JELMAAN

JELMAAN
Episode 19


__ADS_3

Aryo harus berurusan di kantor polisi, dia juga tidak mengira wanita itu bisa ada di rumahnya. Mengejutkan lagi mereka tak pernah bertemu sama sekali sebelumnya.


Tak ada yang mempercayainya.


"Aku sama sekali tak mengetahui siapa dia?"


"Tapi ini sudah jelas."


"Bisakah Aku banding?"


"Kita tunggu proses selanjutnya." jelas laki-laki bertubuh besar itu.


Aryo di jebloskan ke penjara untuk sementara waktu menunggu proses hukum yang berlangsung.


"Apa yang  mesti ku perbuat?"


Aryo menatap langit-langit di dalam jeruji malam ini. Kehidupannya kacau.


"Ada yang ingin menemuimu?"


Penjaga tahanan itu membukakan kunci gembok penjaranya. Aryo terkejut jika ada yang menemuinya malam-malam begini.


Aryo menelusuri jalan yang redup, di ruang tunggu yang telah di sekat kaca. Duduk wanita berkerudung wajahnya menunduk tak terlihat jelas.


Aryo duduk sambil mengenali wajah tamu yang mengunjunginya malam itu.


"Apa kita saling mengenal?" tanya Aryo.


Wanita itu tak menjawab.

__ADS_1


Ia sepertinya mengeluarkan pena dan kertas dari bajunya. Dengan menuliskan sesuatu.


Aryo membacanya.


"Kau akan ku bebaskan, tapi Kau harus menikahi anakku."


Aryo terkejut membuang kertas itu ke lantai.


"Aku tak butuh tawaranmu."


Wanita itu masih menunduk.


Ia menuliskan kembali di kertas itu.


"Aku memberimu waktu dua hari  untuk memikirkannya. Dua hari lagi Aku datang menemuimu."


Wanita itu masih menunduk meninggalkan sobekan kertas itu dan meninggalkan Aryo yang masih duduk mematung.


Aryo meninggalkan tempat itu di antar penjaga tahanan.


............


Dua hari telah berlalu, wanita itu menepati janjinya. Ia datang seperti semula memberikan kertas pada Aryo namun ada hal yang membuatnya tertarik.


Foto yang di berikan wanita itu, wajah gadis yang pernah masuk ke dalam mimpinya dua hari yang lalu. Saat malam pertama penawaran wanita tua itu, malamnya ia bermimpi seorang gadis sama persis wajahnya di dalam foto itu.


"Hanya Kau yang bisa menyelamatkan anak gadis ku, ku mohon. tak ada waktu lagi. Jikapun kutukan itu datang Aku akan tenang meninggalkannya bersamamu."


Tulisan itu yang ia tulis di kertas selembar di atas meja yang sedang di baca Aryo.

__ADS_1


Aryo berpikir keras. Pilihan macam apa ini? kenapa mesti ia yang harus di pilih untuk menikahi anaknya.


Aryo masih ingin menolaknya, namun genggaman tangan wanita itu menarik lengan Aryo dengan keras.


Ia menuliskan di kertas.


"Kau tak boleh menolak, karna Kau berhutang nyawa padaku."


Aryo menyobek kertas itu.


"Peduli apa? sebelumnya kita tak saling kenal. Berhentilah memaksaku."


Wanita itu menulis kembali dengan pena yang di tekannya hingga meja itu mengeluarkan derikan suara yang menakutkan.


"Jikapun Aku mati, sebelum Kau menikahi anak gadisku. Arwahku akan mengejarmu sampai ke neraka."


Aryo membaca tulisan itu, langsung melemparnya ke lantai. Aryo berlari meninggalkan wanita tua itu.


Dari semenjak itu Aryo tak ingin menemui pengunjung siapapun. Namun setiap malam Aryo selalu di bayangi mimpi wanita tua itu.


"Aku bisa gila, oleh wanita tua itu." jerit Aryo memukul dinding penjara.


 Jika Aku tak menurutinya, wanita itu akan terus berkeliaran dan memasuki mimpi tiap malam mengganggu kehidupanku. Kenapa mesti Aku yang di tumbalkan oleh wanita itu. Apa tidak ada pilihan lainnya?


 


Jangan lupa vote koin/poin, like 5 boom rate komentar positif tiap episodenya


follo ig : zuzanaoktober

__ADS_1


Salam JM


__ADS_2