mereka, buruk bagi diriku. Tidak bisakah kau bandingkan hah, aku menderita sekarang ini, sudah lama aku mengejarnya dia tidak pernah tertarik padaku. Kecantikan ... apa dia itu buta, tidak bisa melihat betapa cantiknya diriku," celoteh kesal Yerin
"Sudah jangan menangis karena seorang laki-laki, kamu saja yang kepedean bisa dekat dengannya dengan cara nu sendiri, tapi hasilnya zonk bukan. Kita harus segera pergi, setelah 3 bulan di sini. Jhope akan marah besar padaku, tidak membawa mu pulang secepat tanggal yang sudah di tentukan," nasihat Jimin mengajak pulang adiknya, ke kota mereka berasal
Tidak banyak kata yang Yerin lontarkan, dia pasrah di bawa pulang oleh Jimin. Setelah kepergian mereka, hari pernikahan itu terjadi.
__ADS_1
Yuju tengah di dandan-i di sebuah ruangan, Taehyung tengah berbicara dengan teman-temannya dengan sangat gembira.
Aura kebahagian dan rona merah terpancar dari wajah tampannya, kedua keluarga akan segera menjadi besan.
"Taehyung, jangan lupa traktir-an yang sudah di janjikan, jangan bohong," ujar Suga, setelah mempersembahkan sebuah lagu dengan memainkan pianonya, di temani penyanyi Eunha yang mendampingi nya
"Itu bisa di atur, setelah selesai ijab kabul kita akan segera pergi berlibur bersama," sahut Taehyung dengan sebuah kedipan mata yang memastikan
"Aku percaya padamu kalau sudah begini, apa kau sudah minum?" tanya Jin menghampiri
"Belum segelas dari tadi,"
Jin memberikan Taehyung segelas air putih.
"Buat dirimu rileks,"
"Masih gementar melebihi tadi malam,"
Acara ijab kabul pun di mulai, tubuh Taehyung bergetar tak tertahankan.
Ia mengambil salah satu tangan calon istrinya dan menggengam erat telapak tangan halus Yuju.
Mereka berdua saling bertatapan lalu tersenyum, akan tetapi. Senyum Yuju berbeda dari biasanya yang selalu Taehyung lihat, hingga ia bertanya pada kekasih nya itu.
"Ada apa Yuju?"
"Taehyung, maafkan aku!"
"Maaf untuk apa Yuju?" Taehyung mulai bertanya-tanya tentang ucapan gadis manis nya
"maaf untuk gagal nya pernikahan kalian berdua." suara itu berasal dari depan pintu
Semua orang tertuju pada sumber suara, termasuk Taehyung dan Yuju yang menundukkan wajah cantiknya.
"Jungkook." Taehyung langsung ke get melihat kedatangan adiknya, tanpa pemberitahuan
"Calon pengatin pria bukanlah Kim Taehyung, tapi Jeon Jungkook." Jungkook berjalan ke atas mimbar
"Jungkook, jangan bicara sembarangan. Ayah ... Ada apa ini?" Taehyung berdiri dari posisi duduknya, ia berjalan menghampiri langkah adiknya
"Jungkook, kenapa kamu menghalangi kakak mu untuk menikah. Cepat turun dan duduk bersama Ayah," ujar Ayahnya merelai
"Apa ayah tidak tahu, calon istri Taehyung ... Yuju. Dia tengah mengandung anakku, kenapa Ayah menikahkan dia. Aku yang salah, meninggalkan gadis itu sendirian waktu itu...." sebelum Jungkook mengatakan banyak hal lagi, Ibu tirinya menampar wajahnya
"Ucapan mu sudah melebihi batasnya, jangan bicara macam-macam yang tidak-tidak," ucap Kim Taehee
"Ibu tiriku yang baik, anakmu lebih tahu kehamilan calon istrinya itu. Dia telah menipu mu, maka dari itu aku datang untuk menghentikan kebohongannya sebelum terlambat." Jungkook berjalan melewati Taehyung, dan duduk di posisi kakaknya tadi
"Kau ... tidak peduli pada Yuju. Kau hanya ingin mempermainkannya, cepat pergi dari tempat itu. Aku hang akan bertanggung jawab, atas perbuatan mu,"
"Tidak kakakku, kau sudah banyak membantuku. Saatnya aku belajar dari kesalahanku, bertanggung jawab dan menjadi seorang pria dewasa yang sangat baik." Jungkook menunjukan senyum palsu di depan semua orang
Taehyung tidak menerima ucapan kebohongan Jungkook, walau kenyataan yang dia katakan adalah kebenaran.
Mereka berdua saling beradu komentar, pendapat terus di katakan sang kakak tapi sang adik tidak tinggal diam.
"Tanyakan pada calon istriku, apa dia bersedia menikah dengan mu?" Jungkook mengarahkan perhatian matanya, menatap tajam wajah gadis yang lugu tidak berdaya
"Katakan iya Yuju, aku tidak bisa membiarkan mu menderita lagi. Semua orang mendukung keputusan mu, tetaplah bersamaku," ucap Taehyung dengan hati tulusnya
__ADS_1
"Jangan mencoba memprovokasi perasaan sucinya, dia lebih memilihku di bandingkan dirimu." Jungkook tertawa kecil di dalam hatinya, ia yakin dengan keputusan yang akan segera ia dapatkan
Apakah Yuju akan menikah dengan Taehyung, ataukah menikah dengan Jungkook......