Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number twenty three


__ADS_3

Distance And Longing


Typo dan galham masih berantakan, enjoy readers!


Yuju memutar-mutar kedua bola mata hitamnya ke kiri-kanan, gigi atas mengingit bibir bawah. Sehingga senyum memikirkan tentang kepastian benar adanya, lalu ia melirik Jungkook sekilas.


Jengkel melihat tingkah Jungkook yang tiba-tiba saja lembut, padahal badai belum datang padanya.


"Apa kau serius mengajakku pergi?" tanya Yuju memastikan sekali lagi agar tidak ada keraguan untuk mempercayai perkataan dia


"Selalu bertanya, apa susahnya mengatakan kata iya. Cepat bersiap, mandi yang bersih pakai pakaian yang rapi. Aku menunggumu di bawah." Jungkook menjauhkan dirinya, dengan jalan yang santai ia pergi ke luar kamar kedua tangannya menyusup ke dalam saku celana jeans yang ia kenakan


"Awas saja kalau dia mempermainkan ku, ku balas lebih sadis dari rencananya." Yuju buru-buru masuk ke kamar mandi, tak lupa ia mengunci ganda pintunya


Bibir Jungkook mengeluarkan suara siulan yang nyaring, kedua kakinya perlahan menuruni anak tangga.


Tak sengaja berpapasan dengan Taehyung, tidak ada siasat ataupun rencana jahat di pikirannya.


Ia bertanya pada sang Kakak.....


"Taehyung," panggil nya sambil menghentikan siulan nya


"Apa kau memanggilku?" Taehyung berbalik ke belakang, di tatapnya sang Adik yang tengah menatap balik dirinya


"Tidak memanggil itu refleks saja...." jawab Jungkook dengan sedikit keraguan membuatnya gagap


"Ohh." Taehyung melanjutkannya perjalanannya, Jungkook kembali mengejar tubuhnya


Karena merasakan risih ia mengehentikan langkahnya dan berbalik sontak kebelakang.


Tidak ada pertanyaan yang dia lontarkan, hanya memandang dengan rasa penasaran apa yang ingin adiknya lakukan terhadapnya.


"Apa kau yakin ingin pergi ke kantor?" Jungkook mulai mengutarakan apa yang ia pikirkan, diam-diam perasaannya mulai merasakan keseriusan


"Aku sudah mengatakan tadi malam, pergilah." Taehyung membalikkan tubuhnya dengan perasaan berat hati, merelakan kekasihnya pergi bersama adiknya


"Tiba-tiba dia berubah, apa rencana yang ku buat berhasil menjatuhkan dia... penderitaan nya apa sudah bereaksi," ucap Jungkook ia mulai berpikir keras, mengambil hikmah dari kejadian barusan


Yuju mengenakan pakain printed Drees bermotif bunga putih di donimasi bunga mawar merah.


Ia di arahkan masuk ke dalam mobil lamborghini balck-gold oleh sang penjaga, ia duduk di atas jok lalu menyandarkan punggungnya.


Tak di sangka, Jungkook sudah berada di dalam. Kedua tangan Laki-laki itu tengah memegang stir mobil juga mengalihkan pandangan matanya menatap Yuju secara kagum.


Yuju berdelik ke arah kaca luar, tak ingin menatap cara kotor Jungkook dengan tatapan yang sangat teliti mendasar lebih jelas lagi.


"Walau sedang hamil, kau tetap seksi," decak kagum Jungkook merasa pangling melihat dandanan Yuju pagi ini


"Diam! Cepat pergi ke tempat tujuan, aku ingin segera menyelesaikan perjalanan hari ini," sahut Yuju ketus tak ingin basa-basi dengan pria di samping nya


Ketika Jungkook mengangkat tubuhnya mendekati Yuju, gadis itu menjauhkan diri sampai terbentur ke pojok tempat duduknya.


Karena merasa tersudutkan Yuju mendorong tubuh Jungkook menjauh dari jarak dekat dengannya.


"Berani sekali lagi kau mendekatiku, liat saja nanti." Yuju mengepalkan jemari tangan kanannya, menunjukan ke wajah Jungkook mengingatkan kepada pria itu untuk tidak berani macam-macam padanya


"Pakai sabuk pengaman mencegah jantungmu copot," jelas Jungkook kecewa karena hasil yang tidak memuaskan terjadi, saat akan mengambil kesempatan dalam kesempitan


Yuju menarik sabuk dari sisi jok sebelah kiri melingkar sampai ke atas pinggulnya, lalu ia masukan sabuk itu ke dalam tempat yang seharusnya.


Jungkook menyalakan mesin mobil kerennya, roda empat mulai berputar dan berbelok menuju ke pintu gerbang.


Setelah beberapa menit lamborghini black-gold itu pergi, Taehyung baru keluar dari persembunyian nya di balik tiang tembok rumah yang berditi kokoh, menopang badan rumah.

__ADS_1


"Sayangnya, kamu tidak tahu... aku selalu mencemaskanmu, bagaimana pun takdir mencoba memisahkan kita. Tapi tidak dengan cinta yang kita miliki, walaupun banyak rintangan dan cobaan berusaha merobohkan hubungan kita, kita masih saling mencintai," gumam Taehyung ia melamun sesaat dalam renungan sejenak itu, ia mengambil pelajaran berharga bahwa ia tidak bisa terus menerus melindungi Yuju tanpa bantuan dari orang lain


Sepanjang masa perjalanan, Yuju di buat kesal dengan setelan musik rock yang di putar melalui tip. Di tambah bad mood nya semakin melunjak, tak kala musik itu terdengar sangat nyaring.


Yuju tidak bisa fokus ke depan ataupun tenang, padahal ia ingin tidur untuk menenangkan hatinya.


Yuju berulang kali mematikan tip tersebut, namun selalu gagal. Karena Jungkook menyalakan musiknya kembali, saling menekan tombol tip terjadi sampai suatu ketika tidak sengaja tangan mereka bersentuhan.


Mengakibatkan Yuju menatap Jungkook, sebaliknya Jungkook memperhatikan raut wajah cantik Yuju.


Yuju menarik tangannya dengan segera kontak mata yang nereka lakukan hanya sementara, ia duduk kembali dengan santai lalu mengetuk-ngetuk kaca mobil mengunakan jari jemari tangannya.


Jungkook kembali menyetir, sesekali ia menengok ke arah Yuju.


"Kau tahu mengapa aku menyalakan musik keras?" Jungkook memulai pembicaraan agar suasana tidak menjadi garing


"Tidak," jawab Yuju tidak peduli


"Aku tidak ingin kau tidur, setiap kali jalan bersamaku. Kau selalu menutup mata saat perjalanan, sesekali perhatikan aku. Bertanya atau berbicara apa saja, yang membuatku senang membawa mu," sungut Jungkook meluapkan alasan kenapa ia berbuat hal yang tidak di sukai Yuju


"Kita bukanlah pasangan, kenapa kau mengekang ku, dengan mengatur apa yang harus aku lakukan dan katakan. Aku hanya akan di buang setelah kekasihmu datang, jika kau memilih aku atau SinB. Aku tahu siapa yang kai pilih, lagipula di antara kita tidak ada cinta ataupun kasih sayang hanya ada kebencian dan dusta, itu yang kita pikirkan," balas Yuju dengan perasaannya, ia tidak mau di perminakan atau di manfaatkan karena dalam hatinya sudah tertulis nama Kim Taehyung sebagai kekasih hatinya


"Singkirkan Kim Taehyung dalam hidupmu, maka aku akan memilihmu," sahut Jungkook membalas perkataan Yuju


"Maaf, kamu saja tidak bisa menyingkirkan dia. Apalagi aku yang sangat mencintainya, lebih baik mati ataupun bunuh diri daripada menyakiti orang yang aku sayangi," ungkapan Yuju membuat lubang kekecewaan di dalam hati Jungkook semakin besar laki-laki itu sudah mau mengalah demi mempertahankan hubungan buruk menjadi lebih baik ke depannya


"Percuma bernegosiasi dengamu, kau tetap saja memilih Si Taehyung itu." Jungkook terlihat sangat marah, gurat kekesalan terpancar di wajahnya


Di sebuah mall, Jungkook membawa Yuju ke toko pakaian bayi. Dia meminta istrinya itu memilih pakaian yang sesuai dengan yang ia perintahkan, tetapi. Yuju menolak keras hal itu, ia menginginkan pakaian perempuan yang sangat manis dan lucu.


Jungkook tidak mengindahkan keinginan Yuju yang tidak masuk akal menurutnya, karena ia yakin bayi yang tengah dalam kandungan itu berjenis laki-laki.


Jadi harus membeli pakaian yang cocok untuk bayi laki-laki yang super kuat. Warna hitam dan putih menjadi warna dominan pakaian bayi mereka.


"Bayi nya pasti perempuan, harus warna yang feminim merah muda, biru atau kuning. Jangan mencerca ku, kau itu tidak punya hak banyak atas bayi yang aku kandung," tambah nya lagi


"Kau berhak apa atas bayi ini, aku yang memberikan benih di dalam rahim mu. Kenapa aku tidak berhak mengatur apa yang harusnya aku terapkan?" Jungkook membantah perkataan Yuju yang seakan memiliki hak lebih besar dari dirinya


"Aku mengandung nya, menjaganya memberi dia makan, kau... kau hanya bisa diam dan diam. Apa yang pernah kau lakukan hah?"


"Memberimu sebuah janin, jika tidak ada aku mana bisa kau hamil?"


"Ya tentu bisa, masih ada Taehyung. Kau bukan siapa-siapa?"


"Taehyung lagi, apa dia memberimu makan ataupun nafkah. Semua yang kau nikmati adalah hasil jerih payah ku. Kenapa kau tidak mengatakan hal manis itu padaku, mengapa harus aku selalu mengingatkan mu?" Jungkook menaruh kedua tangannya di sisi pinggang nya, memberi peringatan tanda bahaya pada Yuju


Mereka terus bertengkar mempermasalahkan soal pakaian, membuat si pelayan bertanya apa mereka berdua hanya akan bertengkar dan tidak jadi membeli pakaiannya.


"Kami akan membelinya," ucap kompak Jungkook dan Yuju


"Saya sarankan, Tuan dan Nona pilih warna pakaian yang bisa di pakai keduanya. Tidak masalah nanti yang lahir laki-laki ataupun perempuan, terpenting adalah siapa yang memakainya merasakan kenyamanan," saran si pelayan, terdengar baik dan bijaksana


"Kalau begitu, tolong pilihkan kami warna yang sesuai!" pinta Yuju, ia melirik ke arah Jungkook lalu menatap si pelayan tersebut


"Baik Nona, mohon anda tunggu sebentar." pelayan itu pergi dari hadapan mereka berdua


"Baru kali ini ada pembeli yang bertengkar karena masalah warna," gumam si pelayan sambil memilah pakaian


Setelah beberapa menit menunggu, pelayan itu memberikan pakaian lembut dan lucu juga menarik.


Di dominasi warna-warna netral yang tidak memihak ke laki-laki ataupun perempuan.


Jungkook membayar tagihan barangnya mengunakan ATM yang ia keluarkan dari dalam dompetnya.

__ADS_1


Setelah melakukan transaksi secara damai, keduanya keluar dari toko pakaian bayi.


"Apa lagi yang kurang?" tanya Jungkook tengah berdiri di samping Yuju, kedua tangannya menahan erat paper bag besar


"Tempat tidur, kereta bayi. Masih banyak lagi, apa uangmu cukup membeli semuanya sekarang?" Yuju mendongak wajahnya ke samping, di tatapnya Jungkook yang sedang menahan dirinya untuk tidak terlihat lemah


"Uang yang aku punya tidak akan habis sampai tujuh turunan, cepat belanja lagi. Keperluan harus tersedia agar waktunya tiba, kita tidak kewalahan," ujar Jungkook dengan semangat


"Ke sini." Yuju menunjuk ke sebelah kanan, mereka berdua mulai berjalan ke arah yang di tunjuk


Jungkook merasakan penderitaan di tindas oleh sang istri, Yuju yang berjalan santai dan tidak membawa apa-apa di tangannya. Sedangkan dirinya, harus menahan malu karena menjadi tontonan orang-orang yang di sekitar, terus memperhatikannya dengan barang bawaan yang sangat banyak.


Mereka ke toko peralatan bayi, membeli perlengkapan di sana. Di mulai dari tempat tidur, peralatan mandi, lemari bayi, kereta bayi, botol dot dan alat steril botol dll.


Setalah semua peralatan yang di perluapkan sudah terbeli, mereka keluar dari mall.


Menyewa jasa pengantar untuk membawa semua barang yang telah beli masuk ke dalam mobil, Jungkook masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Yuju.


Ia menjalankan mesin kemudian mulai mengendalikan stir lajunya kendaraan roda empatnya, Yuju mengucapkan terimakasih membuat penderitaan yang ia rasakan perlahan luntur karena ungkapan rasa dari istrinya.


"Sampai di rumah nanti, aku meminta balasan atas kerepotan yang kau buat untukku,"


"Semuanya juga demi bayimu, kenapa harus minta balasan,"


"Karena tidak semua yang kau inginkan di dapatkan dengan mudah, mengerti," ucap Jungkook sedikit menegaskan


"Ya baiklah," sahut Yuju pasrah


Lama perjalanan menuju rumah memakan waktu yang cukup lama, sekitar 1 jam lebih 10 menit mereka baru sampai.


Jungkook membawa satu paper bag kecil, barang bawaan yang lain ia serahkan pada para pelayan yang bertugas di rumahnya untuk di bawa ke dalam rumah.


Perlahan langkah kaki mereka terlihat sama dan searah, Jungkook dan Yuju mulai memasuki ruangan terdalam.


"Hahaha,"


Terdengar semakin jelas gelak tawa dari seorang wanita yang sedang berbincang di ruang santai, Jungkook merasakan kecurigaan sedangkan Yuju mencoba menahan rasa cemburu.


"Kamu ini bisa saja, Kak Taehyung," ucap wanita itu menahan tawa nya, tapi tetap saja ia tertawaa


Karena semakin mendekati ruang santai, terlihat jelas siapa yang tengah tertaw bersama wanita itu.


Taehyung bergurau di iringi tebaran senyuman menawannya, lirikan matanya menatap Yuju yang sedang terdiam di balik pintu.


Wanita itu berbalik kebelakang, ketika melihat Taehyung yang terdiam dan menurunkan senyumannya.


"Jungkook," ucap wanita itu refleks melihat ada Jungkook yang sedang berdiri tegap sambil menggengam tali paper bag


Jungkook menjatuhkan apa yang tengah ia pegang, dan syok memperhatikan dengan jelas sosok wanita itu.


Bersambung........


A/N:


Udah berapa lama aku tidak update, pasti sangat lama atau baru beberapa minggu saja.


Gimana cerita part kali ini, seru atau biasa aja.


Berikan komentar mu juga jangan lupa tekan like di sisi kiri, untuk menghargai karya Author.


Udah baca semua komentar kalian di part. Kemarin, makasih banyak atas dukungan dan rasa suka di tambah minta baca cerita ini.


Thanks...😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2