Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number eighteen


__ADS_3

Distance And Longing


Yuju mencari jalan keluar untuk menghindari perbuatan Jungkook, ia mencari alasan yang masuk akal agar tidak di sentuh laki-laki itu.


Tapi Jungkook tidak mau mendengar alibinya, lama kelamaan dia menjadi kurang sabaran.


Akhirnya ia menarik tangan Yuju berjalan menuju tangga, gadis itu terus memberontak sampai terlepas pergelangan tangan kanannya dari genggaman Jungkook.


"Sudah cukup, bisakah kita tidak melakukannya lagi. Aku tidak ingin tidur denganmu, aku tidak sudi Jungkook." Yuju berlari menjauhi sosok Jungkook, ia berjalan ke arah pintu keluar


"Sial! Beraninya dia menolak keinginan ku. Yuju, kau kemana?" Jungkook mengejar Yuju, ia sudah berhasrat ingin bercinta dengan istrinya itu


Pintu terbuka tiba-tiba, tanpa mengambil perhitungan Yuju melangkah keluar dan tabrakan dengan tubuh seseorang.


"Ada apa Yuju?" tanya seseorang itu


Yuju mendongak wajahnya, tatapan penuh dengan rasa takut terpapar di dalam matanya.


"Taehyung." lingkaran erat tangan Yuju, memeluk tubuh kekasihnya


Saat itu Jungkook murka dengan amarah nya yang meluap-luap, dia berusaha mengambil Yuju dari pelukan Taehyung.


"Jungkook hentikan!" Taehyung menepis tangan adiknya, yang berusaha menarik lengan Yuju dari tubuhnya


"Berikan dia padaku, kau tidak berhak mendapat pelukan darinya,"


"Kenapa kau menginginkan Yuju, kau memiliki SinB dalam hatimu." Taehyung melepas perlahan eratan kedua tangan Yuju, meminta kekasihnya berdiri di belakang nya


"Hah... Memangnya kenapa, apa masalahmu sehingga melarangku mengambil istriku sendiri. Dia berhak bersamaku, walau dia tidak menginginkan itu," desis Jungkook salah tangannya memegang area pinggang nya


"Besok keluarga Hwang akan berkunjung ke sini, mereka hanya tahu Yuju adalah istriku. Karena dalam undangan pernikahan, akulah suaminya. Jadi, sebaiknya kau bersiap. Liburan sebentar lagi, kekasih mu itu pasti akan datang." Taehyung meraih jari jemari Yuju, dan menggengam erat dia membawa kekasihnya menuju kamarnya


"Pengawal!" teriakan Jungkook, membuat semua pengawal tuan muda itu berkumpul melingkari Yuju dan Taehyung, menahan mereka untuk tidak kabur


"Berikan dia padaku, maka kau tidak akan babak belur seperti yang sudah-sudah." Jungkook melangkah dengan pasti menunu arah mereka


Taehyung berbalik, membuat Yuju mengikuti putaran tubuh kekasihnya.

__ADS_1


"Apa hanya kau saja yang punya," ucap Taehyung dengan suara meremehkan


"Apa maksud ucapan mu?" langkah Jungkook terhenti karena tidak paham akan ucapan Taehyung


"Penjaga!" teriak Taehyung, para pengawal setia Ayahnya berdatangan dan melindungi mereka berdua


"Bagaimana menurut mu, aku sudah mengamati baik-baik rencana mu itu. Ayah mempercayakan Yuju padaku, agar kau tetap fokus dalam karier bisnis mu. Pergilah ke kamar, kerjakan urusan di kantor yang belum selesai. Kau main pergi begitu saja, apa Ayah kita tidak tahu hahhh." Taehyung melanjutkan perjalanan menuju tempat aman untuk Yuju tinggal


"Ayah... Kau bilang apa pada Ayah. Cepat katakan padaku, Taehyung!" Jungkook berteriak keras, tapi Taehyung tidak menanggapi pertanyaan marahnya


"Sejak kapan Ayah memperlakukan ku seperti ini, dia telah melanggar janjinya." Jungkook menendang barang di sekitar rumah, amarah besar tengah menggeluti pikirannya


Di kamar Kim Taehyung


Yuju di biarkan terbaring di atas tempat tidur milik Taehyung, laki-laki itu memperhatikan gadis itu dengan baik.


"Aku akan membuat minuman hangat untukmu." ketika tubuh Taehyung beranjak dari pinggir ranjang, lengannya di tahan erat dengan telapak tangan Yuju


"Ada apa?" tanya Taehyung dengan suara lembut


"Maaf Taehyung, aku ingin jujur padamu. Aku dan Jungkook pernah...." ucapan Yuju di cela baik oleh Taehyung, dia mengerti apa yang akan di sampaikan kekasihnya


"Tapi... Sudahlah, aku baik-baik saja. Mulai sekarang, aku akan menjagamu lebih baik dari kemarin dan dulu. Jadi... Kosongkan pikiran jelek di benakmu, pikirkan saja aku itu lebih pantas kau bebankan daripada yang lain." Taehyung tersenyum penuh, menutupi kekecewaan dalam hatinya


"Baiklah, Taehyung." Yuju membalas senyuman kekasihnya, dengan senyum manis di wajahnya


"Dia tidak akan berani datang ke kamar ini, karena penjaga Ayah lebih unggul di banding penjaga payah dan lemah yang ia miliki." Taehyung beranjak dari pinggir tempat tidur, berjalan ke arah luar kamar dan menutup pintu dengan rapat


"Jaga dia baik-baik selama aku pergi, jangan biarkan siapapun masuk walau adikku sendiri yang memaksa kalian!" pesan Taehyung, langsung di tanggapi dengan kata iya dan sigap menjaga selama tuan kedua mereka pergi


Taehyung berpapasan dengan Jungkook di ruang tengah, saat ia hendak ke dapur.


"Kau menang sekarang, tapi jangan lupakan kekalahan mu yang akan datang," ucap Jungkook, berdiri di samping Taehyung


"Kemenangan adalah kebenaran, kekalahan adalah kesalahan. Kau tidak akan bertahan dalam posisi mu, suatu saat nanti semuanya akan terbongkar dan berbalik padamu." Taehyung melanjutkan langkah kakinya yang tertunda, setelah membalas perkataan adiknya


"Kau boleh saja bahagia saat ini, tapi itu hanya sesaat. Benar, Yuju itu adalah kelemahan terbesarmu. Apa kau tidak merasa membenci wanita itu, setelah ku nodai kau masih ingin bersama nya," desis Jungkook kemarahan masih panas dan menyala-nyala di lubuk hatinya demi membalas dendam sakit hati yang ia rasakan

__ADS_1


Taehyung memasak air, mencari kotak susu yang pernah ia beli di supermarket.


Ia menemukan kotak itu di dalam lemari makanan, setelah itu ia membaca aturan pakainya.


Setelah memahami, ia menuangkan 2,5 sendok susu bubuk ke dalam gelas putih. Ketika airnya sudah mendidih, ia baru menuangkan air itu ke dalam gelas tadi.


Mengaduk-aduk sendok di dalam gelas sampai menjadi rata, kemudian membawa gelas itu keluar dari dapur.


Gerak-gerik yang Taehyung lakukan Jungkook pantau dengan mengamati layar monitor yang terpasang di kamarnya, ia sengaja memasang kamera cctv di sekitar rumah bahkan di kamar kakaknya itu.


"Kau manis sekali rupanya." lirikan mata Jungkook tetap mengarah di layar besar, ia terus mengawasi apa yang di lakukan Taehyung terhadap Yuju


.................................


Yuju menghabiskan susu dari gelas yang di berikan Taehyung dan menyimpannya di atas laci.


Ia berbaring kembali, Taehyung menyelimuti gadis itu lalu mengelus pucuk rambutnya dengan elusan lembut.


Rasa sayang yang sudah melekat dalam darah kental nya, tidak mungkin dapat sirna begitu saja.


"Sudah tujuh bulan Yuju, beberapa bulan lagi bayi nya akan lahir?" ucap Taehyung, secara tidak sadar elusan tangannya malah beralih mengelus perut Yuju


"Kamu sangat menyanyangi bayi yang ada di dalam kandungan ku, padahal dia bukan darah daging mu. Kenapa bisa begitu baiknya hatimu, sehingga luka yang besar tidak juga membuatmu menyerah melupakan ku?"


"Kamu yang berpikiran sempit Yuju, kamu tahu sendiri cinta melebihi segala kebahagian dalam hidupku. Walau aku di sakiti sampai mati pun, aku tetap pada cintaku ... yaitu mencintaimu tanpa mengharapkan balasan apapun,"


"Taehyung, kenapa tidak cari pengganti ku yang lain saja. Banyak gadis yang sedang menunggu kedatanganmu, singgah di di dalam hidup mereka. Aku mengizinkan mu, untuk menjalani hidup lebih baik,"


"Jangan menyakiti perasaanku Yuju, mencari pengganti mu sangatlah sulit bagiku. Aku tidak ingin mendengar lebih banyak lagi, kata-kata yang menyakiti hatiku apalagi itu dari bibir mu." Taehyung menjauhkan dirinya, dari hadapan Yuju ia pergi menuju sofa dan mengambil laptop kerjanya yang sudah berada di sana


"Maaf, telah salah mengatakan. Aku tidak berniat menyakiti, aku ingin melihat mu bahagia saja," batin Yuju


Jungkook mematikan layar tv besarnya, ia melempar remote control di tangganya ke bawah.


"Bagaimana caranya, menghancurkan dia. Memisahkan dia dengan kekasihnya malah membuat mereka semakin kuat saja, apa karena bayi itu," pikir Jungkook secara logika


"Jika bayi itu tidak lahir, mungkin pukulan besar juga bagi Taehyung. Walaupun bayi itu adalah anakku, aku tidak masalah menghilangkan dia dengan tangan ku sendiri." senyum smirk Jungkook terlihat jelas di wajahnya, rencana jahat mulai menjadi ide cemerlang yang segera ia laksanakan

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2