Jatuh Hati

Jatuh Hati
11. Penawaran


__ADS_3

HAPPY READING


.-.


.-.


.-.


****


Sekarang kami sudah sampai di base sederhana trio curut dan 1 pangeran ganteng yang sudah menyelamati diriku dari macan buas itu. Terlihat oleh ku zoya dan acha yang sedang mengagumi rumah yang menurut ku biasa saja itu.


"Hei kalian tunggu di sini, oke ?" Ujar ku setelah itu mereka mengangguk dan aku juga sudah mengatur rencana jika Jevan macam-macam pada ku dan di sepanjang jalan tadi aku sudah menjelaskannya pada 2 sahabatku itu.


"Oke kalau begitu aku masuk dulu..." Ujar ku dan segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam base Jevan itu.


Tok...tok...tok


CEKLEK


"Eh.. lo ? ngapain di sini ? mau cari mati?" Tanya seorang pria kalau tidak salah dia Tio temannya Jevan.


"Gue di sini di suruh Jevan dan sekarang Jevannya mana ?" Tanya ku dengan ketus agar dia tidak bertanya apa-apa lagi.


"Ya udah masuk, lihat aja di kamarnya ! kan lo udah tau!!" ucapnya yang sepertinya kesal dengan ucapan ku tadi tapi tak ku perdulikan dan segera mencari Jevan seperti kata temannya tadi aku sudah hafal walau hanya satu kali datang.


"Jevaaaab!!!..."


tok..tok...tok...


aku terus mengetuk pintu kamarnya sampai ia membuka pintunya dengan senyuman liciknya yang selalu menghiasi wajah iblisnya itu namun jika gadis lain pasti sudah terpesona.


"Akhirnya lo dateng juga.." ucapannya seperti sangat menantikan ku, apa dia sudah mempersiapkan sesuatu untuk menjebak ku ?? lebih baik aku berdoa dalam diam saja.


"mm mana hp gue.." Ujar ku yang langsung mengulurkan tangan ku untuk meminta hp ku.


"Enak aja... ada satu hal yang harus lo lakuin sebelum lo dapetin hp lo" Ujar Jevan seraya menepis tangan ku dan aku sudah siap dengan hal-hal itu.


"Duh apaan lagi sih Jev, nanti kalau bokap gue nelfon dan gue gak angkat-angkat bisa berabe urusannya..." Ujar ku dengan secemas mungkin agar setidaknya ia dapat mengasihani ku.


"Masalah bokap lo udah gue handle karena bokap lo tadi nelfon gue yang angkat tapi lo mau gak lakuin hal itu buat dapetin hp lo lagi..." Ujar Jevan yang membuat ku terkejut bukan main.


"bokap gue... bokap gue nelfon.. haa? lo jawab apa?" Tanya ku dan kaki ku tiba-tiba lemas saat Jevan saat bilang kalau bokap gue nelfon.

__ADS_1


"lo kenapa ? lo gak papakan ? yuk masuk dulu.." Jevan membimbing ku untuk duduk di sofa kamar dia dan anehnya aku nurut aja, mungkin karena aku shock kali yaa.


"Jevan lo bilang apa ??? bokap gue marah gak ? dia bilang apa aja ?" Tanya ku yang benar-benar cemas bukan main.


"Tenang aja, gue bilang lo gue jagain jadi bokap lo percaya-percaya aja" Ujar Jevan yang cukup menenangkan gue dan seenggaknya gue gak secemas tadi.


"Hufft~ makasih yaaa, untung aja ada kamu kalau enggak pasti papa ku marah karena gak angkat telfonnya" eh? Kenapa aku bisa selembut itu sih sama Jevan. Tuh kan dia senyum-senyum pasti dia kegeeran.


"ya sama-sama" jawab Jevan dan biarkan saja, seenggak nya biar hp ku balik kalau dia di baikin.


"terus hp aku mana bis ? please aku butuh banget hp aku" Ujar ku dengan wajah semanis mungkin aku buat.




Jevan P.O.V



"Terus hp aku mana bis ? please aku butuh banget hp aku" duh gimana caranya gue mau balas perbuatan dia kalau dia bersikap semanis ini sama gue?



"Emangnya lo mau memenuhi satu syarat yang gue kasih ke lo" Ujar gue setenang mungkin dan berusaha tidak terpengaruh dengan sikapnya.




"Oke deal ?" gue mengulurkan tangan agar persetujuan ini secara resmi berlaku.



"Deal" ucapnya dan menjabat tangan gue.



Sumpah gue gak bohong tangannya halus banget dan kemarin gue tidur sama dia juga nyaman banget tapi tetap aja dia yang akan jadi bulan-bulanan gue sekarang.



"Emangnya apaan syaratnya ? gak aneh-aneh kan?" tanyanya yang penasaran.

__ADS_1



"menurut gue enggak. Mmmm atau lo mau yang enak-enak?" tanya gue sambil liat wajah takutnya yang lucu pas gue naik turun dua alis mata gue.



"Apaan sih Lo! Udah buruan apaan?"



"Jadi pembantu gue selama seminggu" Ujar gue dengan tenang tapi sekarang gue harus nahan ketawa gue saat lihat ekspresi shocknya lagi.



"Pembantu ?" tanyanya dan gue Cuma membalasnya dengan anggukan.



"Seminggu ?" tanyanya lagi dan gue kembali mengangguk kemudian dia pingsan di tempat.



Hahaha dia lucu banget dan ~manis~ kalau arwahnya lagi gak ada di tubuhnya. Dia sangat mempesona mulai dari matanya, hidungnya dan bibirnya yang merah cherry membuat gue sedikit tergoda tapi gue menggelengkan kepala gue buat nyadarin diri dan membawanya ke atas kasur agar dia nyaman dengan pingsannya. Ahahaha kok nyaman dengan pingsan ? bodo amat!. Saat dia udah di kasur dengan posisi yang tepat, gue kembali melanjutkan aksi untuk memperhatikan dia lagi dan sekarang leher jenjangnya melambai-lambai ke arah gue minta di cium, di gigit, di hisap. Duh bisa mati nahan gairah gue di sini!



Tuh kan si junior gue bangun!! Aah sengsara dah gue !! mendingan gue pergi aja dah, biar dia di sini dulu karena gue perlu waktu untuk nidurin adek gue dulu karena gak mungkin kan gue jalan dengan adek gue yang terbangun ? bisa-bisa orang takut sama gue karena nodongin pistol kemana-mana.



.



.



.



.

__ADS_1



TBC


__ADS_2