JELMAAN

JELMAAN
Episode 18


__ADS_3

Aryo menatap rumah tetangga yang sudah berpenghuni di ujung jalan tersebut. Beberapa hari ini jendela kamar lantai atas itu sering terbuka, terkadang Aryo mendapati wanita duduk memandang jauh ke depan, karna hordengnya yang begitu transparan menerawang hingga memantulkan siluet tubuhnya.


Ketika laju mobil Aryo mendekat, jendelanya akan cepat-cepat di tutupnya seakan ia menutup diri keberadaannya tidak ingin diketahui orang banyak. Aktivitas di rumah itupun sunyi.


Aryo melewati rumah tersebut dengan laju yang biasa.


Ia mendapati wanita paruh usia, membersihkan halaman depan.


Aryo menghentikan laju mobilnya, sekadar ingin menyapa.


Hampir ingin membuka pintu mobil, wanita itu seolah ketakutan memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya, dan cepat-cepat masuk kedalam rumah.


Aryo nampak bingung dengan wanita paruh waktu tersebut.


Ia melemparkan pandangan ke lantai dua rumah itu, masih nampak ia menyaksikan penghuni lantai dua itu menutup hordeng dengan cepat.


" Ada apa? apa salahnya bertegur sapa dengan tetangga?"


Bisik hati Aryo langsung meninggalkan tempat itu secepatnya.


Aryo melihat dari spion mobil, ada seorang wanita berlari-lari mengejarnya.


Aryo menghentikan mobilnya, menatap wanita lusuh itu tersengal-sengal memegang dadanya. Nafasnya naik turun.


"Jangan pernah kau dekati rumah itu, berhentilah membuat karma lagi, kabut hitam itu akan menenggelamkanmu."


Kerut alis Aryo menukik tajam, seolah tak ingin mengindahkan ucapan wanita itu.


"Ku peringatkan, jangan kau dekati rumah itu."

__ADS_1


Ucap wanita itu menunjuk dengan tajam kearah wajah Aryo, yang belum sempat keluar mobil.


Aryo hanya membuka kaca mobil.


Ia langsung akan membuka pintu, namun wanita itu sudah tak berada di situ lagi seolah lenyap begitu saja.


Aryo keluar mobil kembali memeriksa keadaan sekitar namun seolah wanita itu hanya angin berlalu.


Ia menatap dari jauh rumah itu, seakan magnet itu begitu tajam menghisap dirinya untuk membantah perkataan wanita barusan.


Aryo masuk ke mobil tanpa berpikir panjang. meninggalkan hawa yang menyeruak ingin mengusirnya dari tempat tersebut.


sebuah panggilan masuk ke telpon selulernya.


"Aryo, rumahmu kini sedang diselidiki kepolisian, tetangga barumu melaporkanmu atas tindak mengusik ketenangan. Cepat kembali ke rumah!"


ucapan dari seberang seolah menggantung.


......


Tampak ramai di muka halaman rumahnya.


sekitar tiga orang polisi sudah berdiri di depan pintu rumahnya.


Dan beberapa tetangga menyambut kedatangannya. Wanita yang di temui beberapa menit yang lalu itu sudah siap melemparkan amarah dengan gumpalan lahar di dalam dadanya.


"Kau masih ku peringatkan, jangan sekali-kali menemui anak perempuanku..."


Tunjuk wanita itu berlari menarik baju Aryo.

__ADS_1


"Kenapa kau tak pernah jeraaaa." pekiknya.


"Kembalikan anakku."


Beberapa polisi mencegah wanita itu yang semakin liar, melampiaskan amarahnya pada Aryo.


Polisi memegang tangan wanita itu.


Membiarkan Aryo merapikan pakaiannya.


Aryo di bawah pengawasan kepolisian, dengan segala upayanya ia terlihat kebingungan terhadap tuduhan wanita tersebut.


"Aku tak pernah melakukan apapun? apa yang dituduhkan wanita itu tidaklah benar, melihat anaknya saja tidak pernah, apa lagi menyembunyikan anaknya?"


Aryo menjelaskan hal tersebut ke pada polisi.


"Maaf kami terpaksa memeriksa rumah pak Aryo, karna anjing pelacak ini menemukan sobekan baju anak perempuan dari belakang rumah Bapak."


Aryo seakan menggeleng keras, seolah kebingungan dengan masalah yang dihadapinya.


Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?~~~~


"Aku tak pernah menyembunyikan anak perempuan mana pun?"


 


Jangan lupa vote poin/koin sebanyaknya, like boom 5 rate, komentar positif di tiap episodenya.


follo ig: zuzanaoktober

__ADS_1


Salam JM


__ADS_2