Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number sixteen


__ADS_3

Distance And Logging


Author pov ⏪⏪⏪⏪


Jam dingding menunjukan pukul 07:56, Yuju membaringkan tubuhnya setelah melakukan aktivitas yang menyenangkan.


Dia merasa senang karena tidak ada Jungkook di sisinya, ia merasa bebas melakukan apapun sesuka hatinya.


Ketika kedua matanya terpejam, suara langkah kaki terdengar jelas.


Yuju mengabaikan suara berisik itu, ia fokus menuju alam mimpi.


Tapi semakin di hiraukan, terdengar jelas langkah kaki itu mendekat ke arahnya.


Gebrakan suara pintu, membuat Yuju kaget dan terbangun dari rasa kantuk nya.


Jungkook langsung menghampiri Yuju yang akan bangun dari posisi tidurnya, laki-laki itu mencengkram dagunya kuat.


"Kau... Berani sekali bermain kebohongan denganku, hahh... tidak kah kau berpikir, aku lebih pintar darimu?" ucap Jungkook dengan nada tingginya


"Apa maksud mu, kebohongan apa yang telah aku lakukan,"


"Jangan mengelak, kau pergi dengan Taehyung. Kau tidak ke rumah sakit!"


"Kau terlambat datang, aku menelpon Taehyung untuk memintanya mengantarku pulang. Bukalah tas ku, di sana terdapat keterangan surat dari dokter,"


Jungkook mendorong tubuh Yuju, ia beranjak dari tempat tidur dan mengambil tas Yuju yang tergantung di atas paku.


Ia mengeluarkan semua barang yang ada di dalamnya, kemudian membuka sebuah amplop putih dan membaca isi di dalam kertas yang berlipat-lipat.


Seusai membaca semua tulisan di dalam lembar kertas itu, Jungkook membuangnya ke tempat sampah dan kembali menghampiri Yuju yang sedang duduk di pinggir ranjang.


Jungkook menjatuhkan tubuh Yuju lalu menindih setengah tubuhnya, ia mencekal kedua pergelangan tangan gadis itu di kedua sisi telinga nya.


"Jangan pernah mencoba mengkhianati ku, kau yang berniat melakukan itu... tanggung sendiri akibatnya," tegas Jungkook dengan ancaman yang tidak main-main


"Kau mengancamku atau melarangku, aku tidak akan peduli, kau sendiri mengkhianati cinta SinB dengan menikahiku. Kau seorang pecundang, yang banyak mengatakan tapi tidak pernah kau laksanakan,"


"Beraninya kau berbicara lantang padaku, aku tidak segan membunuhmu." Jungkook memperlihatkat wajahnya yang menyeramkan, tapi respon Yuju tetap sama tidak gentar


"Bunuh saja, waktu itu juga... aku pernah bilang padamu, bunuh aku." Yuju tersenyum seringai


"Kau tidak akan bisa menghancurkan Taehyung, ataupun menyiksanya. Cinta dan hatiku, tetaplah miliknya, walau kamu memiliki jiwa ku. Tapi jangan harap memiliki kedua itu," balas Yuju secara kasar, Jungkook menjadi tidak sabar menghadapi sikap gadis itu yang mulai angkuh


"Bodoh, kau wanita bodoh yang berpikir Taehyung sekarang bahagia, dia tengah menderita hanya dia tidak menunjukan itu, ia lemah dan pura-pura kuat di depan mu,"


"Hah... bohong sekali ucapan mu, jelas-jelas... Kami bermain mata di belakang mu...."


"Diam kau!" ucap Jungkook dengan nada tinggi


Saat Jungkook akan mengambil ciuman dari Yuju, pintu yang kamar yang terbuka sangat lebar itu di ketuk seseorang.


Jungkook mengangkat kepalanya, dan bertanya siapa?


"Ayah memanggil mu, ke ruangannya,"  ucap seseorang di tengah jalan masuk


"Taehyung," gumam Yuju


Jungkook mendengar gumam-an Yuju, ia langsung menoleh ke samping dan melihat sosok Taehyung yang sedang berdiri memperhatikan.


"Cepat pergi, Ayah sedang menunggu kehadiranmu!" Taehyung tersenyum kepada kekasihnya, yang dari tadi terlihat bahagia menatap dirinya

__ADS_1


Jungkook pun berdiri, ia berjalan menghampiri kakaknya.


"Kau ikut juga bukan?" tanya Jungkook berada di samping kakaknya


"Tentu saja, Ayah ingin berbicara pada kita berdua." Taehyung masih terpana dengan tatapan yang memabukkan nya, menarik perhatian kedua matanya pada Yuju


Jungkook menelisir tatapan kakaknya, ia berbalik dan melihat ke arah Yuju.


"Cepat, kau harus pergi dari sini. Jangan menatap wanita yang sudah bersuami, itu tidak baik." Jungkook menyenggol bahu Taehyung dengan keras, sehingga laki-laki itu mengalihkan pusat pandangan matanya


"Tapi dia kekasih ku, larangan apa yang tidak bisa aku langgar. Demi dia, aku rela di hukum." Taehyung tersenyum manis sekilas pada kekasihnya, memberi salam perpisahan dengan hangat


Jungkook kehilangan kesabaran nya, ia mengeluarkan Taehyung dari kamarnya dan menutup pintu.


"Ayoo cepat, aku ingin segera menyelesaikan pembicaraan dengan Ayah." Jungkook menarik lengan jaket Taehyung, ia berjalan dengan tergesa-gesa menyeret kakaknya menjauhi kamarnya


"Kau sangat terburu-buru, jangan sampai menyesal dengan ucapan Ayah yang akan ia sampaikan nanti," Taehyung memperingati Jungkook, sambil mengatur langkah kakinya mengikuti langkah adiknya


Jungkook mengacuhkan peringatan Taehyung, sesampainya mereka di dalam ruangan pribadi sang Ayah.


Mereka di suruh duduk dengan ketegangan pikiran.


Mereka berdua tidak di perbolehkan berbicara atau mencela ucapan si Ayah, sebelum di beri perintah untuk angkat suara.


"Jungkook," panggil si Ayah


"Iya, Ayah," jawab Jungkook dengan penuh rasa santun nya


"Belakangan ini, kau banyak mengabaikan pekerjaan mu, tugas mu kau lalaikan. Taehyung sudah memberi keringanan padamu, dia membantu mengerjakan pekerjaan mu di kantor. selama kau pergi ke paris," Ayah menghela napas sejenak, demi memperlancar ucapan yang masih berlanjut


"Jadi ayah menyarankan pada Taehyung untuk menjaga istrimu, agar kau tetap fokus pada pekerjaan mu...." ucapan sang Ayah langsung di cela Jungkook, dia menolak dan tidak menyetujui saran dari sang Ayah


"Tidak Jungkook, ayah sudah memutuskan tentang hal ini. Ayah sudah memikirkannya baik-baik, keputusan ayah tidak bisa di ganggu gugat. Jika kau mau memilih silahkan, kau mau ke kantor, atau tetap di rumah." si Ayah pergi dari tempat duduknya, ia tidak ingin berdebat lebih jauh lagi dengan kedua putranya


"Taehyung, ini adalah rencanamu untuk menjauhkan ku dari kekasihmu itu kan." Jungkook mulai bermain kasar, ia memukul wajah Taehyung


"Kau kira, aku akan diam saja... melihatmu mempermainkan perasaan tulus kami." Taehyung membalas pukulan Jungkook, dengan memukul balik di wajah adiknya


Mereka berdua saling mencengkram kuat kedua sisi pakaian, lalu beradu tatapan yang mencengangkan.


"Yuju adalah milik ku, kau tahu itu. Keluarga SinB tidak akan diam saja, melihat calon menantu mereka menikahi gadis lain. Jungkook! Ingat ini baik-baik!" Taehyung menghela napas sejenak kemudian melanjutkan ucapannya


"Kau tidak bisa memiliki Yuju, karena kau akan memilih SinB di dalam hidupmu. Aku sarankan, mulai sekarang lepaskan dia, atau aku yang merebutnya darimu." Taehyung melepaskan cengraman terhadap pakaian Jungkook dengan kasar, perlahan remasan tangan adiknya melemah


"Suatu hari nanti, SinB akan datang padamu meminta mu kembali padanya. Sebelum itu terjadi, aku pastikan Yuju sudah ku dapatkan dari tangan mu." Taehyung berjalan menuju arah pintu, setelah bertengkar hebat ia pergi meninggalkan ruangan pribadi ayahnya


Jungkook tersungkur mendengar kata-kata dari Taehyung, ucapan kakaknya mulai merasuki pikirannya.


Dia tidak bisa lagi bertindak, dalam waktu dekat SinB akan pulang dari perjalanannya mengejar pendidikan.


Tiba-tiba saja Jungkook tertawa terbahak-bahak, wajahnya berubah mengerikan.


"Masih 2 tahun lagi, bukan hal yang sulit bagiku menghancurkan kalian berdua." Jungkook berdiri, dalam perjalanan menuju kamarnya ia masih tetap tertawa senang


Di kamar Taehyung, Yuju tengah mengobati luka memar di wajah kekasihnya.


Tangannya yang halus mengoleskan salep di atas pipi sang Taehyung.


"Yuju, jaga dirimu. Belakangan ini, aku akan sibuk. Selain pergi ke kampus, aku juga harus mengurus perusahaan walau sebagai karyawan magang,"


"Wahh... itu langkah yang bagus dalam karier mu, kita harus di posisi bawah dulu baru naik ke atas. Supaya kita tahu, bagaimana rasanya berjuang dan menikmati hasil kerja keras sendiri." balas Yuju sambil tersenyum penuh

__ADS_1


"Terimakasih untuk semangatnya, tapi aku juga punya banyak waktu menemani keseharianmu. Walau nanti, agak terlambat datang." Taehyung tersenyum semringah sambil menatap Yuju, yang sedang memperhatikan luka di wajahnya


Hantaman tubuh Yuju memeluk erat tubuh kekasihnya, dekapan yang menyesakkan membuat Taehyung bahagia.


Ia bisa merasakan kerinduan juga cinta yang besar, di tunjukan padanya lewah sebuah pelukan.


"Biarkan aku tersakiti, asalkan kamu merasa baik-baik saja. Itu sudah cukup membayar penderitaan, yang aku alami,"


"Yuju, jangan bicara seperti itu. Kita sedang di uji, bukan berarti kita harus menyerah tanpa melakukan pengorbanan." Taehyung mengelus rambut panjang Yuju, memberikan sentuhan lembut dari kasih sayangnya


"Aku ingin tidur di sini, aku merasakan kenyamanan dalam pelukan hangat ini." Yuju menutup kedua matanya, memperdalam rasa bahagia yang tengah ia rasakan


.....,...,.....,...,.....,...,.....,...,.,...,.,.,.,.,..,


......,....,.,.,..,.,.,.,.,.,..,.,.,.,.,..,.,.,.,.,.,..


Jungkook sendirian di dalam kamarnya, ia telah melakukan komunikasi dengan SinB, beberapa menit lalu.


Sekarang dia menjadi kesepian, padahal tadi dia sangat senang dan gembira. Bahkan, ketika berbicara di telpon wajah tersenyum bahagia.


"SinB, adalah kekasihmu. Dia adalah cinta sejatimu, mengapa kamu ingin merebut cintaku, Jungkook!" teriakan suara Taehyung, masih bergema di telinga Jungkook membuat dirinya membanting ponselnya ke pintu


Yuju membuka pintu, ia melangkah masuk ke dalam hampir saja ia menginjak ponsel Jungkook, kemudian ia mengambilnya.


"Apa kau tidak membutuhkan ponsel, sehingga kau menyimpannya di sembarang tempat." Yuju berjalan ke arah tempat tidur, ia melempar ponsel itu ke samping tubuh Jungkook


"Sudah berapa jam kau meninggalkan kamar ku, apa kau lupa bahwa ini adalah kamar mu juga." Jungkook mengambil ponselnya, ia menyimpan ponselnya di dekat lampu hias


"Kamarku, tidak ada di sini. Jangan so baik padaku, aku tidak butuh kebaikan mu." Yuju membelokkan langkah kakinya, menuju ke tempat mandi


"Apa aku salah berbuat baik padamu, katakan padaku. Mana yang kau sukai dariku, kekerasan malah membuat mu semakin membenci ku, lalu kebaikan membuatmu semakin marah padaku. Kau ingin aku melakukan apa?" Jungkook menyampingkan tubuhnya, untuk bisa melihat Yuju lebih jelas lagi


"Pergi dariku, jangan temui aku lagi. Itu saja." Yuju menarik kenop pintu, ia berjalan masuk ke dalam kamar mandi


Satu jam telah berlalu, Yuju bersiap untuk tidur. Tapi Jungkook selalu membuat ia dalam keadaan susah.


"Aku ingin tidur, bisakah kamu tidak menganggu waktu istirahat ku." Yuju menoleh ke samping, menghadapi Jungkook yang tengah memperhatikan nya


"Aku terluka, bisakah kamu mengobati ku?" Jungkook menyentuh bagian wajah nya yang terdapat luka memar


"Obati saja sendiri, pelayan banyak atau pengawal kuat mu itu." Yuju memalingkan wajahnya, ia kembalikan tubuhnya, membelakangi Jungkook


"Kau juga mengobati luka Taehyung, kenapa tidak mau mengobati luka ku?"


"Kau yang memukuli dia, aku wajib menyembuhkannya...."


"Apa karena dia kekasihmu, luka yang ku dapat karena Taehyung. Lagi pula kau juga istriku, apa bedanya?"


Yuju menyibakkan selimut, lalu berbalik menatap Jungkook dengan tatapan tidak peduli.


"Mau bagaimana lagi, kau selalu mengandalkan istri dan istri. Gelar ini, tidak ingin ku dapat,"


"Aku tidak memarahimu, walau aku tahu kau pergi ke kamar Taehyung untuk mengobati lukanya?"


"Kenapa tidak kau lakukan itu, ayo marahi, pukul, atau suruh aku menyakiti diri sendiri." pergelangan tangan Yuju di raih oleh tangan kanan Jungkook


"Jangan membuatku marah, cepat ambilkan kotak obat." Jungkook menghempaskan lengan Yuju, dengan kasar ia menyandarkan kepalanya di punggung ranjang


Yuju mengikuti perintah dari Jungkook, walau hatinya tidak bisa menerima perlakuan kasar lelaki itu.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2