
C
E
K
I
D
O
T
*****
"Udah ? atau masih mau pergi main sama aku.." goda Jevan yang sangat senang melihat wajah jengkel Maura.
"Lagian nantangin banget jadi bukan salah gue.."batin Jevan.
Seusai dari kantin tadi Jevan membawa Maura kerumah keluarganya dan mengajaknya untuk berkenalan dengan peliharaannya yaitu seorang monyet yang mungkin sudah di angkat menjadi anak untuk Jevan dan menjadi teman curhat pengganti mamanya yang sangat sibuk dengan pekerjaan.
"Gak Jev. .. gue mau pulang aja.." Ujar Maura yang sangat takut dengan monyet.
Untung saja hanya Maura yang pergi kalau empat gadis manja dan dua sahabatnya ikut, sudah di pastikan akan terjadi hal yang tak di inginkan seperti > kedua sahabatnya akan di bully kembali karena melihat Maura lemah atau sahabatnya tidak akan mengandalkannya lagi atau yang lebih buruk lagi mereka menyerah dan pasrah saat Jevan and the geng serta si cewek-cewek sejuta pesona itu mengerjainya.
"Tapi mau main sama gue, ini belum ada satu jam lho.." Ujar Jevan dan semakin membuat Maura pucat pasi.
"GUE PULANG." setelah mengucapkan dua kata itu, Maura langsung beranjak pergi meninggalkan Jevan yang masih asik dengan monyet yang membuat Maura ketakutan.
"Maura tunggu !!" Jevan mengejar Maura yang pergi dan semakin mempercepat langkahnya.
"Apaan lagi ?!? gue bilang gue mau pulang, kenapa sih lo seneng banget ngerjain gue sama sahabat-sahabat gue, hah?!?" kesal Maura karena dengan cara ini lah dia bisa menyembunyikan bahwa ia lemah.
"Sorry.. yahh payah gitu aja marah!!" Ujar Jevan yang meremehkan Maura.
"Karena gue payah menurut lo!! Maka dari itu gak usah ganggu kita lagi..!!" Ujar Maura dan kembali melanjutkan jalannya namun Jevan menarik pergelangan tangannya.
"Apa!" Tanya Maura sinis dan matanya menatap Jevan penuh kebencian.
"Gue kelewatan banget ya ??" Tanya Jevan dan membuat Maura bingung, Maura menerka-nerka apa yang akan di lakukan Jevan setelah ini padanya.
"Apa lagi setelah ini ?" Tanya Maura yang langsung to the point karena dia paling gak suka dengan kebingungan.
"Setelah ini maksudnya ? maksud lo apa lagi yang bakal gue buat ?" Tanya Jevan dengan nada yang menjengkelkan menurut Maura.
__ADS_1
"Ya setelah ini apaan lagi rencana lo buat ngerjain gue ?!?" Maura memutar matanya karena kesal.
"Aku gak ada rencana ngerjain kamu kok tapi masih banyak rencana aku buat kamu selalu dekat dengan ku.." batin Jevan dan Jevan tersenyum dengan kenyataan yang tak bisa ia akui secepat itu.
"Gak ada!!! Lo jangan nehink terus ke gue napa ?!? lagian kan lo yang ngajakin gue main" Ujar Jevan yang memang benar adanya.
"Gue mau balik..." Ujar Maura karena tak tau mau membalas kata-kata Jevan dengan apa karena memang benar apa yang di katakan Jevan.
"Gue anter.." Ujar Jevan yang segera mengambil kunci mobilnya.
"Ya iyalah! Kan lo yang ngajak gue ke sini bodoh!" batin Maura namun ia hanya diam saat Jevan menggenggam tangannya dan membawanya kedalam mobil.
"Kadang lo bersikap manis dan terkadang lo bersikap menjengkelkan tapi lebih banyak yang jengkelin daripada manisnya sih!!" Ujar Maura dalam hatinya sambil memperhatikan tangannya yang tak terlepas dari genggaman Jevan.
"Gue mau ke café amor, lo tau kan ?" Tanya Maura saat mereka sedang di dalam perjalanan dan Jevan hanya mengangguk. Setelah itu hanya keheningan yang menemani mereka di sepanjang perjalanan.
"Makasih..." Ujar Maura dan segera keluar dari mobil Jevan. Maura kira Jevan akan segera pergi setelah mengantarnya namun kenyataannya lain, Jevan juga ikut keluar dan mengikuti Maura masuk ke dalam café tersebut sampai Maura berdecak kesal.
"Ngapain sih lo ngikutin gue?!?"
"Gue ? ngikutin lo ? geer amat sih neng, gue mau juga ke sini karena tuuuh yang ada di sana temen gue dan mereka lagi nunggu in gue, udah ah gue mau kesana dulu.."
PLAAS
"huh!!" Maura memilih untuk mencari dua sahabatnya yang memberi pesan untuk bertemu di café amor ini dan telah membuatnya malu!!.
"Kenapa Ra??" Tanya acha yang melihat wajah Maura yang di tekuk dan menggerutu tak jelas.
"Gak!!!" jawab Maura yang sangat judes.
"Jujur sama kita lo kenapa ?" kini zoya angkat bicara karena inilah sifat Maura jika ia sedang menahan kesal maka semua orang di sekelilingnya kena imbasnya.
"Gara-gara kalian nyuruh gue untuk ke sini, gue jadi malu!!!" akhirnya Maura mengatakannya tapi itu masih membuat tanda Tanya bagi sahabatnya.
"Malu ? kenapa ? lagian nih café paling keren untuk jadi tempat nongkrong kok.." Ujar zoya karena tak mengerti dengan maksud Maura.
"Bukan itu maksud gue!!"
"Terus apaan ?"
"Gue kesini sama Jevan dan gue kira dia ngikutin gue karena juga masuk ke café ini tapi taunya dia juga di tungguin samatemen-temennya tuuh di sana..." Maura menunjuk ke arah meja yang di penuhi banyak orang yang satu kalangan dengan Jevan.
"Hahahahaha" Maura sangat jengkel karena mereka Maura jadi malu sama Jevan, eh sekarang ? malah di tambah di ketawain.
"Diem lo!" Zoya dan Acha menghentikan tawanya saat muka Maura tambah kesal.
__ADS_1
"Sorry... sorry abisnya lo pede banget sih... hahaha.." Ujar acha yang masih setia dengan tawanya.
"Diam atau gue pulang!!!" kesal Maura.
"Iya-iya kita diam..." Ujar zoya dan acha.
"Ngapain kalian ajak gue ke sini ??" Tanya Maura masih dalam nada kesalnya.
"Gue Cuma mau ngajak lo rumpi aja, karena lo yang paling kudet jadi kita ngajak lo di sini..." ucapan Acha sangat membuat Maura tersinggung tapi memang bergitu adanya, mau marah pun hanya membuat (Maura) tambah malu.
"Jadi info yang paling up to date apa yang mau kalian kasih tau ke gue.." Ujar Maura.
"Tuuhh di antara teman-temannya Jevan, satu anggota lagi udah datang dari persembunyiannya..." zoya menunjuk seorang cowok yang penampilannya sangat cool dan lebih berwibawa dari pada semua yang ada di sana dan terlihat oleh Maura, cowok itu sepertinya irit dalam segala bentuk ekspresi.
"Ooh terus..? persembunyian maksud lo.?" Tanya Maura yang sebenarnya tak perduli tapi harus tampak perduli demi kedua sahabatnya ini.
"Dia adalah ketua dari sekumpulan orang most wanted di kampus, dia memang di atas segalanya tapi dia hanya tak berani dengan satu mahluk resek yang selalu ngerjain kita yaitu tuh Jevan.." Ujar zoya yang masih kesal karena kejadian tikus-tikus tempo hari.
"oooh... segitu hebatnya Jevan gitu tapi gue lihat dia lebih berwibawa dari pada tuh cowok maho.." batin Maura.
"terus persembunyian maksudnya apaan??" Tanya Maura.
"Dia sempat di cari sama orang- orang suruhan gitu tapi gue gak tahu suruhan siapa, yang jelas Jevan langsung nyembunyiin dia saat tahu ada orang yang ngikutin sahabatnya itu.." jelas zoya dan gue pikir itu gak ada hubungannya sama gue.
"Udah ? itu doang kan ? gue ke toilet dulu.." Ujar Maura dan langsung bangkit dari duduknya. Zoya dan acha hanya menggeleng karena sikap cuek dan sok perduli sahabatnya yang satu itu.
BUGH
Seseorang menabrak Maura cukup keras sehingga Maura kehilangan keseimbangannya dan hampir terjatuh kalau saja tangan kokoh itu tak menangkap tubuhnya.
"sorry..." Ujar orang itu dan Maura segera menarik tubuhnya dan tersenyum menanggapi orang itu.
"oke.. no problem.." Ujar Maura dan kembali berjalan tak mengacuhkan orang itu.
"kok gue ngerasa dia... mungkin salah orang.." Ujar orang itu dan kembali bergabung bersama teman-temannya.
.
.
.
.
TBC
__ADS_1