
C
E
K
I
D
O
T
***
Cewek yang sangat perfectionis itu melangkah masuk ke dalam rumah megah kediaman keluarga BRASMANA ini. Cewek dengan percaya diri yang tinggi berjalan dengan anggunnya menemui tuan rumah yang tengah menikmati waktu santainya di ruang keluarga.
"Tante~" ucapnya dengan manja sehingga wanita yang di panggil pun menoleh ke arah cewek itu.
"Andin! Ada apa sayang?" Tanya wanita itu yang tak lain adalah ibu kandung Jevan –Nyonya Sandi–
"Tante tadi Kak Jevan mempermalukan aku di kampus tan dan dia juga sudah mengumumkan kalau dia pacaran sama cewek yang dapat beasiswa di kampus.." ucapnya yang berharap dapat pembelaan dari mama Jevan.
"Apa?!? Yang benar saja???" pekik sandi yang terkejut karena informasi yang di dapat oleh Andin.
"Memang benar dan aku akan memberinya perlindungan jika anda ikut campur dalam urusan saya" Dua perempuan itu terkejut saat Jevan ikut berbicara dan muncul dari balik tembok rumahnya.
__ADS_1
"K-Kak Jevan" Ujar andin yang gugup karena ketahuan mengadu kepada mama Jevan.
"Mapan kamu pulang sayang?!? Apa benar yang di katakan andin kalau kamu–" Belum sempat Ny. Sandi meneruskan ucapannya, Jevan langsung menyelanya.
"Aku baru saja pulang dan iya! Memang benar yang di katakan andin" Ujar Jevan dengan lantang.
"Aku tidak menyetujui nya Jevan! Jika kau melakukan di luar kendali ku maka aku akan bertindak bukan kepada mu tapi dia!!! Dia yang menghalanginya!!" Ujar Ny. Sandi dengan tegas dan tak terbantahkan sampai suara tapak kaki seseorang membuat mereka terdiam.
"Sandi~ Sandi~ Kamu yang tak berhak berlaku seperti itu. Kamu sendiri yang menghalangi kebahagiaan putramu." suara bariton itu membuat Ny. Sandi membeku di tempat dan membuat Jevan tersenyum menatap orang itu yang selalu datang tepat pada waktunya.
"Rizal? Kamu datang ke rumah ini?!?" Ujar Ny. Sandi tak menyangka kalau Suaminya yang sebenarnya mereka belum sah bercerai datang ke rumah ini kembali.
"Iya ini aku! Kenapa kalau aku datang ke rumah ini? Ini rumah ku dan nama yang kau pakai di belakang nama mu adalah nama keluarga ku jadi aku berhak atas rumah ini, atas nama kebesaran ku dan atas kebahagiaan putra ku!!" Ujar rizal yang menjatuhkan tatapan tajam untuk istrinya yang menurutnya sudah kelewatan.
"Apa katamu rizal? Kau berhak? Apa kau tak ingat kata ayah mu dulu! Kau tak berhak atas semuanya selama kau masih bersama wanita itu!" Tiba-tiba semuanya menjadi menegang, Andin dan Jevan hanya bisa menjadi pendengar sebelum mereka ikut masuk dalam drama ini.
"Tapi wanita itu.."
"Wanita siapa yang kau maksud? Apa wanita yang kau maksud adalah anak dari farel adikku yang telah meninggal dan aku lah yang mengasuh anak farel sampai dia menikah seperti sekarang, asal kau tahu ayah ku sudah tahu kebenarannya!" ucapan suaminya itu menjadi tamparan bagi sandi. Kini Sandi hanya bisa diam dan tak dapat berkutik, ternyata semua fikiran buruknya tentang suaminya salah. Semua yang telah ia lampiaskan kepada Jevan juga salah dan kini ia hanya bisa diam dan tak mau menyangkal atau mengelak lagi kalau sebenarnya dia salah.
"Maaf" setelah terdiam cukup lama, sandi hanya dapat mengucapkan kata itu, kata yang sangat jarang di ucapkannya dan itu membuat Jevan dan juga Rizal –suaminya– terkejut.
"Aku minta maaf karena semua kekacauan yang ku buat, ternyata aku yang menghancurkan keluarga kita, aku minta maaf.." Ujar sandi lagi dan kini butir-butir air mata tak dapat ia tahan lagi.
"Sudah sandi... aku memaafkan mu tapi jangan menangis lagi okey?? Ayolah.." Bujuk rizal saat sandi terisak menangis. Jevan yang melihat betapa sayangnya papanya kepada mamanya hanya dapat melihat semua kejadian itu dan merekam di memorinya kalau sebenarnya papanya sangat mencintai mamanya.
"Paa.. maa aku mau kalian bersatu lagi. Bukan kah itu hanya salah paham? ayolah." pinta Jevan yang membuat rizal dan sandi saling pandang, saat sandi memberi anggukan, rizal angkat bicara.
__ADS_1
"Baiklah, untuk putra kesayangan ku dan juga semua masalah sudah clear kita akan kembali seperti semula, karena kami tidak benar-benar bercerai sayang" Ujar rizal.
Saat rasanya sudah cukup untuk mengabaikan Andin akhirnya Jevan menoleh dan kata-kata yang harus ia ucapkan sudah berada di ujung lidahnya.
"Jadi lo mau apa lagi di sini?!?" Tanya Jevan menatap Andin dengan tatapan sinisnya.
"A-aku, ak- tante gimana?" Andin meminta tanggapan pada mama Jevan namun apa yang ia harapkan tidak terjadi.
"Maaf andin kalau tante sempat menjodohkan kalian karena tante sedang marah dengan keadaan tante dan sekarang tante akan mengikuti keinginan Jevan, maafin tante ya?" Ujar sandi dengan lembut.
Andin yang tak terima segera mengambil tasnya dan langsung pergi dengan keadaan marah. Jevan tersenyum melihatnya dan sedikit melambaikan tangan juga berkata "Hati-hati di jalan, nanti di sangka temennya hantu lhooo" pekik Jevan lalu cekikikan yang terdengar oleh kedua orang tuanya.
"Heh anak nakal sekarang masuk kamar dan besok cerita sama mama siapa cewek yang jadi pacar kamu?!?" Jevan tersenyum senang karena keluarganya telah kembali seperti sedia kala hanya saja seseorang yang ia harap kembali tidak akan pernah datang.
"Pacar?" Papanya –Rizal– terlihat bingung karena ia sangat mengerti putranya yang tidak mudah jatuh kepada pesona seorang cewek.
"Iya iya besok aku cerita, bye maa paa, selamat malam pertama lagi... hehehe" setelah mengucapkan kalimat yang membuat wajah mamanya memerah, Jevan lari sebelum amukan massa semakin anarkis #eh?
"Jevaaaaaaan!!!" pekik kedua orang tuanya setelah sadar di goda oleh putranya sendiri.
.
.
.
TBC
__ADS_1