JELMAAN

JELMAAN
Episode 27


__ADS_3

Mobil itu melaju kencang, secepat busur panah yang telah membidik sasaran. Semua berjalan sesuai ide awal meski mobil kedua kini tak terlihat lagi.


Aryo melihatnya dari kaca depan namun Andre menghilang tak muncul lagi semuanya menghilang lenyap.


"Semua telah nampak siapa sesungguhnya yang mengkhianati. Tak bisa di percaya lagi." geram Aryo terus menaikkan kecepatan mobil. Ia berusahan menghubungi polisi telah meninggalkan pesan singkat alarm. Untuk menolongnya paling tidak itu pilihan terakhir yang akan menyelamatkan mereka kelak.


Aryo membayangkan wajah Sekar, dari semalaman ia tak bisa tertidur pulas. Sungguh kebingungan, jika hari ini hari terakhir ia ada di dunia ini mungkin semuanya akan berakhir dengan semestinya dan sesuai dengan kehendaknya.


Panggilan misterius itu menelpon kembali ia memberikan petunjuk untuk bertemu di pinggir danau, dengan meletakkan botol larutan itu ke dalam kotak dan akan ada orang kiriman yang akan mengambilnya.


Aryo memejamkan matanya sesaat dan  terus berpikir tenang perjuangannya akan menyelamatkan istrinya kali ini.


"Apakah Kau akan baik-baik saja disana? Aku telah mengalami banyak cobaan kematian, jika ini terakhir nyawaku di pertaruhkan. Mungkin Aku akan ikhlas menerima akhir hidupku."


"Kau bertahanlah, demi Aku yang sedang berusaha melepaskanmu dari tangan orang-orang jahat itu."


Aryo telah sampai di tempat yang telah di janjikan oleh penelepon misterius itu.


"Aku akan mengembalikan kebebasan hidupmu, kita mulai pertarungan kita saat ini, siapa yang akan mengalahkan takdir."


Aryo keluar mobil, ia menatap ke belakang tak ada siapapun di sana.


Tangan Aryo kali ini memegang botol larutan tersebut. Ada seseorang menunggunya telah mulai berjalan ke arahnya. Di depannya ada istrinya yang di tutupi matanya dengan kain hitam.


Keadaannya seperti baik-baik saja. Aryo mendekati mereka perlahan.


Sampai di titik temu mereka bertemu.


"Bawa kemari larutan itu, Kau bisa mengambil istrimu ini." ucap laki-laki itu mendorong Sekar untuk maju perlahan.


Terjadilah pertukaran barang dan orang.

__ADS_1


"Ambillah istrimu ini! wanita itu hanya merepotkan." gerutuk laki-laki itu geram.


Aryo mendekap istrinya kali ini.


"Apa Kau baik-baik saja? selama di sandera mereka?" Aryo membukakan kain penutup matanya kali ini.


Sekar mengangguk seperti ketakutan.


Mereka telah mengambil larutan itu.


Aryo dan Sekar masuk ke dalam mobil.


 


"Apa kalian kira mencoba membohongiku?" ucap seseorang yang mengintai dari kejauhan.


"Cepat habisi mereka sekarang juga! jangan tinggalkan jejak."


Mereka menembaki mobil yang di masuki Aryo dan Sekar berkali-kali bahkan banyak terdapat lubang yang menembusi badan mobil mereka.


"Bodoh, kenapa mereka langsung di bunuh begitu saja, larutan  yang di berikannya palsu. Cepat bawa mereka kemari! jangan biarkan mereka lolos."


Ucap laki-laki yang telah memeriksa larutan itu.


Aryo mencoba memeluk Sekar istrinya.


"Kau tidak boleh mati dengan mudah. Kau harus menyetir mobil ini dengan cepat." ucap Aryo memberikan kendali mobil pada Sekar.


Sekar menggeleng menutupi luka akibat tembakan di tangan Aryo yang mulai merembes darahnya.


"Cepat! sebelum mereka menangkap kita."

__ADS_1


"Tapi lukamu?"


"Aku bisa menahannya, terpenting kita harus menjauh dari mereka."


jelas Aryo semakin kesakitan.


Sekar langsung menancap gas. Beberapa kali menabrak sembarang dan akhirnya mereka berhasil keluar dari tempat itu, meski ada dua mobil yang mulai mengejar mereka saat ini.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


Jangan lupa like 5 boom rate, komentar tiap episodenya, vote koin/poin.


jadikan favorite

__ADS_1


follow Ig: zuzanaoktober


Salam JM


__ADS_2