
Distance And Longing
Author pov
Sejak tadi, Yuju merasa di acukan oleh Taehyung. Baru kali ini ia merasakan hawa dingin sikap kekasihnya, setiap pertanyaan tak di jawab apalagi keluhan yang ia katakan.
"Kamu kenapa, dari tadi aku bicara sendiri?" Yuju kembali bertanya secara baik-baik, ia tidak menyukai sikap cuek Taehyung
Taehyung lagi-lagi terdiam, mengunci mulutnya tanpa menjawab pertanyaan Yuju.
Emosi telah mengutamakan keegoisan dalam dirinya, marah dan cemburu tengah ia rasakan.
Sehingga ia tidak bisa menjernihkan pikirannya, yang tengah di kuasai perasaan benci pada adiknya.
Sesampainya di kampus, Taehyung meninggalkan Yuju tanpa membukakan pintu seperti biasanya.
Yuju segera keluar dan mengejar langkah Taehyung yang semakin jauh dari jaraknya.
Tapi sayangnya, usahanya hanya sia-sia. Taehyung tidak meliriknya, ataupun mengeluarkan suaranya.
Ketika berjalan masuk ke dalam kelas, ia langsung duduk di bangku nya.
Mengeluarkan buku dan juga pena dari dalam tas nya, kemudian melamun kan kejadian hari ini.
Teman baiknya datang menyapa sambil duduk di sampingnya, ia menegur Yuju karena tidak menjawab sapaan pagi nya.
Yuju terlonjak kaget, ia segera menepuk kedua pipinya dengan tangannya.
"Pagi-pagi sudah begong aja, ada apa hm?" tanya Eunha, berbalik ke arah Yuju
"Taehyung bersikap dingin padaku, padahal kami tidak ada masalah apapun. Biasanya dia yang begitu perhatian dan sangat pengertian padaku, tapi rasanya berbeda hari ini," sahut Yuju dengan kesah curahan hatinya
"Pantas saja, dia tidak menjawab pertanyaan dariku. Kamu bertengkar kali, atau menyakiti perasaan Taehyung secara diam-diam," Eunha bermonolog membantu memecahkan permasalahan yang belum kelihatan arahnya
"Menyakiti perasaan Taehyung diam-diam...." Yuju mulai berpikir dengan keras, apa yang telah ia perbuat sehingga membuat kekasihnya berbuat acuh padanya
"Aku rasa tidak," ujar Yuju sambil menggelengkan kepala beberapa kali
"Atau dia berkelahi lagi dengan adiknya, mereka sering melakukan hal itu bukan. Ya... Taehyung sudah mencapai batasnya, maka dari itu dia mengeluarkan emosinya pada semua orang," celetuk Eunha, tanpa berpikir panjang
"Kalau mereka berkelahi, dia tidak akan sampai jadi begini. Kecuali...." Yuju mengingat kejadian tadi pagi, saat Jungkook membisikkan sesuatu di telinganya
"Semoga harimu menyenangkan," bisikkan Jungkook mulai mengiang-ngiang di dalam telinga Yuju sampai masuk ke dalam pikirannya
"Semoga harimu menyenangkan, itu artinya...." Yuju mulai mengerti arti dari perkataan Jungkook tadi pagi, ia langsung berdiri sambil melotot
"Yuju kamu baik-baik saja?" Eunha ikut berdiri, ia menyentuh bahu Yuju dan menatapnya dengan kekhawatiran
"apa Si licik itu, yang mengunakan kejadian semalam untuk membuat keretakan dalam hubungan kami. Awas saja dia," pikir Yuju menebak
"Yuju, kamu dengar aku bertanya atau tidak?" Eunha menepuk pundak sahabat namun, Yuju buru-buru pergi meninggalkan Eunha, yang masih bingung menafsirkan ucapan sahabatnya yang tidak di mengerti
"Yuju kamu harus kembali, 10 menit lagi kelas akan di mulai!" teriak Eunha, pandangan matanya masih awas memperhatikan gerak langkah Yuju
Yuju mencari keberadaan Taehyung, ia bertanya ke sana-sini. Sampai ia bertemu dengan kakaknya, mereka pun saling bicara.
"Yuju, jangan lari sembarangan begitu. Kamu sedang berbadan dua, jangan menyakiti diri sendiri!" nasihat Jin, di hiraukan begitu saja
"Kakak, jangan pedulikan tentang kesehatanku. Aku harus bertemu dengan Taehyung, untuk menjelaskan sesuatu yang penting," kecemasan mulai tergambar jelas di wajah Yuju, tatapan matanya tidak fokus melihat ke arah mana
__ADS_1
"Yuju, Taehyung sedang duduk di bangkunya. Dari tadi dia terus diam, kakak sampai kesal di buatnya. Apa kalian bertengkar, tidak biasanya itu terjadi pada hubungan mu dengan nya." kembali lagi Jin terkacangi oleh adiknya, ia menerobos masuk ke dalam kelas demi menghampiri Taehyung
Yuju berdiri di hadapan Taehyung, ia memanggil nama kekasihnya dengan suara keras.
"Taehyung!" teriak Yuju, membuat Taehyung mendogak wajahnya
"Ada apa dengan mu, kamu terus mengacuhkan ku dari sejak sarapan tadi. Apa salahku, mengapa kamu tega menyakiti hatiku?" tanya Yuju, dengan tidak sabar dalam perasaan bimbang nya
"Tanya pada dirimu sendiri, aku mencintaimu melebihi diriku sendiri. Kamu yang dahulu menyakitiku, lebih baik kamu jaga diri jangan terluka lagi. Aku tidak akan datang menolongmu." Taehyung beranjak dari tempat duduknya, sambil menarik tas kebaikannya ke atas punggung
"Taehyung, kamu jahat sekali padaku. Tanpa menjelaskan apa maksud perkataan mu, kau pergi begitu saja tidak peduli lagi padaku," isak tangis Yuju kembali membanjiri wajah cantiknya
Kakaknya Jin datang padanya, memeluknya dan mengasihani nya dengan kasih sayang mengatakan kata pengucap kekuatan untuk adiknya.
"Biarkan Taehyung tenang dulu, jangan di kejar lagi. Seorang laki-laki butuh waktu untuk kembali seperti dulu." Jin mengelus rambut panjang Yuju, menenangkan perasaan sedih yang sudah meracuni pikirannya
Pada jam makan siang, Taehyung pergi entah kemana. Saat pelajaran berakhir, kakak nya datang menjepunya mengantar dia pulang.
Dalam perjalanan menuju rumah mertuanya, Yuju tidak berhenti menangis dalam lamunanya.
Ia masih kepikiran tentang Taehyung, yang berkata-kata pedas padanya.
Walau tidak banyak melontarkan kata, tapi membuat jiwanya terluka.
"Sesakit inikah, tidak di anggap oleh orang yang aku cinta," batin Yuju sengsara meratapi kisah cintanya yang rapuh tanpa pengertian dalam pemahaman
Setelah di antar pulang, Yuju mengurung dirinya di kamar. Ibu mertua membawa makanan untuknya, karena ia tidak turun untuk ikut makan bersama.
Yuju mengucapkan rasa terimakasih atas perhatian mertuanya, Ibu Taehyung mengangguk kemudian pergi lagi meninggalkan dirinya.
Yuju hanya menatap sajian makanan di atas piring tanpa berselera menyentuh sesuap nasi ke dalam mulutnya.
Ia masih di gandrungi rasa bersalah, karena tindakan bodoh yang di lakukannya.
Jungkook membuka pintu, ia melenggang masuk ke dalam kamar.
Duduk di pinggir ranjang, sambil melepas sepatu yang ia kenakan.
"Aku pulang lebih awal, karena bantuan Taehyung," ujar Jungkook memberitahu Yuju, namun. Gadis itu tidak tertarik sama sekali mendengar ucapannya
"Jadi Taehyung pergi ke kantornya, dan mengirim orang picik ini datang kemari," ucap Yuju dalam hati
Jungkook melihat piring berisi makanan di atas laci, lantas ia bertanya.
"Kenapa kamu tidak makan, tidak suka dengan menu masakan nya?" Jungkook berdiri, ia melihat Yuju dalam kebisuan gadis itu
"Diam terus, kau ingin sakit hahh... makan saja malas." Jungkook mengambil piring itu, ia duduk di depan Yuju yang tengah bersandar di punggung ranjang
"Biarkan aku mati," ucap Yuju dengan tatapan kekosongan menatap satu titik ke depan
"Mati kau bilang, lahirkan dulu anak ku... baru kau bisa mati." Jungkook mengambil nasi mengunakan sendok, mendekatkan sendok itu ke dekat bibir Yuju
"Kenapa kau ingin aku makan, apa yang kau lakukan ini demi anak mu bukan?" Yuju menggeserkan bola matanya, menatap Jungkook
"Tentu saja, dia harus sehat saat lahir nanti. Cepat makan, aku tidak ingin dia kekurangan gizi nanti." Jungkook menyuapi Yuju, perhatian kecil darinya di terima Yuju tanpa penolakan
Suapan terkahir sudah di selesaikan Yuju dengan baik, ia minum dari gelas yang di berikan Jungkook padanya.
"Apa yang kau katakan pada Taehyung tadi pagi, dia terus menjauh dariku. Pasti kau mengatakan yang tidak-tidak padanya?" Yuju melihat ke arah Jungkook yang sedang membuka atasan pakaian nya
__ADS_1
"Aku tidak berbica padanya, hanya sapaan kecil saja. Kenapa emangnya, dia menjauhi mu pasti ulah mu sendiri. Mengapa tanya padaku." Jungkook melepas atasan kemejanya, sehingga ia memperlihatkan bentuk tubuhnya yang atletis
Yuju memalingkan wajahnya, tidak ada ketertarikan dirinya untuk melihat pemandangan tidak wajar dari suaminya.
"Sudah aku akan pergi mandi." Jungkook berjalan menuju pintu kamar mandi, ia menarik handuk di pinggir lemari dan melangkah masuk ke dalam
Yuju mengambil ponsel Jungkook di bawah kakinya, ia mulai membuka aplikasi chat di dalam ponsel itu.
Matanya terbuka lebar, saat menemukan pesan Taehyung dan Jungkook.
Ia menemukan bukti dari kecemburuan Taehyung, yang masih membara sampai saat ini.
"Jadi kau yang menyebabkan kami berjauhan, sudah ku duga. Kau tidak akan pernah menepati janji busuk mu." Yuju melempar ponsel Jungkook ke bawah, amarah tengah memuncak di dalam kepalanya
Beberapa saat kemudian, Jungkook menutup pintu kamar mandi.
Ia berjalan menuju ke lemari pakaian, tak sengaja setelah mengambil setelan pakaian yang akan di kenakan. Ia menginjak ponselnya sendiri, lantas memancing emosional nya keluar.
"Yuju, kau berani sekali padaku." Jungkook melempar pakaian di atas tangannya ke arah tempat tidur
"Ponselmu sangat berharga, kamu kan banyak uang beli aja lagi," Yuju menjawab kekesalan Jungkook, dengan santai nya
"Kau kira itu ponsel sembarangan, di dalamnya terdapat nomor penting. Kenapa kau membuang ponselku, kemana ponselmu akan ku hancurkan sekarang juga." Jungkook sibuk menari ponsel Yuju di sekitar kamarnya
"Kau pura-pura terlihat baik dan memperhatikan ku, sudahlah buang topeng mu tunjukan wajah aslimu?" Yuju beranjak dari tempat tidur, ia melangkah pelan mendekati Jungkook
"Aku tidak pernah berbuat baik atau memperhatikan mu, semua hanya sandiwara." satu tamparan keras Jungkook dapatkan, dari tangan kanan Yuju
"Kau mengirimkan photo kepada Taehyung, kejadian semalam itu hanyalah paksaan untuk terbebas dari mu. Kenapa kau masih ingin menganggu kami, dasar ingkar janji!" Yuju menggerakan tangannya, menampar sisi wajah Jungkook yang sebelahnya
"Hahaha... Kau baru sadar hah. Jadi, Taehyung memutuskan hubungannya denganmu, dia sudah tidak tahan dengan wanita murahan seperti mu...." ucapan Jungkook di cerca Yuju, gadis itu membalas nya dengan perkataan kasar tak kalah menghina dari celotehan nya
"Kau yang mendapat wanita murahan seperti ku kan, menguji cinta kami dengan cara kotor mu itu tidak mempan. Lebih baik, kau berpikir dengan keras lagi. Rancanglah dengan sempurna, kejahatan apa yang pantas kau berikan untuk meruntuhkan cinta kami yang semakin kuat." Yuju memutuskan untuk pergi dari kamar Jungkook, dengan hambatan karena rasa sakit yang tiba-tiba menyerang perutnya ia mencoba menekan perasaan sakit ke arah ketenangan
"Jangan mencoba lari dari sini, penjagaku berada di depan pintu. Kau bisa melewati mereka hah, kau itu lemah dan tak berdaya," Jungkook mulai terbawa suasana yang semakin memanas, ia merendahkan pandangan matanya menatap Yuju yang sedang membuka kenop pintu
"Kau kira aku bodoh, penjaga mu pasti sedang tertidur mereka juga merasakan lelah." Yuju melenggang keluar dari kamar dan menutup pintu
Jungkook membiarkan Yuju pergi, ia hanya memakai pakaiannya.
Yuju menuruni anak tangga perlahan, melirik ke kamar Taehyung yang tertutup rapat.
Entah kemana ia harus tinggal, jika kalau bukan tempat Taehyung berada yang aman untuknya.
Ketika dia hendak pergi ke ruang makan, ia melihat Ayah mertuanya sedang duduk sendirian di ruang santai.
Tapi tidak ada niatan untyk menemuinya, ia pergi ke dapur mencari minuman hangat di sana.
Setelah mendapatkannya, ia keluar dari sana. Perjalanannya, terhenti lagi.
Ia melirik ke ruang santai, di situlah Ayah mertuanya meminta ia untuk menghampirinya.
Yuju melangkah pergi ke hadapannya, Ayah mertuanya meminta ia duduk di sampingnya.
Yuju menuruti apa yang di perintahkan, lalu Ayah mertua mulai mengeluarkan apa yang tengah ia pikirkan.
"Mau mendengar kisah Jungkook masih kecil?" Ayah mertua bertanya pada menantunya, lalu meminum segelas air putih yang di bawa Yuju di ambil nya di atas meja
"Kenapa harus mendengar cerita laki-laki itu, mengapa bukan Taehyung," batin Yuju
__ADS_1
"Ceritakan saja Ayah." jawab Yuju di ikuti dengan anggukan kepalanya, walau ia tidak ingin mendengar kisah tentang Jungkook
Bersambung.......