JELMAAN

JELMAAN
Episode 31


__ADS_3

Suara hentakan kaki menaiki tangga sengaja Dera hentakan memberikan tanda pada Sekar untuk bersembunyi, namun kecepatan langkah kaki dua orang tersebut yang membawa senjata jauh lebih sigap.


Blam. Pintu terbuka, kamar sudah kosong tak ada seorang pun di sana.


"Kau mau membohongi kami." tegur laki-laki bertubuh besar itu mendorong Dera masuk ke dalam kamar.


Detak jantung Dera normal kembali, ia lega Sekar sudah kabur terlebih dahulu.


"Cepat, Kau periksa ke arah luar pasti dia berlari belum  jauh!"


"Kau jangan coba-coba mempermainkan kami kecuali, Kau mau menggantikan nyawa wanita itu."


"Kita cari saja botol kaca larutan itu."


Mereka menggeledah seluruh isi kamar hingga berantakan, namun tak di temukan apa yang mereka cari.


"Jika tak di temukan, Kau saja yang kami bawa." Dera di bawa paksa oleh mereka. Kedua matanya di tutupi oleh kain hitam dan mulutnya di lakban.


Mereka dengan cepat masuk ke dalam mobil.


.....


Bayangan hitam itu langsung menutupi seluruh tubuh Sekar, detik itu juga saat kamar di buka paksa oleh mereka. Sekar menangis, ia tak ingin berurusan dengan kedua orang tersebut.


Sekar terkejut keberadaannya seperti tak terlihat oleh mereka hanya di lewati begitu saja. Sekar menatap sekelilingnya yang di tutupi kabut pekat. Sekar mencoba memberikan kode pada Dera namun mustahil sama saja Dera juga tak melihat keberadaannya.


Apakah kali ini Sekar sedang di sembunyikan oleh sesuatu? Sekar menatap botol kaca larutan wasiat suaminya yang masih ia genggam. Mereka mengacak-ngacak kamarnya saat ini. Namun keberadaannya di sudut kamar itu duduk meringkuk tak ada siapapun yang dapat melihatnya.


Siapapun kamu yang telah menyembunyikanku saat ini terimakasih, bisik Sekar meneteskan air mata.

__ADS_1


Namun hatinya bersedih akhirnya sahabatnya Dera yang menanggung semua ini, sungguh ia tak bisa berbuat apa-apa.


Maafkan Aku bisik Sekar mencoba menggapai tangan Dera.


Sekar terdiam masih duduk meringkuk mematung tak bergerak menyaksikan perlakuan kedua orang tersebut ke pada Dera.


.....


 


Maafkan Aku hanya ini yang bisa Aku lakukan untuk saat ini. Untuk Kau dan anak kita kelak. Bayangan hitam itu melebur ke langit-langit kamar membentuk gumpalan pekat, wajah seseorang mulai nampak di hadapan wajah Sekar kali ini. Jemari Sekar mencoba menyentuh gumpalan-gumpalan kabut hitam itu namun tak bisa menyentuhnya hanya menembus hampa dan buyar sesaat. Sekar mencoba mengulanginya lagi dan lagi namun  sia-sia belaka.


Sekar menyadari wajah itu mirip dengan Aryo suaminya, Sekar semakin menangis tak ingin mempercayainya. Suaminya tak ingin secepat itu meninggalkannya.


"Kau tak boleh meninggalkanku? mana boleh meninggalkan kami hanya berdua." jerit Sekar


"Apakah itu dirimu hanya mengirimi bayangan? untuk menyelamatkanku dan anakmu?" sekar menatap gumpalan hitam itu.


Gumpalan hitam itu mengangguk dan melebur, memutar-mutar ruangan dan tak lama melebur dan mengumpal kembali. Sekar baru menyadarinya saat di hutan itu, bayangan itu yang terus melindunginya dan menjaganya dari gangguan luar.


.......


 


Sekar tertidur, ia harus memikirkan mencari tempat baru untuk dia bersembunyi agar keberadaannya tidak di ketahui orang-orang kiriman untuk menangkap dirinya.  Malam itu ia hanya memandang larutan botol kaca tersebut menatapnya lama-lama dan memikirkan kenapa Aryo menyuruhnya untuk menyimpan larutan tersebut.


Sekar mencari-cari ponselnya untuk menghubungi seseorang.


 

__ADS_1


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Jangan lupa vote koin/poin, like 5 boom rate, komentar tiap episodenya dan jadikan favorite


follow ig: zuzanaoktober


Salam JM

__ADS_1


__ADS_2