
Distance And Longing
◀◀◀◀Author pov
Typo yang perlu di maklumin!!!
Jungkook langsung duduk bersama SinB, mereka pun memulai pembicaraan.
Hangat namun sangat terasa menyesakkan, karena topik yang di bahas membuat luka pada hati Jungkook yang tersakiti tidak di anggap ada oleh Yuju.
Istrinya terus memuji Taehyung, bukan hanya sandiwara belaka melainkan penusukan tajam bagi dirinya.
Yuju memberi isyarat pada ucapan nya yang lembut, bahwa Jungkook tidak pernah singgah di hatinya melainkan Taehyung. Pria yang ia cintai sejak dulu, tak ada ketertarikan nya mencintai seorang Jeon Jungkook.
Begitu menyelekit sekaligus menseleding posisi Jungk0ook yang tidak berati ada di ruangan tamu tersebut.
Sedang berada dalam puncak gelombang pembicaraan, terdengar suara bayi menangis.
Yuju segera pergi tanpa mengatakan permisi, jiwa seorang Ibu terpanggil oleh sanubari nya.
"Bayinya terbangun, padahal baru beberapa menit tertidur." Taehyung tersenyum mencoba menenangkan suasana
"Taehyung, dimana kamar mandi?" tiba-tiba saja Jungkook angkat suara yang tadinya diam dan terus menyimak
"Kau mau apa?" tanya Taehyung menaruh curiga, sebab rasa percaya tak lagi mempunyai kekuatan untuk meyakinkan perasaan gelisah nya
"Kau mau ikut, sekalian dengan ku. Aku ingin buang air, apa SinB juga perlu ikut dengan kita?" sudut bibir Jungkook naik ke atas, senyuman picik tergugat jelas
"Apa-apaan kalian ini, sudah Jungkook pergi saja kalau kamu ingin ke kamar mandi. Kak Taehyung tolong katakan padanya, dimana kamar mandi berada!" SinB menggeleng kepala tidak sanggup lagi menahan tawa, menurutnya Jungkook sedang bergurau dengannya
Tetapi sebaliknya, SinB tidak mengetahui itu bukanlah gurauan yang bisa di buat candaan dan menimbulkan tawa, melainkan ancaman yang sedang Jungkook lancarkan.
Taehyung memberitahu Jungkook dimana tempat kamar mandi terletak, dengan cepat langkah Jungkook pergi dari ruang tamu masuk lebih dalam ke ruangan lain.
Bukannya pergi ke dapur yang kamar mandinya berada di pintu sebelah, dia malah masuk ke ruangan dalam setelah melewati ruang santai.
Tepatnya di kamar Yuju berada, ia langsung menutup pintu dan mengunci ganda.
Sontak saja Yuju terkejut dan menengok ke arah pintu, matanya membulat memperhatikan Jungkook di depan matanya.
Jungkook berjalan menghampiri Yuju dengan sedikit hentakkan kedua kakinya sengaja membuat suara keras menakuti istrinya.
Yuju menyudahi pemberian asi pada bayinya, walau bayinya masih menginginkan air susu Ibunya.
Bayi itu terus menagis dan tidak berhenti menggerakan kedua kaki dan tangan.
"Apa yang kau lakukan, cepat berikan dia asi!!" Jungkook langsung marah, tangannya bertindak kasar menarik kain atas yang menutupi tubuh Yuju
Sreeeettttttt
"Kau tidak sopan sekali Jungkook." Yuju berusaha menutupi bagian tubuhnya yang terbuka karena lainnya sobek di tarik tangan Jungkook
"Kenapa kau berhenti menyusui bayi kita, apa karena aku ada maka nya kau mengabaikan tugas mu." Jungkook mengambil bayi nya dari pangkuan paha Yuju
Dia berusaha menimang-nimang agar tangisan bayinya tidak terlalu keras dan mereda, Yuju tidak terima dengan perilaku Jungkook yang suka semena-mena padanya.
"Apa hak mu merebut bayiku." secara terpaksa Yuju melepaskan tangan yang menyilang dari tubuh atasnya untuk mengambil kembali bayinya, ia pergi berjalan ke arah jendela.
Sembari berusaha kembali memberi air susu pada bayinya, Yuju bersembunyi di balik tirai jendela kamarnya.
__ADS_1
"Pulanglah bersamaku Yuju, aku akan katakan pada SinB kalau kamu adalah istriku. Kita jalani keluarga kecil dengan bahagia, aku memohon padamu!!!"
Kedua langkah kaki Jungkook mencoba mendekati istrinya kembali, entah benar atau tidak ia mengambil keputusan ini.
Ia siap kehilangan SinB demi mendapatkan perhatian dan cinta Yuju, karena perasaan nya telah berubah sekarang.
"Aku tidak bisa, aku mencintai Taehyung. SinB sangat mencintaimu, kau yang merubah segalanya Jungkook. Kau membuatku tidak bisa bersama kekasihku, mengapa kau lakukan ini!!!" tetesan jernih air mengalir deras di kedua mata Yuju
Jungkook menghadap ke arah Yuju yang menyamping posisi tubuhnya, ia menghela napas panjang memperlancar ucapan tekad sudah ia bulatkan.
"Aku sadar... aku jatuh cinta padamu, kau tidak boleh bersama dengan Taehyung. Dia lebih buruk dari ku, aku yang terbaik untukmu!!!"
Plak!!!!!
satu tamparan keras mengejutkan Jungkook, bekas telapak tangan Yuju memerahkan wajah tampan nya.
"Tutup mulut mu, Jungkook. Tidakkah kau berpikir baik-baik sebelum mengatakan itu, kau lah yang terburuk. Kau juga tidak pantas jadi swornah Ayah, aku takkan membiarkan bayimu mengakui keberadaan mu." Yuju berjalan melewati Jungkook pergi menjauh dari suaminya
Jungkook dengan sangat cepat menggerakan tubuhnya berlari mengejar Yuju, di tangkap nya tubuh istrinya lalu di peluk erat dari belakang.
"Aku mohon Yuju, pertahankan pernikahan kita. Aku rela meniggalkan segalanya, asal kita bersama. Aku akan memberikan posisi pewaris utama pada Taehyung, harta yang aku miliki akan atas namanya. Tetaplah bersamaku, aku meminta padamu," bujuk Jungkook dengan kepasrahan, dia sudah tidak dapat melakukan apa-apa lagi selain memohon pada istrinya
"Apapun yang kau tinggalkan demi aku, aku takkan berubah. Pergilah, lepaskan aku dan sadarlah. Di dunia ini hanya Taehyung yang aku inginkan, cepat pergi!!!" Yuju berusaha melangkahkan kakinya walau terus tertahan karena lilitan tangan Jungkook yang semakin keras, mengikat tubuhnya
Tok.... Tok.... Tok.......
Seseorang mengetuk pintu, Yuju semakin takut akan seseorang yang berdiri di balik pintu kamarnya.
entah SinB atau Taehyung, dia berharap bisa lolos dari cengkraman Jungkook.
"Pergilah!!! Aku mohon!!!" teriak Yuju histeris
"Taehyung," lirih Yuju
"Baiklah, Yuju akan ku dapatkan kamu kembali, dengan caraku." perlahan Jungkook melepaskan jeratan tangannya, kemudian membalikkan tubuh Yuju menghadap nya
"Sayang, maafkan aku!!! Aku takkan mengulangi kekerasan lagi padamu, jaga bayi kita aku akan menjemput mu lain waktu." bibir Jungkook mulai membentuk senyuman, tak lama kemudian ia memberikan kecupan lembut di bibir Yuju
Setelah itu segera pergi keluar lewat jendela kamar, Yuju masih syok dengan perlakuan manis Jungkook yang mengakhiri tingkah kekerasan nya.
♥*♡∞:。.。✧༺♥༻✧。.。:∞♡*♥
Beberapa menit kemudian setelah Yuju mengganti pakaiannya, membuang baju yang robek tadi ke luar.
Dia membuka pintu, Taehyung langsung saja memberikan pelukan.
Cemas memikirkan apa yang terjadi pada Yuju di dalam kamar, dia terus berkata-kata mengeluarkan keresahan hatinya.
"Siapa yang datang Yuju, kenapa kamu berteriak sangat keras. Aku tidak bisa diam, apa Jungkook yang menerobos masuk ke kamar?" Taehyung mengeratkan tangannya, menekan tubuh Yuju karena rasa takut berlebihan
"Iya, tapi dia sudah pergi. SinB tidak curiga bukan, aku takut dia tahu." Yuju menggerakan tangannya mengelus punggung Taehyung untuk menenangkan perasaan kekasihnya
"SinB harus tahu yang sebenarnya, aku takut dia menyalahkan mu atas tindakan Jungkook yang kurang ajar. Apa aku harus cerita mengenai masalah ini juga bayi Jungkook, atau aku diam saja,"
"Aku yang akan bicara nanti, kamu tenangkan diri saja agar kita pergi ke sana tidak ada kecurigaan yang terlihat oleh SinB." Yuju menutup matanya perlahan, menghembuskan napas kelegaan
Sekembalinya Taehyung dan Yuju ke ruang tamu, mereka tidak melihat SinB ataupun Jungkook duduk di sofa.
Ruangan tampak kosong dan sepi tanpa bunyi-bunyian yang membisingkan, Yuju bertanya pada Taehyung kemana perginya SinB.
__ADS_1
"Aku tahu Yuju, sudahlah jangan di pikirkan mungkin Jungkook memaksa dia pergi. Lebih baik kita masuk ke dalam, menemani bayi kita." Taehyung menarik lengan Yuju, mengikuti langkah kakinya menuju kamar
Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu.................
Jungkook tengah duduk di ruang kerja pribadi Ayahnya, dia menatap secarik kertas rinciannya mengenai perceraian pernikahannya.
Ayahnya memaksa Jungkook untuk menandatangani surat tersebut, dia menolak dengan keras dan melontarkan kata-kata kasar.
Ayahnya tersinggung dan memukul wajah Jungkook, pukulan keras yang ia terima di wajah sebelah kiri membuat bibirnya terluka dan berdarah.
"Kau tidak tahu di untung Jungkook!!! Apa yang kau inginkan dari kakak mu, dia itu sangat baik. Tidak meminta sepeserpun saham yang Ayah miliki, menyerahkan bagiannya padamu. Lalu... Apa yang kau lakukan padanya, kau malah menghianati kepercayaan kakakmu...."
"Kau menghamili kekasihnya, menghancurkan pernikahan kakak mu dan sekarang kau ingin menghapus cahaya harapan kakakmu juga, dasar anak yang tidak berguna." Tuan Jeon sudah mengangkat tangan bersiap memukul putra keduanya, tetapi ada perasaan yang janggal hingga niat itu tertahan
"Pukulah aku Ayah, seribu pukulan takkan merubah keputusan ku...." ujar Jungkook ia mendongak wajahnya perlahan ke atas, menatap Ayahnya
"Aku berikan semua kekayaan yang aku miliki untuknya, asalkan dia tidak merebut istriku. Dia tidak boleh menghancurkan keluargaku, aku mencintai Yuju... Sangat mencintainya...." satu pukulan di Terima Jungkook di pipi sebelahnya, hingga wajahnya membengkak berwarna ungu
"Kau memang anak yang tidak tahu diri, sudah tidak punya Ibu tidak tahu diri juga. Tidak ada didikan yang kau tunjukan atas pencapaian pendidikan yang kau kerjakan. Aku bisa mengabaikan keluarga Hwang, tetapi tidak dengan kebahagiaan kakak mu. Dari dulu kau selalu nomor satu, mendapat perhatian ku... Jungkook!!!"
"Sekarang giliran kakakmu, aku akan mewujudkan keinginannya bersama dengan wanita yang dia cintai, terserah kau mau berbuat apa. Tetapi, ayah tidak akan pernah mendukung langkah bodoh mu." Ayah Jungkook menggebrak meja dengan hentakkan tangan keras, kemudian pergi dari ruangan pribadinya
"Aku memang tidak punya Ibu, tapi tidak akan ku biarkan anakku tidak mempunyai ayah." kedua tangan Jungkook mengepal keras sehingga darah terkumpul di dalam kepalan tangan nya
。・:*:・゚★,。・:*:・゚☆❃.✮:▹ ◃:✮.❃
Yuju baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan dirinya, dari keringat karena tadi sore sibuk memasak di dapur.
Ketika ia sedang mengeringkan rambutnya, entah kenapa ia melirik tempat tidur bayi.
Ada sesuatu yang ia resahkan, mematikan hairdryer berjalan mendekati ranjang kecil.
"Soobin, sayang," panggil Yuju
Sorot matanyamerendah dan terkejutnya, bayinya tidak berada di atas ranjang.
"Soobin!!!" jerit tangis Yuju, tubuhnya langsung terasa lemas otot nya pun kaku hingga tak kuat menahan kekuatan untuk berdiri, dan terjatuh
"Tidak!!! Siapa yang mengambil bayiku!!!" teriak Yuju tak berdaya
Teriakan Yuju terdengar sampai ke kamar kakaknya, Jin segera datang.
"Yuju, apa yang terjadi?" Jin menghampiri adiknya, membangunkan tubuh lemas Yuju, mencoba menatap kekosongan pikiran adiknya
"Kakak," isak Yuju
"Iya, kenapa kamu menangis?" tanya Jin tidak mengerti
"Bayiku, dia tidak ada di tempat tidurnya...."
"Apa?!" matanya embelalak terbuka, tidak percaya dan mengapa itu bisa terjadi
Padahal baru saja ia selesai mengecek keadaan perkarangan rumah, tidak ada seorang pun yang berkeliaran di sekitar halaman.
"Kakak tidak melihat seorang pun masuk ke rumah kita, Yuju," ungkap Jin masih berpikir keras mengingat-ingat bayangan dalam ingatan
"Aku mohon kak!!! temukan bayiku, aku tidak bisa tenang!!!" Yuju menangis keras air mata semakin bertambah membanjiri wajah cantiknya
Bersambung...........
__ADS_1