
Distance And Longing
◀◀◀◀Author pov
Typo yang perlu di maklumin!!!
Pertama aku belum benerin percakapan kayak dulu, hehehe agak males. Nanti tak bereskan ya!!!
Hari-hari dijalani Yuju bersama dengan Jungkook, mengurus bayi mereka bersama-sama.
Yuju seringkali berpikir kalau Jungkook akan berbuat jahat padanya, tetapi belakangan ini niat busuk tersebut tidak pernah terlihat dan terjadi.
Jungkook sangat memperhatikan Yuju, bahkan ia tidak diijinkan bekerja atau melakukan bersih-bersih di rumah.
Pria itu meminta Yuju hanya fokus pada anaknya, ia merasa iba bahkan khawatir pada kondisi Jungkook yang belum tentu dalam keadaan sehat.
Apakah keegoisan dalam diri pria itu telah musnah? Mungkinkah Jungkook sudah berubah. Yuju masih memikirkan hal itu, semakin ke sini keuangan menjadi topik masalah dalam keluarga kecil mereka.
Jungkook yang menjadi seorang pengangguran sudah tidak dapat lagi bekerja di perusahaan, karena keputusannya pada Ayahnya yang memberikan semua harta ia miliki.
Yuju di buat frustrasi akan kehidupan nya ke depan, Soobin masih memerlukan banyak kebutuhan juga makanan untuk mereka berdua.
Meminta pada kakaknya, Yuju tidak berani karena dia bukanlah tanggung jawab Seokjin lagi. Semua keinginan dan kebutuhan sudah menjadi tanggungjawab Jungkook, sebagai seorang suami.
"Aku tidak tahu harus bagaimana, Jungkook tidak mengijinkan ku pergi keluar. Bahkan mencari pekerjaan, dia sudah pasti menolak rencana itu," Yuju berpikir keras sambil berdiri di depan cermin, sembari menimang-nimang Soobin yang sedang ia tidurkan
Jungkook datang ke kamar setelah dia membuka pintu, dia pun masuk ke dalam mendekati Yuju yang sedang memperhatikan dirinya.
"Yuju, aku...." belum sempat dia berucap Yuju memintanya untuk duduk, Jungkook pun mengikuti perintah itu
Yuju memindahkan Soobin ke tangan Jungkook meminta suaminya untuk menidurkan putranya, ia pergi mengambil air yang tersedia di pojok ruangan ada dispenser.
Setelah terisi penuh Yuju berjalan mendekati Jungkook dan memberikan pria itu minum, keringat yang berceceran di sekitar wajah suaminya ia usap dengan lengan bajunya.
"Jungkook, aku ingin bicara tentang kita ke depannya,"
__ADS_1
"Bicara apa, kamu terlihat gugup mengatakan ucapan mu?" Jungkook menoleh ke samping, bertatapan dengan Yuju
"Permasalahan utama kita adalah Keuangan, uang yang kita miliki hanya sedikit. Aku tidak bisa menghemat lagi, Soobin sudah mulai makan. Bolehkah aku bekerja kembali, agar keuangan kita bisa stabil,"
Jungkook terdiam untuk beberapa saat, mengingat perkataan Yuju dan mendalami apa maksud istrinya. Tetapi, ia tidak bisa membiarkan Yuju di lirik oleh siapapun, ia menatap istrinya dalam.
"Tidak bisakah kamu percaya padaku, aku masih bisa bekerja dengan tenaga ku sendiri. Membiayai kebutuhan kita, apa kau bersikeras ingin keluar dari rumah,"
"Bukan begitu, kakak sedang membutuhkan seorang pelayan di cafe nya. Aku bisa membawa Soobin ke sana, dia tidak melarang,"
"Kamu ingin mencelakai anak kita, sudah biar aku saja yang bekerja di sana. Kamu tetap di rumah!!" tegas Jungkook sembari memindahkan Soobin ke tempat tidur nya
"Kalau itu keputusan mu, aku tidak akan memaksa, aku akan bilang pada kakak." Yuju beranjak dari pinggir ranjang, ia berniat pergi keluar kamar untuk memberitahu kakak nya
Ketika tangan nya akan menarik gagang pintu, Jungkook mendesak Yuju dari belakang tubuhnya. Pria itu menyudutkan posisi istrinya, hingga kening Yuju membentur papan pintu.
"Apa kamu mencoba kabur dariku!!" suara Jungkook terdengar seperti ancaman, Yuju sering diperlakukan kasar ketika pria itu kehilangan kendali atas kesadaran nya
"Tidak!! Aku hanya ingin pergi menemui kakak," jawab Yuju dengan gugup, karena getaran takut tak bisa ia tahan
Jungkook mendekatkan wajahnya di telinga Yuju dan mulai berbisik, "aku mencoba melindungi mu, menjaga keluarga kita agar tetap bersama. Tapi, yang kamu lakukan malah sebaliknya," Jungkook menghela napasnya, hingga udara yang ia keluarkan semakin membuat Yuju merinding ketakutan. "Aku mencintaimu, Yuju. Tidakkah kamu bisa mengerti itu!!!".
"Tidak heran Taehyung begitu menyukai mu, bahkan dia rela meninggalkan keluarganya hanya untuk mencintaimu. Tapi sayang nya, dia itu bodoh. Tidak pernah berpikir, kalau aku akan merebut apa yang tengah dia usahakan." Jungkook mengecup pipi Yuju satu bahkan sampai tiga kali
Kecanduan atau dia memang sengaja melakukan itu, untuk membuat istrinya tertarik berhubungan dengannya.
"Jungkook, sadarkan dirimu. Kamu itu seseorang yang lembut dan penuh perhatian, jangan berbuat seperti ini. Aku tidak akan pergi, aku berjanji!!!" Yuju berusaha memalingkan wajahnya, ketika Jungkook akan mencium bibir nya
Jungkook menarik dagu Yuju dan memegang sangat erat, agar dia tidak bisa lolos dari ciumannya. Kedua matanya menyorot menunjukan keganasan dalam gambaran penglihatannya, Jungkook meraih apa yang ia inginkan.
Menarik bibir Yuju dan mengemutnya menginginkan balasan dari istrinya dengan cara memukul paha Yuju sebagai kode darinya.
Terpaksa Yuju lakukan ia membalas ciuman dari Jungkook, lidah mereka saling beradu dan membuat perasaan memuaskan.
Jungkook melepaskan ciumannya dan menarik dirinya dari kedekatannya dengan tubuh Yuju, melepaskan pakaian atasnya mengajak istrinya ke tempat tidur.
__ADS_1
Yuju tidak akan menolak lagi, satu penolakan darinya 10 kali pembalasan kasar akan dilancarkan padanya.
Di atas ranjang berukuran 137x200cm, menjadi tempat pertengkaran keduanya untuk memadu kasih.
Jungkook menyandarkan kepalanya di atas dada Yuju, napas yang masih berbenturan dengan rasa letih mencoba dia kendalikan.
Air mata Yuju mengalir deras, dirinya tak sanggup menghadapi setiap keganasan tingkah laku Jungkook, sejak kedatangannya pria itu tidak berhenti membuat ia dalam penderitaan.
Kelembutan yang ia tunjukan hanya bersifat sementara, sedangkan kejahatan nya tiba-tiba muncul dan berangsur lama.
Nasihat dan peringatan darinya di anggap angin lalu oleh Jungkook, hanya perkataan darinya yang harus di patuhi dan dilaksanakan. Yuju sudah tidak kuat lagi bersama suaminya, tetapi tidak ada jalan lain selain bersama dengan dia.
Karena kekasihnya sudah pergi jauh, keegoisan ia pilih demi mewujudkan kedamaian di keluarga Jeon.
Dia berharap pengorbanan dan kesetiaan tidak akan pernah terbuang sia-sia, harapan masih menjadi cahaya terang hatinya yang sudah hampir padam.
Kesengsaraan yang ia jalani akan membuahkan kebahagiaan di akhir nanti, kebahagiaan yang ia nantikan akan terwujud dalam waktu yang tepat suatu hari.
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
Pagi harinya, Jungkook bersiap untuk mengikuti Jin ke cafe. Yuju telah menyiapkan semua keperluan suaminya di dalam tas hitam, membantu Jungkook menggendongnya di atas punggung.
Jungkook memberi hadiah kecupan di kening Yuju, ia hanya ingin istrinya di buat tersenyum dengan perlakuan manis darinya.
Yuju tersenyum walau kegetiran masih ia rasakan, melepas kerugian Jungkook adalah yang terbaik untuk nya saat ini.
Tapi, jika sore tiba kesedihan akan di mulai kembali. Jungkook pulang ke rumah adalah pertanda keburukan yang harus ia jalani, hanya diberi kesempatan menghirup udara ketenangan 12 jam saja.
Bersambung........
Maaf!!! Telat update!! 😂😂😂
Aku sibuk di dunia kerja, heheheh 😆😆 Thor masih suka ketawa ya. Padahal dari kemarin bahkan bukan kemarin, banyak readers yang minta di next part nya.
Saking lupa alur cerita, dan bagaimana lanjutannya. Susah mikirin ide buat nyambung ceritanya, jadilah part di atas. Semoga nggak mengecewakan, hati kalian ya🤗🤗🤗🤗.
__ADS_1
Kasih like ⭐ dong kemarin banyak yang baca tapi like dikit, komentar 💬 juga, karena aku paling suka dan semangat baca komentar kalian ders.
Thankyou!! 💗💓💞