Jatuh Hati

Jatuh Hati
25. Jebakan Lagi


__ADS_3

C


E


K


I


D


O


T


*****


"Heh!! Jangan mentang-mentang temen lo udah dapetin Jevan sekarang lo bisa ngambil orang yang udah jadi inceran gue ya!!" Dia adalah salah satu bagian dari cewek sejuta pesona yang cukup membuat sahabat Maura ini ketar-ketir.


Zoya sekarang berada di kantin kampus, setelah Maura pergi tadi pagi lebih dulu Zoya juga ingin pergi keluar tanpa mengajak Acha yang masih menikmati tidurnya. Setelah dari perpustakaan untuk mengembalikan buku yang ia pinjam kemarin, Zoya memilih ke kantin untuk mengisi perutnya yang belum mendapatkan jatah sarapannya. Tanpa jemputan dari Yuza dan tanpa berniat untuk mengabari Yuza, Zoya duduk dengan tenang di pojok kantin sampai akhirnya seseorang mengganggu sarapannya. Zoya kesal dan saat mendengar apa yang di katakan orang itu dia hanya tersenyum dalam diam dan bertahan di tempatnya.


"Eh ada Luna, lo mau ikut sarapan juga?" Ujar Zoya tanpa mengacuhkan ucapan orang yang di panggilnya luna.


"Gak usah basa-basi, gue cuma mau bilang 'Jauhin Yuza' ngerti lo!!" Ujar luna tepat di wajah Zoya dan Zoya hanya terkekeh mendengar ucapan Luna.


"Oh gitu ya? Emangnya apa untungnya gue jauhin Yuza dan kayaknya gue juga gak mau lepasin dia deh" Ujar Zoya dengan tatapan tajam dan senyum sinisnya yang menari-nari di wajahnya.


"loLo!!! Ma–" sebelum Luna mengatakan apapun Zoya menghentikan ucapannya dengan mengangkat tangan dan merogoh sakunya untuk mengambil ponsel dan entah apa yang Zoya lakukan dengan ponselnya.


"Sorry bisa lo ulangin ucapan lo tadi?" Tanya Zoya dengan tatapan yang membuat Luna merasa konyol.


"Sialan lo!!! Lo mau cari gara-gara sama gue! Asal lo tau Yuza itu gak pernah suka sama lo dan jangan kegeeran deh! Jadi gue harap lo ngerti sama ucapan gue untuk ngejauhin Yuza!" Ujar luna.


"Emangnya lo siapa gue?" suara bariton itu mengejutkan mereka berdua, lalu salah satu dari mereka tersenyum puas.


"Gue. Gue..!!! arghhttt awas lo!" Luna hanya menunjuk dan memberi peringatan pada Zoya lalu pergi meninggalkan mereka yang membuat harinya jadi badmood.


"Cepet juga nyampenya" Ujar Zoya tanpa menatap Yuza dan Yuza hanya tersenyum menatap cewek yang membuatnya sudah jatuh hati.


"Itu semua karena kamu, makanya kalau kemana pun kabarin aku" Ujar Yuza yang merengkuh tubuh Zoya dari belakang, mereka beruntung karena keadaan kantin masih sepi karena semua orang di kampus sedang belajar dengan baik.


"Aku gak mau kabarin kamu lagi, aku takut sama Luna jadi aku milih untuk jauhin kamu aja" Ujar Zoya dengan manja di buat-buat.


"Oh ya? Perasaan tadi ada yang bilang 'kayaknya gue juga gak mau lepasin dia deh', siapa yang bilang ya?" Ujar Yuza yang berhasil menggoda Zoya sampai membuat wajahnya memerah menahan malu.


"Kamu sejak kapan sih di sini?? Perasaan pas aku ngomong gitu aku belum nelfon kamu..." Ujar Zoya yang sudah melepaskan tubuhnya dari rengkuhan Yuza.


Ya benar! Jadi tadi Zoya menelfon Yuza dan meminta Luna untuk mengulang ucapannya tadi tapi Yuza sudah lebih lama berada di sana. Bahkan Yuza juga sudah mengikuti Zoya sejak dari apart Maura.


"Kepooo, makan yuk ... kamu kan tadi gak jadi makan" Ujar Yuza yang ikut memesan dan mereka makan bersama.


******


Setelah sarapan di kedai bubur yang ada di dekat taman itu, mereka berdua kembali ke taman. Jevan dengan setia menemani Maura membaca buku. Ia juga melakukan aktivitas yang membuatnya tidak bosan. Di setiap ekspresi Maura saat membaca buku, Jevan selalu memotretnya tanpa sepengetahuan Maura dan menyimpannya dalam album di galerinya "My Princess Cilik". Jevan tak pernah bosan memandang wajah cantik alami yang di pancarkan dari kekasihnya. Bahkan Jevan tersenyum sendiri saat menatap Maura yang sedang serius sampai gadis manis itu merasa terganggu.


"Kamu kenapa sih ketawa gitu??" Tanya kesal Maura yang sebenarnya sudah sejak tadi tak fokus membaca karena Jevan.


"Gak papa, aku cuma lihatin kamu aja kok" Ujar Jevan dengan kekehan kecilnya yang masih terdengar menyebalkan di telinga Maura.


"Emang muka aku badut apa sampai kamu ketawa karena liatin aku" Ujar Maura seraya mengerucutkan bibirnya karena kesal dengan Jevan.


"Kamu gak kayak badut tapi kayak bebek, tuh lihat bibirnya panjang hahaha" Ujar Jevan sambil tertawa lepas dan itu membuat Maura tambah dongkol.


"Iiiiiihh jahat banget sih... aku marah sama kamu.." Maura memukul pelan lengan Jevan lalu membelakangi Jevan dengan wajah yang di tekuk karena sebal.


"Yaah aku cuma bercanda .. abisnya kamu lucu sih terus tadi aku di kacangin, kan aku bosen jadinya" Ujar Jevan yang berusaha membuat Maura kembali menghadapnya.


"Kan aku udah bilang kalau bosen kamu boleh pergi aja kok tapi kamunya bandel" Ujar Maura yang tak bisa marah lebih lama dengan Jevan.


"Aku gak mau ninggalin kamu sayang, kamu udah gak marah sama aku kan?" Tanya Jevan yang ingin memastikan bahwa Maura sudah tidak marah lagi dengannya.

__ADS_1


"Enggak kok tapi jangan ketawain aku lagi" Ujar Maura memberi peringatan yang hanya di balas anggukan dan wajah tahan tawa dari Jevan.


"Iiih kamu janji tapi muka kamu kok gitu sih, ketawa-ketawa aja gak usah di tahan!" kesal Maura marah.


"Maura.." panggil Jevan membuat Maura menoleh dan. . .


*CUP


Jevan menciumnya walau hanya sebentar tapi lagi-lagi membuat Maura mematung, banyak hewan yang terbang di perutnya hingga darahnya terasa mengalir deras.


"Gemesin banget sih pacarnya aku" Ujar Jevan sambil mencubit pipi Maura pelan tapi saat itu Maura hanya diam mematung.


"Nkah yuk" ajak Jevan dan itu membuat kesadaran Maura kembali full.


"Enak aja! Wisuda belum .. main ajak nikah aja! Gak inget perjanjian sama ortu kamu" Ujar Maura langsung sambil menutupi hatinya yang berbunga-bunga karena ajakan Jevan.


"Abisnya kamu tuh udah buat aku jatuh hati lagi dan lagi, siapa suruh buat aku jatuh hati kalau gak mau secepatnya di nikahi!" Ujar Jevan tanpa beban dan itu membuat Maura dari hatinya yang paling dalam tersenyum namun ia menutupinya agar Jevan tidak menggodanya.


"Hati kamu aja yang cemen! Di senggol dikit langsung jatuh huuu" Ujar Maura dan bangkit dari duduknya lalu pergi lebih dulu meninggalkan Jevan yang tertawa akan setiap tingkah kekasihnya ini.


Jevan bersyukur bisa bertemu lagi dengan princess cilik nya dulu karena memang Maura lah yang ia tunggu sejak kecil sampai ia memutuskan tidak membuat hubungan special dengan wanita manapun selain Maura dan perempuan yang katanya pernah pacaran dengan Jevan itu hanya impian belaka karena sebenarnya mereka adalah korban Jevan dan tak lebih dari itu.


****


"Yo kamu bisa tolongin aku nggak??" ucapnya dengan nada yang sangat menggoda.


Segitu frustasinya kah dirinya ?? hingga harga dirinya pun ia turunkan di depan sahabat cowok yang ia suka. Entah cara licik apa yang sekarang akan ia gunakan untuk mendapatkan cowok itu kembali. Jalan manakah yang ia pilih ? kita tak akan mengetahuinya karena hanya fikiran liarnya lah yang mengetahui apa yang akan terjadi.


"Andin ??? kenapa? Emangnya tolong apaan?" Tanya Tio yang bingung dengan sikap andin yang sangat aneh.


"iya ini aku yo.. aku minta tolong kali ini aja.. aku tahu kamu juga benci sama aku karena masalah aku dengan Maura" Ujar andin dengan wajah yang memelas dan ia juga sudah bermanja-manja di lengan Tio.


"Tapi ndin.."


"Ayolah... aku di kejar sama cowok kurang ajar, cowok itu berani ngelecehin aku karena kak Jevan udah gak mau bela aku lagi dan sekarang kamu Tio.. kamu juga mau pergi ninggalin aku?" sela andin dan Tio hanya membuang nafas beratnya.


Tio harus memilih pergi menjemput Acha yang sudah menunggu dirinya di depan kampus atau menolong Andin.


"Mungkin dia udah pulang bareng Zoya sama Yuza" pikir Tio.


Namun sebaliknya di hari yang tak cerah ini, Acha berdiri di dekat pohon rindang untuk berteduh tapi tetap saja ia masih terkena air hujan yang turun dengan deras. Acha terus menunggu walau sudah 1 jam dari yang Tio janjikan. Acha tetap percaya kalau Tio akan menjemputnya, setidaknya kalau Tio tidak menjemputnya pasti Tio akan memberi kabar padanya. Acha khawatir apa Tio baik-baik saja karena Tio tak pernah mengulur waktu seperti ini.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan menghubungi..." hanya suara operator yang dapat Acha dengar saat ia menghubungi kekasihnya ini.


"Aduh.. Tio kamu kemana sih? Aku udah kedinginan banget nih.." gumam Acha yang menatap ponselnya yang masih tak ada jawaban dari Tio.


"Aku tunggu aja deh, takutnya nanti saat aku pergi dia baru datang lagi" duga Acha yang memilih untuk tetap menunggu.


Ting!


Suara pesan yang masuk dari ponselnya membuatnya penasaran dan segera membuka pesan itu.


Betapa terkejut dirinya saat ia melihat foto Tio dengan cewek yang ia kenal sebagai perusak hubungan orang ini. Jadi Tio yang membuatnya harus menunggu sedang bersenang-senang dengan cewek lain dan itu membuat hati Acha sangat sakit. Bagai di tusuk ribuan jarum, Acha terduduk lemas. Ia berjalan menuju rumah dengan guyuran hujan yang deras. Ia mengabaikan dinginnya sore itu dengan angin yang berbaur dengan air hujan yang bisa membuat orang masuk angin.


"Acha..." teman satu SDnya yang sangat ia kenal menemukannya dalam keadaan menyedihkan. Dia Ilham. Ilham yang dulu juga menyukai Maura. Ilham yang juga sangat respect dengan Zoya dan Acha. Ilham yang selalu ada dengan 3 cewek itu.


"Ilham?.." Acha segera menghapus air matanya yang bercampur dengan air hujan, walau tak kentara tapi tetap saja Acha tahu kalau dirinya terlihat menyedihkan.


"Kamu kenapa ? Ayo aku anter kamu pulang" Ujar ilham yang keluar dari mobilnya dan membimbing Acha untuk masuk kedalam mobilnya.


Selama di perjalana Acha hanya diam membisu dan menatap jalanan dengan tatapan kosong sedangkan ilham yang hanya memperhatikan sejak tadi merasa kalau ada yang tidak beres dengan Acha tapi ia memilih diam dan membiarkan Acha tenang terlebih dahulu. Ilham juga mengantar Acha ke depan apart Maura.


"Ham makasih udah anterin gue ya..." Ujar Acha dan ilham hanya membalasnya dengan senyuman.


"Kalau lo mau curhat sesuatu hubungin aja gue, gue selalu ada buat kalian kok" Ujar ilham dengan tulus dan Acha tersenyum paksa karena merasa tak enak dengan ilham.


CEKLEK


Tiba-tiba pintu terbuka sebelum Acha membukanya. Terlihat Zoya dan Maura yang shock melihat keadaan Acha yang sangat berantakan. Belum lagi ilham yang juga basah kuyup sama seperti Acha.

__ADS_1


"Hai ra, joy... sekarang lebih baik lo jagain Acha karena dia butuh kalian sebagai sahabat, cha gue pulang dulu ya.. baik-baik yaa.." Ujar ilham dan mengacak-acak rambut Acha yang sudah berantakan makin berantakan.


"Makasih ya ham.." Ujar Acha lirih.


"Ya makasih banget ham.." Ujar Zoya dan juga Maura.


Lalu mereka berdua segera membawa Acha kedalam kamar dengan rasa penasaran yang sangat tinggi dengan apa yang terjadi. Setelah Acha membereskan dirinya yang amat berantakan, ia segera bergabung dengan kedua sahabatnya yang sudah menantinya sejak tadi.


"Cepet cerita!" perintah Maura yang tak dapat di sanggah.


"Tio..." Ujar Acha yang terdengar seperti rengekan.


"Kenapa dengan Tio?" Tanya Zoya bingung.


"Dia php in gue... gue kira dia deket sama gue karena dia suka sama gue" ucapnya dengan tangis yang sudah pecah sedangkan kedua sahabatnya masih setia mendengarkan kelajutan ceritanya.


"Gue gak kayak kalian yang berakhir bahagia, Maura udah jadian sama Jevan dan lo udah jadian sama Yuza sedangkan gue sama Tio cuma sekedar jalan bareng tanpa status yang belum di pastiin tapi dia php-in gue....." tangis Acha kembali terdengar.


"Kenapa lo bilang dia php-in lo?"


"Apa buktinya?" Tanya kedua sahabatnya yang tak menyangka dengan apa yang di lakukan Tio terhadap sahabatnya.


"Tadi sore gue bilang sama kalian kalau gue di jemput, gak taunya udah satu setengah jam gue nunggu sambil hujan-hujanan dan tanpa kabar dari dia, dia malah lagi nemenin andin party.... Hiks.. hiks" Ujar Acha di selingi tangisnya.


"Apa!! Andin!! Kemarin luna yang ganggu hubungan gue sama Yuza tapi udah di perjelas sih sama Yuza dan sekarang lo sama Tio di gituin andin?!? Waah parah tuh orang" Ujar Zoya yang tak menyangka dengan kelakukan geng cewek sejuta pesona itu.


TING!


Ponsel Maura berbunyi menandakan pesan masuk dan sebelum Maura membukanya ia menatap kedua sahabatnya lalu kedua sahabatnya mengangguk dan Maura membukanya.


"line dari Jevan" Ujar Maura.


"Sejak kapan Jevan kasih pesan, bukannya dia lebih suka nelfon atau nyamperin lo langsung" Ujar Acha yang melupakan tangisnya.


"Gak tau" Ujar Maura sambil mengangkat kedua bahunya.


"Buka aja" Ujar Zoya dan Maura segera membukanya.


Ternyata sebuah pesan dan juga foto Jevan bersama 3 sahabatnya, masing-masing mereka sedang berangkulan dengan cewek sejuta pesona yang baru mereka bicarakan. Andin yang berada di dalam pelukan Jevan, Yuza yang sedang mencium pipinya luna, nadia yang berada di pangkuan Tio sedangkan Aksa hanya sedang tertawa bersama denga Kiran. Mereka bertiga terkejut dengan apa yang sedang ia lihat.


"Apa jangan-jangan..."


"Mereka berempat..."


"Ngerjain kitaaaaaa..!!!"


"Sialaaan!" mereka bertiga teriak histeris saat mengerti apa yang telah terjadi tapi sekali lagi Maura berfikir seperti ada yang tidak beres.


"Tunggu... tunggu.. kayaknya ada yang nggak beres nih" Ujar Maura dan membuat kedua sahabatnya bingung.


"Gak beres gimana ra..." Tanya Zoya yang belum mengerti.


"Coba kalian fikir kalau mereka beneran ngerjain kita, kenapa Jevan ngenalin gue ke orang tuanya dan gue juga kenal dia, terus Tio gak mungkin sama andin dan sesudahnya bersama nadia, kalian mikir sampai situ nggak dan kalaupun mereka ngerjain kita, emangnya Jevan sanggup gitu ngelepas gue dan abang gue akan selalu jagain gue" jelas Maura yang mulai di mengerti Acha dan Zoya.


"Sahabat gue yang satu hebat banget nih analisanya tapi dari analisa lo, lo itu kepedean" Ujar Zoya sambil menoyor kepala Maura dan Maura melotot tajam ke arah Zoya.


"Bener juga sih tapi apa yang harus kita lakuin" Ujar Acha yang tampak bingung dan kesal.


"Untuk mengetahui dengan jelas apa yang terjadi, mending kita ke sana aja" usul Maura.


"Emang lo mau masuk club gitu??" Tanya Zoya dan Acha yang menatapnya seakan tak percaya.


"Cuma masuk doang kan? Kenapa harus gak mau??" Ujar Maura dan kedua sahabatnya tersenyum lalu mereka segera bersiap dan secantik mungkin menuju club di mana 4 cowok menjengkelkan dan 4 cewek sejuta pesona itu berada.


.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2