JELMAAN

JELMAAN
Episode 23


__ADS_3

Aryo berkeringat dingin terbangun tengah malam. Ia tak menemukan istrinya lagi. Sekarang ia hanyalah seorang diri di kamar ia kebingungan. Mimpinya seolah benar-benar ia alami.


Aryo bangun dari ranjang mencari keberadaan istrinya. Ia menuruni anak tangga. Berjalan dengan tergesa-gesa. Semoga mimpinya bukan pertanda buruk malam itu.


Tak di temukannya sosok Sekar. Sama sekali rumah itu sunyi dan sepi. Aryo membuka hordeng. Memastikan mobil Sekar masih terparkir. Namun tak ada apapun di halaman depan.


Aryo duduk di kursi menenangkan diri mencoba berpikir.


Apakah mimpinya itu pertanda?


Aryo menatap layar ponselnya. Betapa terkejutnya ada lima panggilan tak terjawab dari Sekar dan satu pesan dari istrinya.


Aryo membaca pesan itu pelan-pelan.


Sekar malam ini belum bisa pulang ada pekerjaan yang mengharuskannya tak kembali ke rumah.


Aryo menatap makan malam yang telah ia persiapkan tadi sore.


Aryo mendekati meja makan tersebut. Nampak garpu runcing yang mengkilat itu. Aryo memandang pergelangan tangannya kali ini.


Semoga mimpi itu hanya bunga tidurnya.


Tiba-tiba telepon Aryo berbunyi. Muncul nama istrinya di layar ponsel.


Aryo mengangkatnya.


"Lima menit Aku sampai." jelas Sekar memberitahukan.


Aryo terdiam gugup. Apakah mimpinya akan terulang menjadi kenyataan?


Pintu pagar terdengar ada yang membuka.


Aryo membuka hordeng jendela depan.


Persis sekali keadaan mobil yang kotor dan berlumpur. Aryo membukakan pintu untuk istrinya kali ini.


"Kenapa bisa sama persis?" apakah benar mimpi itu akan menjadi kenyataan?"

__ADS_1


Sekar masuk mencium tangan suaminya. Wajahnya letih dan lesu ia langsung menaiki anak tangga menuju kamar.


"Aku ingin berendam terlebih dahulu."


"Apa Kau membutuhkan air hangat?" Aryo menawarkan diri.


"Terimakasih, Aku sangat membutuhkan itu."


Aryo langsung menyiapkan air hangat dan langsung keluar kamar.


Langkah kakinya kini menuju tas kerjanya ia mengambil alat pelacak dan kamera kecil.


Ia keluar sebelum istrinya selesai mandi.


Aryo mengambil kunci mobil istrinya. Mengendap-endap agar tak mencurigakan.


Sama persis keadaan mobil istrinya seperti di mimpi.


"Aku harus cepat-cepat menyelesaikan ini semua."


Aryo berlari kedalam meletakkan kembali kunci mobil.


Istrinya setelah selesai berendam, turun duduk di meja makan.


"Apa Aku boleh menanyakan sesuatu? apa pekerjaanmu sesungguhnya."


Sekar kali ini terbatuk-batuk. Aryo memberikan segelas air putih.


"Kenapa Kau tanyakan itu?"


"Aku perlu tahu, karna suamimu."


Sekar terdiam.


"Maaf Aku belum bisa cerita padamu untuk saat ini."


"Kenapa Kau tutupi. Aku tak memiliki waktu untuk mengetahui kebenarannya." jelas Aryo

__ADS_1


"Kau akan sulit menerimanya jika ku beritahu."


"Aku suamimu bukan? apapun itu Aku akan menerima penjelasanmu."


"Aku merawat mayat Ibuku, tapi Kau jangan berpikir aneh-aneh. Itu wasiat terakhir Ibuku."


Deg. Aryo terpaku diam.


"Kau akan ku jelskan. Aku hanya mencoba menghidupkan arwah Ibuku."


"Kau sudah menyimpang." jelas Aryo


"Aku tak punya pilihan lain, wasiat yang harus Aku jalani."


"Kepalaku bertambah sakit mendengar penjelasanmu. Ku mohon jangan libatkan Aku dengan masalahmu."


"Kau hanya boleh membantuku mencari tumbal darah untuk memandikan mayat Ibu."


"Aku tidak bisa, sungguh tak ingin ikut campur dalam urusan wasiat menyesatkan."


"Tapi Kau sudah menjadi suamiku. Berkewajiban membantuku."


Aryo menggeleng tidak menyutujui.


Diluar dugaan. Sekar menusuk sendiri tangannya dengan garpu.


"Jangan bodoh, Kau menyakiti dirimu sendiri."


"Bantu Aku jika Kau tak ingin melihatku menderita.


Bersambung


Jangan lupa vote koin/poin, like 5 boom rate, komentar tiap episode


jadikan favorite


follow ig: zuzanaoktober

__ADS_1


salam JM1


__ADS_2