Jatuh Hati

Jatuh Hati
26. Action


__ADS_3

HAPPY READING :D


***


Tiga cewek yang baru saja turun dari mobilnya ini sudah menjadi sorotan orang-orang yang berada di luar club itu. Dengan jantung yang berdebar tiga cewek cantik itu masuk tanpa keraguan. Aroma yang terlalu menjijikan di hidung mereka pun tercium, dominasi antara alkohol dan gemerlap lampu serta wanita dan laki-laki yang bercampur itulah pemandangan terhoror bagi tiga cewek ini.


"Zoya???" seseorang menyebut nama salah satu cewek itu.


"Dion??" Ujar Zoya mengingat nama cowok yang berada di depannya.


"Iya gue dion, lo sama siapa?" Tanya cowok bernama dion itu.


"Gue sama Maura dan Acha" Ujar Zoya.


"Siapa ya?" Tanya Maura pada Zoya.


"Kalian gak inget sama cowok yang udah isengin kalian dulu" Ujar Zoya dan mereka berdua mengangguk dan menatap dion penuh ancaman.


"Eh.. eh kan itu dulu ya" Ujar Dion langsung saat mengetahui macan betina ini butuh mangsa.


"Lo sama siapa yon?" Tanya Maura yang melihat dion hanya sendiri.


"Gue sama ilham" Ujar dion


"berdua aja?" Tanya Acha.


"iya, kalian gabung aja di tempat gue sama ilham.. biar rame gitu" Ujar dion.


"Boleh" sahut ketiga cewek ini dan langsung mengekori Dion.


"Eh kalian ada di sini juga, Acha lo udah baik-baik aja?" ilham menatap heran ketiga cewek ini.


"Gue udah baik-baik aja kok, thanks banget ya ham" Ujar Acha dan ilham mengangguk pelan.


"Jadi kita gak boleh gabung di sini nih??" Tanya Maura dan ilham langsung tersenyum senang ketiga cewek itu kembali membutuhkannya.


"Boleh, tapi gue heran aja kalian bisa mau masuk sini?" Ujar ilham dengan kening yang berkerut.


"Kita mau menyelidiki sesuatu" bisik Zoya dan ilham mengangguk mengerti.


"Mau nyelidikin yang itu kan?" Tanya ilham sambil menunjuk sebelahnya, di samping meja mereka ada komplotan yang mereka cari dan mereka tersenyum senang saat tak perlu susah payah lagi.


"Ada kakak gue?" Tanya Maura pada ilham dan ilham mengangguk lalu menunjuk ke bangku bartender. Seorang cowok yang sedang menikmati minumannya sendiri.


"Thanks" Ujar Maura dan langsung menghampiri kakaknya.


"Firasat gue kita bakal di tinggal nih, aah kalian!!" kesal dion yang melihat Maura terlebih dahulu pergi sedangkan Zoya dan Acha masih berada di sini menunggu rencana Maura berjalan.




"Kak" sapa Maura sedangkan Marcell menyipitkan matanya untuk melihat siapa yang menyapanya karena ia sudah di pengaruhi alkohol walau masih bisa di kendalikan.



"Kamu kok ada di sini dek?" Tanya Marcell yang terkejut karena melihat adiknya.



"Menurut kakak apa yang bawa aku ke sini?" Ujar Maura yang terlihat jengkel dan Marcell hanya tertawa pelan.



"Ok kakak tau apa..."



"Hai Cell, udah dapet cewek aja lo" Ujar seseorang yang membuat Marcell menghentikan ucapannya.



"Ini Maura sa" Ujar Marcell dan Maura masih dengan tatapan jengkelnya.



"Oh Maura, kok bisa di sini???" Ujar orang itu yang ternyata Aksa.



"Terserah gue lah kak" cetus Maura yang semakin kesal saat melihat andin dengan liarnya mencium Jevan yang tanpa penolakan.



"Oke gue tahu sekarang" Ujar Aksa dan Marcell mengangguk.



"Mau tahu gimana caranya misahin mereka?" Tanya Aksa pada Maura. Maura hanya menatap Aksa tanpa anggukan.



"Ikut gue, gue pinjam adek lo bentar Cell" Ujar Aksa.



"Awas sampai adek gue lecet" Ujar Marcell dan kembali tenggelam dalam lamunannya.


__ADS_1


"Sa kiran mana?" Tanya Yuza yang belum bisa menatap wajah Maura yang membelakanginya.



"Kiran udah tepar jadi gue bawa dia ke kamar" Ujar Aksa dan membawa Maura duduk di sampingnya, lebih tepatnya dalam rangkulannya.



"Gila lo! Kiran udah tepar dapet aja cewek baru" sahut Jevan tanpa rasa curiga sedikit pun.



"Dia bukan cewek baru tapi dia permaisury gue yang gak akan tergantikan, iyakan princess cilik??" Tanya Aksa pada Maura dan Maura hanya tersenyum melihat perubahan wajah Jevan.



"Lo bilang apa?" Tanya Jevan dengan raut wajah datar.



"Dia di rumah dan gak usah ngerjain gue!" lanjut Jevan yang menghempaskan Andin di sebelahnya.



"Sayangnya gue gak di rumah karena lebih asik di sini bareng kak Aksa" Ujar Maura dan Jevan menatap Maura dengan pandangan terkejut.



"Apa?!?" Maura melototkan kedua matanya dan cewek sejuta pesona itu menatap kesal ke arah Maura.



"Kok kamu bisa di sini sih sayang?" Ujar Jevan yang ingin menarik Maura menjauh dari Aksa tapi sayangnya Maura menepis tangannya dan Aksa juga sudah melingkari tangannya di pinggang Maura.



"Gak usah panggil gue sayang, Zoya ! Acha!" pekik Maura dan kedua sahabatnya yang berada di meja samping menoleh ke arahnya.



"Kalian bertiga di sini??" Ujar Yuza dan Tio bersamaan.



"Kenapa!!! Masalah buat anda?!? Mending ke meja sebelah yuk kak Aksa" Ujar Maura dengan manja dan Aksa hanya mengangguk mengikuti alur macan betina yang sedang marah.



"Kita pulang!!" tubuh Maura terasa melayang saat tersadar ia sedang di gendong Jevan yang sedang mabuk.




"Biar gue yang anterin Maura pulang" Ujar Aksa dan Jevan hanya terpaku saat Maura lebih memilih Aksa.



"Karena dia princess cilik gue sekarang" lanjut Aksa saat Maura sudah melangkah terlebih dahulu.



Sedangkan Zoya di antar dion hanya sampai ke parkiran karena mereka tadi pergi bersama mobil Maura. Zoya yang terlihat nyaman di dalam pelukan dion membuat Yuza jengkel.



"Aku tau aku salah dan aku mohon lepas" mohon Yuza yang tidak di dengar Zoya.



"Mendingan lo gak usah munafik deh, kalau lo emang mau sama luna bilang aja dan biar gue sudahin semua tentang kita!" Ujar Zoya yang membuat Yuza juga terpaku seperti Jevan namun Jevan kini sudah duduk bersama Marcell menikmati alkohol dengan kadar tinggi.



"Acha sayang, kamu pulangnya sama aku aja ya..." giliran Tio yang membujuk Acha namun Acha malah asik memainkan rambut ilham.



"Apaan sih lo!! Pergi sana! Gue datang sendiri dan pulangnya gue bisa di anter ilham kok!!! Karena dari tadi di kampus gue juga pulang bareng Ilham!!!" Acha masih kesal dengan kejadian di kampus tadi dan sekarang.



"Maaf cha.. aku gak bisa nolak andin yang minta tolong sama aku"



"Kalau lo gak bisa nolak andin berarti lo juga gak bisa nolak dari apa yang gue bilang, gak usah lo ada di hidup gue lagi" Ujar Acha dan membawa Ilham keluar dari club.



"Gak akan dan kamu pulang sama aku!" Ujar Tio yang menarik Acha dari ilham.



"Lepas!!! Emangnya lo siapa gue?? Pake ngatur-ngatur gue! Pacar bukan! Tapi sok-sok an!" Acha menghempaskan tangan Tio lalu pergi bersama Ilham hanya sampai parkiran sama seperti Zoya dan Maura. Nasib Tio sama dengan dua sahabatnya yaitu Yuza dan Jevan, mereka bertiga ikut duduk bersama Marcell menikmati minuman sambil merenungi kesalahan dan apa yang akan terjadi besok



~~

__ADS_1



"See?!? Bisa liatkan kalian! Jadi jangan ngeremehin kita!!!" Ujar Maura pada andin dan luna yang ikut keluar mengikuti mereka.



"Terserah! Mungkin ini baru awalnya aja tapi kita bisa ngelakuin lebih dari ini sampai mereka kembali pada kita dan ngelupai lo-lo pada" Ujar Andin yang tak mau kalah.



"Oh jadi ini kerjaan lo sampai kesayangan gue masuk club!" Ujar Aksa yang belum pergi namun berdiri di samping mobil Maura.



"Aksa? Lo ada di sini??" Ujar andin yang tergugu



"Kenapa??? Tenang aja gue gak akan bilang sama mereka tapi gue harap kalian mundur dengan sendirinya" Ujar Aksa.



"Kak thanks atas semuanya gue balik dulu" Ujar Maura yang masuk ke dalam mobilnya.



"Iya sama-sama, hati-hati pulangnya" Ujar Aksa sambil mengacak-acak rambut Maura.



"Ham makasih banyaknya untuk yang tadi juga sekarang..." Ujar Acha dan ilham hanya mengangguk dan tersenyum tulus.



"Jangan pernah lemah ya, kalau butuh bantuan apapun telfon gue aja" Ujar ilham.



"Kalian hati-hati ya" Ujar dion yang juga mengantarkan Zoya sampai di mobil Maura.



"Makasih untuk hari ini Yon, gak nyangka gue kalau ketemu lo dengan situasi yang kayak gini" Ujar Zoya kepada dion dan dion hanya tersenyum santai.



"Kita pergi dulu ya... makasih semuanya, makasih juga ya ndin" Ujar Maura kepada tiga cowok itu dan juga andin yang mengernyit bingung.



"Hati-hati ya" Ujar Aksa dan dion sedangkan ilham hanya melambaikan tangan.



Setelah kepergian tiga cewek ini mereka semua masuk ke club kembali tapi tidak dengan 3 cowok patah hati ini. Jevan keluar setelah lama merenung di dalam, ia memilih pulang karena tak sanggup membayangkan Maura telah di rebut oleh pangeran kuda hitam yang menjadi musuh beratnya. Yuza pun begitu ia ingin merenungkan keselahannya di base bersama Tio yang sedang mempersiapkan diri untuk menembak Acha menjadi kekasihnya.



"Kalian pulang??" Tanya Aksa pada tiga cowok ini saat berpapasan di pintu masuk club. Jevan yang menatap Aksa penuh amarah hanya pergi tanpa mengabaikan ucapan Aksa, Tio dan Yuza mengangguk kompak lalu mengikuti Jevan masuk ke dalam mobil.



"Hahaha jadi cuma segitu aja mental mereka untuk senang-senang" Ujar Marcell yang memperhatikan mereka dari tadi.



Aksa mengangguk dan tersadar saat Marcell juga ikut pulang.



"Lo pulang juga??" Tanya Aksa



"Gue mau jemput Mitha, bentar lagi dia sampai ke indo" jelas Marcell dan Aksa mengangguk sambil tersenyum.



"Good luck Cell" Ujar Aksa membiarkan Marcell pergi sedangkan ia masuk sendiri menemui tunangannya yang tidak di ketahui siapa pun.



.



.



.



.



TBC

__ADS_1


__ADS_2