Jatuh Hati

Jatuh Hati
09. Kabur


__ADS_3

Happy Reading : )


.


.


.


****


Dua gadis ini terlihat bingung dan panik apalagi sejak kemarin saat seniornya menarik sahabatnya, sampai sahabatnya belum juga pulang ke appartementnya.


"Duh gimana nih ??? zoyaaa !! ini pasti karena kita berdua .." Ujar gadis bernama acha itu.


"iya gue dari tadi mikirnya gitu dan sekarang Jevan sama Maura aja izin dari ospek... kemarin gue sih positif thingking aja soalnya Jevan lebih memilih bawa Maura dari pada andin cha tapi kalau sekarang gak tau deh..." Ujar zoya yang sebenarnya sama khawatirnya dengan acha.


"Eh itu kak Jevan kan bareng tiga teman gantengnya.." Ujar seseorang yang juga sedang makan di kantin. Ya ! mereka memang sedang istirahat dan makan di kantin. Ucapan orang itu membuat acha dan zoya menoleh ke arah di mana 4 pria famous itu berdiri.


"Kita harus pergi cha sebelum mereka melihat ke arah kita kalau enggak kita bakalan mampus nih...ayo cepat..." Ujar zoya yang mengintrupsikan acha untuk mengikuti zoya dengan jalan bersembunyi dari 4 pria famous itu.


"Woi lo berdua... sini ... cepat !!" sebelum mereka melangkah lebih jauh suara itu menghentikan langkah mereka. Ingin sekali lari dari tempat itu tapi apakah bisa???


"Cha kita lari aja... gue gak berani balik badan dan jalan ke arah mereka..." Ujar zoya yang sudah bergetar ketakutan.


"Sama gue juga takut..." Ujar acha.


TAP


TAP


Suara langkah kaki mendekat ke arah mereka terdengar di telinga mereka berdua.


"satu ... dua ... tiga... KABURR" Ujar mereka berdua sebelum orang itu menangkap mereka.


"Kejar mereka..." perintah suara orang yang memanggil mereka dan zoya yakini itu adalah suara Jevan.


HAP


Seseorang mencekal pergelangan zoya dan orang yang lainnya menghentikan acha dengan berlari lebih cepat darinya.


"Mau kabur ? no way..." Ujar Jevan yang sudah berada di hadapan mereka dengan jari telunjuk nya yang ia gerakan ke kanan dan ke kiri secara bergantian di depan zoya dan acha.

__ADS_1


"Ke-kenapa..? bukannya .. urusan kita udah selesai..." Ujar zoya yang terbata karna ketakutan.


"Di perpanjang karna pasti kalian berdua udah sekongkol buat ngerjain andin kan...?" Tanya Jevan namun mereka berdua hanya diam.


"Udah lah bis langsung aja... diam itu berarti iya..." Ujar teman Jevan. Yuza.


"Oke kalian ikut gue..." Ujar Jevan dengan keadaan Yuza memegang tangan Zoya dan Tio dengan Acha sedangkan Aksa dan Jevan berjalan di depan.


"STOP!!" tiba-tiba seorang gadis menghentikan langkah mereka.


"Maura..."Ujar zoya dan acha secara bersamaan karna terkejut dengan kedatangan Maura. Begitu pun dengan Jevan, Yuza dan Tio yang sangat terkejut karena mereka sudah mengunci basecamp mereka sedangkan Aksa hanya menanggapinya biasa saja.


"Kok lo bisa ke sini.. tugas lo udah selesai..?" Tanya Jevan saat ia sudah sadar dari keterkejutannya.


"Udah dan urusan kita udah selesai jadi gue mau bawa pulang dua temen gue yang lo tawan.." Ujar Maura yang langsung menarik ke dua tangan temannya.


"Eh.. tunggu dulu !! mereka masih punya urusan sama gue!" Ujar Jevan.


"Eh inget lo cowok bro... masa cari lawan sama cewek ! emangnya tenaga lo udah gak ada lagi sampai cari yang terlalu lemah untuk lo jadiin seorang lawan !!" Ujar Maura yang sudah sangat kesal dengan sikap Jevan dan Maura yang selalu menentangnya.


"Aduh !! kenapa lo ngomongnya kejam banget sih ! emangnya lo gak takut...?" bisik zoya pada Maura.


"Oke itu yang terbaik dan sekarang kita harus apa ?" Tanya zoya yang sudah ketakutan dari tadi.


"biar gue yang urus dan kalian hanya perlu diam untuk tidak memperkeruh suasana..." Ujar Maura. Tak lama Jevan datang dan membalikan tubuh Maura untuk menghadapnya.


"WHAT THE HELL!!" kesal Maura yang tak suka dengan sikap Jevan yang selalu semena-mena dengan dirinya.


"Lo salah cari lawan!" Ujar Jevan tepat di depan wajah Maura.


"Gue gak ngerasa cari lawan sama siapapun tapi kenapa ada aja orang yang gangguin orang lain yang gak pernah mau tau urusan dia !" ledek Maura dengan wajah yang tenang dan membuang muka.


Di lubuk hatinya yang paling dalam sebenarnya Maura sudah ketakutan lewat dari batas ketakutannya tapi dengan sekuat mungkin ia menutupi ketakutannya.


"Oh ya terus kenapa lo selalu aja mengeluarkan kata-kata yang membuat orang lain merasa tersinggung..." Ujar Jevan sambil menyentuh bibir Maura namun di tepis oleh gadis itu.


Jevan menaikan alis matanya sebelah karena perilaku Maura yang tak pernah Jevan temui di gadis lainnya. Hanya Maura lah satu-satunya wanita yang berani menentang nya.


"Sorry kalau ada yang merasa tersinggung di sini... tapi gue ingetin ya kalau gak mau di singgung JANGAN PERNAH SINGGUNG ORANG LAIN" Ujar Maura yang penuh penekanan di setiap kata yang ia ucapkan.


"Gue pergi dulu dan mulai detik ini urusan gue sama lo ataupun dengan dua teman gue gak pernah ada urusan apa-apa lagi termasuk adek lo yang lo sayangi itu!!" Ujar Maura yang sudah sangat kesal dan berbalik kembali melangkah bersama kedua temannya.

__ADS_1


"Kenapa gak lo terima aja saat nyokap lo membuat acara pertunangan lo sama adek lo itu huh??"" lanjut Maura saat sudah beberapa langkah dari tempatnya tadi dan membuat Jevan yang tadinya ingin mengabaikannya menjadi menatap ke arah Maura dengan keterkejutannya.


"lo ?" baru saja saat Jevan ingin menarik Maura tapi Maura dan kedua temannya sudah kabur lebih cepat dari dirinya sampai Jevan kehilangan jejak tiga wanita yang telah membuatnya sibuk di siang ini.




"ngg huh..ngghh huh... huh..." tiga gadis itu mengatur nafasnya.



Mereka bertiga sekarang berada di parkiran kampus. Memang penuh perjuangan untuk kabur dari buaya darat \+ singa yang ngamuk di kampus ini.



"Sekarang kita ke mana ?" Tanya zoya yang sudah mengatur nafasnya.



"Ke appartement gue aja.." Ujar Maura yang segera masuk ke dalam mobilnya.



"ya!" Ujar zoya dan acha secara bersama dan mengekori Maura yang sudah masuk ke dalam mobil.



.



.



.



TBC

__ADS_1


__ADS_2