JELMAAN

JELMAAN
Episode 26


__ADS_3

Aryo tak ingat apa-apa lagi, kepalanya berkali-kali di hantam benda tumpul, keningnya terasa mengalir cairan kental.


....


Aryo terbangun sudah berada di ruangan rumah sakit.


Andre membawanya setelah beberapa kali tak menjawab teleponnya. Ia terpaksa mendobrak paksa pintu depan.


"Di mana istriku?" itu yang di tanyakan Aryo setelah sadar.


Perawat yang menjaga Aryo mencoba menenangkannya.


Aryo kali ini tak memiliki kekuatan apapun. Sejujurnya jika ia bisa untuk bangun saat ini, mungkin ia sudah berlari pulang ke rumah mencari istrinya.


"Bisakah saya meminjam ponsel untuk menelpon sesorang." tanya Aryo kepada perawat.


Perawat itu memberikan ponselnya kali ini.


"Bisakah, saya ditinggalkan seorang diri?"


Perawat tersebut mengangguk menyetujuinya.


Aryo menekan nomor Andre, ia mengetikkannya sesaat. Andre mengangkat panggilannya.


"Andre bisakah kau selidiki, siapa yang membuatku menjadi seperti ini? cari tahu keberadaan istriku saat ini. Jika ada perkembangannya Kau langsung datang temui Aku."


Aryo menutup teleponnya tak lupa ia menghapus nomor Andre di ponsel perawat tersebut.


Aryo menekan tombol panggilan perawat. Aryo mengembalikan ponsel tersebut.


"Terimakasih, selama Saya tak sadarkan diri apakah ada yang sempat menjenguk datang kemari?"


"Sama sekali tidak ada yang datang. Baiklah jika tidak ada yang perlu ditanyakan lagi. Saya permisi." perawat itu menutupkan kembali pintu ruangan rawat Aryo.


....


Dua hari kemudian, Andre datang dengan membawa infomasi terbaru.


"Ada yang mencoba ingin membunuhmu, tapi belum di ketahui keberadaannya. Tak ada jejak yang ditinggalkan di rumahmu. Jalur kamera cctv yang Kau pasang di rumah di rusaknya, sepertinya pelakunya telah senior sekali dalam bertindak, sangat rapi dan tak sedikitpun meninggalkan sidik jari.

__ADS_1


Aryo terdiam setelah kedatangan Andre kali ini.


"Lalu bagaimana istriku?"


"Maafkan, istrimu sampai saat ini belum bisa di lacak keberadaannya. Tapi akan ku usahakan secepatnya. Apakah Kau memiliki musuh sebelumnya?"


Aryo masih berusaha berpikir keras kali ini.


Tak lama ponsel Aryo yang di bawa Andre dari rumahnya bergetar, ada panggilan pribadi masuk dengan nomor yang tak muncul.


Aryo mengangkatnya langsung.


Tak lama suara di seberang menyapa Aryo, suara yang tak begitu asing di telinganya.


"Apakah Kau masih ingin melihat istrimu hidup?"


"Siapa Kau?"


Aryo memberi kode kepada Andre agar melacak panggilan masuk tersebut.


"Kau hanya butuh waktu besok, bawakan larutan itu jam 12 siang. Tempatnya nanti saya kabarkan. Jangan coba mengelabuiku. Kau akan tahu akibatnya sendiri. Istrimu tak akan selamat."


telepon itu langsung dimatikan.


Aryo menatap Andre.


"Maaf kali ini tak bisa melacak nomor pribadi, ia terlalu berhati-hati agar identitasnya tak terbongkar."


Andre menggeleng pelan.


"Sekar seharusnya tak terlibat dalam urusan ini." ucap Aryo.


"Apa Kau bisa membantuku?" Aryo membisikkan sesuatu ke telinga Andre.


Andre mengangguk.


"Serahkanlah padaku. Untuk malam ini tidurlah istirahat." Andre meninggalkan ruangan rawat Aryo.


Aryo kali ini menatap ke arah luar jendela, hari itu mulai gerimis dan sangat gelap. Sungguh batinnya kini mengkhawatirkan keadaan Sekar di sana.

__ADS_1


.......


Besoknya, Aryo menyuntikkan sesuatu ke tubuhnya tanpa sepengetahuan pihak rumah sakit.


"Aku sudah baik, dan merasakan mulai pulih. Bisakah hari ini pulang?"


Perawat itu kini memeriksa tubuh Aryo kembali. Dan memeriksa luka di kepalanya.


Perawat mengecek tensi, detak jantung dan membaca hasil laboratorium terakhir.


"Bapak bisa mengurus adminstrasi di pelayanan." jelas perawat itu.


Aryo menelpon Andre meminta mengambilkan uangnya di rekening.


Pagi itu juga Aryo sudah bisa pulang ke rumah.


"Apa Kau telah mempersiakannya?" tanya Aryo.


"Tak perlu khawatir, kita menggunakan dua mobil."


"Jam sebelas ini dia akan menelpon memberitahukan lokasi tempatnya." jelas Aryo yang sudah berkemas dari tadi.


"Apa Kau telah membawa larutannya?" tanya Andre memastikan.


Aryo mengangguk meski ia telah curiga larutannya ada yang menukarkannya.


"Kita berangkat." Andre memberikan aba-aba.


"Kenapa ada yang tidak beres? sebenarnya ada yang ingin mencoba mengkhianati?" aryo berbisik dalam hatinya. Meski ia merasakan kejanggalan dalam batinnya kali ini.


Untung saja ia masih menanam larutan murni itu ke dalam tubuhnya sewaktu di rumah sakit.


"Inilah akhir kehidupanmu, kita lihat siapa yang mencoba memilih berkhianat atau di khianati?"


Bersambung...


Pembaca setia JM yang baik hati dan rajin menabung poin/koin


Jangan lupa vote koin/poin sebanyaknya, like 5 boom rate, komentar positif tiap episode, jadikan favorite.

__ADS_1


follow ig: zuzanaoktober


salam JM


__ADS_2