
Distance And Longing
Gadis yang sedang duduk itupun berlari ke arah Jungkook, sebuah tamparan keras di layangkannya ke atas pipi sebelah kanan.
"Dasar penipu, kau bilang... jika kau menikah akan mengundangku, sekarang... Apa ini." gadis itu menujuk ke arah Yuju
"Dia sudah jadi istrimu apalagi tengah mengandung keterlaluan sekali," kekesalan telah ia lontarkan pada Jungkook
"Udah marahnya?" Jungkook mengambil paper bag yang tadi ia jatuhkan
"Belum...." sedikit rengekan manja si Gadis
"Hey... Kim Taehyung, urus adik kecilmu ini... atau nikahi saja dia biar tidak mengejarku terus." Jungkook pergi dari hadapan si Gadis, tidak lagi menghiraukan kemarahan yang tidak berarti baginya
"Dasar cowok gr, siapa yang mau sama kamu... lebih baik dengan kak Taehyung daripada dengan cowok labil seperti kamu." rasa kesal telah tumbuh di hatinya, gadis itu berjalan ke tempat duduknya bersama Taehyung
"Yuju jangan berdiri di sana, cepat pergi ke kamar jangan menjadi penganggu orang yang sedang pacaran!" perintah Jungkook sambil melangkah menaiki anak tangga
Yuju menatap Taehyung memperhatikan kekasihnya dengan tatapan meminta rasa maaf, tapi respon Taehyung datar dan acuh terhadapnya.
Akhirnya Yuju pergi ke kamar, mengikuti perintah dari suaminya.
"Siapa gadis itu, kenapa dia begitu akrab dengan mereka," batin Yuju dalam keresahan, menerka siapa gadis itu sebenarnya dalam kehidupan Jungkook maupun Taehyung
Yuju menutup pintu perlahan, Jungkook yang tengah berbaring melepaskan rasa penat nya bangun dari atas kasur.
"Pijat kakiku, suamimu merasa sangat lelah!" ujar Jungkook sambil tersenyum kecil
"Apa hubungan kalian berdua?" Yuju menyimpan tas yang ia gendong di atas lengannya, kemudian berjalan mendekati suaminya
"Siapa yang kau maksud?" Jungkook pura-pura tidak mengerti, apa yang sebenarnya di tanyakan Yuju
"Gadis cerewet tadi, mengapa kau menyuruh Taehyung menikahinya?"
"Memang begitu seharusnya, kedatangan dia kesini bukan tanpa sebab. Pernikahan akan segera di langsungkan, entah siapa yang calon suaminya," Jungkook mencoba untuk berbicara santai dengan Yuju, tapi istrinya tidak bisa sabar dan terus menunggu penjelasan yang di ucapkan bertele-tele olehnya
"Apa kau akan menikah lagi?" Yuju ikut duduk di samping Jungkook, untuk mengulik lebih jauh lagi agar rasa penasaran nya terbayar
"Hey... Kau cemburu pada dia, apa kau ingin aku madu, yang benar saja. Satu hari bersama dia aku tidak betah, kau saja sudah menyusahkan di tambah lagi dia. Sudah jangan di pikirkan, lebih banyak berpikir berpengaruh terhadap bayi yang sedang kau kandung. Berbaring bersamaku, menunggu panggilan makan malam." Jungkook menarik bahu Yuju, secara bersamaan mereka menurunkan tubuhnya jatuh ke atas spray
"Bukankah cintamu hanya milik SinB, kenapa kau tidak mau melepasku dan malah mempertahankan keberadaanku di sisimu. Bagaimana nanti dengan SinB, kau sudah tidak mencintainya ya?" Yuju menengok ke arah kiri, melihat Jungkook yang sedang menatap ke langit kamar
"Itu sudah kita bahas kemarin, aku tidak akan melupakan SinB. Kau bertanya malah membuat hatimu semakin sakit saja, kau takut aku tinggalkan bukan?" Jungkook menarik perhatian dua pasang bola matanya, melirik Yuju
"Bagus sekali ucapanmu, aku sungguh senang bila kau tinggalkan sekarang." Yuju senyum paksa, menganggapi perkataan Jungkook yang seenaknya
"Jujur saja padaku, diam-diam kau memendam rasa kan, sudahlah jangan mengelak aku memang tampan, makannya kau tergoda untuk memiliki ku seutuhnya, benarkan?" goda Jungkook memeras perasaan Yuju
"Picik juga pikiranmu, munafik sekali. Mana ada aku jatuh cinta pada laki-laki kurang ajar seperti mu, lebih baik cari pria lain di banding harus berduaan dengan mu seumur hidup." Yuju menarik kepalanya menatap ke depan, perasaannya telah di buat kacau oleh ucapan Jungkook
"Masih saja bisa mengelak." Jungkook kembali melihat ke atas langit kamarnya, sesekali lirikan mata liarnya memperhatikan Yuju
__ADS_1
Tok... Tok... Tok...
"Siapa?" teriak Jungkook dengan mengantarkan sebuah pertanyaan
"Maaf Tuan Muda, anda bersama Nona segera turun ke bawah mengikuti makan malam," jawab seorang pelayan wanita di balik pintu
"Baiklah, kami akan segera turun," balas Jungkook
Tak lama kemudian suara langkah pelayan itu terdengar menjauh, Jungkook bangkit dari tempat tidur.
Ia menoleh ke samping, menatap Yuju dengan bingung.
"Aku bisa sendiri." Yuju berusaha membangunkan tubuhnya, untuk bangun dari posisi berbaring namun. Usahanya gagal berulang kali, alhasil ia terjatuh dan terjatuh ke atas spray
Jungkook meraih kedua telapak tangan Yuju menyatukan jari jemari tangannya, bersatu dengan jari tangan istrinya.
Ia menarik tubuh Yuju sehingga terangkat ke atas, mereka saling berkontak mata satu sama lain.
Tatapan kosong yang di aliri perasaan suci, di murni kan sampai jernih hingga memunculkan sorot bayangan lawan di pasang keempat bola mata tersebut.
Terpaku dan membisu, bibir rapat tak mengucap satu kata pun. Pandangan mata telah di kuasai nafsu belaka yang membakar, perasaan sunyi menjadi berkobar-kobar dengan api cinta.
Tatapan luluh tak berdaya, telah di kuasai dengan kasih yang membara.
Terjadi sesuatu di detak jantung mereka, yang menunjukan debar-debar mempesona.
Tiba-tiba saja Yuju merasa sakit di bagian perutnya, membuat ia melepaskan jeratan jari tangan suaminya.
"Aduh... Sakit!" Yuju bersandar di tugu ranjang, mencoba menarik napas perlahan
"Tidak apa-apa, lebih baik kita cepat pergi ke bawah." Yuju menyingkirkan telapak tangan Jungkook yang ingin menyentuh tubuhnya ia segera bangkit dan melangkah kaki perlahan pergi
"Sensitif sekali," desis Jungkook menelan kekecewaan
Di ruang makan Yuju dan Jungkook duduk bersebelahan di depan mereka adalah Taehyung dan gadis tadi.
Acara makan malam di mulai semua fokus pada kunyahan dan apa yang mereka makan.
Selesai santap menyatap dalam dua puluh menit lamanya, ketika itu pembicaraan pun di mulai.
"Umji, apa kamu menikmati masakan nya?" tanya Ibu Taehyung sembari melirik Umji di sebelah bahu putranya
"Enak sangat Tan, ini pertama kalinya makan masakan negara sendiri," jawab Umji dengan senyum ceria di wajahnya
"Umji, aish... Pada akhirnya aku tahu namanya, untung tidak menanyakan pada dia," batin Yuju ia melirik Jungkook dalam sekejap
"Kenapa dia menyempatkan menatap ku, apa dia benar-benar berpikir aku akan menikah dengan si Umji ini," pikir Jungkook sambil berbicara dalam hati
"Taehyung, bagaimana menurutmu Kim Yewon sudah pasti telah menyentuh perasaanmu?" tanya sang Ibu pada putranya yang tadi diam menjadi seorang pembisu
Taehyung menatap Yuju sepintas, ia pun melirik Umji dan mulai mengatakan apa yang ia ingin sampaikan.
__ADS_1
"Dia baik Bu, pikirannya dewasa dan juga sangat cantik." Taehyung memainkan sendok dan garpunya di atas piring kotor yang telah ia gunakan
"Ada apa ini, mengapa gadis itu menjadi topik pembicaraan keluarga," batin Yuju bertanya-tanya dalam kecemasan nya yang tidak beralasan karena ketidak pahamannya
"Kak Taehyung, jangan sungkan mengatakan hal jujur seperti ini. Aku juga menyukaimu, apalagi orang tua kita sudah membicarakan acara pertunangan," jelas Umji membuat Yuju langsung syok
"Tidak mungkin," Yuju menggelengkan kepala, sekujur tubuhnya merasa lemas
Ia menjadi pusat perhatian banyak orang, Jungkook yang berada di sampingnya langsung bertindak.
Memangku tubuh Yuju, dan mulai berpamitan.
"Maaf Ayah, dari tadi Yuju merasakan sakit di sekitar perutnya. Aku sudah bilang padanya untuk tidak ikut makan malam, tapi dia terus memaksa mengikuti acara makan malam ini. Mungkin, batas ketahanan tubuhnya sampai di sini. Dia harus istirahat, aku akan pergi ke kamar dan menjaganya." setelah mengatakan ucapan pamit dengan penjelasan lebih detail, Jungkook melangkah membawa Yuju ke kamar mereka
Raut wajah kecemburuan timbul di wajah tampan Taehyung, yang harus menahan kesal dan amarah terhadap adiknya.
"Kak Taehyung, apa yang tengah kau pikirkan?" Umji menepuk pundak Taehyung, hingga laki-laki yang ia tegur itu menatap tajam dirinya
"Tatapan matamu membuatku takut." Umji menarik tangannya dari atas pundak Taehyung, ia duduk dan menundukan wajahnya
"Umji, jangan merasa bersalah seperti itu. Taehyung memang aneh, dia itu pemalu sampai tidak bisa mengendalikan ekspresi wajahnya," Ibu Taehyung mencoba menenangkan perasaan Umji lewat kata-kata harusnya
Beralih ke kamar yang di tuju Jungkook, Yuju telah terbaring di selimuti sampai pertengahan dadanya oleh sang suami.
Di berikan segelas air putih, Yuju merasakan lega di tenggorokannya.
Ketika Jungkook menyimpan gelas kosong yang airnya sudah di minum Yuju sampai habis. Yuju mulai mengerti dan paham apa yang di maksud Jungkook tentang pernikahan dan kedatangan gadis tersebut.
"Kenapa tidak bilang jujur padaku?" tanya Yuju suara terdengar lirih
"Jujur mengatakan apa?" Jungkook memulai basa-basi nya agar Yuju merasa tidak tegang
"Gadis itu datang untuk menikah dengan Taehyung bukan?"
"Iya, lalu kenapa apa jadi permasalahan bagimu,"
"Tidak, tapi iya kalau aku harus mengatakan jujur. Anehnya, kau membawaku pergi dari rumah demi hal ini, agar aku tidak tahu apa yang tengah di rencanakan di sini?" perasaan yang sudah terlanjur kacau tinggal memunculkan kecurigaan-kecurigaan yang semakin menjadi kenyataan di benak Yuju
"Aku tidak ingin kau tersakiti, perasaanmu pasti hancur mendengar hal ini barusan, itu mengapa aku ingin menjadi pelindung mu tempat bersandar mu saat kamu menangis nanti," ucap Jungkook tegas, membuat Yuju mengerti kalau semuanya akan berakhir dalam kepahitan
"Semua nya bohong, kau sama seperti dulu penipu." tetesan air mata Yuju mengalir deras membasahi wajahnya, lintasan air mata yang turun dari kedua sudut matanya menyusuri pelipis wajah nya
Bersambung...........
Hanya sekedar mengingatkan jangan lupa vote dan comments!!!!!!!
Malam guys!!!
Update malam lagi nih! Ada yang masih on atau melek ngak nih?
Udah hampir satu minggu tidak update pada kangen ngak sih?
__ADS_1
Katakan yang jujur ya, atau bohong juga ngak papa deh. Tapi resiko tanggung sendiri, kebohongan manis di awal pahit mah belakangan kalau udah kebongkar iya kan?😂😂😂
Nah.... See you and bye....