Jarak Dan Kerinduan

Jarak Dan Kerinduan
number twenty five


__ADS_3

Distance And Longing


Jungkook meraih kedua telapak tangan Yuju, menggenggam nya juga mengelus lembut punggung tangan istrinya.


"Hei gadis cerewet! Jangan berpikir kau sendirian, memang aku ini seorang penipu yang pandai berbohong. Tapi aku tidak mengatakan kebohongan saat berbicara denganmu, mungkin satu dua atau empat kali aku mengatakannya. Malam ini menjadi malam sejarah, Jeon Jungkook menjadi seorang yang baik hanya untukmu." sebuah sudut senyuman terbentuk, Jungkook ingin Yuju menenangkan dirinya dari pikiran yang berkenaan dengan Taehyung


"Apaan sih, kenapa jadi lembut kayak gini nora tahu." Yuju menarik kuat kedua tangannya, yang tak ingin di perlakukan manis oleh Jungkook


"Di baik-in malah di hujat, sebenarnya aku ini kau anggap apa... suami kan sudah jelas statusnya, atau kau menganggap ku hanyalah seorang penjahat?" Jungkook kembali menarik kedua telapak tangan Yuju dan menggengam nya lebih erat dari sebelumnya


"Aku tanya padamu, kamu berbicara halus gini pasti ada mau nya?" Yuju yang langsung curiga dengan sikap tak biasa Jungkook lakukan terhadapnya


"Tidak ada, aku tidak ingin kau bersedih atau menangisi kakak ku, bayi ku akan berpengaruh nanti. Kalau dia lahir terus menangis sepanjang hidupnya tak pernah tertawa bagaimana?" Jungkook membuka bibirnya cukup lebar, menunjukan ke terkejut-an nya jika memang sampai terjadi


"Ternyata kau ini hanya menyanyangi anakmu saja," ungkap Yuju sedikit menahan rasa kecewa


"Aku menyayangimu...." Jungkook langsung mengunci bibirnya rapat-rapat, hampir saja ia berbicara lebih banyak mengenai apa yang tengah ia rasakan


"Apa! Kau menyayangiku, benarkah?" Yuju kaget sampai ia membulatkan kedua matanya


"Sayangnya kau mencintai Taehyung, jadi aku harus menghilangkan mu dari pikiranku," ucapan yang di katakan Jungkook menusuk rasa harapan Yuju yang sudah berharap kalau memang benar adanya


"Kalau begitu terimakasih atas hiburan yang menyakitkan yang telah kau berikan, selamat tidur." Yuju menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya, perasaan kecewa masih menjadi yang utama yang ia rasakan


"Kenapa Yuju, kau harus punya anggapan bahwa laki-laki benar itu punya perasaan khusus padamu. Bukankah kau hanya mencintai Taehyung, kalau begitu lupakan kata-kata manis dan akhir menusuk itu," batin Yuju


Jungkook beranjak dari pinggir ranjang, berpindah ke sisi ranjang dimana biasa ia tertidur di sana.


Berbaring dengan tenang juga senyum aneh, saat ia membayangkan kilas balik tingkah Yuju yang berubah-ubah.


Bagaikan sebuah kolase berputar, di ingatannya.


"Hey jangan menendang!" Yuju bangkit dari posisi berbaring nya


Mendengar teriakan peringatan itu, Jungkook menoleh ke atas samping memandang Yuju dengan tatapan heran tak bersalah.


"Siapa yang menendangmu, apa aku yang kau sangka hah?" tanya nya dengan suara malas, rasa senang-senang berimajinasinya buyar begitu saja


"Bukan kamu." jawab Yuju sambil menoleh sedikit kebelakang


"Lalu siapa? Apa mahluk gaib yang menganggumu, tapi itu tidak akan mungkin. Mana ada mahluk halus yang ingin menyentuhmu, sekali sentuh dia pasti akan mati," ejek Jungkook di sertai kikikan khasnya


"Suami ku memang pandai berkata-kata jahat ya, anaknya sendiri yang menendang ibunya. Seperti nya aku harus memasukan dia ke klub sepak bola, agar bisa menendang bola masuk ke dalam mulutmu." Yuju dengan geram menggelitik perut Jungkook, hingga tawa laki-laki itu meledak keluar


"Hahahhahah... Yuju... Yuju! Hentikan!" Jungkook berusaha menahan dirinya, dari kemarin tangan Yuju yang terus menggelitik perutnya


"Makanya sekolah tata bicara sana, ngak usah kerja biar bicaramu sopan." Yuju menyilangkan kedua tangannya, di atas perut buncitnya ekspresi sebal tergurat jelas di atas kening nya


"Choi Yuna marah kayak nya." Jungkook membangunkan tubuhnya, ia menggeser kan jaraknya lebih dekat sang istri


"Jangan panggil aku dengan sangat sopan seperti itu." Yuju menoleh ke samping sambil menunjuk Jungkook menggunakan jari telunjuk nya


"Kamu mau aku panggil sayang." Jungkook mengerahkan telapak tangan kanannya menggapai bagian belakang kepala Yuju, mendorong nya hingga wajah dari kedua insan saling bertemu


"Kau mau apa?" Yuju merendahkan pandangan matanya, ia mengerti tapi pura-pura tidak mengerti apa yang akan di lakukan suaminya

__ADS_1


"Ikuti dan tiru apa yang akan ku ajarkan padamu." Jungkook memberi sebuah kecupan di bibir Yuju


Yuju menyambut datangnya ciuman Jungkook, laki-laki itu memiliki gairah yang tinggi apalagi setelah mendapat restu dari pasangannya.


Berciuman tak mampu memuaskan hasratnya, ciuman bibir usai Jungkook menjelajah ke bawah leher sang istri.


"Jungkook!" gumam Yuju


Desahan lembut sempat Yuju ucapkan, suaminya benar-benar pintar dalam melakukan service percintaan.


Sukses membuat sebuah luka memar merah di leher Yuju, Jungkook membuka kancing atasan pakaian yang di kenakan hingga hampir semua terbuka.


Jungkook mendorong bahu Yuju dengan pelan dan perlahan, hingga istrinya terbaring di bawah tubuhnya.


Jungkook meremas payu dara sebelah kiri Yuju, alhasil suara rancau liar keluar dari bibir sang istri.


"Jungkook... Ahhh!" Yuju menggertakan giginya


Jungkook hanya tersenyum manis, niat awalnya ciuman bibir malah keblabasan sampai ke tengah tubuh sang istri.


Melakukan ciuman panas lagi, untuk memenuhi syarat dari nafsu yang tengah menggebu memburu dirinya.


Saling memainkan lidah satu sama lain, menariknya bahkan lebih parahnya mengigit.


Tapi keduanya makin lancar dalam mempertahankan sebuah ciuman mesra menjadi kehangatan yang mendidihkan gairah bercinta dalam lubuk hati mereka.


Meninggalkan malam panas di kamar Jungkook, ada seorang Taehyung yang sedang meradang di sebuah kolam renang.


Kedua kakinya masuk ke dalam air, duduk termenung sambil menatap bintang di langit-langit.


Ketika Taehyung sedang berdiri di atas jembatan layang seorang diri, tiba-tiba saja dari arah belakang ada Yuju yang menghampiri dan menutup kedua matanya.


Taehyung menggapai kedua lengan Yuju, ia menurunkannya ke bawah dengan tarikan pelan.


"Datang terlambat lagi?" Taehyung melirik ke samping, Yuju segera berjalan ke sisi tubuh kekasihnya dan bersandar di bahu tangguh nya


"Aku baru selesai menutup cafe, kamu juga egois nggak mau bantuin," gerutu Yuju menjawab pertanyaan dari pacar nya


"Maaf, aku ingin kamu mandiri melaksanakan tugas dengan kekuatan dan kemampuanmu, maka dari itu aku selalu bangga padamu." Taehyung mencolek pipi Yuju lalu tersenyum memandang kembali ke depan


"Makanya hanya aku saja yang kuat jadi kekasihmu, karena di campakkan itu tidak enak. Jadi semua cewek itu pada ngejauhin, nggak mau menderita." Yuju mendongak wajahnya ke atas melihat taburan bintang menghiasi angka yang kelabu


"Jadi ini ungkapan keluhan yang kamu sampaikan secara tidak sadar." Taehyung menarik hidung Yuju juga memainkannya dengan sangat gemas


"Taehyung."  Yuju mengerutkan bibirnya, membuat wajahnya terlihat sangat lucu


"Aku suka kamu yang seperti ini, ringan di pandang rindu kalau di kenang." Taehyung pun tertawa sambil melepas jari tangannya yang tadi terus menarik hidung kekasihnya


"Taehyung jika kamu rindu aku, aku tidak ada di sampingku... malam hari kau bisa menatap bintang, bayangkan saya aku sedang tersenyum di atas sana... kerinduan mu pasti akan terobati," ungkap Yuju merasakan damai di suasana malam dingin yang sedikit membuatnya tersiksa


"Baiklah." Taehyung senyum sesaat menunjukannya pada Yuju, ia pun menoleh ke depan lalu mendongak wajahnya ke atas memandang bintang-bintang bercahaya kelap-kelip


Flash Black Off>>>>>>>>


Taehyung tertunduk dalam penyesalan karena mencampakkan Yuju hanya karena keegoisan nya.

__ADS_1


"Yuju pasti tengah bersedih, aku tidak mau berbicara dengan nya,"


Taehyung menyandari salah mengambil tindakan cuek terhadap Yuju, akhirnya ia memutuskan untuk menyelesaikan kesalahpahaman di hari esok.


Pagi hari menyapa seorang Ibu muda yang tengah berbadan dua, Yuju sedang menikmati udara segar sambil melihat pepohonan yang berada di sekitar jendela.


Suara pintu terbuka yang berasal dari kamar mandi, mengeluarkan seorang laki-laki yang berjalan menghampiri istrinya.


"Sedang apa di sini?" tanya nya sembari mengusap-usap rambut dengan handuk


Yuju melirik suami yang berada di sampingnya, Jungkook memakai boxers dan mempertontonkan otot perut kelas atas yang ia miliki.


"Mengambil napas." Yuju melangkah melewati tubuh Jungkook di ikuti perasaan malas


"Stok udara dalam tubuhmu habis ya karena semalam terlalu banyak di gunakan, jadi kau mengisi ulang sebanyak mungkin pagi ini." ucap Jungkook kesal karena di cuekan kehadirannya oleh sang istri


"Yuju, dia itu suami yang lupa diri... kadang manis dan baik, terkadang jahat dan buruk...." gumam Yuju sambil mengelus perutnya


Dalam beberapa detik langkah Yuju terhenti, entah kenapa itu terjadi dirinya pun tidak mengerti.


Saat berbalik kebelakang Jungkook sudah berada di hadapannya, menunjukan senyuman lebar yang cukup menakutkan.


"Kenapa berdiri di depanku?" bentak Yuju yang merasa risih


"Ya... Kau sendiri yang berdiri di depanku, apa kau meminta suamimu ini untuk memelukmu hah." Jungkook merentangkan kedua tangan, menunjukan keterbukaan dan kesediaanya menerima tubuh Yuju untuk di peluk olehnya


"Nggak pernah tuh berpikiran ingin di peluk, cuma firasat buruk yang belum tentu menginginkan pelukan mu." Yuju memalingkan wajahnya, membuat ia di tarik ke dalam pelukan suaminya


"Lepaskan!" Yuju berusaha melepaskan dirinya, dari dekapan yang menyesakkan


"Sudah jangan sungkan dan malu-malu, sebelum suami mu ini pergi, kau harus puas-puas menikmati waktu bersamaku." Jungkook pun tertawa senang


"Siapa yang mau di peluk olehmu," keluh Yuju suaranya terdengar menoleh dengan manja


Tiba-tiba saja pintu ada yang membuka, seorang gadis terkejut melihat adegan kemesraan suami istri.


"Ihh... Kak Jungkook." Umji menutup rapat kembali pintu kamar Jungkook, jantungnya berdebar-debar belum bisa tenang menghilangkan ingatan kejadian hangat tersebut


"Umji! Lain kali ketuk pintu dulu, baru masuk!" teriak Jungkook memperingati ia mengetahui kalau Umji belum pergi dari depan kamarnya


"Dasar mesum! Kau sudah dewasa mengapa tidak mengunci pintu?" Umji terpancing rasa marah


"Suka-suka Jungkook, bukannya penjaga melarang mu masuk," sahut Jungkook menahan tubuh Yuju dalam pelukannya yang mulai merasakan hangat


"Bodoh! Penjagamu ketiduran, apa semalaman akan terjaga hanya untuk menjaga orang dewasa tidak waras seperti mu." cerca Umji sambil menendang pintu dengan tenaga yang cukup keras


"Jungkook lepaskan aku, aku harus segera ke bawah untuk membantu Ibu menyiapkan sarapan!" pinta Yuju merasa tidak nyaman


"Sudah diam saja, biarkan Ibu tiriku menderita... banyak pelayan juga yang ia sewa, kau harus membantuku memakai baju." Jungkook melepas pelukannya, tapi ia menyegel lengan Yuju erat dan membawanya mengikuti kemana arah ia berjalan


"Aku tidak mau melayani mu," desis Yuju yang tidak bisa menerima keadaan yang terus memaksanya untuk berdekatan dengan suaminya


Bersambung.........


Jangan lupa vote and comments!!!

__ADS_1


__ADS_2