
H A P P Y R E A D I N G :D
.
.
.
*****
Jevan P.O.V
"sumpah demi apapun gue gak akan ngelepasin dia lagi!!" umpat ku saat kehilangan jejak 3 gadis nakal itu.
Entah mengapa sekarang aku menjadi orang yang selalu mengejar gadis-gadis itu. Siapa lagi kalau bukan Maura, zoya dan satu lagi temannya, kalau tidak salah ia bernama acha. Ya acha! Mereka semua mengecohku sampai aku kehilangan jejak mereka.
"Well, sekarang apa yang mau lo lakuin ? haa?" Tanya Yuza yang baru saja muncul karena tadinya Jevan berlari untuk mengejar 3 gadis itu.
"Gue akan –"
"udah lah Jev! Mereka aja gak minat untuk memperpanjang masalah sama lo dan lebih baik sekarang lo maafin aja dan cari target lain untuk bulan-bulanan lo!!" Ujar Aksa yang memotong pembicaraan gue.
Sialan!!! Dia lebih belain 3 cewek yang belum pernah dia kenal. Biasanya juga Aksa bakal have fun sama kita kalau ngerjain orang tapi sekarang ???. Apa bener ini Aksa temen gue ? apa jangan-jangan ke tuker aduh nih anak kesambet?
"sa lo gak papa kan ? lo gak abis ke bentur kan ? tumben amat lo kayak gini ?" nah tuh si Tio aja heran apa lagi gue.
"Gue cuma kasih tau yang terbaik aja sama kalian karena kalian mungkin salah pilih target, yang ada kalian yang capek dengan kejahilan baru mereka..." Ujar Aksa dan dia berlalu sambil terus melihat ke layar ponselnya.
"Jadi apa kita harus ngikutin saran Aksa ?" Tanya Tio ke gue dan Yuza.
"No. tidak akan !! gue gak akan lepasin tuh cewek ! liat aja nanti..." Ujar gue dengan semua fikiran licik gue yang melayang dan berputar di benak gue.
"Jadi...?"
"Liat aja besok. Kena mereka!!" Ujar gue menyahuti ucapan Tio yang masih bingung.
Mereka berdua tersenyum saat gue bilang kayak gitu tapi gue masih heran sama temen gue yang satu itu. Apa dia suka sama salah satu gadis itu ? tau ah!! Yang penting gue harus susun rencana dulu buat menahlukan tiga gadis itu dan sasaran gue tertuju pada Maura.
"za lo pilih siapa untuk seseorang yang khusus lo kerjain dari 3 cewek itu? kalau gue acha aja karena pesona dia udah mengalihkan dunia gue" Tanya Tio yang menatap Yuza.
"Gue udah jelas zoya karena itu inceran gue dari dulu tapi Jevan udah nyerobot duluan .. jadi boleh gak gue zoya aja..?" Ujar yuza meminta persetujuanku yang di balas anggukan oleh ku.
"Tenang aja za gue gak minat sedikit pun sama zoya, kemarin itu dia cuma mainan gue pas bosen aja tapi kali ini yang bakal gue mainin cuma dia karena dia duluan yang memulai permainan ini sebelum gue sadar ini akan terjadi..." Ujar ku tersenyum licik sambil membayangi Maura di benakku.
Gue sekarang lagi di base untuk ngecek apa yang udah Maura kerjakan di sini dan sesuai yang gue perintahkan buat dia tadi pagi. Semuanya beres dalam waktu yang singkat, hebat juga dia.
Saat gue lagi ingin mengambil snack di kulkas terdengar suara music dari kamar gue di sini dan ternyata benar itu adalah nada dering sebuah hp dan sepertinya ini bukan hp gue. Nada itu terus berbunyi dan gue lihat di layar ponsel itu ternama 'Papa'. Gue bingung dalam diam dan dalam waktu cukup lama akhirnya gue angkat telfon itu karena terus berbunyi.
"Hallo..." sapaku pada orang di sebrang sana.
"Maaf anda siapa ? mana putri saya ? kenapa bukan dia yang mengangkatnya..?" Tanya suara berat itu yang terdengar sangat khawatir pada putrinya. Wait ! putrinya ? berarti itu Maura dong dan ini jangan-jangan hp Maura. Haha! Gue kerjain aja.
__ADS_1
"Oh maaf om, jadi om ayah Maura ya ?" Tanya gue untuk memastikan itu semua.
"Ya benar ! kamu siapa ? dan mana Maura?" Tanya pria tua itu yang ternyata ayah Maura.
"Maura sedang menjalani masa hukumannya om karena tadi dia telah membuat mobil seseorang lecet karena dia menendang sampah sembarangan yang bisa berakibat fatal om.." ujar gue panjang lebar dan bersiap menunggu reaksi ayahnya Maura.
"Apa? Lalu kenapa hp nya bisa sama kamu ?" Tanya ayah Maura.
"Dia menitipkannya sama saya om, saya adalah temannya di kampus om." Jelas ku.
"Lebih tepatnya senior Maura om..." tambah ku lagi karena tak mendengar jawaban ayah Maura.
"Oh begitu, kalau gitu jaga dia baik-baik jangan sampai terjadi hal macam-macam pada Maura, aku mempercayakannya pada mu nak..." Ujar ayah Maura sebelum memutuskan sambungan telfon.
Hahaha! Aku sudah berhasil membuat ayahnya percaya pada ku dan ponselnya juga berada padaku. Pastinya dia akan menghubungi ku menanyakan ponselnya yang tertinggal. Aku harus mempersiapkan sesuatu untuk kesayangan ku itu. Welcome to the party honey !!!
\*\*\*\*
Dari tadi aku udah puter-puter apartement dan membongkar semua lemariku dan juga bolak-balik ke parkiran untuk mencari hp ku yang sejak kemarin aku abaikan keberadaannya. Aduh bagaimana ini ? hari ini seharusnya aku memberi laporan pada papa kalau aku baik-baik saja karena hal itu termasuk perjanjian ku dengan papa. Bagaimana kalau nanti papa menelfon berkali-kali dan aku tidak menjawabnya dan papa cemas lalu menyusul ku ke sini dan kembali membawa ku pulang ke rumah dan kembali mengurung ku ?? oh tidaaaaaaaaaaaakkk!!! Aku tidak ingin itu terjadi !!.
Aku harus meminjam hp zoya atau acha untuk menelfon ke ponsel ku agar aku tahu keberadaannya. I am sorry handphone ku yang malang!!
"Zoyaaaa!!!! Achaaaaa!! Sekarang keluarkan Hp kalian cepat ! aku sangat membutuhkannya !" Ujar ku membuat mereka bergegas mengambil hp mereka masing-masing.
"Ini pake hp gue aja !" Ujar zoya yang sudah menyodorkan hpnya ke tangan ku tanpa pikir panjang aku langsung mengambil hpnya dan langsung menghubungi nomor ku.
Tuuutt.. Tuuutt..
"Hallo" suara itu mengejutkan ku, seorang cowok mengangkat telfon ku berarti ada seseorang mencuri hp ku.
"Eh dasar maling ! Sekarang balikin hp gue !! Lo dimana ? Lo siapa ? balikin gak !!" aku langsung memakinya agar dia takut dan segera membalikan hp ku.
__ADS_1
"Kalau gue beneran maling palingan gue gak bakal nerima telfon dari lo ! dasar bocah!!" hah? Dia mengejekku tapi bener juga ucapannya dan dia harus mengembalikan barang yang bukan miliknya.
"Ka..kalau gitu lo siapa? Kenapa hp gue bisa sama lo ?" Tanyaku baik-baik agar dia juga gak ada niatan untuk ambil hp gue.
"Eh emangnya lo gak tau gue siapa ? lo inget-inget dulu semalem lo tidur dimana dan ama siapa ? terus pas waktu itu hp lo, lo taro di mana ?" ucapnya membuat ku mengingat-ingat kembali.
"Kemarin gue di bawa sama Jevan dan tidur di basecampnya terus tidur sama dia dan hp gue di atas meja samping kasur dia terus... WHAT berarti ini LO JEVAAAAAAAAN!!!" ya ampun aku baru sadar kalau dia Jevan ! Mampus ! mati aku !! tadi abis ngelawan dia lagi!! Haduuh dimana ini, aku menatap zoya dan acha yang juga mendengar omongan ku barusan, waduh tambah gawat ini !! gimana dong?
"Hahaha lo baru inget ! kalau lo mau hp lo balik, lo harus jemput sendiri ke sini! Ingat SENDIRI!" Jevan memutuskan sambungan telfonnya dan membuat ku mengigit bibirku dan bingung. Apa yang harus aku lakukan.
"Aaa... zoyaaa... achaaa.. gue harus gimana nih ? hp gue sama Jevan! Nanti kalau bokap gue nelfon gimana ?? haaa!!!" aku merengek ke kedua sahabat ku yang masih tercengang entah apa alasannya.
"Woi kok lo pada diam aja !" Ujar ku yang ingin menyadarkan mereka.
"Beneran lo kemarin tidur bareng Jevan ? terus lo diapain?" acha sepertinya menuduh ku yang enggak-enggak
"Gimana rasanya ? lo di apain aja ? gue mau dong di apa-apain sama dia" Ujar zoya gak jelas dan tambah buat aku jadi bête.
"STOP MIKIRIN YANG ENGGAK-ENGGAK karena gue kemarin Cuma tidur bareng dan gak ngapa-apain dan asal kalian tahu dia aja yang ngebawa gue ke kamarnya dalam keadaan gue gak sadar tapi gue gak di apa-apain sama dia kok!" Ujar ku memberi pengertian kepada sahabat ku yang otaknya udah ke geser.
"Lo tinggal ke sana aja !" Ujar acha dan aku mikirnya juga gitu tapi nanti kalau aku di kerjain lagi gimana ?
"gue boleh ikut yaa?" Ujar zoya dengan mata berbinar dan penuh harap.
"tapi Jevan bilangnya gue sendiri tapi gak papa deh biar jadi persiapan kalau dia ngerjain gue lagi, yuk kita cabut sekarang!!" Ujar ku dan segera mengambil kunci mobil lalu tancap gas menuju base anak-anak curut itu kecuali Aksa, hehe.
.
.
.
__ADS_1
TBC