JELMAAN

JELMAAN
Episode 32


__ADS_3

"Siapa yang melakukan ini semua?" Sekar mencoba mengotak-atik ponselnya kali ini.


Nomor seluruh kontak Sekar semuanya kosong terhapus.


Sekar bertambah kacau, bangkit dari ranjang menatap dari luar jendela. Sepertinya ada seseorang yang memantau rumahnya dari seberang jalan. Mobil yang di parkirkannya seolah bersembunyi di antar pepohonan pinggir jalan.


"Tak ada yang dapat di andalkan." bisik Sekar kali ini ia  berganti pakaian hitam-hitam agar tersamar jika mengendap-endap untuk keluar rumah melarikan diri, meski resiko yang terus akan mengintai Sekar berkelanjutan jika ia tak berhasil kali ini.


Sekar menghidupkan seluruh lampu rumah, dan ia tak memakai alas kaki sama sekali. Sekar kini sudah berada di belakang rumah ia melewati kebun belakang dengan mengendap-endap hampir akan sampai di pembatas pagar dengan rumah tetangga, tiba-tiba orang yang berada dalam mobil yang terus mengawasinya keluar mobil dan menuju rumah Sekar.


Sekar tak melewatkan kesempatan kali ini, ia berlari sekuat tenaga. Seketika dua orang tersebut membuka paksa pintu rumah mereka.


"Kita harus berjuang bersama, Nak. Agar kita bisa bertahan. Paling tidak ini yang bisa Ibu perjuangkan untuk menyelamatkan kita." Sekar mengelus perutnya. Berlari menyeberangi jalan raya. Rambutnya berantakan dan hawa dingin malam itu begitu ngilu menusuk ke tulang.


Dor...dor...dor...


Bunyi pistol itu mengejutkan Sekar, namun ia terus berlari sekuat tenaga tak memperdulikan ancaman itu.


Dua lelaki itu mengutuk Sekar karna telah mempermainkan mereka, dengan tanpa jeda mereka langsung melompati jendela kamar keluar menuju jalan raya untuk mengejar Sekar.


"Awas Kau jika berhasil tertangkap." umpat dua laki-laki tersebut.


Sekar berlari sekencang-kencang mungkin, ia tak pernah menoleh ke belakang. Karna ini jalan satu-satunya tak ada pilihan lagi. Meski tak ingin untuk mengalami hal demikian Sekar harus melewati rintangan ini semua agar tetap bertahan.


"Kita kejar  saja wanita itu, dia tak akan sanggup berlari terlalu jauh." ucap laki-laki satunya memberikan kesepakatan.


Mereka mengejar Sekar karna bekas injakan semak-semak yang melonggar dari bekas langkah Sekar jelas masih berbekas.


 


 


"Ke mana Aku harus berlari? apakah ini akan ada ujungnya." Sekar rasanya sudah tak kuat lagi untuk bertahan berlari. Kakinya tak kuat, sesekali nafasnya tak teratur dan naik turun detak jantungnya tak karuan.


"Sungguh tak kuat lagi." keluh Sekar hampir menangis.


"Aku butuh persembunyianmu untuk saat ini. Tolonglah Aku."


Bruuukkkk. Sekar tersungkur jatuh. Kondisi tubuhnya belum stabil dan keringatnya mulai mengucur dari dahinya. Suara dua laki-laki yang mengejarnya semakin mendekat dan bertambah dekat. Kali ini Sekar sudah pasrah dan tak bisa melakukan apa-apa lagi kecuali hanya menunggu pertolongan itu datang.


"Maafkan Ibu, Nak...kali ini Ibu gagal." pandangan Sekar kabur dan berkabut kelabu. Dari atas pohon tempat ia bersandar muncul sekelebat bayangan pekat turun menyelimuti seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Dua laki-laki itu semakin dekat, berlari menuju tempat duduk Sekar. Namun  mereka hanya melewati begitu saja. Sekar tak terlihat sama sekali mereka lalui seolah tak ada siapapun di sana.


 


Sekar terbangun, di sekelilingnya masih di hutan. Asap pekat itu menggumpal.


"Kau berhutang nyawa pada kami." suara itu menggema di antara pepohonan.


Sekar menatap sekeliling tak ada siapapun di sana.


"Kau berhutang nyawa pada kami." ulangnya kembali.


Tak lama muncul seseorang dengan wajah sangat buruk dari balik pohon. Ia membalikkan badannya.


"Aku ingin anak yang ada di dalam perutmu." bisiknya.


"Jangan, Kau boleh menukar nyawaku saja, tapi setelah Aku melahirkan nanti. Aku tak akan ingkar. Karna Aku telah berjanji pada suamiku untuk membesarkan anak kami. Paling tidak Aku dapat memastikannya untuk hidup. Aku kan datang menyerahkan nyawaku sendiri."


"Janjimu itu pasti akan Aku tunggu." ucapnya lalu menghilang dari balik pohon.


Sekar bernafas lega, kali ini ia bingung akan pergi kemana. Tak ada siapapun yang dapat menolongnya. Ia begitu kehausan dan saking hausnya sampai-sampai ia menelan ludahnya sendiri yang sangat kering. Tak ada yang bisa di minumnya. Yang ia punya saat ini hanyalah larutan itu. Sungguh tak ada pilihan lain. Sekar meneguk larutan tersebut.


"Kenapa Kau melakukan perjanjian dengan Iblis itu."


"Apa Kau Aryo? kenapa baru sekarang muncul?"


Aryo menatap botol larutan tersebut.


"Kau telah meminumnya. Aku akan datang menemuimu."


"Jika Aku meminumnya Kau akan muncul?"


Aryo mengangguk.


"Kau kemana saja? Aku menunggumu?"


"Waktuku tak banyak, Aku akan memudar dengan sendirinya. Kau pergilah ke arah selatan, jika Kau ingin Aku terus menemuimu jangan biarkan larutan itu habis. Jika habis kita tak akan bisa bertemu lagi. Di laboratorium, tepatnya di ruang kerjaku ada larutan yang masih Aku simpan. Kau ambillah paling tidak Aku datang sampai Kau melahirkan anak kita. Cukup Kau minum sedikit saja, Aku akan datang menemui."


"Tapi kenapa seperti itu?"


"AKu sudah berada di dunia lain, tubuhku menyimpan larutan itu jadi Aku akan mendatangi tubuh yang memiliki larutan yang sama di dalamnya."

__ADS_1


Tak lama tangan Aryo mulai memudar menggerogoti seluruh tubuhnya. Tak cukup lima menit seperti asap hitam lenyap.


"Tunggu dulu, ada banyak yang Aku ingin tanyakan." cegah Sekar.


Namun sosok Aryo telah menghilan.


Sekar kembali meminum larutan itu sedikit, muncul bau-bauan wangi menyebar. Tak lama Aryo muncul perlahan-lahan dari  gumpalan asap menuju wujud aslinya.


"Apa Kau bukan manusia lagi?"


Aryo menggeleng pelan.


"Kau harus menerima ini, tapi percayalah Kau tak akan sendiri. Aku terus mengawasimu dari jauh. Tak seharusnya Kau melakukan perjanjian dengan iblis itu."


"Tak ada pilihan lain." jawab Sekar.


"Pergilah ke laboratorium itu, jangan menghabiskan larutanmu jika tidak penting atau mendesak. Hanya itu jalan kita bisa bertemu."


Sekar mengangguk.


Tak butuh lima menit sosok Aryo membuyar kabur dan hilang.


 


 


 


 


 


 


 


Jangan lupa vote poin/koin, komentar tiap episodenya, like 5 boom rate, jadikan favorite


follow ig: zuzanaoktober


Salam JM

__ADS_1


__ADS_2