Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number twenty


__ADS_3

Distance And Longing


.⏩⏩⏩ Author pov


Perlahan-lahan Jungkook merenggakan kekuatan tangannya, melepas tubuh Yuju dari dekapan tubuhnya.


Hembusan napas lega terjadi di dalam pernapasan Yuju, dekapan erat itu telah berlalu.


Yuju memutuskan tetap pergi dari kamar Jungkook, akan tetapi. Hal itu tidak mudah terjadi, suaminya menarik lengannya dan saling berhadapan satu sama lain.


Bening bola mata hitam, menunjukan harapan dan kepastian. Yuju sejenak tidak bisa berkata-kata, ia mencari makna dari pancaran tatapan yang mengesankan.


"Yuju, tidurlah denganku. Aku membutuhkan mu, bukankah tugas seorang istri melayani suaminya bahkan di atas ranjang,"


"Itu bukan aku, wanita sepertiku tidak pantas menemani malam mu. Anggap saja, yang terjadi pada kita malam itu ataupun malam yang pernah kita lewati. Hanya kesalahan atau kekhilafan, yang aku lakukan. Aku tidak berniat, melakukannya dengan serius." Yuju mengambil tangannya, dari genggaman tangan Jungkook


Yuju berbalik dan memantapkan langkahnya keluar, Jungkook menutup pintu yang terbuka oleh tangan istrinya kemudian, membalikkan tubuh Yuju menghadapinya kembali dan memeluk nya.


"Aku sudah selembut ini padamu, mengapa kamu masih keras padaku. Yuju, lakukan sesuatu untukku, ini yang terakhir kalinya aku meminta padamu." Jungkook memainkan rambut lurus panjang menjuntai Yuju, gadis itu menggeliat hebat sampai mundur beberapa langkah dan kepalanya terbentur papan pintu


Yuju ingin menghindar dari bumbu-bumbu ketidak nyamanan yang menjadi kehangatan ini, dengan perasaan berat dan demi kebebasan ia dapati di hari kemudian sampai seterusnya.


Ia menyanggupi untuk melayani suaminya, yang tengah berapi dengan hasrat panasnya.


Jungkook sangat senang dengan persetujuan yang telah ia dapatkan, segera ia melancarkan aksinya.


Membuka ikat perut yang melingkar di bawah dada Yuju, melepaskan anting-anting yang mengayun di kedua telingan istrinya dan melemparkan ke lantai begitu saja.


Menyadari batasan yang ia miliki, Yuju mendorong paksa tubuh Jungkook dari tubuhnya.


"Ada apa Yuju, bukankah kita belum melakukan sampai ke inti?" Jungkook terlihat bingung, tatapan matanya meminta penjelasan Yuju


"Lakukan pelan-pelan, jangan seperti dulu. Kau melakukannya sangat keras, membuatku merasakan sakit. Apalagi jarak di antara kita, kau harus ingat aku sedang mengandung!" Yuju mengungkapkan alasan atas penghentian kesuksesan Jungkook, menjalani sebuah hubungan suami istri


"Aku mengerti, nikmati saja apa yang aku beri untukmu." Jungkook memangku tubuh Yuju, membawa istrinya ke tempat yang lebih nyaman


Di atas tempat tidur, Yuju di baringkan dengan sangat hati-hati oleh Jungkook.


Lalu ia menanggalkan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya sangat cepat dalam waktu singkat, menaikan gaun Yuju ke atas sampai ************.


Tidak dapat di alihkan, raut wajah Yuju mulai gelisah antara kekhawatiran juga keresahan.


Cemas dengan perlakuan kasar Jungkook, yang tiba-tiba timbul. Pemberontakan yang terus menghadang dirinya, untuk melawan keadaan pasrah nya.

__ADS_1


"Hanya untuk yang terakhir kalinya, aku di lecehkan seperti ini. Mulai ke depan nanti, aku tidak perlu menghadapi hal yang memalukan ini," batin Yuju


"Keindahan tubuhmu, tidak dapat di pungkiri... aku hanyut dalam perasaan seksual ini, Yuju andaikan kau mencintaiku. Aku tidak akan melepaskan mu," ungkapan rayuan Jungkook, tidak mempengaruhi ekspresi Yuju yang datar dan tidak tertarik mendengar ucapannya


"Cepat lakukan saja, aku sudah tidak tahan, terus berdua dengan mu," ucap Yuju dengan suara dingin, matanya berdelik ke samping tidak ingin menyaksikan kehancuran tubuhnya yang akan di buat hancur oleh Jungkook


"Dia pandai mengulur waktu, apa harus aku lakukan agar cepat berakhir," dalam hati Yuju berkata, ia mulai melibatkan pikirannya mencari jalan penyelesaian yang tepat


"Aku tahu apa yang kamu pikirkan Yuju, kamu ingin berakhir denganku di malam ini. Kau salah besar, ini awal yang membuatku senang," batin Jungkook di sertai senyuman licik, yang semakin terlihat jelas di wajahnya


Yuju menatap Jungkook dengan menunjukan ketidak sukaanya sedangkan Jungkook, tatapan mata yang ia perlihatkan begitu tenang dan menggairahkan.


"Aku memang menunggu mu beraksi, cepat lakukan." dengan senyum penuh senang, Jungkook membiarkan dirinya yang menjadi korban kekerasan Yuju


"Kau yang menginginkannya, bukan aku. Teruskan Yuju, tambah kecepatan mu," Jungkook terlihat senang memperhatikan wajah cantik Yuju, tapi ucapannya di tanggapi diam oleh istrinya


"Kakak, derita apa yang aku alami. Bukannya bahagia bersama orang yang aku cintai, aku malah menjalani kehidupan yang menyedihkan dengan orang yang sangat aku benci," batin Yuju amat tersiksa, ketika ia harus menjalani hubungan yang tidak ia inginkan


Dalam batasan waktu yang cukup lama Yuju merasakan lelah, ia bangkit dari atas tubuh Jungkook dan berbaring di samping tubuh laki-laki itu.


Napas yang terengah-engah, keringat yang membasahi seluruh tubuhnya. Otot-otot terasa kaku, di sertai gerah yang tidak hilang sejak tadi.


"Waaah waaah... Yuju, aku belum puas. Bagaimana ini?" tubuh Jungkook berbalik ke samping, dia menatap Yuju yang terlihat lemas


"Biarkan aku yang membawa mu ke alam mimpi, Yuju!" teriakan Jungkook, memanggil nama Yuju di akhir ucapannya


Lelah sudah pasti ia rasakan, tubuhnya lemas tidak ada sisa tenaga untuk membuka matanya.


Ia pun menutup matanya sambil berharap, kejadian yang ia rasakan dan alami berkahir tanpa mengingat kembali ketika ia bangun nanti.


(*>.<*)(*>.<*)(*>.<*)(*>.<*)(*>.<*)


Pagi harinya, Taehyung tengah sarapan dengan Ibu dan Ayahnya. Mereka hanya bertiga di meja makan, perasaan merana masih di rasakan Taehyung sejak tadi malam.


Keinginan bertatap muka dengan Yuju pagi ini, masih menggebu-gebu di dalam dadanya.


Tiba-tiba ponsel Taehyung berdering, dia segera memasukan tangannya ke dalam saki jaket mengeluarkan ponselnya.


Via whatsApp


Jungkook


Lampiran sebuah poto

__ADS_1


Taehyung, kau menunggu Yuju bukan. Dia baru saja bangun, setelah semalam kami bercinta dengan sangat bergairah. 06:17


Taehyung menyimpan ponselnya di atas meja, perasaan kesal telah membumingkan rasa khawatir dalam dirinya.


Photo yang barusan ia terima, menyulutkan api kecemburuan di dalam jiwanya.


Ibunya memperhatikan tingkah anaknya yang berubah merah menahan amarah, di sertai kekecewaan yang belum terbaca oleh batin nya.


"Ada apa Taehyung?" tanya Ibunya, yang tidak tahan melihat kondisi anaknya


"Tidak apa-apa, Bu. Taehyung harus berangkat pagi-pagi, hari ini jadwalku tidak terkendali," alasan Taehyung, pada Ibunya bukan aktivitas nya yang yak terkendali tapi kemarahan cinta nya


Di kamar Jeon Jungkook, Yuju baru saja selesai memakainya pakaiannya setelah membersihkan dirinya beberapa menit yang lalu.


Jungkook menghampirinya dan membisikkan sesuatu di telinganya.


"Semoga harimu menyenangkan, Yuju." Jungkook pergi dari jangkauan Yuju, pergi keluar kamar dengan senyuman terangkat ke atas


"Menyenangkan... Apa makna dari ucapannya tadi," Yuju sangat risih dengan suara Jungkook yang terus menggema di dalam pendengaran nya


Segera beranjak pergi dari kamar, ikut bergabung sarapan bersama keluarga suaminya.


Ketika ia baru saja duduk, Taehyung berdiri dari tempat duduknya membuat heran dan bertanya-tanya di benak Yuju.


"Aku menunggu mu di luar, cepat selesaikan sarapannya." ucap Taehyung tanpa melirik Yuju, ia pergi begitu saja dengan wajah yang tidak senang


Yuju merasakan sedih di perlakukan dingin oleh kekasih hatinya, tidak biasanya Taehyung bersikap acuh padanya.


Di seberang kursi Jungkook tertawa senang dalam hatinya, melihat jarak jauh yang mulai terjadi di antara Taehyung dan Yuju.


Menu sarapan yang sangat enak terasa hambar tidak ada rasa, juga tidak berselera untuk memakannya.


Yuju menjadi terdiam dan melamun, Jungkook memundurkan kursinya dan berjalan kebelakang kursi Yuju.


Ia mengecup puncak rambut Yuju, berakting sebagai suami yang romatis padanya.


"Aku pulang larut malam, jaga kesehatanmu." Jungkook mengelus pundak Yuju, akting seorang suami yang sangat mencintai istrinya ia tunjukan di depan Ayahnya agar, ayahnya mengira kalau ia sudah berubah menjadi baik


"Kalau begitu, Ayah aku berangkat dulu." senyum ramah terpasang di wajahnya, Jungkook pergi meninggalkan ruang makan


"Kenapa dari semalam, sikapnya berubah. Trik apa yang tengah ia gunakan, aku harap aku tidak tertarik akan permainan busuk nya," batin Yuju


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2