Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
Number Thirty four


__ADS_3

Distance And Longing


◀◀◀◀Author pov


Typo yang perlu di maklumin!!!


Taehyung berjalan mendekati pasangan suami tersebut, menatap Yuju penuh dengan keprihatinan yang ia tunjukan.


Yuju segera membangkitkan tubuhnya, berlari ke arah Taehyung dan memeluk erat tubuh sang kekasih.


Taehyung mengelus rambut belakang Yuju menutup kedua matanya perlahan, meresapi kerinduan yang saling terhubung.


Jungkook langsung berdiri, perasaan marah melihat tingkah Yuju pada kakaknya. Tentu saja ia ingin menghentikan kemesraan itu, tetapi ia harus bersabar demi mendapatkan perhatian istrinya kelak. Karena rencana baru saja di mulai, dia tersenyum licik tak kala mengingat tentang jadwal kepergian Taehyung ke luar negeri.


Yuju melepaskan pelukan setelah lama ia mendekap pria yang terkasih nya, kini matanya mengarah ke atas melihat dengan jelas wajah Taehyung.


"Apa kamu menyerah pada cinta kita?" telapak tangan Yuju menangkup sisi kanan pelipis Taehyung


Jari tangan Taehyung menyentuh tangan Yuju yang menempel di wajahnya, ia tersenyum sekuat mungkin dari rasa sakit dan sedihnya.


"Jungkook! Aku mohon pengertian mu, biarkan kami berdua bicara sebentar saja!" Taehyung masih memandangi Yuju, perintah darinya langsung di tanggapi Jungkook dengan mengijinkan mereka saling bicara


"Baiklah, aku beri waktu kalian 10 menit tidak lebih dari itu." Jungkook melangkah pergi menjauh menuju pintu keluar, mewujudkan permintaan kakaknya


"Aku senang kamu mulai akrab dengan Jungkook... Yuju." Taehyung menarik tangan Yuju dari wajahnya menurunkan ke bawah menggenggam erat


"Apa yang tadi kamu lihat tidak terlihat baik Taehyung, kami hanya tertawa sedikit saja. Candaan yang di buat tidak begitu menghibur, aku mencoba sebisa mungkin tidak terlalu terbawa suasana," dalih Yuju yang tidak bisa terlepas dari perasaan cintanya


"Aku bahagia karena kamu masih mencintaiku, tapi... Aku merasa sedih jika kamu berusaha melupakan ku...."


"Tidak kak Taehyung, aku tidak bisa melupakanmu. Aku hanya mencintaimu dan sampai kapanpun selalu begitu, percayalah!!!"


"Kalau begitu, kamu yang harus melupakan ku." seketika perkataan Taehyung menyakiti kepercayaan Yuju, dia langsung menarik tangannya dari dalam genggaman


"Melupakan kakak bagaimana? Apa kakak pergi meninggalkan ku,"


Taehyung menganggukan kepala, mengakui pertanyaan itu.


"Kakak jahat, mengapa kakak lakukan ini padaku. Kakak tidak mencintaiku lagi, apa kakak telah menghianati cinta kita." Yuju memukul-mukul dada Taehyung, meluapkan kekesalan dan kekecewaan yang mulai mendalam


"Aku tidak sanggup berdiam diri Yuju, aku... tidak bisa melihatmu bersama Jungkook. Setiap hari bahkan setiap detiknya, membayangkan saja sudah membuatku gila karena menderita,"


"Kalau begitu, ayoo kita pergi meninggalkan segalanya. Hidup bersama tanpa beban dan pengorbanan, hanya kita berdua,"


"Maafkan aku Yuju, aku ke sini ingin berpamitan dengan mu. Semoga kamu bahagia bersama dengan Jungkook, jangan menagis untukku lagi." Taehyung menghapus tetesan air mata yang mulai deras keluar dari mata Yuju


"Sebesar inikah cinta kakak padaku, janji kakak juga daftar yang kita buat apa hanya jadi bahan perencanaan saja. Apa kakak tidak ingin mewujudkan nya, masih belum terlambat untuk memperbaiki ke semula," Yuju masih memohon dengan penuh harap pada kekasihnya agar mempertahankan hubungan mereka


"Jungkook mencintaimu, jika dia sudah memilih jalannya dia tidak akan berpindah dan akan terus melanjutkan tujuannya. Dia takkan mengalah pada kita, Yuju. Aku yang akan menjadi kenangan mu, kebersamaan kita hanya menjadi pengalaman mulai sekarang." Taehyung menarik kedua tangannya, ia tak bisa lagi menghapus banjir-an air mata yang terus mengalir


"Kuatkan hatimu, mungkin kita tak di takdirkan bersama dalam kehidupan ini. Tetapi, kehidupan yang akan datang kita pasti bersama." Taehyung memutar badannya membelakangi Yuju, semakin terasa sesak dadanya saat harus bertindak acuh pada kekasihnya


"Selamat tinggal." Taehyung bergegas melarikan diri dari hadapan Yuna, menjauh dari kekasih yang sudah lama menjadi pemilik hatinya sampai detik ini


"Kak Taehyung!!" isak Yuju sangat keras, belum rela dan menerima tentang kepergian Taehyung yang begitu tiba-tiba di beritahukan


Yuju terus menangis kehancuran hubungan nya yang bertahun-tahun terjaga dengan baik, hari ini di putuskan begitu saja.


Sakit yang bukan lagi menjadi penyakit mematikan, Yuju merasa telah meninggal dan tak merasakan kehidupan masih ia rasakan.


Jungkook masuk ke dalam mencoba menunjukan empatinya, tetapi tidak di tanggapi Yuju. Dia malah mengabaikan suaminya, yang terus berkata-kata seakan menasihati nya untuk melupakan semuanya tentang Taehyung.


Sudah satu minggu berlalu dari sejak perpisahan itu, Taehyung terus gagal berangkat karena keyakinan tidak mendukung kepergian nya.


Setalah lama berpikir, Taehyung akhirnya sadar bahwa ia tidak bisa mengalahkan keegoisan cinta yang menginginkan kebahagiaan bersama Yuju.


Pada akhirnya, ia menyerah dan keluar dari rumah berkeinginan mengatakan perasaan cintanya pada Yuju. Mengungkapkan kekeliruan dirinya, mengenai hubungan mereka yang harus di putuskan sepihak.


Di waktu yang bersamaan, Yuju melarikan diri dari rumah mendengar pembatalan Taehyung yang tidak jadi pergi ke luar negeri.


Dalam hatinya masih kuat tertanam kepercayaan bahwa Taehyung sangat mencintainya, dalam perjalanan Yuju terus berdoa semoga hubungannya dan Taehyung semakin membaik dan terselesaikan dengan cepat kesalahpahaman mereka.


Yuju sampai di depan rumah keluarga Jeon, kakinya yang terluka akibat pelarian tanpa memperhatikan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Yuju, ada apa kamu kemari nak?" tanya si Ayah mertua yang baru saja keluar dari ruang kerjanya, bergegas menghampiri sang menantu


"Ayah!!!" wajah panik Yuju langsung tergambar jelas, pipinya yang bergetar juga hidung yang memerah menahan perasaan rapuh


"Duduklah dulu, lalu katakan apa yang membuatmu sampai ke sini." Si Ayah menuntun Yuju untuk duduk di sofa, setelah duduk ia mempersilahkan menantunya untuk mengakatakan tujuannya


"Ayah, kak Taehyung... Dia dimana sekarang?"


"Taehyung... Dia berada di kamarnya, mau Ayah panggilkan!" jawab si Ayah


"Iya, ayah." Yuju menganggukkan kepala dengan cepat


"Tunggu sebentar." Si Ayah kemudian pergi ke arah tangga, menuju kamar putra pertamanya


Di saat Yuju tengah menunggu kedatangan si Ayah dan putranya, lbur mertua datang menghampirinya.


Seakan tahu tujuan menantunya, Taeyeon langsung memarahi Yuju. Bahkan tidak memberi kesempatan pada istri Jungkook untuk menjelaskan apa maksud dari kedatangannya, ia berkata.


"Tolong jauhi putraku!!! Dia sudah menderita sangat lama, mengapa kamu kembali lagi ke sini untuk memintanya bersama dengan mu lagi. Lepaskan Taehyung, Yuju. Dia sudah mengalami banyak hal buruk dalam hidupnya, berikan kesempatan untuk dia bahagia,"


"Apa maksud ibu?" tanya Yuju yang terkejut mendengar perkataan ibu mertuanya


"Apa kamu tidak puas melihat Taehyung yang terpuruk setiap harinya, melihat kamu bersama dengan adiknya. Dia terus memendam perasaan sedih, dan tidak mau menata masa depannya,"


"Aku mengerti maksud dari Ibu, tapi aku tidak bisa meninggalkan Taehyung. Aku sangat mencintanya, aku kemari untuk meluruskan kesalahpahaman kami," ujar Yuju


"Tidak!!! Aku tidak mau melihat putraku menahan sakit hati, hentikan Yuju. Pergilah, Ibu mohon padamu. Tinggalkan Taehyung, biarkan dia tersenyum tanpa mu. Jauhilah dia, Ibu meminta padamu!!!" Taeyeon hampir membungkukkan badannya di hadapan Yuju karena tak tega melihat kejadian memilukan itu, dengan segera Yuju membangunkan tubuhnya untuk berdiri kembali


"Kamu sudah menyandang status seorang Ibu, apakah kamu tidak bisa mengerti keresahan hati ku. Setiap kali Taehyung mengurung diri, hati ku hancur,"


"Ibu aku mengerti, anda menginginkan kebahagiaan putranya, tapi aku tidak bisa melupakan Taehyung. Dia adalah tujuan hidupku, aku ingin hidup bersamanya," Yuju terus menjelaskan perasaan nya pada Ibu Taehyung


"Seorang Ibu melakukan yang terbaik demi putranya, kamu juga harus mengerti Yuju. Tidak selamanya, Taehyung akan mencintaimu. Dia pasti menyukai wanita lain, jika kamu mau meninggalkan nya,"


"Apa maksud ibu?" Yuju tercengang mendengar pernyataan dari mertuanya


"Aku memintamu menjauhinya dan tidak berbicara sama sekali padanya, hingga dia merasakan sakit dan putus asa. Kemudian dia akan meminta untuk segera pergi jauh dari kota ini, dengan begitu dia bisa berusaha melupakan mu," jelas Taeyeon mengatakan rencananya


"Kepercayaan ku hancur ketika kau mengandung anak Jungkook, seharusnya kau memiliki bayi dari Taehyung. Hah... Aku sudah tidak bisa lagi percaya pada wanita sepertimu, pergilah... Pergi menjauh dari Taehyung agar dia bisa bahagia." Taeyeon langsung terjatuh di atas sofa, lemas keadaan tubuhnya menangani suasana kacau


Yuju memutar tubuhnya perlahan membelakangi Taeyeon, kekecewaan terhadap pernyataan ibu mertuanya membuat luka dan rasa sakit hati di hatinya.


Ia bergegas berlari meninggalkan rumah besar tersebut, Taeyeon terlihat tersenyum senang telah membodohi menantunya.


Dia menelepon seseorang dan mengatakan rencananya berlangsung sukses, menyerahkan langkah selanjutnya pada si penerima telepon.


"Baiklah, ..., aku serahkan...., ..., semuanya. Padamu. ...., ." sambungan interaktif itu diputuskan


"Tidak apa Taehyung akan kecewa seumur hidupnya, dia akan bahagia dengan harta yang saat ini di miliki nya," gumam Taeyeon perasaanya sedang bahagia


Tiba-tiba ada si suami baru saja turun dari tangga menghampiri dirinya, mengatakan Taehyung tidak berada di kamar dan bertanya padanya dimana putranya.


"Apa kau melihat Taehyung?"


"Tidak." jawab Taeyeon sambil menggelengkan kepala


"Dimana dia?" ayah mertua tak menemukan menantunya duduk di sekitar ruang tamu


"Pergi, dia begitu sedih dan memutuskan keluar pergi ke rumahnya," ujar Taeyeon tenang


"Hah... Jungkook memang tidak bisa diandalkan, istrinya sampai menangis. Aku merasa pusing setiap kali memikirkan pernikahan mereka, yang semakin hari semakin berantakan." si Ayah pun duduk dengan wajahnya yang gelisah memikirkan nasib kedua putranya


Jungkook menggengam ponsel di tangannya, ia tersenyum memandangi langit yang gelap kelabu dan hanya ada taburan bintang yang menemani kesendirian bulan.


"Ibu yang gila kekuasaan juga putranya yang bodoh mementingkan dirinya sendiri, kalian berdua memang sama saja. Tapi... Sudahlah, yang terpenting Yuju bisa menjauh dari Taehyung." Jungkook pergi meninggalkan jendela yang terbuka, ia bergegas keluar karena di sana ia memulai aktingnya sebagai adik yang ikut terluka hatinya


Setibanya di ruang tamu, Taehyung tengah bercerita pada Seokjin. Dia pun duduk mendengarkan curahan hati kakak nya, walau merasa di abaikan dan tak di anggap dia tetap bertahan di tempatnya.


Tiba-tiba pintu terbuka lebar karena Yuju mendorong papan nya, ia pun berjalan lemas masuk ke dalam.


Kedatangannya membuat semua orang terkejut dan langsung membuat mereka bangun dari tempat duduk, dia berjalan mendekati mereka bertiga.


Taehyung hendak menghampiri Yuju, tetapi kekasihnya itu tidak menyambut kehadirannya, dia malah melewati dan berjalan ke arah Jungkook.

__ADS_1


"Yuju," Taehyung menelan saliva kekecewaan


"Jungkook." kedua tangan Yuju langsung melingkar di pinggang suaminya dan menyandarkan kepalanya di bidang datar Jungkook


"Kamu darimana saja, mengapa baru pulang?" Jungkook mengelus rambut Yuju, kesan kelembutan ia perlakukan dengan baik pada istrinya


"Aku tersesat di jalan tadi, aku ingin istirahat sekarang. Bisakah kamu menggendong ku, bawa aku ke kamar!" Yuju mendongak wajahnya ke atas menatap Jungkook


Tatapan Yuju pada adiknya, tidak di senangi Taehyung. Pria itu berusaha tegar, dan memenangkan perasaan dalam ketegaran jiwanya.


"Yuju, Taehyung datang ke sini untuk...." Seokjin berusaha menjelaskan pada adiknya, tetapi Yuju langsung memotong ucapan darinya


"Aku sudah tahu kak, aku tidak ingin berpisah dari Jungkook dan tidak memilih Taehyung. Aku ingin hidup bersama suamiku, dialah pria yang aku cintai saat ini." Yuju mempererat pelukannya


"Apa?!" Seokjin kaget mendengar pernyataan cinta Yuju yang tiba-tiba saja berubah


"Maaf kak Taehyung, sebaiknya kamu pulang. Sudah terlalu malam untuk bicara, aku tidak mau tetangga bergosip nanti jika kamu terus di sini. Menjaga kehormatan itu penting, daripada kepentingan diri sendiri," ujar Yuju memalingkan pandangannya dan hanya fokus melihat wajah suaminya


"Tapi Yuju, bagaimana dengan hubungan kita. Apa kamu tidak memikirkan perasaanku, aku kemari untuk mengajak mu pergi bersama ku?!"


"Lupakan saja hubungan kita kak, aku sudah bersuami sekarang dan telah menjadi seorang Ibu. Aku tidak mau kalau kamu jadi perusak ruang tangga ku, kita sudah tidak memiliki ikatan lagi," tak tega Yuju mengatakan kata-kata menyakitkan itu pada Taehyung, tetapi harus bagaimana lagi ia harus mengatakan itu agar kekasihnya tak lagi mengingat dirinya


"Yuju... Kamu kenapa? Lihatlah aku!!" Taehyung berjalan mendekati Yuju


"Lihatlah kenyataan kak, kita tak mungkin lagi bersama." Yuju menarik kedua tangannya tak lagi memeluk erat pinggang suaminya


"Aku ingin istirahat, tidak ada lagi yang harus aku perjelas padamu, kak. Jungkook, bawa aku ke kamar. Kakiku sakit, tak kuat melangkah!!" Yuju menarik lengan baju panjang yang di kenakan suaminya


Jungkook hanya menganggukkan kepala dan mulai mengangkat tubuh Yuju.


Yuju mengalungkan kedua tangannya melingkari leher Jungkook dan pura-pura tertidur.


Jungkook berjalan ke arah kamar membawa tubuh Yuju, Taehyung hanya bisa pasrah menerima keadaan buruknya.


Cinta suci nya telah meninggalkan dirinya, kini ia pergi melangkah keluar tanpa memiliki tujuan.


Seokjin berusaha menenangkan perasaan Taehyung yang hancur karena adiknya, tetapi hal itu percuma pria itu sama sekali tidak menanggapi kata-kata yang ia ujarkan.


Seokjin hanya bisa mengantarkan kepergian Taehyung sampai depan pintu, kini pria tanpa tujuan itu menggagalkan seluruh rencana hidup bahagia nya.


Kekecewaan dan penyesalan yang terlambat datang di hatinya, rusak pemikiran jernihnya tak lagi ada harapan yang timbul di jiwanya.


Mengapa semua keburukan harus terjadi pada kisah cintanya, apakah tidak ada kebaikan dan takdir yang baik memihak padanya.


Kenapa selalu Jungkook yang memenangkan semua kebahagiaan, pengalaman indah bersama Yuju hanya menjadi kenangan manis dalam hidupnya.


"Tidaklah Yuju memikirkan hal itu baik-baik, Kata-kata yang dia ucapkan begitu menyakitkan seakan dia tidak menginginkan ku dalam hidupnya." Taehyung memukul keras barang pohon yang tinggi menjulang di depannya


Luka yang mulai terlihat di sekitar punggung tangannya terabaikan kesehatan nya, dia tidak merasa sakit saat darah mulai keluar dari tangannya.


"Yuju!!!" teriak Taehyung dalam kesedihan yang tak bisa tertahan


Di dalam kamar, Yuju di baringkan perlahan ke atas tempat tidur.


Jungkook hendak pergi, tetapi Yuju menahan lengannya hingga dia menatap kembali istrinya.


Yuju mulai bangun dan duduk, dia meminta Jungkook untuk ikut duduk juga bersamanya.


"Apa tindakan ku benar?" Kekhawatiran Yuju, mengingat keputusannya terhadap hubungannya dengan Taehyung memunculkan sesal di hatinya


"Sayang." kedua tangan Jungkook menangkup wajah istrinya, mengelus perlahan pipi Yuju


"Aku yang akan menjaga mu dan bayi kita tidak usah di pikirkan tentang Taehyung, dia hanya masa lalu mu. Dia penghalang kebahagiaan kita, perusak rumah tangga. Mulai sekarang tataplah wajah suami mu, lupakan Taehyung. Berpegangan tangan denganku, kita jalani hari-hari sebagai suami istri yang baik, mengerti." Jungkook mengukir senyum manis di wajahnya, menarik kepercayaan Yuju padanya


"Apa aku bisa percaya pada kata-kata mu?" Yuju kembali memberikan pelukan pada Jungkook


"Iya, kamu bisa mempercayakan hatimu padaku." Jungkook menyambut hangat dekapan tubuh Yuju, membalas setiap kehangatan yang ia terima dengan mengelus lembut punggung istrinya


Dalam hati Jungkook terus bersorak memenangkan permainan cerdiknya, mengalahkan keteguhan kakaknya dan memiliki Yuju seutuhnya.


"Taehyung, rasakanlah kesendirian mu sekarang. Kesengsaraan tengah menantimu di depan, penderitaan sedang kamu jalani," Jungkook tertawa puas dalam jiwanya


Bersambung................

__ADS_1


__ADS_2