
"Rumor di luar beredar, Kau telah membunuh Nenekmu. Apakah itu benar?" tanya Sekar
Aryo diam.
"Dia telah merencanakan pembunuhan suaminya sendiri. Aku tak bisa membiarkan pembunuh bebas hidup. Aku tak ingin membahas itu lagi." jelas Aryo.
Sekar kali ini mengelus punggung suaminya.
"Aku sangat percaya padamu. Jangan membuatku hilang kepercayaan padamu."
Aryo mengangguk.
"Aku akan tetap menjaga kepercayaan itu. Meski kadang beberapa kali difitnah orang lain. Aku akan mengusahakannya."
"Ada banyak yang ingin ku ketahui darimu, tapi bisakah Kau juga tak menutupinya."
"Aku tak menutupi apapun, apa yang terdengar rumor beredar tentangku diluar sana?"
"Banyak, namun Aku ingin informasi itu keluar dari mulutmu langsung. Sebenarnya Kau bukanlah cucu kandung mereka bukan?"
Aryo mengangguk tidak mengelak tuduhan itu semua.
"Masa laluku terpaksa membuang Aku dari kecil. Ibuku jelmaan murni sedangkan Ayahku manusia biasa. Mereka bertemu di hutan, menikah dan melahirkan diriku. Karna mereka di ketahui penduduk akhirnya mereka dibakar hidup-hidup. Dalam perjalanan melarikan diri, Nenek menyelematkanku dengan menghanyutkan Aku yang masih kecil, itulah awal mula penderitaanku, berlanjut ditemukan oleh sepasang Kakek dan Nenek yang tak memiliki keturunan. Jika tidak ada Kakek, Nenek itu sering menyiksaku. Hanya Kakek yang terus melindungiku. Dan kejadian itu pun terjadi dengan mata kepalaku sendiri menyaksikannya Kakek di racun Nenek. Aku tak bisa menerima itu semua." ucapan Aryo terhenti ia tak sanggup melanjutkannya.
__ADS_1
Sekar memeluk suaminya, ia sangat tahu keadaanya dulu begitu terpuruk.
"Kau tak perlu menceritakannya sampai selesai." cegah Sekar.
Suasana kali ini sunyi dan hampa, melewati hawa dingin yang membisu. Masa lalu itu tak akan terulang lagi dan tak berhak untuk mengalaminya lagi.
......
"Aku pernah bertemu denganmu lewat mimpi yang menyeramkan." ucap Sekar.
"Apa maksudnya menyeramkan?"
"Tanganmu bertumpah darah, ada banyak orang yang mati di sekitarmu."
bisik Aryo.
"Tapi Kau memilih mati untuk menyelamatkan Aku." bisik Sekar matanya mulai berkaca-kaca.
"Apa Kau sangat takut kehilangan diriku?"
Sekar mengangguk.
"Aku merasakan ada yang mengintai nyawamu. Kau harus berhati-hati dengan rekan kerjamu. Jangan pernah mudah mempercayai orang lain." nasehat Sekar pada suaminya.
__ADS_1
"Aku akan berhati-hati menjagamu, semoga kita selamanya selalu bersama. Kau jangan berpikir terlalu berlebihan." Aryo menggenggam tangan istrinya.
......
Malam itu belum terlalu pertengahan malam, Ada yang masuk tanpa sepengetahuan Aryo dan Sekar. Orang itu memecahkan kaca belakang. Melempar sebotol kaca dengan racun bius sesaat rumah itu di penuhi asap racun menggumpal. Aryo terbatuk-batuk saat sebotol kaca itu di lemparkan masuk lewat jendela kamar mereka.
Sekar masih tertidur pulas. Aryo mencoba membangunkan istrinya.
Sekar sempoyongan, tubuhnya langsung lemas.
Aryo mencoba menggendong tubuh Sekar. Namun tenaganya semakin tak bertenaga, terlalu banyak menghirup asap bius itu.
Tubuhnya tersungkur di ranjang. Mencoba beberapa kali bangun namun kakinya semakin lemas tak bertenaga. Pandangannya kali ini mulai buram.
Ia masih dapat menangkap bayangan dari jendela luar mencoba memaksa masuk. Mendekati tubuh Sekar, sekuat tenaga Aryo melindungi istrinya. Namun tubuhnya sudah tak bisa merasakan apa-apa lagi. Sosok itu membawa istrinya kabur. Aryo hanya bisa meronta tanpa memiliki kekuatan apapun. Malam itu ia tak bisa berbuat apa-apa hanya menyaksikan kejadian itu tanpa berbuat apa-apa.
Mata Aryo terpejam. Ia sudah tidak sadarkan diri, tidak ingat apa-apa lagi.
Jangan lupa vote poin/koin, komentar positif tiap episodenya, like 5 boom rate.
jadikan favorite
follow ig: zuzanaoktober
__ADS_1
Salam JM