
Distance And Longing
.⏩Author pov
Sesampainya di depan pintu, Yuju mendorong kuat pintu hingga terbuka cukup lebar.
Ia berjalan masuk ke dalam dengan langkah hati-hati, tidak ada yang mencurigakan yang terjadi di dalam.
Tempat tidur yang terlihat rapi, membuat kejanggalan tersendiri bagi dirinya.
Dia berjalan lebih jauh lagi mendekati pintu kamar mandi, sambil memanggil nama Taehyung.
"Taehyung, apa kamu di sini?"
"Aku sudah datang, kamu ada dimana?"
Yuju terus berjalan hingga dirinya tepat berada di depan pintu kamar mandi, ia sempat mengangkat tangannya ingin membuka pintu itu tapi ia ragu Taehyung berada di dalam.
Karena tidak ia dengar percikan air, yang terjadi di dalam kamar mandi.
"Taehyung, kamu dengar pertanyaan ku atau tidak?" di saat itulah Yuju di kejutkan dengan jawaban yang berasak dari belakang tubuhnya
"Aku mendengarnya,"
Sontak Yuju merasa senang, ia segera memutar tubuhnya 180° ke arah kanan.
Tapi binar matanya meredup, ketika sosok itu bukanlah kekasihnya.
"Kenapa bisa kamu yang berada di sini, bukankah ini kamar Taehyung?" Yuju merasakan heran, dengan kedatangan Jungkook di hadapan nya
Jungkook berjalan mendekati Yuju, ia tersenyum menyeringai punya maksud yang menakuti perasaan Yuju.
"Katakan padaku, dimana Taehyung berada, apa dia berada di kamar lain." Yuju berjalan mundur menjauhkan dirinya dari laki-laki itu
"Aku dan Taehyung sama saja, dia seorang laki-laki juga kami adalah saudara. Memangnya ada perbedaan, antara kami berdua." Jungkook semakin menekan situasi ketakutan Yuju, gadis itu memainkan ponselnya menelpon seseorang
Di saat keadaan seperti ini, Yuju tidak bisa lari dari bahaya yang sedang ia hadapi.
Ia berhasil menelpon seseorang itu, dan mulai mendengar sebuah jawaban suara dari panggilan itu.
"Taehyung ..., kamu ada dimana, ..., aku sudah datang ..., tapi kamu tidak ada di kamar? ....,"
"Datang ..., kemana Yuju ..., aku tidak ..., memintamu untuk datang ..., aku sedang berada di kamar ku. ..., jangan bercanda ....,"
"Aku tidak bercanda ..., aku sangat serius....,"
Di saat pembicaraan sedang berlangsung Jungkook mengambil ponsel Yuju secara paksa, dia mematikan sambungan telpon yang sedang terjadi.
Si penerima panggilan terlihat bingung, dia menatap layar ponselnya yang sudah terkunci.
"Yuju, candaanmu membuatku bahagia tadi, aku kira kamu beneran datang." Taehyung menyimpan ponselnya ke atas laci, ia membuka laptop nya kembali untuk bekerja
Yuju berusaha merebut kembali ponsel miliknya, tapi di permainkan Jungkook
"Cepat kembalikan ponselku!" Yuju sangat marah dengan cara pemaksaan yang di lakukan Jungkook
"Jika kau menginginkan nya, cobalah ambil dariku." Jungkook menyembunyikan ponselnya di belakang tubuhnya, Yuju berusaha menggapai tangan Jungkook yang dia sembunyikan
Dengan kelicikan otaknya, Jungkook melemparkan ponsel itu ke bawah. Di saat itulah Jungkook mendekap tubuh Yuju, dari belakang.
Gadis itu memberontak dengan kekuatan tenaga nya, ia berusaha melepaskan diri dari dekapan yang tidak di inginkannya.
Jungkook berusaha menarik tubuhnya, sampai ke atas spray.
Tubuh Yuju di jatuhkan ke atas tempat tidur, dia menidihkan setengah tubuhnya ke atas tubuh gadis itu.
"Jangan berbuat macam-macam padaku, aku tidak segan-segan berbuat kasar padamu." Yuju menampar keras pipi Jungkook dengan tangan kanannya, hingga membuat jejak telapak tangan yang memerah di sisi kiri wajah tampannya
"Tamparan mu membuatku marah, tapi tidak akan membuatmu lebih baik dari ini." Jungkook berusaha mencium bibir Yuju, gadis itu terus melakukan perlawanan dan akhirnya mendorong tubuh Jungkook ke samping
Yuju berusaha lari dengan cepat menuju pintu keluar, tapi sayangnya pintu itu terkunci. Tawa keras di suarakan Jungkook, ia tetap dalam ambisinya menghancurkan impian gadis itu.
Mendekati dengan langkah tak gentar, berjalan menghampiri Yuju yang memukul keras papan pintu.
"Tolong!" teriak ketakutan Yuju
__ADS_1
"Teriak Yuju, tidak ada yang akan menolong mu, dari kejahatan ku." Jungkook menarik lengan Yuju sekuatnya, sampai gadis itu merasakan sakit di pergelangan tangannya
Laki-laki itu menjatuhkan tubuh Yuju dengan cara kasar, punggung gadis itu terbentur ke pinggir ranjang menimbulkan bunyi keras.
Yuju menangis kesakitan, tidak membuat hati nurani Jungkook tergerak menghentikan aksinya.
Jungkook membuka atasan pakaiannya, sikap beringas nya dia jalankan dengan mulus.
Memangku tubuh Yuju, membawanya ke tempat tidur kembali.
Di balik ketakutan Yuju, kakaknya tengah mencarinya. Bertanya ke sana kemari, demi mendapat keterangan yang lebih jelas, dari penjelasan Suga.
Saat ia bertemu dengan Eunha, teman Yuju.
"Yuju bilang dia akan pergi ke tempat Taehyung, yang berada di ujung kota. Coba saja tanyakan pada Taehyung, mungkin Yuju sedang bersamanya," jawab Eunha apa yang telah Yuju sampaikan padanya
Jin segera keluar dari gedung pesta, ia menelpon nomor Taehyung. Sayangnya panggilan telpon tidak di angkatnya, Jin merasakan cemas terhadap keadaan adiknya.
"Sedang apa kau Taehyung, berani sekali kau tidak mengangkat panggilan dariku," ucap kesal Jin
Kenapa Taehyung tidak mengangkat panggilan masuk dari Jin.
Dia sedang kedatangan tamu yang baru saja sampai, ya benar. Klien perusahaan Ayahnya, datang pada malam ini.
Mereka berdua tengah makan malam dadakan di sebuah restaurant, Taehyung mendiamkan getaran dan bunyi ponselnya.
Malam yang menyedihkan bagi gadis malang yang bernama Yuju, kehormatan yang ia miliki di pecahkan dengan paksa oleh seorang Jungkook.
Laki-laki itu memperkosa Yuju dengan cara yang tidak benar, tidak ada ikatan yang mengesahkan hubungan terlarang itu.
gadis itu menjerit hebat dalam tangisan yang mengisyaratkan penderitaan nya.
Tangisan Yuju menyengal pernapasan nya, membuat dia dalam ketidak berdaya-an.
Kelemas-an daya tahan tubuhnya, membuat ia tidak sadarkan diri. Matanya terpejam, tidak bisa di bangunkan oleh Jungkook.
Laki-laki itu merasakan lelah dan menjatuhkan tubuhnya ke samping, mengecek kondisi Yuju yang tidak membuat dirinya tidak khawatir.
"Kamu hanya akan tidur beberapa jam saja, ya sudahlah. Tidur sampai kamu merasa puas, aku sudah mendapatkan kesenangan ku." helaan napas terasa lega di hembuskan Jungkook, laki-laki itu memejamkan matanya untuk tertidur juga di samping tubuh Yuju
Ia bersalaman dengan seorang lelaki yang seumuran dengannya, yang memperkenalkan namanya dengan sebutan Jimin.
Ketika mereka berdua berjalan ke luar, ada seorang gadis berpenampilan seksi menghalangi perjalanan mereka.
Taehyung kebingungan Jimin tertawa, gadis itu berjalan menghampiri Jimin dan memukul kepalanya.
"Aku membenci mu kak Jimin, tega sekali kau meninggalkan ku di butik sendirian, apa kau tidak takut, pada kakak ku hah!" bentak gadis itu merasakan aura kemarahan pada Jimin
"Aku sudah bilang padamu, jangan ikut kau hanya menyusahkan saja," jawab Jimin tak kalah pedasnya
Mendengarkan kedua orang yang bertengkar di depannya, Taehyung ijin pamit dan berjalan meninggalkan mereka berdua.
Si gadis malah ke pincut ketampanan Taehyung, dia menyudahi perkelahian demi mendapatkan informasi dari Jimin.
"Bagus ya, kau sekarang jadi pendiam setelah melihat dia. Dasar gadis genit, tidak akan ku beritahu identitasnya." Jimin pergi dari hadapan Gadis itu, membuat si gadis naik darah kembali marah lada perlakuan yang tidak di inginkan
"Jimin!" teriak garang gadis itu, ia mengikuti langkah cepat Jimin yang pergi begitu saja
Taehyung menatap layar ponselnya, yang mati tidak mau menyala. Ia berdiri di depan pintu kamar hotelnya.
"Seharusnya, aku cek dulu kapasitas baterainya sebelum aku pergi." Taehyung membuka kunci pintu, lalu mendorong kenop pintu dan masuk ke dalam
Jin tengah berjalan di jalanan, ia mencari adiknya di sekitar jalan raya. Tapi tidak ada kepastian tentang dirinya, tiba-tiba ponselnya berdering.
Panggilan masuk dari kekasihnya Sowon.
"Jin, ..., kamu sedang ..., ada dimana?"
"Aku ..., berada di jalan ..., dekat supermarket ..., ada apa Sowon..., ? ....,"
"Yuju belum juga ..., kamu temukan ..., istirahat lah dulu, ..., besok kita akan menyusul dia ..., ke tempat ..., Taehyung. ....,"
"Aku harap ..., dia sedang bersama kekasih nya ..., kamu ..., ada di mana? ....,"
"Di depanmu ..., melihat kamu sedang loyo ..., dan menegangkan... ...." Sowon mematikan jaringan telponnya, ia berjalan menghampiri kekasihnya
__ADS_1
Jin tersenyum datangnya kekasih penenang hatinya, dia bersama Sowon berjalan pergi ke suatu tempat.
Pada pagi hari sekitar pukul 03.49, Yuju terbangun dari ketidak sadar-annya.
Ia merasakan pusing sangat hebat di kepalanya, melihat tubuhnya tidak memakai satu kain pun.
Yuju sangat syok, ia segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Di saat itulah dia melihat, seorang laki-laki yang telah merampas kesuciannya.
Yuju merintih sakit dalam hatinya, tetesan air mata kembali ia keluarkan. Menangis lirih sambil mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai, atasan yang ia kenakan sobek karena tarikan tangan kejam Jungkook.
Setelah memakai semua pakaiannya, Yuju mengambil ponselnya yang terletak di bawah ranjang.
Mengambil tas nya, kemudian berjalan pergi keluar dari kamar terkutuk itu.
Tidak ada orang yang ia temui, ia terus berjalan sambil menangis.
Menyusuri dingding berpintu sampai ia masuk ke dalam lift, menekan tombol menuju lantai satu dengan gemetaran tangannya.
Pintu lift terbuka di sertai suara sistemnya, Yuju berjalan menuju pintu keluar hotel.
Gadis itu tidak tahu harus pergi kemana, tujuannya sekarang bukanlah tempat yang pantas untuk ia tinggali.
Ratapan keprihatinan dirinya, mengantarkan ia pada sebuah jalan di jembatan panjang.
Menggengam ponselnya yang kembali berdering setelah beberapa jam tidak bersuara.
Eunha calling terlihat jelas di layar ponselnya.
Agak ragu mengangkat telpon dari sahabatnya, tapi untuk mengatakan kata terakhir yang harus ia ucapkan. Dia berani mengangkat telponnya, Eunha langsung mengeluarkan kata-kata kekhawatiran nya pada Yuju.
"Yuju ..., akhirnya kamu mengangkat telpon dari ku ..., sekarang ..., katakan padaku, ..., kamu berada dimana ..., hm ..., ? ....,"
"Eunha ..., ....," isak Yuju, menahan rintihan air matanya
"Yuju ..., kenapa kamu menangis, ..., ada apa? ..., ....,"
"Aku ingin pergi ..., dengan tenang sekarang ..., lupakan aku, ..., maafkan aku ..., aku tidak bisa ..., hidup lagi, di dunia ini. ..., jadi ..., ku mohon, ..., sampai kerinduan ku ..., untuk, kakak ku..., ...." Yuju langsung menutup panggilan telponnya, ia tidak sanggup lagi berbicara dengan sahabatnya, menyimpan ponselnya di atas pembatas jembatan
Eunha seketika menjadi panik, ia segera keluar kamar berjalan terburu-buru membuka pintu rumah.
Dia dengan cepat nya berlari menuju rumah Yuju, menyampaikan kecemasannya pada Jin.
Karena mereka tetangga-an yang cukup jauh, butuh waktu lebih lama untuk sampai di depan rumah Yuju.
Sesampainya dia di sana, ia mengetuk pintu dengan keras. Memanggil nama pemilik rumah, dengan suara nyaring di sertai kegelisahan.
Tak berapa lama Jin membuka pintu, Eunha langsung saja menyampaikan kekhawatiran yang mencengangkan Jin.
"Apa! Yuju ingin bunuh diri, kenapa?"
"Aku tidak tahu ... Suaranya terdengar sedang menangis dan dia, mengatakan tidak ingin hidup lagi!"
Jin menggeleng mengatakan tidak, ia meminta Eunha menelpon Suga. Meminta bantuannya, untuk melacak sinyal ponsel Yuju.
Eunha mengangguk setuju, ia segera menelpon Suga.
Jin menutup pintu rumah, ia dan Eunha yang baru saja selesai berbicara dengan Suga, langsung menuju ke tempat tinggal rumah temannya.
Yuju tengah mengambil ancang-ancang menjatuhkan dirinya ke bawah sungai, tapi seseorang menarik kedua lengannya dan mengatakan kata bodoh padanya.
Yuju memberontak tangannya di kunci kuat oleh seseorang itu.
"Kau sudah tidak waras, mengapa kau ingin bunuh diri. Hah!" bentak nya memarahi Yuju
"Aku tidak ingin melihatmu seumur hidupku, biarkan aku mati. Kau sudah mengambil harapan dan impian ku, Jungkook. Aku tidak mau hidup di dunia ini lagi." Yuju masih berusaha melepaskan kedua lengannya yang di genggam erat oleh Jungkook
"Ohh kau ingin mati, akan ku penuhi permintaan mu itu. Aku dengan senang hati, membantumu menghadapi kematian yang menyakitkan. Karena tidak ada gunanya lagi kau hidup, si Taehyung justru akan terpuruk jika kau tidak ada lagi di dunia ini." Jungkook tertawa keras, ia bersiap melepaskan tubuh Yuju yang sudah di ambang pembatas jembatan
"Lakukan itu, aku membencimu sampai kapanpun!" teriak Yuju, ia sudah tidak memiliki semangat untuk hidup
"Selamat tinggal, jangan pernah menyesal atas keputusan mu ini." Jungkook mendorong kuat kedua tangan Yuju, hingga gadis itu terjatuh ke dalam sungai
Jungkook berbalik sambil tertawa lepas setelah melakukan kejahatan keduanya yang berhasil, ia merasakan kesenangan setelah menghancurkan masa depan seorang gadis.
"Aku tidak perlu membuang dia, dia sendiri yang menginginkan kematiannya ... tanpa aku yang meminta." Jungkook pergi meninggalkan tempat nya, menuju sebuah mobil, yang terparkir di pembatas jalan seberang
__ADS_1
Bersambung..........