Jatuh Hati

Jatuh Hati
16. Cemburu


__ADS_3

ENJOY It !!! :)


**


***


****


"It's all fun and games until one falls in love, layaknya lo dan dia.." Jevan terdiam saat Aksa berkata seperti itu secara tiba-tiba.


Jevan masih berfikir keras untuk mengerti apa yang di maksud Aksa sampai seorang gadis yang manis walau tidak memakai dress seperti yang lain dia tetap mempesona, bahkan dapat memikat seorang Jevan. Maura dengan baju kebesarannya dan jeansnya berjalan ke arah Jevan diikuti oleh kedua sahabatnya yang berpakaian sama seperti Maura. Namun raut wajah Maura biasa saja dan cuek, tidak seperti teman-temannya yang merasa salah kostum dan risih.


"Ada apa nyuruh gue ke sini ?" Tanya Maura saat sudah berada di depan Jevan yang sangat tampan hari ini.


"Gue cuma mau lo dampingin gue sampai acara ini selesai dan gue janji gak bakal jahilin lo lagi.." Ujar Jevan yang membuat Maura tertarik dengan perjanjian ini.


"Tapi gue gak janji buat ngejauhin lo..." batin Jevan dan memberikan senyumannya yang sangat mempersona.


"Beneran ?" Tanya Maura meyakinkan. Jevan membalasnya dengan anggukan penuh kepastian.


"Oke gue mau..." Ujar Maura.


Seseorang mendekat ke arah mereka berdua, seorang cewek cantik dengan sejuta pesona yang memakai pakaian sangat minim malam ini. Entah untuk siapa ia berpakaian seperti itu. Siapa lagi kalau bukan andin, adik kesayangan Jevan. Andin menepuk bahu Jevan pelan dan melemparkan tatapan sinis untuk Maura.


"Jevan ngapain dia ada di sini.." Ujar andin yang juga tak senang dengan kehadiran Maura karena kedua sahabatnya yang sekarang menjadi musuhnya.


"Dia yang akan nemenin aku di sini sampai acara selesai.." jelas Jevan membuat andin mengerut keningnya.


"Kan udah ada aku, jadi untuk apa dia di sini ??" Tanya andin.


"Yang ada lo di sini untuk apa ? sementara Jevan manggil gue ke sini !!" Mulut Maura yang dari tadi sudah gatal untuk menjawabnya akhirnya berkesempatan juga dan kata-katanya mampu membuat andin tersulut emosi tapi tak dapat ia tampakkan. Andin menatap Jevan meminta kepastian.


"Iya ndin, aku yang udah manggil Maura untuk ke sini... kamu gabung aja sama yang lain." Ujar Jevan kepada andin. Andin yang matanya berkaca-kaca karena ucapannya hanya bisa pergi membuat Maura tersenyum kemenangan sedangkan dua sahabatnya yang memperhatikan sejak tadi ikut tersenyum karena punya sahabat seperti Maura.


"Lo mau ganti baju ??" tawar Jevan karena sedari tadi Maura menjadi pusat perhatian orang-orang di sini yang memakai dress.


"Baju apaan ?" Tanya Maura yang di buat sejutek mungkin.


"Dress atau apa gitu..?" Ujar Jevan.


"Kalau gue ganti dress nanti dia tau lagi kalau gue Nandita yang datang ke pesta ultahnya waktu itu. Enggak deh! Lebih baik gue cari aman.." batin Maura.

__ADS_1


"Enggak! Gue gak mau! Siapa suruh lo minta gue kesini?!? Jadi lo berubah pikiran ?" Tanya Maura yang menyeringai.


"Gak, gue gak akan berubah pikiran meski lo Cuma pakai ini aja, gue cuma nawarin aja karena zoya sama acha juga udah ganti baju.." Ujar Jevan dan Maura mengedarkan pandangannya mencari kedua sahabatnya itu.


Maura melihat zoya dengan dress tanpa lengan berwarna krem di samping Yuza dan acha dengan dress warna putihnya dan riasan dengan rambut yang ia gerai kan tepat berada di rangkulan Tio.


"Makasih loh ya. Ternyata ini maksud kalian ngumpanin gue!!" Maura mengatakan hal itu lewat tatapan yang hanya di balas senyum kikuk dari kedua sahabatnya.


"Terima kasih atas tawarannya tapi sekali lagi gue gak minat ganti karena setelah acara ini selesai gue langsung pulang..." Ujar Maura dan hanya di balas senyuman miring oleh Jevan.


"Tanpa lo ganti lo udah keliatan mempesona di mata gue" bisik Jevan tepat di telinga Maura membuat Maura meremang karena ucapannya.


Jevan menarik Maura untuk bergabung bersama teman-temannya. Di sana sudah ada Yuza dengan Zoya, Tio dengan acha, Aksa dengan luna temannya andin dan Marcell yang sudah di gandeng Karin sedangkan andin sudah mendapat pasangan yang juga di kenal Maura. Pasangan andin adalah ilham, teman SD Maura.


"Ada apa ya ?" Tanya Maura kepada Marcell saat Maura terus memergoki Marcell menatapnya terus.


"Tidak.." Ujar Marcell tapi masih memandang Maura dengan tatapannya yang teduh.


"Pasti karena aku pakai baju yang gini ya .." Ujar Maura yang memaklumi saja.


"Dia tetap menjadi anak yang manis" batin Marcell.


"Nih..." Jevan memberikan minuman kepada Maura yang di sambut biasa saja oleh Maura.


"Kenalin dia ini sahabat gue namanya Marcell dan gan kenalin ini junior gue namanya Maura..." Ujar Jevan yang mengenali sahabatnya dengan Maura.


"Aku berharap dia itu kamu... Maura" Ujar Marcell dalam hatinya.


"Maura." Maura mengulurkan tangannya dan dibalas oleh Marcell.


"Marcell." Balas Marcell.


Setelah acara perkenalan itu Maura terlihat nyaman berbincang-bincang dengan Marcell sehingga Jevan terabaikan dan merasa tak dia acuh kan dan membawa Maura ke tempat lain.


"Kenapa sih asik banget sama Marcell ?" Jevan menunjukan rasa kesalnya pada Maura yang berhasil ia bawa keluar rumahnya.


"Emangnya kenapa ? dia kan sahabat lo.." jawab Maura membuat Jevan tambah jengkel.


"Gue gak suka lo deket-deket sama sahabat gue !" Ujar Jevan.


"Dan gue juga gak suka lo ganggu-ganggu gue dan sahabat gue lagi.." sahut Maura.

__ADS_1


"Eh? Kok malah nyamber ke situ.." Ujar Jevan yang bingung.


"Kenapa ? masalah ?" Ujar Maura.


"Pokoknya gue gak suka aja atau ada hal lain yang bakal lo lalu in setelah ini!" Ujar Jevan dengan ekspresi yang tak terbaca.


"Kenapa jadi ngancem gini sih!! Terserah deh!" kesal Maura dan kembali melangkah masuk ke dalam.


"Eh Maura?" saat Maura berjalan ke arah kedua sahabatnya, seseorang menahannya dan ternyata dia adalah ilham.


"Ilham ? ya kenapa?" Tanya Maura yang sudah melihat ilham bersama Andin tadi.


"Lo ke sini sama zoya dan acha kan ?" Tanya ilham lagi.


"Gak dia ke sini sama gue, emangnya kenapa ?" Jevan yang baru saja muncul segera merangkul Maura dan terlihat sekali sifat protektifnya kepada Maura.


"Oh ada lo Jev.. gak papa, gue kira dia Cuma di tinggal sama tu anak berdua..btw lo siapanya Maura?" Tanya ilham yang sebenarnya penasaran dengan cinta pertamanya itu.


Ya ! ilham sudah menyukai Maura sejak ia SD namun saat itu ia kira itu hanya cinta-cinta biasa dan sampai akhirnya pada saat ini rasa itu masih ada.


"Gue pacarnya Maura, oh ya kita ke sana dulu ya.." Ujar Jevan dan membawa Maura ke tempat lain yang pasti Jevan akan menjauhi Maura dengan Marcell.


"Lo kenapa sih aneh banget ! Pake ngaku-ngaku jadi pacar gue segala!" kesal Maura karena sedari tadi Maura terus di paksa untuk selalu di samping Jevan.


"Emang kenapa kalau gue ngaku jadi pacar lo ? emangnya lo bisa apa?" Jevan sepertinya sangat meremehkan Maura.


"Andai aja gue udah ketemu kakak gue pasti gue aman!"Ujar Maura dalam hatinya.


"Oh jadi lo mau liat apa yang bisa gue lakuin ?!?" Tanya Maura yang tersenyum penuh ke angkuhan.


Jevan menaikan alis matanya dan menunggu apa yang akan gadisnya lakukan. Gadisnya huh? Mungkin.


.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2