
Episode 2
Bermula seorang laki-laki memiliki hubungan dengan seorang wanita cantik yang ia temui tanpa sengaja di hutan belantara dekat sungai, karna kecantikan wajahnya. Anak laki-laki Emak Dato langsung jatuh cinta pada gadis itu untuk di persunting menjadi istrinya.
Namun apa yang di khawatirkan Emak Dato terjadi hingga akhirnya si istrinya itu tega menghabisi nyawa suaminya sendiri, karna marahnya Emak Dato membunuh wanita jelmaan poppo tersebut dengan membakar hidup-hidup. Abunya ia lempar ke dalam pulau terkutuk itu, bertambah lagi arwah jelmaan itu.
Emak Dato berhasil menyembunyikan rahasia tersebut dari penduduk desa lain. Kini tinggallah bayi laki-laki hasil pernikahan anaknya dengan jelmaan poppo tersebut. Emak Dato tak tega jika harus membunuhnya ataupun membuang bayi malang tersebut di tengah hutan belantara.
Akhirnya dengan resiko yang kini di tanggung Emak Dato memelihara keturunan jelmaan poppo. Sebelumnya banyak warga kehilangan hewan ternaknya, mereka berpikir di mangsa hewan-hewan buas yang berkeliaran di kampungnya.
__ADS_1
Setelah beberapa tahun, kini teror itu terus bergulir dari mulut ke mulut warga. Di jadikan korban oleh tujuh turun-temurun yang tak kunjung terselesaikan. Tak ada yang mengetahui pekerjaan Emak Dato pastinya, yang membantu proses persalinan di desa, kali ini perbuatan Emak Dato sudah diketahui warga.
Emak Dato rumahnya di bakar, Emak Dato di usir paksa meninggalkan kampung, dengan hanya membawa pakaian di badan, ia menggandeng cucu laki-lakinya
Namun karna tak cukup bukti, kepala kampung masih membela Emak Dato. Mau tak mau kepala kampung masih membutuhkan keahliaan Emak Dato untuk membantu anaknya dalam proses melahirkan.
Setelah selesai membantu merebuskan seluruh rempah-rempah kehidupan untuk sang jabang bayi itu Emak Dato pamit pulang. Tak lama mertua Sato menjerit dari kamar, bayi dilahirkan yang usianya belum sempat dua puluh empat jam itu hilang raib seketika.
Sementara ibunya yang disamping terbaring lemah, hanya menjerit ketakutan seperti hilang suara, parau seketika, tenggorokannya seakan tercekat. Ketakutan, sempat menyaksikan langsung anaknya di curi oleh makhluk dedemit berambut panjang masuk dari bubungan atap rumah, organ dalamnya terburai begitu menjijikan, sorot matanya tajam mengisyaratkan kematian. Langsung mengambil bayi dari keranjang tidurnya. Terbang melayang keluar dari jendela, begitu cepat kejadian itu.
__ADS_1
Mertua Sato langsung menjerit, sontak seluruh warga kampung berkumpul malam-malam. Dari kemarin malam, beberapa tetangga rumah kepala kampung menyaksikan suatu kejadian yang aneh, sosok berambut panjang dengan organ dalam yang terburai bergelantung tertiup angin malam, mengintai rumah tersebut dengan ketinggian rendah di atas atap rumah. Mengelilingi rumah beberapa kali. Berputar seperti gasing kehilangan arah.
Tanpa di komando penduduk warga menyelinap masuk rumah Emak Dato. Karna warga mencurigai gelagat Emak Dato yang sering keluar masuk hutan belantara malam hari.
Sontak warga kampung murka dan terkejut, mulut cucu laki-laki Emak Dato sudah berlumuran darah. Tangannya seperti memakan hati segar.
Warga langsung mengikat Emak Dato dan cucunya di dalam rumah. Dengan ganasnya amarah warga sekampung membakar rumah Emak Dato merajalela. Emak Dato masih sempat menyelamatkan cucunya, meski luka bakar yang parah di kaki cucunya cukup membuatnya pincang untuk berjalan.
Bersambung...
__ADS_1