Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number Twelve


__ADS_3

Typo di mana-mana!!!


Distance And Longing


Author pov ⏩⏩⏩


Yuju menatap Taehyung sekilas mata, pemandangan matanya memperhatikan raut wajah Jungkook.


Flash Black..............


Yuju di tinggalkan sendiri di kamarnya, setelah ia bercanda bersama dengan kedua temannya.


"Taehyung, kenapa hatiku merasa tidak enak padahal hari ini adalah hari pernikahan kami,"


"Eunha dan kak Sowon terus menggoda ku, mungkin karena hal itu aku merasa begini." saat Yuju melihat dirinya di dalam cermin, ia melihat sesosok laki-laki yang berdiri di belakangnya sontak ia berbalik melihat kebelakang


"Kau cantik sekali, istriku." dia mendekati tempat Yuju


"Kenapa kamu ke sini, cepat pergi." Yuju berusaha lari dari ruangan pengatin, tapi ketakutan semakin menekan kuat batin nya


"Menikah denganmu, masih di tanya lagi. Apa kau rindu padaku, hm. Jangan bilang, kau tersiksa tanpa aku." seseorang itu menarik salah satu lengan Yuju dan mencekramnya sangat kuat


"Lepaskan aku, aku tidak ingin menganggu mu. Aku benci padamu!"


"Membenci calon Ayah dari anak kita, aku tahu kau sedang mengandung anak ku. Taehyung, tidak akan berani menyentuh mu, sebelum ada ikatan di antara kalian. Lagi pula, kamu selalu berada dalam pengawasanku. Yuju," ucap seseorang menekan perasaan resah Yuju


"Diam kau, kau tidak berhak memanggil namaku seperti itu! Aku peringatkan, cepat pergi atau aku berteriak!" ancam Yuju, agar laki-laki itu pergi dari hadapannya


"Tidak sayang, kita akan pergi bersama sesudah ikatan resmi di antara kita. Coba kau lihat." seseorang itu menarik lengan yang ia cengkeram kebelakang tubuh Yuju, gadis itu merasakan sakit di pergelangan tangannya


"Ayoo kita berjalan mendekat ke depan jendela itu." seseorang itu memaksakan langkah kaki Yuju, mereka berdua berjalan dan sampai di depan jendela kamar yang terbuka


"Itu adalah para pengawal setia yang bersenjata, apa kau tahu artinya," seseorang itu berbisik di telinga Yuju


Yuju memalingkan wajahnya, ia tidak ingin tahu apa yang terjadi di sekitar halaman rumah.


"Mereka siap menebak Taehyung, kapanpun di perintahkan!"


Yuju langsung menoleh ke belakang, ia tercengang mendengar perkataan busuk laki-laki itu.


"Jika kau ingin Taehyung selamat, maka menikahlah denganku. Syarat mudah, tidak perlu mengeluarkan tenaga," sarannya


"Kau bodoh, untuk apa menikahiku hah. SinB, jauh lebih baik dan paling terbaik di dunia ini. Mengapa kau masih menginginkan wanita seperti ku, yang tidak bisa membuatmu senang?"


"Aku ini pintar, memang tindakan yang aku lakukan adalah kebodohan terbesar sepanjang hidupku. Alasannya cukup mudah, aku tidak ingin melihat dia bahagia. Aku menginginkan penderitaannya setiap detik, bahkan sampai ia meminta kematiannya padaku...."


"Tidak aku sangka sebelumnya, Taehyung terlalu baik membiarkanmu dalam kasih sayangnya, dia selalu menginginkan kebaikan terjadi padamu, tapi kau ... malah menginginkan keburukkan menimpanya," desis Yuju kesal, ia masih berusaha melepaskan dirinya dari seseorang itu

__ADS_1


"Taehyung terus yang kau panggil haaah! Jungkook sebutlah namaku. Aku akan memberimu ampunan, setiap kali kau menyebut namaku!" bentak Jungkook dengan suara kasar


"Ancam saja kalau begitu, aku tidak akan menuruti apa yang kamu katakan. Cinta kami sudah sampai di ujung kebahagian, kami pasti akan bersama walau kamu mengacaukan semuanya," Yuju tidak mau kalah bicara dengan Jungkook yang selalu mengancam dirinya


"Bukan hanya Taehyung yang mati, Ayahnya, Ibunya, kakak mu, dan semua orang yang kau sayangi akan kehilangan nyawa berharga mereka. Apa kau yakin, menolak perintahku ini!" Jungkook melepaskan cengkeraman tangan Yuju, dia membiarkan gadis itu bebas bernapas setelah mendengar deru napas yang memburu


Yuju terpaku membisu hatinya hancur, pikirannya tidak bisa memikirkan apapun.


"Bukan hanya sekejar ucapan yang tidak di laksanakan, ancaman ku nyata adanya. Pernikahanmu akan menjadi lautan darah, orang-orang yang aku benci. Pikirkan baik-baik, menikah atau kuburan massal yang terjadi!" Jungkook berjalan keluar dari kamar pengantin


Flash Black Off.........


Waktunya memutuskan, siapa tang akan menjadi suaminya. Yuju tertegun setelah itu ia menghela napas panjang, dan mengatakan.


"Taehyung,"


Taehyung terlihat tersenyum bahagia, Jungkook merasa kecewa dan kesal.


"Maaf! Biarkan Jungkook menikahi ku!" ucapan awal Yuju memanggil nama Taehyung, membuat hati kekasihnya bahagia, tapi perkataan berikutnya membuat ia kecewa


"Yuju, kamu akan menderita bersamanya dia tidak tulus padamu," ungkapan Taehyung, tidak di gubris Yuju


Pernikahan pun segera di mulai, Taehyung yang tidak bisa menerima keputusan Yuju terus bertindak dan berusaha mengacaukan ijab kabul yang sedang terjadi.


Namun, Jungkook sudah memberi perintah pada para pengawalnya untuk menahan Taehyung dan membawanya jauh dari tempat terjadinya ijab.


"Maaf! Aku tidak bisa berbuat banyak, Taehyung. Aku takut ancaman yang adik tirimu katakan terjadi, pada adikku. Aku sudah berjanji pada Ayah dan Ibu, untuk menjaga Yuju. Ini adalah keputusan yang aku sesali seumur hidupku," batin Jin, ia menutup kedua matanya menahan air mata agar tidak menangis


"Taehyung, kekasih hatiku. Aku sangat mencintaimu, maaf telah menyakiti perasaanmu. Demi melihat mu, aku tidak bisa bersama denganmu. Cintaku tidak akan berubah, tidak ada laki-laki lain yang lebih aku cintai, daripada kamu," Yuju menangis terisak-isak, ketika ucapan kata sah yang semua orang katakan


"Yuju!" teriak sang kekasih yang telah di hianati cintanya, ia terduduk dalam ketidak keberdayaan dan merasakan seluruh nadinya terhenti


Kematian atau hukuman, Taehyung tengah mengalami sekarat di ujung kehidupan manisnya.


Ibunya dan para pengawal setia yang selalu mematuhi perintahnya, membawa tubuh Taehyung memasuki kamarnya.


Taehyung tidak sadarkan diri dan langsung di tangani dokter yang di panggil dalam sambungan telpon sepuluh menit setelah kejadian naas itu.


Benar pernikahan di laksanakan di rumah keluarga besar Taehyung, hari bahagianya telah di renggut darinya.


Adik yang tidak puas menyiksa kakaknya dan membuat kembali luka dalam yang baru, bagi diri Taehyung yang begitu lemah.


Tidak ada aktivitas lagi yang di lakukan di rumah mewah itu, semua para undangan yang hadir merasa tertipu dengan sandiwara keluarga JeonKim.


Anak tertua yang namanya tercatat di kartu undangan pernikahan, menjadikan adiknya sebagai suami calon istrinya.


Yuju tengah mengucapkan salam perpisahan pada kakaknya, bersamaan dengan itu Eunha dan Suga merasa kecewa atas keputusan di buat Yuju.

__ADS_1


Jin selaku kakaknya, membela adiknya dengan meminta waktu untuk menjelaskan semuanya.


Mereka berdua pergi dalam perasaan kesal nya, Yuju merasa sangat sedih ketika sahabatnya pergi meninggalkan dirinya.


"Yuju, tidak ada yang menyalahkan mu. Mereka tidak paham saja sekarang, apa yang tengah terjadi. Mungkin besok, mereka akan kembali ke sisi mu." Sowon mengelus punggung Yuju, mereka pun berpelukan


"Kakak, pergilah. Aku tidak ingin melihat kakak bersedih terus, jika berada di sini hatimu akan semakin terluka, perasaan egoisku akan menghukum ku di sini," ujar Yuju, kehidupan manisnya berakhir tergantikan oleh kepahitan yang akan segera di mulai


Sowon melepaskan pelukan eratnya, ia membiarkan Jin memeluk adiknya untuk terakhir kalinya.


"Jaga dirimu, datanglah ke rumah jika kamu merasa rindu atau jangan kata rindu saja yang menjadi alasan kepulangan mu. Tapi, kamu takut menyakiti hati kakak mu ini." Jin mengelus-elus punggung adiknya


Momen haru itu langsung di rusak Jungkook yang datang sambil bertepuk tangan, dia berdiri di samping tubuh Yuju.


Kakak dan adik saling melepaskan pelukan hangat mereka secara terpaksa.


"Sudahlah kakak ipar, aku menghormati waktu senggang mu dengan mengucapkan salam perpisahan dengan adikmu, yang mengesankan ini. Hatiku tersentuh, untuk segera mengusirmu keluar!" Jungkook menyeringai kan senyum palsunya


"Kau sudah berjanji padaku, kau tidak akan berbuat macam-macam pada adikku!" Jin memperingatkan Jungkook tentang janji yang telah di ucapkan sebelum pernikahan mereka terjadi


"Kau tenang saja kakak ipar, tidak usah khawatir. Janji tetaplah janji, tapi ... itu bisa di langgar bukan,"


"Kau ini!" Jin kehilangan kondisi normalnya, amarah mulai terpancing keluar karena kata-kata Jungkook


"Penjaga, cepat bawa kedua orang ini pergi ke tempat mereka berasal. Pastikan mereka selamat sampai tujuan." Jungkook menarik Yuju masuk ke dalam ruangan rumah menuju kamar mereka yang telah di siapkan para pelayan


Jin dan Sowon di paksa keluar, dan mereka di bawa pergi dengan mobil yang di jaga keamanan perjalanan nya.


"Kau bawa kemana kakak ku?" tanya Yuju sembari melepaskan lengannya daoe genggaman Jungkook


"Ke rumah nya lah, kau tenang saja. Mereka juga bagian keluarga ku, aku tidak menyakiti mereka," jawab Jungkook dia terus menarik Yuju sampai mereka berdua menaiki anak tangga


"Dasar ********, kau berbuat seenaknya dengan kekuasaan yang kamu punya, kau salah besar mengunakan kekuatan yang tidak berasal dari dirimu sendiri," cerca Yuju, membangkitkan amarah Jungkook


"Kekuatan ku mutlak, kau tidak bisa mengatai ku dengan ucapan kotor mu itu." Jungkook mendorong tubuh Yuju, ke papan pintu setelah mereka sampai di depan kamarnya


"Sampai kapanpun kamu tidak akan pernah aku anggap sebagai suamiku, aku mengutuk mu kau tidak akan mendapat kebahagian...." tamparan keras di terima Yuju, di sisi pipi kirinya Jungkook telah memainkan kelakuan kasarnya


"Tampar aku lagi, aku belum puas mengatai mu!" wajah Yuju memerah panas, gadis itu amarah nya mulai meluap-luap


"Pelayan!" teriak tegas Jungkook


"Siap tuan." para pelayan berjejer di hadapan Jungkook


"Mandikan dia, dandani dengan sangat cantik dan menarik, setelah itu. Bawa dia ke kamar ku." Jungkook mendorong tubuh Yuju, menjauh dari depan kamarnya


"Aku tidak mau melayaninya, lepaskan tanganku." kedua tangan Yuju di gandeng dua pelayan dan membawa paksa Yuju pergi dari depan kamar tuan muda Jeon

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2