Jatuh Hati

Jatuh Hati
28. Sorry My Bestfriend


__ADS_3

HAPPY READING :D


.


.


Silau matahari mampu membangunkan gadis ini yang sangat menikmati tidurnya. Ia mengerjapkan matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Gadis itu pun meregangkan tubuhnya yang terasa pegal tapi sesuatu yang berat menindih perutnya. Gadis itu pun menoleh ke samping dan


"Aaaaaaaaaaaaaaaammpppp" Gadis itu berteriak karena terkejut saat menyadari ia tidur dengan pria yang bukan muhrimnya, pria itu pun merasa terganggu dengan teriakan gadis itu maka tangan pria itu dengan reflex menutup mulut gadis itu.


"Jangan teriak dong sayang... kan masih pagi" Ujar pria itu tanpa rasa bersalah.


Gadis itu kembali berteriak saat melihat tubuhnya di balik selimut tanpa sehelai benang pun. Bahkan air matanya pun sudah mengalir.


"Lo apain gue Jevan!!! Baju gue mana?!?" Ujar gadis itu yang tak lain adalah Maura.


"Duh masih pagi sayang... Jangan teriak-teriak terus napa???" Ujar Jevan dengan suara yang serak.


"Jawab aku!! Kamu ngapain aku semalam??" Tanya Maura yang mulai melemah.


Jevan yang tersadar jika ia telah melakukan kesalahan lagi karena membuat gadisnya pun menangis segera bangun dan mendekati Maura.


"Hei dengerin aku... kita gak ngapa-apain.. ini hanya–"


"Hanya apa Jev!! Kenapa aku gak pake baju gini!!" Ujar Maura yang masih menangis.


"Inget gak kalau kemarin sore kamu ke bukit dan duduk di sana, jadi saat aku mau turun sambil gendong kamu yang udah ketiduran, kita hujan-hujanan. Baju kamu dan aku basah kuyup jadi aku gak bisa biarin kamu bermalaman dengan baju yang basah itu sayang" Ujar Jevan dan Maura hanya diam sambil sesekali sesegukan.


"Kamu kenapa gak pake baju juga dan Cuma pake celana aja??? Kenapa kamu gak suruh orang dan gantiin baju aku?? Kenapa kita bisa tidur bareng??" Tanya Maura yang sudah meredakan tangisnya.


"Gini ya, kemarin aku ngerasa gerah aja makanya aku gak pake baju dan pembantu aku pulang kampung Cuma ada aku di rumah ini jadi aku berinisiatif buka baju kamu dan maaf kalau kamu gak suka, kenapa kita bisa tidur bareng?? Karena semalam kamu ngigau dan megang erat tangan aku, aku yang gak mau ganggu tidur kamu cuma pasrah pas kamu pegang jadi aku juga ikut ketiduran di sini, udah kan?" Ujar Jevan yang menyelesaikan penjelasannya.


"Jadi kamu gak ngapa-apain aku kan?" Tanya Maura lagi memastikan.


"Enggak sayang sumpah deh.. aku maunya nunggu sah dulu" Ujar Jevan sambil tersenyum.


"Nunggu sah?!? Emangnya gue mau apa sama lo!!" Maura yang tersadar akan bahasanya tadi kembali seperti semula, seperti tekadnya di bukit itu.


"Yah! Balik ke setelan pabrik. Aku gak suka ya ra! gak ada cerita gue-lo lagi." Ujar Jevan tegas.


"Kita udah gak ada hubungan apa-apa! Jadi lo gak bisa ngatur-ngatur gue!! Aaaaaa" Saat Maura mengatakan itu, Jevan segera menjatuhkan Maura dan kini posisi Jevan berada di atas Maura.


"Jadi kamu mau aku buat ada hubungan apa-apa dengan cara kayak gini???" Jevan tersenyum evil menatap wajah ketakutan kekasihnya.


"Jevan kamu mau ngapain??"Tanya Maura yang terdengar seperti cicitan.


"Menurut kamu, aku mau ngapain??" Tanya balik Jevan yang semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Maura. Tangannya sebagai penahan agar tak menindih Maura.


"Jevan~ maafin aku... maafin aku tentang yang kemarin jadi sekarang terserah kamu tapi jangan kayak gini" Ujar Maura yang sangat ketakutan dan menutup matanya.


"Aku yang seharusnya minta maaf sama kamu dan aku mohon kamu mau memberikan kesempatan kedua untukku.. yaaa?? Please??" Ujar Jevan dengan lembut.


"Oke.. aku maafin kamu dan akan ngasih kamu kesempatan kedua tapi gak ada kesempatan ketiga, okey?" Ujar Maura.

__ADS_1


Jevan mengangguk penuh antusias. Mata Jevan yang sejak tadi menatap bibir Maura penuh minat mulai terhipnotis. Jevan mendekat kan wajahnya.


"Kamu mau ngapain Jev??" Tanya Maura dan detik selanjutnya Maura bungkam. Dua benda kenyal itu saling bersentuhan.


Ciuman yang lembut itu membuat Maura terbuai, ciuman itu berubah menjadi ******* dan semakin panas sampai akhirnya Jevan menghentikannya.


"Makasih sayang. Aku sayang kamu. Aku juga cinta kamu. Sangat..." Ujar Jevan lalu mengecup kening Maura dan beranjak dari posisinya.


"Kamu mandi sana, aku mau cariin baju untuk kamu dulu.." lanjut Jevan dan keluar setelah mengambil jaket, baju dan celana jeansnya.


Maura yang masih terdiam karena apa yang dilakukan Jevan tadi sambil memperhatikan kepergian Jevan dengan pintu kamar yang kembali tertutup.


"Gagal sudah perjanjian ku kemarin..."gumam Maura dan segera ke kamar mandi dengan tubuh di baluti selimut.


*****


Siang ini Jevan di hidangkan masakan Maura yang sangat menggiurkan. Belum lagi Yuza dan Tio yang baru saja datang dan langsung duduk di meja makan membuat Jevan ingin menghabiskan mekanan itu sendiri.


"Lo lo pada ngapain ? Siapa yang nyuruh lo duduk?!?" sentak Jevan membuat Tio dan Yuza menatap Jevan jengkel.


"Mau ikutan makan lah..." Ujar Yuza.


"Ya udah sono!!! Minta masakin sama pacar kalian masing-masing!!" Ujar Jevan yang mengusir terang-terangin.


"Ya Tuhan, Jev... gue minta dikit doang!!" Tio menggelengkan kepala karena baru kali ini Jevan pelit soal makanan.


"Gak ada cerita!! Pergi gak!!" ucapan Jevan tak di acuhkannya membuat Jevan kesal dan saat Maura datang dengan satu piring lagi masakannya Jevan langsung bangkit dari duduknya.


"Kita gak mau pergi! Emang nih meja makan punya lo doang!" Ujar Yuza yang mendapat toyoran dari Tio.


"Sayang.. kamu bantuin aku ya... pindahin semua nya ke kamar aja" Ujar Jevan lembut pada Maura dan Maura segera mengerjakan apa yang di suruh Jevan begitu pun dengan Jevan dengan cepat memindahkan seluruh masakan Maura ke dalam kamarnya.


"Lebih baik aku makan di lantai dari pada berbagi makanan sama tuh parah kunyuk" Ujar Jevan yang membuat Maura mengulum senyum.


"Ya udah yuk makan... nanti keburu dingin" Ujar (Maura) dan mereka segera makan setelah Jevan mengunci pintu kamarnya untuk jaga-jaga.


Sedangkan Yuza dan Tio hany terduduk lesu di meja makan yang sudah kosong dan semua makananya berpindah ke tempat lain.


"udah di usir pacar dan sekarang makan pun gak dapet..." Ujar Yuza lesu.


"Ya udah kita makan di luar aja yuk za.." ajak Tio dan mendapat anggukan dari Yuza.


Mereka pun pergi dari base dengan hati yang dongkol.


****


Pagi ini Maura berangkat ke kampus bersama dengan Jevan karena mobilnya masih tertinggal di kaki bukit yang ia singgahi kemarin. Maura juga tidak pulang ke apartementnya karena Jevan menahannya untuk tetap tinggal di base Jevan. Jevan juga selalu mengikuti Maura sejak ia melakukan kesalahan itu dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi. Maura pun memilih untuk menghabiskan waktunya di perpustakaan karena ia tidak ada kelas pagi dan menunggu Jevan yang mendapatkan kelas pagi. Maura juga belum mau untuk bertemu dengan kedua sahabatnya setelah kejadian kemarin. Rasa kesal pada sahabatnya itu masih ada jadi biarlah begini dulu.


"Maura..." Maura menoleh saat seseorang memanggilnya dan detik kemudian ia memutar matanya malas.


"Apa?" sahut Maura yang matanya masih tertuju pada buku yang ia baca.


"Maafin kita ya???" Ujar mereka yang memang tak ingin di temui Maura sejak pagi. Ya! Mereka sahabat-sahabat Maura yaitu Zoya dan Acha.

__ADS_1


"Hmm" Maura hanya menggumam tanpa berniat untuk menanggapi sahabatnya itu.


"Maura jangan gini dong..." pinta Acha yang membuat Maura semakin jengkel.


"Maura please..." kini Zoya ikut bicara.


"Heh kalian berdua! Apa kalian tidak tahu kalau ini perpustakaan dan di sini bukan tempat untuk mengobrol!! Temannya lagi baca kok malah di ganggu" Penjaga perpustakaan yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik mereka pun mulai berkoar saat Acha dan Zoya berbicara dengan suara yang cukup mengganggu pembaca.


"Maaf buk.." Acha dan Zoya meminta maaf pada penjaga perpustakaan itu tanpa berniat untuk keluar dari perpustakaan.


Maura menutup bukunya dan meletakan kembali buku itu di rak dengan Acha dan Zoya yang terus mengekorinya. Maura muak dengan keadaan seperti ini tapi ia masih kesal dengan mereka. Maura berpapasan dengan Tio dan Yuza, Maura sengaja mengambil jalan menuju tempat cowok-cowok itu berkumpul agar Zoya dan Acha tak lagi mengikutinya tapi semuanya nihil. Zoya dan Acha masih setia membuntutinya bahkan Tio dan Yuza ikut serta dalam acara permintaan maaf yang membuat Maura jengkel ini.


"Jevan!" Maura memanggil Jevan yang tampak baru keluar dari kelasnya.


"Apa sayang??" Tanya Jevan lembut membuat Zoya dan Acha bingung karena setahu mereka Jevan dan Maura sedang bertengkar sedangkan Tio dan Yuza hanya menatap jengkel ke arah Jevan.


"Sayang nanti kamu masakin aku yaa... nanti kamu nginap aja di base" Ujar Yuza dengan nada tinggi agar terdengar oleh Jevan.


Jevan tersenyum melihat temannya yang ingin melakukan aksi balas dendam. Tio pun ikut serta.


"Kamu juga ya sayang..." Ujar Tio pada Acha sambil melirik Jevan yang menatap mereka.


"Emangnya gak papa kami nginap di base??" Tanya Zoya yang sebenarnya ingin meminta persetujuan dari Jevan.


"Kalian boleh nginap kok, nih pegang kuncinya dan jangan ngelakuin hal-hal aneh, gue nanti gak ke base" Jevan yang mengerti maksud mereka segera memberikan kunci rumah itu kepada Yuza.


"Terus lo tidur dimana ? lo pulang?" Tanya Tio yang bingung dan sedikit kesal karena tidak berhasil membalaskan dendamnya pada Jevan.


"Gue mau berduaan sama kesayangan gue jadi terserah gue mau tidur dimana yang penting berdua sama dia, ya nggak sayang???" Jevan mencolek dagu Maura.


"Enggak!!" Maura pun segera pergi meninggalkan Jevan yang cengo karena sikapnya.


"Terserah kalian deh, gue mau ngejar dia dulu" Ujar Jevan dan berlari mengejar Maura yang sudah mulai jauh.


"Yaah kita belum di maafin Cha" Ujar Zoya lesu.


"Iya, gimana dong?" Tanya Acha yang tak punya rencana sedikit pun untuk meluluhkan hati Maura.


"Biarin Maura nenangin hatinya dulu aja deh, jangan kayak Jevan yang pengen cepet kelar.." Ujar Yuza yang membuat hati Zoya sedikit tenang.


"Iya deh yang, ya udah kita mau kemana?" Tanya Zoya.


"Himana kalau kita double date mmm nonton aja" usul Tio dan di setujui mereka bertiga.


"Ya udah yok.." ajak Acha memerintah mereka untuk mulai melangkah.


"Yok" sahut Zoya.


.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2