Jatuh Hati

Jatuh Hati
Seandainya Aku Bernyali, dan Ia Tahu


__ADS_3

Teruntuk Keenan-ku.


Bagaimana kabarmu? Tetap baik, kan? Pertandingan terakhir hari ini tidak memengaruhi moodmu, kan? Syukurlah, kalau kau baik-baik saja. Pun aku tetap berharap kau akan baik-baik saja meski sekarang belum begitu keadaannya.


Malam ini, aku di sana. Kali pertama kulihat kau bertanding di arena basket. Sekaligus kali terakhir melihatmu dalam pertandingan semacam ini. Tentu saja. Kau juga perlu fokus pada ujianmu, kan? Jadi kauputuskan itu menjadi kali terakhir kau bermain dalam sebuah team.


Ah, kembali lagi. Aku di sana. Namun, mungkin kau tak melihatku. Aku memakai kaos biru khas almamater kita, seperti umumnya supporter sekolah kita. Sementara kau memakai seragam kedodoran yang selalu kau banggakan itu. Aku tersenyum untukmu, seperti umumnya orang. Kau tersenyum pada semua orang. Mataku hanya tertuju padamu. Namun, aku yakin kau melihat semua penonton di tribun. Aku bersorak untukmu, seperti seharusnya rombongan supporter. Kau hanya tersenyum simpul mendengar sorakan orang-orang.


Aku, seperti kebanyakan orang yang di sana, tak terlihat bagimu. Aku, seperti kebanyakan perempuan sekolah kita, menyukaimu. Pesonamu memang tak perlu diragukan lagi, kan?

__ADS_1


Namun, detik-detik terakhir pertandingan tadi, akhirnya kulihat ekspresi selain tawa konyolmu. Kau tampak murung, sedih, menyesal, dan merasa ... bersalah, mungkin. Kepalamu terus menunduk. Matamu menatap lebih tajam. Bahkan ketika satu almamater menyanyikan mars sekolah kebanggaan kita. Gurat-gurat baru dalam wajah rupawanmu, tak pernah benar-benar hilang dari benakku sejak saat itu. Rasanya tak rela bila kau harus merasakan kenyataan sepahit ini. Rasanya tak tega melihat tawamu berganti lengkung ke bawah. Itu benar-benar bukan gayamu, kan?


Andai aku benar-benar ada dalam hidupmu, pasti aku—atau malah kau—akan menghampiri untuk menepis sedihmu. Andai aku benar-benar terlihat di matamu, pasti kau sudah mengalihkan pandang dan bercerita padaku lewat tatap matamu. Andai aku benar-benar nyata dalam duniamu, kita pasti akan menghabiskan waktu setelah kemenangan tertundamu hari ini, kan?


Ah. Untungnya aku cukup sadar. Masih cukup waras untuk mengakui bahwa aku sama seperti kebanyakan orang. Seperti kebanyakan orang yang mengagumi pesonamu. Seperti kebanyakan orang yang tak bisa mengalihkan pandang dari mata tajammu. Juga menyadari bahwa aku tak pernah ada, terlihat, bahkan nyata dalam pikirmu.


Jangan khawatir. Semua itu tak masalah bagiku. Aku sudah biasa. Lagipula kuyakin rasaku padamu juga akan berubah jadi abu, cepat atau lambat. Meski aku sendiri tak yakin butuh berapa lama untuk menghapusmu.


Tapi semua akan baik-baik saja. Percaya saja padaku. Semua cerita sedih itu akan berlalu dan kau akan merasa biasa saja. Kau akan bisa kembali tertawa. Kau akan bisa kembali melucu. Tak masalah. Yang perlu kau lakukan hanya percaya pada dirimu sendiri. Tak usah pedulikan kata orang sinting yang menginjakmu. Juga tak perlu terlalu lama larut dalam kekecewaan. Asal kau tahu, kalau kau berlebihan, kau mungkin takkan kembali menjadi orang yang sama.

__ADS_1


Seperti aku.


Akhirnya, aku sampai pada bagian ini. Sekali lagi ingin kukatakan bahwa hidup memang tak semudah kelihatannya. Tapi percayalah, musim semi pasti akan tiba juga dalam hidupmu. Kau hanya perlu bersabar untuk menunggunya. Ah, ya. Kalau kau cemas orang-orang tak melirikmu lagi, yakinlah kalau kau masih punya satu orang yang akan tetap menatapmu. Juga kalau kau cemas takkan ada orang yang menyukaimu, aku masih tetap di sini untuk mencintaimu. Tenang saja. Kau tak perlu berlari menyusul karena aku takkan berpindah. Cukup tolehkan kepalamu ke belakang dan kau akan melihat aku. Ada sebagian hal yang tidak bisa berubah, itu termasuk aku dan perasaanku.


Pada akhirnya, selamat atas pertandingan terakhirmu yang mengagumkan. Kuharap kau akan dan selalu baik-baik saja. Ah, apa perlu kukatakan seperti orang kebanyakan? Baiklah. Tetap semangat, ya. Bagiku, kau adalah kesalahan terindah.


Pengagummu, Kheira.


 

__ADS_1


 


__ADS_2