
Maaf typo bertebaran!!!!!!
Distance And Longing
⏪Author pov
Akhirnya pada malam itu, kecantikan seorang pelayan terkemuka bebas. Yuju tidak bisa pergi dari kenyataan lagi, pangeran itu menatapnya dalam, seperti mempunyai maksud dari tatapan mata itu.
Tapi entah apa yang di pikirkan laki-laki itu, manajer menarik tangannya membawa dia pergi dari hadapan semua orang.
Sekarang pekerjaan Yuju dalam kepunahan, ia di marahi habis-habisan oleh si manager killer.
Surat pemecatan langsung di layang kan padanya, tanpa ada tunjangan uang ataupun upah yang tertinggal belum terbayar.
Yuju sangat terkejut dengan sikap manajer yang sewenang-wenang padanya, ia memukul tubuh manajer itu dengan topi yang ia genggam.
"Kau memang lebih tinggi dariku, jabatanmu jauh di atas jabatanku. Tapi harga diriku. Lebih mahal dari harga dirimu," desis Yuju penuh dengan perasaan marah
"Ohh kau mulai bicara lancang padaku rupanya. Sudah pergi sana. Jangan berharap kembali lagi ke sini!" usiran sang manager di beri tepuk tangan meriah dari Yuju
"Tentu saja, aku sudah tidak kuat lagi bekerja denganmu. Restauran mu ini, memang tidak layak menampung ku. Asal kau tahu saja." Yuju menunjuk wajah manager laknat nya
"Aku kutuk kau menjadi pengangguran, tidak pernah ada yang mau membantu mu ... apalagi memperkerjakan mu di masa yang akan datang, aku doakan itu, semoga terjadi secepatnya." Yuju pergi setelah mengatai kasar manager sialannya itu, dia terlihat keluar dari pintu depan restauran membuat perhatian SinB mengarah padanya
"Yuju." SinB terlihat muram setelah kepergian sahabatnya
Jungkook meraih telapak tangan kekasihnya, mengajak dia melupakan masalah yang sudah menjadi bubur.
Dia bilang, kalau SinB tidak perlu memikirkan nasib orang lain lagi, dia meminta kekasihnya memikirkan masa depannya bukan mengurusi nasib buruk gadis lain.
SinB tetap pada keputusan awal, ia akan tetap pergi demi meraih gelar yang di impikan.
Menunda pernikahan juga jalinan kasih yang masih terjalin hangat, dia meminta Jungkook untuk bersabar lagi menunggu kepulangannya.
SinB berjanji akan menikah dengan Jungkook setelah kuliahnya selesai, dia juga tidak akan membantah setiap permintaan kekasihnya padanya.
Jungkook tidak bisa memaksakan kehendaknya lagi, seorang SinB memang keras kepala terhadap apa yang ia sudah putuskan.
Dia hanya bisa mengangguk pelan, terpaksa menyetujui permintaan gadis idaman hatinya.
Pelukan hangat di berikan SinB pada Jungkook, sebagai tanda kasih sayang yang ia berikan, sebelum perpisahan.
Tepat pada hari ini, gadis itu akan segera berangkat ke london.
Jungkook menerima kenyataan yang tidak bisa ia renungkan lagi, SinB tidak bisa ia dapatkan dengan mudah.
Malam itu menjadi akhir pertemuan mereka, Jungkook mengantarkan gadis yang ia cintai langsung ke bandara internasional.
"Jaga dirimu baik-baik, tolong jangan sering merokok dan minum, SinB menyayangimu." belaian lembut tangan SinB, membuat laki-laki itu luluh dalam perasaan sedihnya
"Cepat kembali lah, aku menantimu di sini." Jungkook melepaskan tangan gadis nya, secara perlahan perasaan tak rela juga ia rasakan. Tapi tidak membuat ia menunjukan kelemahannya walau sebenarnya, ia ingin sekali memberitahu rasa sakit hati yang tengah ia rasakan
Sebuah ciuman mesra mereka lakukan, tak berapa lama sumber suara memangil para penumpang untuk segera meninggalkan lobi.
Sekali lagi rasa terpaksa melepaskan ciuman yang tengah terjadi, di antara mereka berdua.
SinB tersenyum penuh menghanyutkan setiap kekhawatiran Jungkook padanya, dia pergi berjalan membelakangi laki-laki yang telah mendapat perhatian nya.
"Jungkook ... Suatu saat nanti, aku akan menikah denganmu," gumam SinB
__ADS_1
"Aku harap ! Kamu menepati janjimu, kita akan berbahagia bersama," batin Jungkook
Lambaian tangan dari keduanya setelah saling melihat dari kejauhan, SinB sudah masuk ke dalam ruangan tertutup menuju pesawat. Jungkook membalikkan tubuhnya, entah kenapa tatapan menyeramkan ia tunjukan.
"Tidak apa ... Kau tidak ada di sisi ku sekarang, masih ada gadis di luar sana yang bisa aku manfaatkan." Jungkook pergi dari tempatnya berdiri, para pengawal yang menjaganya pun mengikuti dia dari belakang
Tidak ada yang tahu bahwa seorang Jungkook sangatlah berbahaya, dia hanya luluh pada seorang SinB. Cintanya yang membuat dia menjadi orang baik dan pendiam, tapi setelah kepergian cinta sejatinya.
Tidak ada yang akan selamat jika dia sudah berkeinginan keras, menginginkan sesuatu.
Terkenal karena kekejaman sikapnya, Jungkook selalu di jauhi teman sebayanya.
Dia dianggap berbahaya, terkadang banyak orang yang ingin berkenalan dan dekat dengannya hanya karena harta.
Tapi sudah terlambat sudah, jika ia sudah mengetahui rencana itu. Rancangan seampuh apapun jika di rencanakan dengan matang, hanyalah menjadi taburan debu yang tidak berharga.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di pagi hari yang cukup cerah, langit biru yang di kelilingi berbagai macam bentuk awan. Sinar mentari menyorot dengan indahnya, di perhatikan seorang gadis sambil memegang sebuah buku yang terbuka.
Tiba-tiba gadis itu menulis sesuatu di atas kertas putih bergaris biru, ia mencurahkan perasaan yang tengah ia rasakan.
Memberhentikan kepenulisannya ketika mengingat kejadian semalam, ya benar. Gadis itu adalah Yuju, pengalaman semalam ia sudah tulis sebagian.
Pemecatan secara sepihak, ia pikirkan dalam-dalam. Iya mengeluh kesal dan marah-marah, karena tidak ada lagi pekerjaan yang bisa membantunya membiayai kuliah yang tengah ia usahakan.
"Mencari pekerjaan itu susah, lowongan nya 100:1. Banyak orang yang mendaftar, tapi harus rebutan karena satu yang hanya di terima,"
"Bukankah itu tidak adil namanya, mengapa warga miskin seperti ku harus mengenal yang namanya perjuangan, juga menguji kesabaran di luar kemampuan. Aku termasuk orang yang tidak tahan dalam sabar, apa aku tidak pantas bahagia sekarang,"
"Tolong lah Tuhan, setidaknya sekali saja. Aku bisa lolos dalam ujian berat mu ini, aku ingin sekali merasakan kebebasan dalam tekanan hidup,"
Memperhatikan tingkah gadis itu dari kejauhan, karena cukup lama dia diam dan berdiri di suatu tempat yang rindang.
Ia memberanikan diri menghadapi gadis itu, sapaan kata hai dia ujar kan. Yuju mendongak wajahnya, penasaran siapa yang menyapanya.

"Taehyung." Yuju langsung berdiri, sampai buku dalam lahunannya jatuh
"Buku mu terjatuh." Taehyung membatu gadis itu mengambil buku yang jatuh, lalu membaca isi tulisan tangan yang ada dalam lembaran kertas
"Jangan dibaca, aku malu memberitahu mu, masalah yang aku hadapi," ucap Yuju, ia terlihat gelisah begitu tulisan tangannya di baca
Laki-laki itu mengangguk pelan, seakan mengerti tulisan apa yang tengah ia baca permasalahannya.
"Jadi pacarku sedang mengalami kesusahan, kenapa tidak cerita sebelumnya." Taehyung menutup buku itu, lalu memberikannya pada Yuju
"Aku malu pada dirimu, setiap ada masalah ... kamu selalu tahu keadaan buruk ku. Maafkan aku!" Yuju sedikit menundukan kepalanya, Taehyung menepuk kedua sisi pundaknya membuat ia, mendongak wajahnya kembali menatap si pemberi hentakan tangan pada bahunya
"Jika aku tidak tahu masalahmu, aku bukan seorang pacar yang pantas di sebut dalam kehebatan. Maka dari itu, aku ingin menjadi orang terhebat dalam hidupmu, artinya seorang pahlawan bagi hatimu." Taehyung tersenyum lebar, ketampanannya semakin silau di mata Yuju
"Aku mencintai mu, Taehyung." Yuju memberi adegan pelukan pada laki-laki di depannya, ia menyandarkan keningnya ke bidang dada Taehyung
"Aku mencintaimu juga, jangan terlalu bersedih karena kehilangan pekerjaan. Masih banyak kesempatan yang lebih baik, dari yang kemarin kamu kerjakan." Taehyung mengelus rambut belakang Yuju, dengan penuh kelembutan menunjukan rasa sayangnya pada gadis yang ia cintai
Kemesraan mereka cepat berlalu, teman Yuju sudah memanggil dirinya untuk masuk kelas.
"Aku pamit pergi, sampai jumpa kembali." lambaian tangan sekejap di lakukan gadis itu, Yuju segera pergi dari hadapan laki-laki yang telah memberi dia sandaran hangat
__ADS_1
"Gadis manisku, dia tetap saja terlihat garang walau dia tersenyum cantik." Taehyung terus memperhatikan gerak langkah pergi dari Yuju, yang berjalan berdampingan dengan teman sekelasnya
cukup lama Taehyung berdiri di bawah trik matahari, ia merasakan gerah kemudian melangkah pergi ke suatu tempat.
Meninggalkan pasangan kekasih yang mengucapkan perpisahan dengan indah, seorang Jeon Jungkook tengah mencari masalah pada orang lain yang tidak kenal.
Ia menindas pejalan kaki yang berani melempar kaleng minuman, ke atas mobil nya.
Ketakutan pengawalnya melihat tingkah tuan muda yang terbilang sadis itu, mereka hanya memperhatikan dan merasakan iba pada korban penguasa berikutnya.
Kata-kata menyakitkan di lontarkan Jungkook kepada pejalan kaki itu, berulang kali dia meminta maaf. Tapi tidak pernah ia dengar bahkan di gubrisnya, hukumannya ia mendapatkan kurungan penjara.
Jungkook melaporkan pejalan kaki itu ke polisi, alhasil dia merasakan dinginnya di dalam ruangan berpintu besi.
Hari kekejaman sudah ia mulai dengan tragedi tragis, menghukum orang lain dengan memberikan nasib buruk.
Laki-laki itu tidak mengenal hati nurani, bahkan perhatian juga kasih sayang.
Hanya cinta dan kekuasan yang ia tahu, selebihnya tentang kehidupan yang rukun dan damai, ia hiraukan dan tinggalkan.
Beberapa jam setelah kejadian itu, ia singgah di sebuah pertokoan buku. Dia masuk ke dalam toko tak berapa lama ia keluar lagi, ia masuk ke dalam mobilnya yang teparkir di seberang jalan.
Ketika kaca hitam mobilnya akan menutup, ia melihat seorang gadis yang di kenalkan kekasihnya semalam.
Gadis itu sedang berjalan sendirian, sambil bermain ponsel. Jungkook mengalihkan kedua matanya, memperhatikan gerak-gerik dari gadis itu.
"Aku rasa .. Aku tahu nama dari gadis itu. Tapi ... agak ragu mengucapkannya," gumamnya dalam hati
Gadis itu masuk ke dalam toko buku, cukup lama Jungkook memandangi pintu tertutup rapat itu hanya karena seorang gadis biasa.
Yuju mendorong pintu, ia melangkah keluar dari dalam toko. Menekan nomor panggilan, memanggil nomor seseorang bertuliskan Love.
"Kamu ..., dimana? ....," Yuju mendengarkan beberapa detik jawaban dari si pemberi balasan telpon
"Baiklah ..., aku menunggu...., ...," Yuju mematikan sambungan telponnya, ia mencari tempat duduk yang enak di tempati juga cukup menyejukan
Saat Jungkook membuka pintu mobilnya, karena rasa penasaran yang tinggi terhadap gadis itu membuat ia keluar dari sarangnya.
Ia melintasi jalanan, berjalan mendekati gadis yang dari tadi ia pantau.
Setelah berada di hadapan gadis itu, Jungkook mulai mengeluarkan suara tersumbatnya karena tadi ia diam dalam pantau-annya.
"Yuju .. itu nama mu bukan?"
Merasa terpanggil Yuju mendongak wajahnya ke atas, ponsel yang tadi ia mainkan ia lupakan begitu saja.
Yuju sangat syok dengan apa yang ia lihat di hadapannya, seorang laki-laki yang ia bilang sebagai pangeran khayalan tiba-tiba mendatanginya.
Ia segera bangkit dari tempat duduknya, menatap bingung laki-laki di depannya.
Kejadian sekali lagi ada barang terjatuh dari lahunannya, laki-laki itu berniat mengambilkan ponsel yang berada di depan kakinya.
Tapi sudah terlebih dahulu Yuju ambil, mereka berdua saling memperhatikan satu sama lain.
"Siapa kamu?" sampai pertanyaan yang keluar dari bibir Yuju, memberhentikan waktu kontak mata itu
Jungkook hanya berdiam diri saja, ia tetap memandangi Yuju mendalaminya, bahkan membayangkan sesuatu tentang gadis itu.
Yuju merasakan keanehan dalam pancaran kedua bola mata laki-laki itu, ia berulang kali menggerakan tangannya ke kanan-kiri, berusaha membuat kedipan mata laki-laki itu di gerakan.
__ADS_1
bersambung.........