Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number seventeen


__ADS_3

Typo melayang, sayang!!! Wkwkkwkwwk


Tekan bintang dulu like, biar lancar update nya!!!


Distance And Longing


Author Pov.⏪⏪⏪⏪


Yuju mengoleskan salep obat ke atas pelipis Jungkook, obat yang sama ketika ia gunakan beberapa jam yang lalu, saat ia mengobati Taehyung.


"Pelan-pelan sedikit!" ucap Jungkook, menahan rasa sakitnya lalu mengigit bibir atasnya


"Ini sudah pelan, kalau tidak mau ya sudah." Yuju menyatukan kembali tutup obat dengan bagian batangnya


Jungkook langsung terdiam ia membiarkan Yuju melakukan apa yang dia mau.


Yuju memutuskan untuk tidur membelakangi Jungkook, sebagaimana dia selalu melakukan hal itu dari malam ke malam.


Ia berusaha untuk tidur secapat nya, tapi rasa ngatuk tidak kunjung juga menjemputnya ke alam mimpi, akhirnya ia pura-pura sudah tidur dengan menutup kedua matanya rapat-rapat.


Setelah beberapa menit dalam keheningan, Jungkook memberanikan dirinya pergi menuruni tempat tidur berjalan ke samping ranjang.


Ia berjongkok lalu menatap Yuju yang tengah tidur, tersenyum aneh di bumbuhi ketulusan dalam senyumannya.


"Kamu itu cantik, walau sedang marah ataupun merasa bosan. Kekesalan selalu kamu katakan, kamu tidak pernah berbicara secara lembut padaku." Jungkook menggeser kan helai-an rambut Yuju yang menghalangi keindahan kening nya


"Aku kira... Dia tidak akan menganggu ku," batin Yuju


Satu kecupan Jungkook simpan di atas kening Yuju, membuat gadis itu ingin sekali memberontak. Tapi mengingat ia sedang akting tidur, dia mencoba menahan perasaan kesal itu.


"Awas saja kau, sekarang ku maafkan tapi lain kali, TIDAK!" Yuju sudah merasakan gerah dalam dirinya, ingin sekali dia membuka matanya


Tiba-tiba saja Jungkook tertarik mengelus perut Yuju yang kelihatan menonjol, ragu tapi kepastian yang membuat ia percaya diri.


Elusan tangannya, membuat Yuju terperanjak dan melakukan pemberontakan.


"Heeehh! Kau mau apa?" Yuju langsung bangun dan bersandar di punggung ranjang


"Apa aku membangunkan mu?" Jungkook langsung panik seketika, ia ketahuan


"Membangunkan ... aku tidak tidur tahu." Yuju langsung menarik selimut, sampai ke bawah dagu


"Mengapa kau pura-pura tidur?" Jungkook pun berdiri, kedua tangannya bersedekap di atas perut


"Karena... Emmm... Karena aku takut kau berbuat macam-macam padaku, kau itu laki-laki yang tidak bisa di percaya. Aku harus waspada, tidak boleh lengah begitu saja," jawab Yuju, sedikit terbata-bata di awal ucapannya


Jungkook duduk di dekat kaki Yuju, ia sengaja mendekatkan dirinya dengan tubuh Yuju.


"Menjauhlah, aku tidak mau dekat denganmu!" teriakan Yuju langsung di balas Jungkook, dengan menjatuhkan tubuhnya lalu di tindih oleh tubuh laki-laki itu


"Kau pikir bisa mengusirku, atau melawan. Sungguh, munafik. Jujur saja padaku, kau ingin bercinta dengan ku kan?" Jungkook tersenyum penuh dengan kenakalan


Yuju memalingkan wajahnya lalu mengatakan.


"Hkkm... Tidak ada pemikiran kotor seperti itu di otak ku, cepat minggir!" ucap Yuju menggesekkan giginya, mengambil napas dalam-dalam


Jungkook menangkup dagu Yuju, menariknya sehingga ia bisa berkontak mata dengan gadis di depannya.


"Sudah siap melakukan pertempuran?"


"Cepat menyingkir!" Yuju menjatuhkan tubuh Jungkook, sampai ia tumbang dari atas tubuhnya


"Aku tidak mau tidur lagi denganmu, aku akan tidur di kamar lain saja." Yuju buru-buru memakai sandal dan berjalan dengan tergesa-gesa menuju pintu keluar


"Kau yakin tidak memerlukan ini." Jungkook mengangkat gantungan kunci, ke atas matanya


Yuju menoleh kebelakang, di lihat nya kunci pintu di tangan Jungkook.


"Apa pilihan mu, keluar tanpa kunci mana bisa. Cepat kembali, berbaring di sini!" Jungkook menggerakan kedua alisnya naik turun


"Daripada tidur dengan mu, lebih baik aku tidur di sofa sana." Yuju melangkah dengan cepat menuju sofa hitam, di dekat dingding

__ADS_1


"Kau lebih memilih penderitaan daripada kebahagian." Jungkook melempar bantal juga selimut, kedua barang itu mendarat di bawah telapak kaki Yuju


"Waah hebat, terimakasih perlakuan kasar mu membuat ku semakin terkesan dan mengenal lebih baik lagi, sikap antagonis jiwa mu ini." Yuju tersenyum tipis, lalu mengambil bantal dan selimut


Yuju merapikan bantal menepuk-nepuk dengan keras, menimbulkan suara bising.


"Diam! Jangan membuat suara." Jungkook menutup kedua telinganya, di dalam lipatan bantal


"Bodo amat ya, mau buat kebisingan juga itu karena kamu sendiri." Yuju menidurkan tubuhnya, menyelimuti dirinya rasa ngatuk mulai menuntun nya ke alam mimpi


Yuju terbangun tengah malam, ia menginginkan sesuatu. Tapi entah apa yang harus ia ucapkan, ia meraih ponselnya di samping lengannya


Mulai mengirimkan pesan pada seseorang.


Yuju mengelus perutnya dan mengatakan dengan suara pelan.


"Taehyung, akan mengabulkan keinginan mu besok." Yuju mengelus perutnya, menenangkan si jabang bayi yang terus menganggu nya sampai ia tidak bisa tidur dengan tenang


Pagi hari yang cerah, burung berkicauan di ikuti ayam yang berhenti berkokok dari sejak subuh menjelang.


Jungkook membuka pintu kamar mandi, melangkah keluar sambil mengibaskan rambut nya yang basah.


Kedua matanya menelisir setiap benda dan terlihat tidak senang, tatapannya sendu senyum nya memudar.


"Dia menghilang kemana, pagi-pagi sudah tidak ada." Jungkook membuka lemari pakaian, mencari setelan jas yang pantas ia kenakan


Ketika sedang mengkancingkan kemeja, dering dari sebuah ponsel yang tertinggal membuat ia berbalik ke arah sumber suara.


Ia berjalan mendekati sofa, di dapati nya ponsel Yuju yang tengah menyala.


Jungkook mengambil ponsel itu dan memainkannya.


Ia melihat pesan masuk dari Taehyung.


Via whattsap~


Aku akan membelikannya, jadi tersenyum lah!☺  06.08


Jungkook mengscroll ke atas, melihat pesan yang di kirim Yuju untuk kekasihnya itu.


Belikan aku durian, aku ingin sekali memakannya! 😩 01.05 √√


Jungkook mengunci layar ponsel Yuju, ia menyimpan kembali ponsel itu di tempat semula.


"Kenapa dia tidak bilang padaku, haahh. Mengesalkan sekali, dia tidak pernah menganggap aku ada." Jungkook berjalan menuju tempat tidurnya, ia memakai jas kemudian menyisir rambutnya di depan cermin


Pagi hari ini cukup membuat Jungkook kesal dan marah, Yuju pergi memperhatikan Taehyung daripada dirinya.


Mereka berpapasan di anak tangga terkahir injakan Jungkook, bola mata Yuju berdetik ke arah lain.


"Tatap aku, lihatlah apa aku sudah keren atau tidak?" Jungkook berdiri tegap


"Bukannya ada cermin besar di kamar, kaca bening tidak akan berbohong padamu." Yuju bergeser ke samping dan berjalan menaiki tangga


"Sudah cukup basa-basi Yuju, cepat kemari dan perhatikan aku baik-baik. Benarkan dasi ku, yang tidak rapi ini!" Jungkook berbalik, melihat gerak langkah kaki Yuju yang mulai berhenti melangkah


"Kamu sengaja melakukan itu, supaya aku membenarkan nya. Tapi ya sudahlah, siapa yang butuh dia harus berjuang mendekat ke sini," jawab Yuju, ia tidak mau mengalah untuk mengikuti apa yang di perintahkan padanya


"Apa kau ratu sehingga aku harus menuruti perkataan mu, cepat berbalik dan melangkah mendekatiku," balas Jungkook ia menahan geram nya sikap Yuju yang tidak mau patuh


"Aku bersusah payah menaiki tangga, bebanku cukup berat. Jika kau peduli pada kesehatanku, naiklah maka aku akan senang." Yuju berbalik dan tersenyum dengan paksaan


Jungkook menghela napas ke samping, ia berjalan menaiki tangga dan menghampiri Yuju.


Yuju membenarkan lipatan dasi yang sengaja di persulit letak dan bentuknya.


Jungkook menahan tawa di dalam bibirnya, agar ia tidak mengeluarkan suara gelak tawanya.


"Kau selalu menyusahkan orang saja, malam, siang, sore, pagi pun masih saja kau lakukan," gerutu Yuju sambil fokus mengejarkan karya tanganya terhadap dasi panjang yang sedang ia pasangkan di leher Jungkook


"Berhenti menggerutu, aku sudah terlambat lima menit," ucap Jungkook mencerca kelamaan Yuju, dalam merapikan dasinya

__ADS_1


"Sudah sana pergi." Yuju mendorong tubuh Jungkook


"Aku harap kita tidak bertemu lagi, pulang sampai larut malam atau lupakan saja untuk pulang ke rumah." Yuju menaiki tangga kembali, melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan


"Ucapan mu, sungguh tidak sopan. Apa begini, memperlakukan suami mu saat mencari nafkah," protes Jungkook tidak di himbau Yuju, karena waktu semakin menunjukan pukul 07:18 ia memutuskan untuk melepaskan gadis itu dan pergi menuju arah pintu


Siang harinya, Yuju merasa kesepian walau ia sering di ikuti pelayan dan pengawal. Tapi mereka tidak bisa menghibur, hatinya yang sunyi.


Ia berbaring di atas ayunan, memejamkan matanya sambil berkhayal.


Terdengar suara mobil yang baru saja datang, Yuju malas melihat siapa yang masuk ke dalam rumah.


Kedua Mertuanya pergi ke luar kota beberapa jam yang lalu, ia hanya tinggal seorang diri sebagai nyonya besar.


"Yuju!" panggilan seorang laki-laki memanggil namanya, sontak Yuju membuyarkan khayalan dan membuka matanya


"Taehyung." Yuju langsung bangun, lalu menurunkan kedua kakinya menginjak rumput tanpa memakai sandal karena terburu-buru berjalan ke arah sumber suara


Sepasang kekasih ini bertemu di dapur, Taehyung tersenyum sambil mengangkat dua buah durian di tangannya.


"Sesuai yang kamu minta." Taehyung meletakan dua buah durian itu di atas meja, ia bergegas mencari pisau di lemari atas


Yuju langsung duduk manis, Taehyung mengupas buah durian.


Memisahkan buahnya dari kulit berduri tajam.


Menyeruak aroma khas aroma durian mulai menyumbat di dalam hidung Yuju, dia mulai tidak sabar ingin segera menyantap buah yang sudah ia idamkan dari semalam.


Taehyung menyajikan buah durian di atas piring putih besar, satu lagi yang belum dia kupas ia simpan di suatu tempat.


"Makanlah." Taehyung mendorong piring berisi buah durian, ke depan mata Yuju


"Terimakasih, Taehyung." dengan senyuman manis Yuju awali mengungkapkan rasa terimakasih nya pada sang kekasih, tanpa perhitungan lagi ia menatap buah segar itu ke dalam mulutnya


Taehyung mengelus pucuk rambut Yuju, dan berbisik di telinganya.


"Maaf! Aku hanya sebentar di sini, pekerjaan ku masih banyak... aku harus ke kantor," bisikkan Taehyung membuat Yuju menoleh ke samping atas


"Apa kamu tidak mau ikut makan buah durian denganku, jangan pergi!" Yuju memperlihatkan raut kesepian pada kekasihnya itu


"Bukannya kamu tidak penting bagiku, pekerjaan ini adalah hal yang kedua setelah kamu. Jadi, tunggulah beberapa jam lagi, aku pasti pulang." Taehyung mengecup kening Yuju, lalu mengambil tas kerjanya


"Kamu harus janji pulang lebih awal sebelum makan malam tiba!" pesan Yuju, dengan lirihan suara yang tidak merelakan kekasihnya pergi lama meninggalkan nya


"Iya, aku janji." Taehyung tersenyum menawan sekilas, lalu ia bergegas pergi lewat pintu belakang agar cepat sampai ke halaman rumah


Sore hari telah tiba, yang di tunggu tidak kunjung memunculkan sosok nya.


Yuju merasa lelah, setelah ia menghabiskan beberapa gelas air. Ia memutuskan untuk beristirahat di kamar, tiba-tiba saja matanya di buat terkejut dengan kedatangan suaminya yang datang begitu cepat.


"Apa?" Jungkook menghadang Yuju


"Ini baru jam 17:09, kenapa kau sudah pulang?" di benak Yuju mulai merasakan heran yang tidak jelas terhadap Jungkook


"Memangnya kenapa, suami pulang lebih awal bukannya bersyukur kau malah bertanya, kenapa pulang." Jungkook menunjukan buah durian di tangannya pada Yuju


"Buah durian, sejak kapan kau suka buah ini." Yuju menunjuk ke arah duri yang tajam di kulit buah


"Entah, ada seorang penjual buah yang sudah tua memberikan ku ini. Katanya, berikan ini pada istrimu, maka dia akan senang. Ayoo ambilah, makan sampai habis." Jungkook menyodorkan buah itu lebih dekat lagi di dengan mata Yuju


"Tidak usah, kau makan saja sendiri. Aku sudah kenyang, lagipula. Taehyung juga membawa dua, tinggal satu buah lagi yang belum aku makan." Yuju berjalan ke samping tubuh Jungkook, ia tidak berinisiatif mengambil pemberian dari Jungkook


"Apa dia tidak tahu, mencari buah ini susah. Apalagi sekarang musim rambutan, dasar wanita tidak tahu di untung." Jungkook melempar durian di tangannya, ke lantai dekat pintu masuk ke dalam ruang makan


Mendengar sesuatu yang di jatuhkan Yuju berbalik, dan terlihat kaget dengan apa yang ia lihat.


"Kenapa kau membuangnya?" Yuju langsung mengalihkan perhatian matanya menatap Jungkook


"Tidak ada yang butuh, untuk apa masih di pertahankan." Jungkook melepaskan kancing kemeja di atas lengannya


"Kau memubazirkan makanan." Yuju tidak terlihat senang, melihat buah durian itu hancur bentuknya

__ADS_1


"Masuk ke kamar, biar pelayan yang membersihkan. Kau layani saja aku, aku sudah tidak tahan." Jungkook berbalik, ia berjalan mendekati Yuju


Bersambung..............


__ADS_2