
Typo!!!
Distance And Longing
Author pov
Sarapan tengah terlaksana, acara di pagi hari yang rutin di lakukan.
Terkadang sibuk tidak membicarakan apapun hingga membuat sebuah topik hangat, ke dalan pembicaraan istimewa.
Ibu mertua sendiri tadi terus memperhatikan kening menantu dari anak tirinya, yang tak lain adalah Yuju.
Yuju merasa tatapan mertuanya cukup mengganggu kenyamanan nya, lantas ia menunduk berpura-pura fokus menikmati sarapan.
"Ada apa menantu, tidak biasanya kamu makan tergesa-gesa seperti itu?" tanya Ibu Taehyung kedua tangannya menyimpan sendok juga pisau di atas piring, menghentikan kegiatan makan
"Tidak-tidak!!! uhuk...uhuk...." Yuju malah tersedak saat dirinya akan mengatakan apa yang ia ingin sampaikan
Taehyung yang duduk di sampingnya memberikan perhatian pada kekasihnya, walau rasa marah masih menyelimuti pikirannya.
Tapi rasa kasih yang ia miliki menuntunnya, untuk melupakan sesaat kemarahannya.
"Minum Yuju!" di genggam nya segelas air putih di tangan kanan Taehyung, ia masih menunggu Yuju mengambil gelas dari tangannya
Yuju menoleh tatapan harapan yang terus bertanya-tanya apa benar, amarah kekasihnya telah pudar atau hanya samar untuk sementara waktu kebaikan nya.
"Jangan di lihat terus minum, atau kamu akan cegukan nanti." Taehyung menaruh gelas di tangannya di sebelah lengan kiri Yuju
Yuju sedikit merasa kecewa terhadap perilaku Taehyung yang cepat berubah, ia tidak jadi mengambil gelas yang di berikan kekasihnya.
Melainkan mengambil gelas milik suaminya, Jungkook pun terlihat senang.
"Perlahan namun pasti, Yuju dan Taehyung akan terpisah untuk selamanya," batin Jungkook yang tertawa keras melihat kerenggangan hubungan mereka
"Semalam kening mu terbentur apa sayang?" tanya Ibu Taehyung yang peka terhadap apa yang ia lihat dan langsung menerkannya sebagai kecelakaan
"Ahh ini." Yuju menyentuh kening nya, ia pun mengingat kejadian semalam
Luka memar yang ia dapat di atas kening di sebabkan beradunya kening miliknya dengan kening suaminya, saat mereka tengah melakukan ciuman bibir.
Jungkook tertawa lepas, ia tidak bisa menahan tawanya keluar.
"Kak Jungkook, kau kenapa? pagi-pagi udah jadi orang gila aja." Umji menggeleng heran
"Tidak apa-apa di balik luka yang di dapat kakak iparmu, kisah romantis penyebabnya." Jungkook berdiri dari atas kursi, menaruh telapak tangan kanannya mengelus pucuk rambut Yuju
__ADS_1
"Aku pergi ke kantor jaga dirimu." setelah itu Jungkook mengambil tas kerja nya di tangan pelayan, melangkah pergi dengan kebebasan rasa senang
"Walau dia sangat kasar, sisi lembut menutupi kesalahan fatal yang ia buat," celetuk bapak mertua, membuat kekesalan Taehyung bertambah
"Aku menunggu mu di mobil, jika kau ingin pergi ke kampus." Taehyung menyudahi sarapan paginya, sisa makanan di atas piringnya masih utuh belum tersentuh tangan nya
Kelaparan yang ia derita tergantikan oleh nafsu emosi yang meronta-ronta menguasai jiwa nya, pikirannya beku dalam amarah api yang berkobar-kobar.
Yuju menyelesaikan sarapannya dengan sangat lahap, cara makan nya yang terburu-buru membuat keluarga yang masih setia di ruang makan di buat terhibur oleh tingkah lucunya.
Yuju hanya bisa tersenyum menahan rasa malu di dadanya, sambil terus mencoba menyesuaikan cara makan dengan baik.
Sementara di luar, ketika Jungkook membuka pintu mobil miliknya.
Taehyung menarik bahunya dengan kasar, kemudian mendorong tubuhnya hingga terhimpit dan merasakan kesempitan.
Kedua cengkeraman tangan Taehyung memegang kuat kedua kerah kemeja yang ia kenakan.
Tatapan mata merah menyala fire, membuat Jungkook terdiam untuk mengetahui apa yang akan di lakukan kakak tirinya padanya.
"Jangan pernah berniat mengambil Yuju dariku, kau takkan mampu mencintai nya. Takkan bisa, tidak pernah terjadi dalam hidupmu. Pikiranmu hanya SinB, dia ada di hatimu. Jangan gantikan sosok gadis yang kau cintai dengan Yuju, kau mengerti!" gertak Taehyung membuat sebuah ungakapan pengertian juga kesadaran pada adiknya
"Jika aku tertarik pada kekasihmu bagaimana?" sudut bibir Jungkook terangkat ke atas, kelicikan di sertai tipu muslihat untuk mengelabui perasaan kacau kakaknya
Satu kepalan tangan yang di pukulkan Taehyung pada wajah Jungkook, keluar darah dari dalam bibir adiknya itu.
"Kau salah memilih umpan, aku tahu kau yang memblokir jaringan telpon SinB membuat kebohongan di antara kalian berdua saat pernikahan ku dan Yuju akan berlangsung. Kau juga mengancam Yuju dan kakaknya agar menyetujui pernikahan mu, cik!!" Taehyung membuang air lidahnya ke samping
"Semua yang aku katakan ada buktinya, Ayah akan mendengar apa yang telah aku sampaikan padamu. Lihat saja nanti, aku bersumpah tidak akan meminta warisan sepeserpun, tapi yang ku minta Yuju kembali bersamaku. Hahahaha...." Taehyung tertawa sambil membalikkan tubuhnya
"Dia tidak pernah mencintaimu Jungkook, Yuju... yang dia cintai hanya satu laki-laki yaitu aku." Taehyung berjalan menaiki lantai teras rumah, ia bertujuan kembali ke dalam membawa Yuju pergi bersamanya
"Diam kau Taehyung!" teriak Jungkook sambil mengepalkan tangannya, memukul kaca mobil sampai pecah
Cucuran darah segar merah kental melumuri tangannya, serpihan kaca berjatuhan ke bawah kakinya.
Jungkook mengejar langkah Taehyung ia tidak mempedulikan tangannya yang terluka, walaupun tetes demi tetes darah terus keluar.
Di balik pintu Yuju tengah berjalan, saat itu juga sosok Taehyung berada di hadapannya.
Kaget sambil mengerjapkan kedua matanya, langkah kakinya perlahan berhenti melangkah.
"Taehyung," panggil Yuju suara luluh
Taehyung menghampiri Yuju, meraih telapak tangannya. Membawanya keluar dari rumah, di teras rumah Jungkook berusaha mencegat kepergian Taehyung yang memegang erat tangan istrinya.
__ADS_1
Ketidak senang nya dan merasa di khianati, ia merebut paksa Yuju kembali ke sisinya.
Tapi penolakan justru ia dapatkan, Yuju tidak ingin kehilangan Taehyung ia memilih untuk tetap bersama kekasihnya.
"Sudah di putuskan, Yuju bersamamu hanya karena sebuah paksaan. Dia akan ikut bersamaku, katakan selamat tinggal pada Jungkook... Yuju!" perintah Taehyung perlahan ia menarik Yuju seakan menyuruhnya untuk mempersingkat perpisahan
"Selamat tinggal Jungkook, terimakasih atas perhatianmu." Yuju berbalik ia berjalan menyamakan langkah kakinya dengan langkah Taehyung
Yuju duduk di jok depan di samping Taehyung, kini laki-laki itu tengah menyalakan mesin mobilnya.
Mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah di saat itu Jungkook merasakan sesak di dadanya.
Ia terjatuh dan terduduk di lantai menahan rasa nyeri di dadanya, seakan kehilangan udara segar di seluruh tubuhnya.
Ia menekan bidang datar nya kuat-kuat, berusaha memulihkan kekuatan tangguh nya.
"Rasa sakit ini tak bisa ku tangani, MENGAPA!" teriak Jungkook, ia merasa semangat dalam dirinya di renggut dalam waktu singkat
Taehyung membawa Yuju ke rumahnya, ia bertemu dengan kakak nya Jin.
Yuju terlihat bahagia bahkan sampai menangis haru, Jin memeluk tubuh adiknya melepaskan rasa rindu yang lama terpendam.
"Akhirnya kamu kembali pada kakak," ucap lirih Jin, air mata membasahi wajah laki-laki itu tak terbendung mengalir begitu deras
"Kakak," Yuju terisak
20 menit berlalu, Yuju tengah di manja oleh kedua laki-laki yang menyayangi nya.
Di buat terhibur dengan candaan yang mereka buat, tiba-tiba saja Jin ijin keluar rumah untuk menjemput kekasihnya.
Mereka berdua di tinggal di ruang santai, ketika itu tawa Yuju mereda.
"Lupakan kejadian buruk yang menimpa mu selama ini!" Taehyung meraba pelipis wajah kekasihnya, mengelus lembut daerah yang ia sentuh
Yuju tersenyum manis lalu di gerakkan kepalanya, ke atas ke bawah sebuah anggukan setuju dengan permintaan kekasihnya.
"Kamu tidak marah padaku, setelah apa yang aku lakukan padamu?" kekhawatiran Yuju pada kemarahan kekasihnya, menakutinya ia sangat takut kalau kekasihnya mengabaikan dirinya di hari kemudian
"Semua yang kamu lakukan karena terpaksa bukan, itu tidak apa-apa bagiku... sekarang kamu terlepas dari genggaman Jungkook, Ayah tengah mengurus perceraian kalian berdua...." saat itu juga ucapan Taehyung di potong Yuju yang langsung melontarkan pertanyaannya
"Bagaimana itu bisa terjadi, kenapa Ayah memutuskan hubungan putranya?" Yuju nampak syok dengan apa yang ia dengar
"Ayah tahu Jungkook lah yang bersalah, ia juga tahu kalau Jungkook menikahi mu karena ingin balas dendam padaku. Ayah tidak ingin kamu di sakiti nya, maka dari itu Ayah menyuruhku membawamu pergi menjauh dari Jungkook. Dia menyuruhku melindungimu, dan tidak akan pernah meninggalkan mu." Taehyung menarik tangannya yang sendiri tadi mengelus pipi Yuju, ia berbaring di sebelah tubuh Yuju
"Sudah lama aku ingin ini terjadi, keinginan ku sudah terkabul tidak perlu mengkhawatirkan yang lain lagi." Taehyung menghela napas kelegaan, hembusan napas yang ia keluarkan menandakan kesejukan dan ketentraman yang ia rasakan
__ADS_1
Bersambung............